Arzena Masuk Club

"Menyebalkan..." Gerutu Ken.

Sudah satu minggu lamanya Arvina "Ditahan" oleh Dave dan Ken benar benar tidak diijinkan sama sekali untuk menemui atau sekedar melihat Arvina dari jauh.

Didepan ruang inap Dave, bahkan hampir disetiap sudut rumah sakit, anak buah Dave menjaga dengan ketat.

Hal tersebut tentu mengganggu kenyamanan semua orang yang ada dirumah sakit, namun siapa yang berani melawan Dave?

"Aku harus pulang sendiri lagi. Aku tidak ingin meminta Zena menjemputku atau aku akan dimarahi lagi." Gerutu Ken memelas.

Sesuai pesan Arvina, selama satu minggu ini ia selalu menumpang mobil Arzena dan selalu mendapatkan hinaan dan makian dari Arzena.

Ken akui dirinya lemah, maka dari itu ia ingin menjadi desainer yang kaya raya dan menjadikan kekayaannya sebagai kekuatan.

Dengan langkah gontai, Ken keluar dari ruangannya.

"Ohoi..yang ditinggal pujaan hati." Ucap Angelo meledek Ken.

"Diamlah." Pinta Ken lemas.

"Aku antar kau pulang?" Tawar Angelo pada Ken.

"Tidak perlu." Tolak Ken sopan.

Ken tahu rumah Angelo dan rumah sikembar berbeda arah, jadi dia tidak ingin merepotkan Angelo.

Berjalan kaki pun tidak apa asal tidak membebankan Angelo, pikirnya.

"Ya sudah. Berhati-hatilah!" Ucap Angelo lalu melangkah dengan gemulai meninggalkan Ken.

"Aku heran, bagaimana dia bisa membuat anak sedangkan gerakannya saja gemulai seperti itu? Apa istrinya yang memimpin?" Batin Ken tertawa geli.

Ken pun melanjutkan langkahnya.

Ke benar-benar memilih berjalan kaki karena hari masih sore walaupun sudah mulai gelap.

Ken memperhatikan setiap gedung pencakar langit yang mengelilingi dirinya.

"Indah sekali. Andai saja salah satu gedung itu adalah milikku." Gumam Ken bersemangat.

Ia akhirnya kembali fokus pada perjalanannya yang masih sangat panjang.

Lama berjalan pandangannya kemudian fokus pada seorang perempuan yang berpakaian sexy masuk kedalam sebuah club malam.

"Arzena?" Gumam Ken tak percaya.

Ken mencoba sedikit mendekat untuk memastikan bahwa yang ia lihat benar-benar Arzena.

"Benar itu Arzena." Ucap Ken gelagapan saat melihat Arzena disambut dengan panas oleh beberapa orang pria dan wanita.

Ken gusar tidak tahu harus berbuat apa. Menghubungi Arvina sama saja dengan menangkap angin karena ponsel Arvina dinonaktifkan oleh Dave seminggu ini.

Akhirnya Ken mencoba dan mengharapkan keajaiban.

Ia meraih ponselnya dan menghubungi Arvina.

Panggilan pertama tidak tersambung.

Ken mencoba lagi dan lagi namun hasilnya sama.

"Oh astaga Arvina, aku mohon." Gumam Ken tidak putus asa.

Ken tetap peduli pada Arzena sekalipun Arzena selalu menghinanya.

•••••••••

Dave yang diijinkan pulang dari rumah sakit pun, baru saja sampai di mansion mewahnya.

Tentu saja dengan ditemani Arvina.

"Disini saja sayang." Ucap Dave meminta Arvina mendudukkan dirinya di sofa ruang utama.

Ia sebenarnya tidak sakit lagi, namun Arvina memaksa untuk memapah dirinya.

"Mansion mu megah sekali." Ucap Arvina berbinar.

"Mansion kita sayang. Kelak kau juga akan tinggal disini." Ucap Dave penuh percaya diri.

"Dave, tolong hentikan itu. Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk hidup bersamamu." Titah Arvina menolak Dave secara halus.

Dave saat ini memilih mengerti.

"Tidak sekarang. Tapi nanti." Ucap Dave lagi.

Arvina sangat malas berdebat dengan Dave yang benar-benar tidak mengenal kata mengalah.

"Dave, bisakah aku meminta ponsel ku sekarang?" Pinta Arvina ragu.

"Kemarilah!" Titah Dave menepuk tempat kosong di sampingnya.

Arvina menurut dan duduk disamping Dave.

Satu tangan Dave merangkul posesif pundak Arvina sedangkan tangan lainnya merogoh saku celananya untuk mengeluarkan ponsel Arvina.

"Ini." Ucap Dave menyerahkan ponsel Arvina.

Arvina menerima ponselnya dengan bersemangat dan langsung mengaktifkan nya.

Tangan Dave setia mengelus pundak Arvina, sedangkan bibirnya tidak berhenti mengecup puncak kepala Arvina.

"Kenapa banyak sekali panggilan dari Ken?" Guman Arvina bertanya tanya.

Dave ingin merebut kembali ponsel Arvina namun dengan cepat Arvina menghindar saat panggilan dari Ken kembali masuk.

"Please Dave, ijinkan aku menjawabnya." Pinta Arvina.

"Loudspeaker!" Titah Dave tegas.

Arvina tidak punya pilihan selain menurut.

"Ada apa Ken?" Tanya Arvina tanpa basa basi.

"Arzena masuk club." Ken pun menjawab tanpa basa basi.

"WHAT?" Arvina terkejut dan langsung berdiri.

"Katakan dimana club nya?" Tanya Arvina lagi.

"Di club DAVEIL." Jawab Ken.

"Club ku." Gumam Dave saat mendengar nama club miliknya disebut.

"Kau tunggu disana sampai aku datang!" Titah Arvina langsung bergegas keluar dari mansion Dave, namun Dave menahannya.

"Sayang, bukankah tidak masalah jika hanya bermain di club?" Tanya Dave bingung.

"Bagimu tidak masalah. Bagiku itu masalah, apalagi yang melakukan hal itu adalah Arzena." Ucap Arvina menahan amarahnya.

Dave masih diam dan menahannya.

"Dave, aku sedang tidak ingin bermain sekarang!" Bentak Arvina kesal.

"Aku akan mengantar mu!" Ucap Dave lalu menarik lembut tangan Arvina dan menuntun Arvina kedalam mobilnya.

"Dave, aku bisa sendiri." Ucap Arvina menolak halus bantuan Dave.

"Mobilmu sudah dirumah mu, dan disekitar sini tidak mungkin untuk mendapatkan kendaraan umum." Ucap Dave dingin.

Arvina kembali diam dan menurut.

Dave segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke club nya.

Club tersebut mempunyai bisnis gelap terselubung yakni meracik dan menjual obat-obatan terlarang.

Jika sampai Arzena terlibat menggunakan obat-obatan tersebut maka Dave akan merasa sangat bersalah pada Arvina, walaupun ia sebenarnya tidak peduli pada Arzena.

Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai.

Ken segera keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Arvina dan menatap benci pada Dave.

Dave memberi kode pada anak buahnya untuk tidak menghalangi jalan.

Dave melindungi Arvina saat mereka masuk kedalam.

Pengunjung tetap club itu pasti tahu siapa itu Dave, maka tak ada yang berani menyentuh Arvina.

"ARZENA" Teriak Arvina saat melihat kembarannya berada diatas tubuh seorang pria dan keduanya sama-sama setengah telanjang.

Arvina segera menghampiri adiknya dan menarik adiknya.

PLAK

Satu tamparan Arvina berikan pada Arzena.

"Kakak." Arzena malah melompat girang dan memeluk Arvina.

Sudah bisa dipastikan bahwa saat ini Arzena sudah mabuk kuat.

"Kita pulang sekarang!" Ajak Arvina merapikan pakaian adiknya dan memapah Arzena keluar dari tempat terkutuk itu.

Dave kembali memberi kode pada anak buahnya untuk membereskan kekacauan yang terjadi.

Dave segera menyusul Arvina.

"Biar aku antar kalian!" Titah Dave lalu berlari mendahului ketiganya.

Ken tentu saja sangat kesal, namun ia berusaha meredam kekesalannya.

Dave membantu Arvina memasukkan Arzena kedalam mobilnya, lalu kemudian Arvina duduk dengan menopang kepala Arzena diatas pahanya.

Dave sama sekali tidak peduli Ken akan ikut dengan mobilnya atau tidak, namun Ken memilih menurunkan gengsinya dan masuk kedalam mobil Dave.

Dave segera melajukan mobilnya kembali ke rumah Arvina.

Arvina sedih karena merasa lalai menjaga adiknya, Dave ingin sekali segera memeluk gadisnya itu dan memenangkan nya namun ia sekarang harus menyetir.

Tak butuh lama mereka pun sampai dirumah Arvina.

"Biar aku saja!" Titah Dave langsung menggendong Arzena lalu masuk kedalam kamar Arzena sesuai arahan Arvina.

Tidak ada maksud lain, semua ia lakukan untuk Arvina dan demi Arvina.

Ia melempar Arzena cukup kuat ke atas ranjang saat sudah sampai dikamar Arzena.

"Berikan ponselnya padaku!" Titah Dave meminta ponsel Arzena.

Arvina menurut.

Dave meraih ponsel Arzena dan mengotak atik ponsel Arzena.

"Sekarang ponsel mu!" Pinta Dave pada Arvina.

Arvina kembali menurut.

Dave kembali mengotak atik ponsel Arvina.

"Ini! Mulai sekarang kau bisa mengatasi keberadaannya lewat ponsel mu." Ucap Dave dan ia menjelaskan cara kerja aplikasi pelacak yang sudah ia pasang pada ponsel Arzena dan ia hubungkan pada ponsel Arvina.

"Terima kasih Dave." Ucap Arvina reflek memeluk Dave membuat Ken langsung berbalik dan keluar dari kamar itu.

"Apapun untukmu sayang." Ucap Dave membalas pelukan Arvina.

"Dave, maaf sudah merepotkan. Padahal kau baru saja keluar dari rumah sakit." Ucap Arvina merasa bersalah.

"No! Tidak merepotkan jika untukmu. Bahkan sekarat sekalipun aku akan hadir didepan mu saat kau membutuhkan ku." Ucap Dave serius.

"Baiklah, sekarang aku harus pulang. Kau beristirahatlah. Jangan bersedih lagi." Ucap Dave melepas pelukannya dan menangkup wajah Arvina.

CUP

Dave mengecup bibir Arvina sekilas.

"I love you!" Bisik Dave ditelinga Arvina membuat Arvina mematung sejenak.

Dave tersenyum melihat ekspresi Arvina.

"Sudah, segeralah istirahat!" Titah Dave dan ia pun keluar dari kamar Arzena.

"Menyerahlah dasar lemah!" Titah Dave pada Ken saat ia berpapasan dengan Ken ditangga.

Ken diam dan mengepalkan kuat tangannya, namun tidak ingin menyerang Dave.

"Aku akan menyerah hanya jika aku sudah tak bernyawa." Batin Ken dengan amarah memuncak.

...~ To Be Continue ~...

Terpopuler

Comments

Ricka Monika

Ricka Monika

Ken mulai sekarang harus jg lelaki yg kuat harus banyak belajar,belajar beladiri,meng hek komputer,belajar naik mobil atau kendaraan lainnya,belajarlah dengan orang lain jangan tunggu belajar dr Revina aja,kapan maju dan kuat lo jd orang.

2023-09-01

0

el Putriᵉˡ̳༆

el Putriᵉˡ̳༆

ini dia Si Dave yang kecilnya udah msum😂

2021-07-18

1

🌸Me🌸

🌸Me🌸

ah ken diriku nyesek melihatmu sakit 😭
uda putar arah saja sm Arzena, ubah dia jd lbh baik...

2021-06-26

1

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan Magang
2 Dad and Mom
3 Berangkat
4 Hari pertama Magang
5 Dave Alexon
6 Kau milikku Arvina!
7 Ken Cemburu
8 Menemani Dave
9 Arzena Masuk Club
10 Kekecewaan Arvina
11 Derex Austin
12 Nasehat Derex
13 Pesona Seorang Derex Austin
14 Aku mencintaimu!
15 Tertembak
16 Baik, jika itu maumu!
17 Rencana menghancurkan
18 Devil!
19 Sakaw
20 Bayar dengan tubuhmu!
21 Dave masih perhatian
22 Janji Arvina
23 Ken Berulah
24 Keresahan Dave
25 Rencana Dave
26 Kau akan menyesal!
27 Lebih baik aku mati!
28 Aku merindukan kalian.
29 Nona Lingerie
30 Tekad Hansen
31 Firasat Darvin
32 Kebohongan Ken
33 Keraguan Keanu
34 Hamil
35 Ayo pulang!
36 Pengakuan
37 Mimpi buruk
38 Arvina Diculik
39 Berhasil Kabur
40 Dave membutuhkanmu!
41 Keajaiban terbesar
42 Manja atau posesif?
43 Will you Marry me?
44 Double Wedding
45 After wedding party.
46 Petaka Membawa.....
47 Impas
48 Bahagia
49 Cerita masing-masing
50 Aku tidak punya madu lagi
51 Mengajak Kerja Sama
52 Mengunjungi Derex
53 Kecemburuan Dave
54 Pulang
55 Keduanya menghilang?
56 Kau lagi?
57 Aku Harus Bisa!
58 Masa Lalu Aston
59 Masa lalu
60 Dua Sisi Aston
61 Siasat Keanu
62 Sakit perut?
63 Endometriosis?
64 Aku tidak mencintaimu!
65 Luka Hati yang berbeda
66 Kebohongan yang terbongkar
67 Kejujuran Arvina
68 Kedatangan Rexa
69 Mengunjungi Jeymian
70 Ajari aku cara memaafkan!
71 Mengunjungi Jeymian Lagi
72 Arzena Cemburu
73 Wanita Bangkai
74 Mengunjungi Mansion Dave
75 Biarkan aku yang pergi!
76 Sebuah Fakta
77 Jangan sentuh kakakku!
78 Arvina yang lain?
79 Ceraikan Dia!
80 ???
81 Meninggalnya Rexa
82 Permintaan Maaf
83 Hiduplah dengan baik
84 Menyusun rencana
85 Kegundahan Velano
86 Obat Kesuburan
87 Kau harus bisa!
88 Kabur?
89 Perasaan Aneh
90 Sindrom Simpatik (1)
91 Memilih Jujur
92 I LOVE YOU, DAD
93 Bahagia Bersamamu
94 Menyemangati
95 Tidak takut ancaman!
96 Pendamping masing-masing
97 Elviana Aliara
98 Jebakan Gagal
99 Arvina Posesif?
100 Sindrom Simpatik (2)
101 Ijin
102 Kedatangan Arzevin
103 (๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104 Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105 Miliki Aku, Ken!
106 Dijodohkan
107 Melatih Ken
108 Shock Terapi
109 Rencana Dave
110 Rencana Penculikan
111 Ken Kritis
112 Negosiasi
113 Sadar
114 Terima Kasih
115 Jangan mau direndahkan!
116 Rencana Pernikahan
117 Saling Menghormati
118 Wedding
119 Hana dan Kenzie
120 Feeling
121 Elviana berulah
122 Mimpi Buruk
123 Pendarahan
124 Kebahagiaan
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Kesempatan Magang
2
Dad and Mom
3
Berangkat
4
Hari pertama Magang
5
Dave Alexon
6
Kau milikku Arvina!
7
Ken Cemburu
8
Menemani Dave
9
Arzena Masuk Club
10
Kekecewaan Arvina
11
Derex Austin
12
Nasehat Derex
13
Pesona Seorang Derex Austin
14
Aku mencintaimu!
15
Tertembak
16
Baik, jika itu maumu!
17
Rencana menghancurkan
18
Devil!
19
Sakaw
20
Bayar dengan tubuhmu!
21
Dave masih perhatian
22
Janji Arvina
23
Ken Berulah
24
Keresahan Dave
25
Rencana Dave
26
Kau akan menyesal!
27
Lebih baik aku mati!
28
Aku merindukan kalian.
29
Nona Lingerie
30
Tekad Hansen
31
Firasat Darvin
32
Kebohongan Ken
33
Keraguan Keanu
34
Hamil
35
Ayo pulang!
36
Pengakuan
37
Mimpi buruk
38
Arvina Diculik
39
Berhasil Kabur
40
Dave membutuhkanmu!
41
Keajaiban terbesar
42
Manja atau posesif?
43
Will you Marry me?
44
Double Wedding
45
After wedding party.
46
Petaka Membawa.....
47
Impas
48
Bahagia
49
Cerita masing-masing
50
Aku tidak punya madu lagi
51
Mengajak Kerja Sama
52
Mengunjungi Derex
53
Kecemburuan Dave
54
Pulang
55
Keduanya menghilang?
56
Kau lagi?
57
Aku Harus Bisa!
58
Masa Lalu Aston
59
Masa lalu
60
Dua Sisi Aston
61
Siasat Keanu
62
Sakit perut?
63
Endometriosis?
64
Aku tidak mencintaimu!
65
Luka Hati yang berbeda
66
Kebohongan yang terbongkar
67
Kejujuran Arvina
68
Kedatangan Rexa
69
Mengunjungi Jeymian
70
Ajari aku cara memaafkan!
71
Mengunjungi Jeymian Lagi
72
Arzena Cemburu
73
Wanita Bangkai
74
Mengunjungi Mansion Dave
75
Biarkan aku yang pergi!
76
Sebuah Fakta
77
Jangan sentuh kakakku!
78
Arvina yang lain?
79
Ceraikan Dia!
80
???
81
Meninggalnya Rexa
82
Permintaan Maaf
83
Hiduplah dengan baik
84
Menyusun rencana
85
Kegundahan Velano
86
Obat Kesuburan
87
Kau harus bisa!
88
Kabur?
89
Perasaan Aneh
90
Sindrom Simpatik (1)
91
Memilih Jujur
92
I LOVE YOU, DAD
93
Bahagia Bersamamu
94
Menyemangati
95
Tidak takut ancaman!
96
Pendamping masing-masing
97
Elviana Aliara
98
Jebakan Gagal
99
Arvina Posesif?
100
Sindrom Simpatik (2)
101
Ijin
102
Kedatangan Arzevin
103
(๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104
Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105
Miliki Aku, Ken!
106
Dijodohkan
107
Melatih Ken
108
Shock Terapi
109
Rencana Dave
110
Rencana Penculikan
111
Ken Kritis
112
Negosiasi
113
Sadar
114
Terima Kasih
115
Jangan mau direndahkan!
116
Rencana Pernikahan
117
Saling Menghormati
118
Wedding
119
Hana dan Kenzie
120
Feeling
121
Elviana berulah
122
Mimpi Buruk
123
Pendarahan
124
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!