Berangkat

Dua Minggu Kemudian

Arvina, Arzena dan keluarganya tengah bersiap untuk keberangkatan mereka ke Sydney, Australia kecuali si sulung Arzevin, karena ia harus bekerja dan menggantikan Darvin mengawasi perusahaan.

"Big bro, kau jangan menangis." Ucap Arzena menggoda kakaknya.

Arzevin hanya mencibirkan mulutnya.

"Jangan membawa kekasihmu kedalam rumah dan membuat anak." Ucap Arzena lagi.

Darvin seketika melotot pada putri bungsunya.

Menyadari Ayahnya sedang melotot padanya, ia langsung mengalihkan pembicaraan.

"Aku jadi tidak sabar untuk segera rekaman. Walaupun aku adalah rekomendasi dari pihak kampus, tapi aku tetap harus bekerja untuk diriku sendiri." Ucap Arzena pura pura semangat padahal yang ada didalam otaknya bukanlah tentang rekaman atau pekerjaan nya sebagai penyanyi kelak melainkan kebebasannya.

"Semangat mu jangan hanya diawal saja." Ucap Zevina mengingatkan.

"Tenang saja Mom." Jawab Arzena memeluk manja Mommynya.

"Maaf semuanya, aku terlambat." Pinta Ken yang baru saja sampai dengan nafas tak beraturan karena habis berlari.

"Tidak apa. Kami juga baru saja selesai bersiap." Ucap Darvin menimpali.

"Baiklah, kita berangkat sekarang?" Tanya Darvin memastikan.

Semuanya mengangguk.

"Ayo, aku akan mengantar kalian ke bandara uncle Derex." Ajak Arzevin.

Mereka akan pergi ke Australia menggunakan jet pribadi milik Darvin yang ia simpan dibandara pribadi milik Derex sesuai yang Derex perintahkan, setelah mendapat persetujuan dari pihak kampus kedua putrinya tentunya.

Setelah semuanya masuk kedalam mobil keluarga yang berukuran besar, Arzevin pun mulai melajukan mobilnya.

"Sayang sekali aku tidak bisa ikut. Jika saja aku bisa ikut, pasti aku bisa berfoto bersama koala." Keluh Arzevin sambil berkelakar.

"Koala itu lucu. Kakak tidak cocok berfoto dengannya." Ujar Arvina membuat semua orang tertawa kecil.

Arzevin mendengus sebal.

"Kalian pergi satu tahun, rumah pasti akan terasa sangat sepi." Keluh Arzevin lagi.

"Maka menikahlah dan segera punya anak." Kelakar Zevina.

"No Mom. Aku baru saja lulus dan bekerja. Tidak mungkin menikah muda." Sanggah Arzevin.

Kedua orang tuanya hanya tertawa kecil.

Ken merasa hangat berada di tengah-tengah keluarga itu, walaupun Arzena tidak suka padanya.

"Ken, kau selaku pria harus bisa menjaga kedua putri ku dengan baik." Titah Darvin.

"Aku akan berusaha Dad." Ucap Ken, tapi ia tahu sangat tidak mungkin untuk dirinya bisa mengatur Arzena nantinya.

"Daddy sudah menyediakan sebuah rumah dan dua buah mobil untuk kalian disana nantinya." Ucap Darvin.

"Thanks Dad." Jawab Arzena semangat.

Mereka pun melanjutkan perjalanan sembari berbincang kecil.

Akhirnya mereka sampai di bandara Derex.

Semua keluar dari mobil secara bergantian.

"Wow, ini keren sekali." Ujar Ken takjub dengan kemewahan dan keindahan bandara tersebut walaupun hanya muat untuk dua jet, namun sangat sangat megah.

"Kau mau berfoto?" Tanya Arvina sopan tanpa bermaksud menghina.

Ken mengangguk semangat.

Arvina pun mengeluarkan ponselnya dan mulai mengarahkan Ken untuk berpose.

Arzena menatap benci dan jijik pada Ken.

"Ini. Kirimlah sendiri ke ponsel mu." Titah Arvina memberikan ponselnya pada Ken.

Ken sangat senang dan segera mengirim fotonya tadi.

Selesai mengurus semuanya, mereka pun diarahkan untuk masuk kedalam jet pribadi milik Darvin.

"Ya ampun, ini sudah seperti rumah saja." Ujar Ken sekali lagi takjub melihat isi jet pribadi Darvin yang begitu mewah.

"Apa ini emas?" Tanya Ken semangat sambil mengelus pinggiran tempat duduk yang ada di jet itu.

"Menjijikkan." Gumam Arzena.

"Kau tidak usah bersedih. Daddy dan Mommy tidak akan lama." Ucap Darvin memeluk putra kesayangan nya.

"Aku tidak bersedih Dad." Jawab Arzevin menutupi kesedihan nya.

"Berhati-hatilah kalian. Aku turun dulu." Pamit Arzevin lalu turun dari jet tersebut dan melangkah menjauh dari sana namun ia masih bisa melihat jet itu lepas landas.

Arzevin memutuskan untuk kembali kerumah setelah jet pribadi Daddy nya lepas landas.

"Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi setelah kalian sampai disana Twins." Batin Arzevin yang rupanya merasakan sesuatu yang tidak nyaman mengenai kepergian adik kembarnya.

•••••••••••

"Kau belum selesai berfoto juga?" Tanya Arvina merasa geli melihat tingkah sahabatnya.

"Kau tahu? Ini indah sekali." Jawab Ken semangat.

"Terserah kau sajalah." Ucap Arvina lalu menutup telinganya menggunakan earphones.

"Kalian istirahatlah dulu. Perjalanan kita akan sangat lama." Titah Zevina pada ketiga anak itu.

Ken akhirnya berhenti berfoto dan duduk di samping Arvina.

Arzena sibuk men scroll ponselnya untuk melihat letak beberapa club malam yang sudah ia simpan dalam bentuk screenshot.

Mereka semua pun akhirnya memilih untuk beristirahat karena perjalanan mereka akan memakan waktu kurang lebih hampir satu hari penuh.

"Apakah menjadi orang kaya akan seasyik ini?" Gumam Ken terus menelisik setiap sudut jet tersebut.

"Jangan berisik Ken. Jika kau ingin kaya maka harus bekerja keras." Ucap Arvina.

"Baiklah Tuan putri." Timpal Ken mengacak lembut rambut Arvina.

Arvina tidak merasa risih.

Ia menyayangi Ken, dan jauh didalam hatinya pun sebenarnya ia juga mempunyai perasaan lebih untuk Ken, hanya saja ia malas mengatakannya karena takut Ken akan merasa tidak percaya diri dan menjauhinya.

••••••••••

"Apa kita belum juga sampai?" Gerutu Ken merasa bosan.

"Kau bosan?" Tanya Arvina menggoda sahabatnya itu dan Ken mengangguk.

"Berfoto lagi saja." Arvina kembali menggoda Ken.

"Ponsel ku memorinya sudah penuh." Jawab Ken malu malu.

"Nanti belikan Ken ponsel baru Vin." Titah Darvin pada putri sulungnya.

"Baik Dad." Jawab Arvina semangat.

Ken ingin menolak, tapi Darvin pasti tidak akan memberinya kesempatan untuk menolak.

Akhirnya setelah dua puluh satu jam lebih, jet mereka mendarat juga.

Di Sydney hari sudah sore karena perbedaan waktu dengan London. Sydney sembilan jam lebih cepat dari London.

"Hari sudah sore. Lebih baik kita segera ke rumah saja." Ajak Darvin menuntun keluarganya masuk kedalam mobil yang sudah ia pesan melalui kerabatnya.

Mobil tersebut pun melaju menembus jalanan sore Sydney yang tampak lenggang.

Ken setia memandang keluar jendela menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh kota Sydney.

Arvina pun demikian.

Arzena sibuk dengan ponselnya.

Darvin dan Zevina memilih beristirahat kembali karena mereka tidak akan lama di Sydney.

Memakan waktu kurang lebih satu jam akhirnya mereka sampai dirumah yang sudah dibeli Darvin untuk anak-anak nya jauh hari.

Ken sekali lagi dibuat takjub.

Mereka sudah masuk kedalam rumah mewah itu.

"Dad, apa tidak berlebihan kami bertiga menempati rumah semegah ini?" Tanya Arvina ragu.

"No sayang. Ini semua untuk kalian. Hasil dari prestasi kalian yang membanggakan." Ujar Darvin memeluk putri sulungnya.

Arvina hanya mengangguk.

"Apa kalian lapar?" Tanya Zevina bersiap ingin memasak, namun keempat orang itu menggeleng.

"Hah, baiklah. Mommy istirahat saja." Ujar Zevina.

"Istirahatlah Mom, agar Mommy tidak kelelahan besok. Dad juga." Titah Arvina sopan.

Darvin dan Zevina menurut dan merekapun berjalan masuk kedalam kamar mereka.

Arvina dan Ken segera memilih kamar sedangkan Arzena masih sibuk berkutat dengan ponselnya.

"Selamat malam Arvina." Ucap Ken sebelum masuk kedalam kamar.

"Em. Malam." Arvina membalas seadanya.

Merekapun masuk kedalam kamar mereka yang bersebelahan itu.

"Perasaan mu masih saja tidak enak. Semoga saja aku yang terlalu berlebihan karena akan jauh dari Dad dan Mom untuk waktu yang cukup lama." Batin Arvina mencoba untuk memejamkan matanya.

Akhirnya ia pun terlelap.

"Setelah Dad dan Mom pulang ke London besok, aku akan segera menikmati hidup yang sesungguhnya." Gumam Arzena semangat lalu masuk kedalam kamar disamping kamar Ken hingga posisi kamar Ken berada ditengah diantara si kembar itu.

...~ To Be Continue ~...

Terpopuler

Comments

Emak Femes

Emak Femes

Mamak Raanjhana hadir disini juga 👋👋

2021-06-29

1

🌸Me🌸

🌸Me🌸

laa kan ud siap" untuk bikin ulah... 😑
minta d jewer dady derex kykx ni...

2021-06-26

2

coco

coco

mampir lagi kk

2021-06-25

1

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan Magang
2 Dad and Mom
3 Berangkat
4 Hari pertama Magang
5 Dave Alexon
6 Kau milikku Arvina!
7 Ken Cemburu
8 Menemani Dave
9 Arzena Masuk Club
10 Kekecewaan Arvina
11 Derex Austin
12 Nasehat Derex
13 Pesona Seorang Derex Austin
14 Aku mencintaimu!
15 Tertembak
16 Baik, jika itu maumu!
17 Rencana menghancurkan
18 Devil!
19 Sakaw
20 Bayar dengan tubuhmu!
21 Dave masih perhatian
22 Janji Arvina
23 Ken Berulah
24 Keresahan Dave
25 Rencana Dave
26 Kau akan menyesal!
27 Lebih baik aku mati!
28 Aku merindukan kalian.
29 Nona Lingerie
30 Tekad Hansen
31 Firasat Darvin
32 Kebohongan Ken
33 Keraguan Keanu
34 Hamil
35 Ayo pulang!
36 Pengakuan
37 Mimpi buruk
38 Arvina Diculik
39 Berhasil Kabur
40 Dave membutuhkanmu!
41 Keajaiban terbesar
42 Manja atau posesif?
43 Will you Marry me?
44 Double Wedding
45 After wedding party.
46 Petaka Membawa.....
47 Impas
48 Bahagia
49 Cerita masing-masing
50 Aku tidak punya madu lagi
51 Mengajak Kerja Sama
52 Mengunjungi Derex
53 Kecemburuan Dave
54 Pulang
55 Keduanya menghilang?
56 Kau lagi?
57 Aku Harus Bisa!
58 Masa Lalu Aston
59 Masa lalu
60 Dua Sisi Aston
61 Siasat Keanu
62 Sakit perut?
63 Endometriosis?
64 Aku tidak mencintaimu!
65 Luka Hati yang berbeda
66 Kebohongan yang terbongkar
67 Kejujuran Arvina
68 Kedatangan Rexa
69 Mengunjungi Jeymian
70 Ajari aku cara memaafkan!
71 Mengunjungi Jeymian Lagi
72 Arzena Cemburu
73 Wanita Bangkai
74 Mengunjungi Mansion Dave
75 Biarkan aku yang pergi!
76 Sebuah Fakta
77 Jangan sentuh kakakku!
78 Arvina yang lain?
79 Ceraikan Dia!
80 ???
81 Meninggalnya Rexa
82 Permintaan Maaf
83 Hiduplah dengan baik
84 Menyusun rencana
85 Kegundahan Velano
86 Obat Kesuburan
87 Kau harus bisa!
88 Kabur?
89 Perasaan Aneh
90 Sindrom Simpatik (1)
91 Memilih Jujur
92 I LOVE YOU, DAD
93 Bahagia Bersamamu
94 Menyemangati
95 Tidak takut ancaman!
96 Pendamping masing-masing
97 Elviana Aliara
98 Jebakan Gagal
99 Arvina Posesif?
100 Sindrom Simpatik (2)
101 Ijin
102 Kedatangan Arzevin
103 (๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104 Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105 Miliki Aku, Ken!
106 Dijodohkan
107 Melatih Ken
108 Shock Terapi
109 Rencana Dave
110 Rencana Penculikan
111 Ken Kritis
112 Negosiasi
113 Sadar
114 Terima Kasih
115 Jangan mau direndahkan!
116 Rencana Pernikahan
117 Saling Menghormati
118 Wedding
119 Hana dan Kenzie
120 Feeling
121 Elviana berulah
122 Mimpi Buruk
123 Pendarahan
124 Kebahagiaan
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Kesempatan Magang
2
Dad and Mom
3
Berangkat
4
Hari pertama Magang
5
Dave Alexon
6
Kau milikku Arvina!
7
Ken Cemburu
8
Menemani Dave
9
Arzena Masuk Club
10
Kekecewaan Arvina
11
Derex Austin
12
Nasehat Derex
13
Pesona Seorang Derex Austin
14
Aku mencintaimu!
15
Tertembak
16
Baik, jika itu maumu!
17
Rencana menghancurkan
18
Devil!
19
Sakaw
20
Bayar dengan tubuhmu!
21
Dave masih perhatian
22
Janji Arvina
23
Ken Berulah
24
Keresahan Dave
25
Rencana Dave
26
Kau akan menyesal!
27
Lebih baik aku mati!
28
Aku merindukan kalian.
29
Nona Lingerie
30
Tekad Hansen
31
Firasat Darvin
32
Kebohongan Ken
33
Keraguan Keanu
34
Hamil
35
Ayo pulang!
36
Pengakuan
37
Mimpi buruk
38
Arvina Diculik
39
Berhasil Kabur
40
Dave membutuhkanmu!
41
Keajaiban terbesar
42
Manja atau posesif?
43
Will you Marry me?
44
Double Wedding
45
After wedding party.
46
Petaka Membawa.....
47
Impas
48
Bahagia
49
Cerita masing-masing
50
Aku tidak punya madu lagi
51
Mengajak Kerja Sama
52
Mengunjungi Derex
53
Kecemburuan Dave
54
Pulang
55
Keduanya menghilang?
56
Kau lagi?
57
Aku Harus Bisa!
58
Masa Lalu Aston
59
Masa lalu
60
Dua Sisi Aston
61
Siasat Keanu
62
Sakit perut?
63
Endometriosis?
64
Aku tidak mencintaimu!
65
Luka Hati yang berbeda
66
Kebohongan yang terbongkar
67
Kejujuran Arvina
68
Kedatangan Rexa
69
Mengunjungi Jeymian
70
Ajari aku cara memaafkan!
71
Mengunjungi Jeymian Lagi
72
Arzena Cemburu
73
Wanita Bangkai
74
Mengunjungi Mansion Dave
75
Biarkan aku yang pergi!
76
Sebuah Fakta
77
Jangan sentuh kakakku!
78
Arvina yang lain?
79
Ceraikan Dia!
80
???
81
Meninggalnya Rexa
82
Permintaan Maaf
83
Hiduplah dengan baik
84
Menyusun rencana
85
Kegundahan Velano
86
Obat Kesuburan
87
Kau harus bisa!
88
Kabur?
89
Perasaan Aneh
90
Sindrom Simpatik (1)
91
Memilih Jujur
92
I LOVE YOU, DAD
93
Bahagia Bersamamu
94
Menyemangati
95
Tidak takut ancaman!
96
Pendamping masing-masing
97
Elviana Aliara
98
Jebakan Gagal
99
Arvina Posesif?
100
Sindrom Simpatik (2)
101
Ijin
102
Kedatangan Arzevin
103
(๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104
Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105
Miliki Aku, Ken!
106
Dijodohkan
107
Melatih Ken
108
Shock Terapi
109
Rencana Dave
110
Rencana Penculikan
111
Ken Kritis
112
Negosiasi
113
Sadar
114
Terima Kasih
115
Jangan mau direndahkan!
116
Rencana Pernikahan
117
Saling Menghormati
118
Wedding
119
Hana dan Kenzie
120
Feeling
121
Elviana berulah
122
Mimpi Buruk
123
Pendarahan
124
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!