Radit, Lian, Diaz dan Cheva akhirnnya tiba di tempat tujuan mereka
"Kita mulai menyebar. Cari semua CCTV disekitar sini atau kamera dash board mobil yang mengarah ke lokasi kejadian. Kita harus tahu dulu apakah ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan" Lian dengan sikap tenangnya membagi tugas yang harus mereka lakukan
"Aku dan Radit akan mencari kesebelah sana. Dan kalian berdua kesebelah sana" Kini Diaz yang memutuskan sambil menunjuk ke arah yang akan mereka tuju
"Baik. Kami mengerti. Kita harus saling mengabari satu sama lain jika ada sesuatu yang ditemukan nanti! Entah petunjuk apapun itu" Kini Cheva melepas sifat manjanya dan mulai dengan mode seriusnya
"Baiklah hati-hati. Ayo sayang!" Lian dan Cheva berjalan ke arah barat menyusuri toko sekitar tempat kecelakaan untuk mencari petunjuk. Sedangkan Radit dan Diaz ke sebelah timur. Terdapat beberapa CCTV disana namun
"Maaf, kamera CCTV tiba-tiba mati saat kecelakaan"
"Entah kenapa CCTV disini tidak berfungsi saat kecelakaan terjadi"
"Ini aneh. Kenapa semua CCTV yang mengarah ke lokasi kecelakaan tiba-tiba mati atau rusak?"
"Kami juga mengalami hal yang sama. CCTV yang kami periksa juga tidak ada. Bahkan ada CCTV yang terhapus saat itu"
Kini semua terdiam memikirkan jalan keluar ketika mereka tidak dapat menemukan apapun
"Lihat kesana! Ada beberapa mobil yang mengarah ke lokasi terjadinya kecelakaan. Mungkin ada salah satu kamera yang bisa memberikan kita petunjuk!"
"Kecelakaan itu terjadi siang hari. Pasti banyak orang yang bisa menjadi saksi" Radit, Lian, Cheva dan Diaz sama sekali tidak menemukan bukti kamera CCTV dan kini mereka mencari petunjuk dari kamera yang terpasang di dalam mobil
"Lihat kesebelaah sana! Mobil itu mengarah tepat ke arah lokasi kecelakaan Lea! Siapa tahu mobil itu merekam sesuatu" Semua menoleh kearah yang Lian tunjuk secara bersamaan
"Kita kesana sekarang!" Mereka pun berjalan kesana dan mendekati mobil yang dimaksud
"Permisi, maaf pak. Itu mobil siapa ya?" Diaz bertanya kepada seorang pria paruh baya dengan sikap yang tenang dan sopan
"Itu mobil saya. Ada apa ya?" Tanya pria paruh baya itu dengan wajah yang terlihat bingung
"Apa kami boleh melihat rekaman di dash board mobil anda? Kami sedang mencari tahu mengenai kecelakaan yang terjadi disini sebelumnya. Mereka adalah keluarga kami, jadi kami harus tahu apa penyebab sebenarnya karena. Polisi hanya mengatakan kalau kecelakaan itu terjadi karena kelalaian pengemudi truk saja" Radit kini membuka suara dengan mata berkaca-kaca
"Tentu kalian bisa melihat hasil rekamannnya" Pria paruh baya itu pun membuka mobilnya dan mulai membuka kamera pada dash board mobilnya
Lian, Cheva, Radit dan Diaz mulai melihat rekaman video itu dengan seksama.
"Kakak, aku tahu kamu bodoh dan sangat menyebalkan. Tapi kenapa ini bisa terjadi padamu? Meskipun aku tidak pernah sependapat denganmu, tapi aku tidak ingin kamu mengalami hal menyedihkan seperti ini. Kamu harus kehilangan suami, bahkan bayi yang selama ini kamu nantikan kini sedang berada dalam kondisi yang tidak baik. Aku juga tidak tahu apa kamu bisa bertahan atau tidak. Kenapa harus seperti ini?" Air mata Radit tak terbendung ketika melihat detik-detik kecelakaan itu terjadi
"Dit, tenanglah! Lea akan baik-baik saja, dan kita akan membantu dia untuk membesarkan anaknya. Kita akan mendukung dan memberinya semangat meskipun tanpa Galen disisinya. Aku memang selalu berdebat dengan Lea dan cara berpikir kami selalu bertentangan, tapi aku juga menyayanginya karena dia juga saudaraku. Sama sepertimu" Cheva dengan lembut dan tenangnya memeluk Radit dalam dekapannya. Dia membelai lembut punggung Radit dengan penuh kasih sayang. Raditpun menerima pelukan Cheva dan meluapkan semua emosinya
Lian dan Diaz terdiam memperhatikan Radit dan Cheva. Mereka terlihat sangat terharu dan iba dengan kondisi Radit saat ini. Tentu saja meskipun Radit lebih dekat dengan Cheva dari pada Lea, tapi lea tetaplah kakak kandungnya. Tidak mungkin jika Radit tidak menyayangi kakaknya sendiri
"Lihat ini! Truk ini memang dengan sengaja ingin menabrak mobil Galen. Sebelumnya mereka mengendarai mobil dengan lurus dan stabil. Tapi begitu mobil Galen ada di depan truk itu, mereka menambah kecepatannya dan melajukannya dengan ugal-ugalan" Lian yang terus menonton video menunjukkan apa yang dia dapatkan setelah mengamati video rekamannya.
Radit dan Cheva melepaskan pelukan mereka begitu mendengar pendapat Lian
"Kamu benar. Mereka memang sengaja mengincar mobil Galen sebelumnya dan itu seperti sudah di rencanakan" Diaz ikut mengamati apa yang dikatakan Lian
"Pak, apa kami boleh memiliki rekaman ini juga? Kami membutuhkan ini untuk dijadikan barang bukti"
"Tentu. Kalian boleh memilikinya" Pria itu memberikan rekaman video itu kepada Diaz
"Terimakasih. Kami akan langsung pamit karena kami harus langsung pergi ke kantor polisi"
"Ya, hati-hati di jalan dan semoga kalian menemukan penyebab pasti kecelakaan ini"
Diaz menganggukkan kepala kemudian beranjak pergi bersama Lian, Cheva, dan Radit untuk pergi ke kantor polisi
***
Dirumah sakit
Astria dan Adnan datang dengan langkah tergesa-gesa memasuki rumah sakit
"Permisi suster, dimana kamar mayatnya berada?" Tanya Adan dengan wajah panik. Astria mengikuti dari belakang dengan air mata yang terus mengalir
"Oh, ada disebelah sana pak. Anda tinggal belok ke kanan dan ruangangannya ada di paling ujung"
"Baik, terimakasih. Ayo Astri!" Adnan dan Astria kembali melanjutkan langkah mereka menuju ruang mayat
"Pak Adnan, bu Astria!" mereka berdua menoleh bersamaan begitu mendengar ada yang memanggil nama mereka
"Halo tuan Yudha, nyonya Gina, bu Vio dan pak Leo" Adnan menyapa dengan sangat sopan
"Ya, apa kalian batu saja tiba?"
"Iya, kami langsung kemari setelah anda menghubungi Astria. Pak Leo! Bagaimana dengan Lea?" Tanya Adnan dengan wajah khawatir dan panik
"Dia masih kritis. Kalian datang untuk melihat jasad Galen dan Rey, kan? Kami juga hendak kesana. Kita bisa pergi bersama kesana" Leo bicara dengan tenang
Astria dan adnan saling menatap satu sama lain "Baik, kita pergi sama-sama kesana" Adnan mengiyakan ajakan Leo dan mereka kembali berjalan menuju kamar mayat
"Permisi, jasad Galen dan Rey yang mana ya? Mereka korban kecelakaan" Leo bertanya pada penunggu kamat mayat
"Oh yang ini" perawat itu berjalan mendekati 2 mayat yang letaknya tidak jauh dari tempat dia berdiri dan perlahan membuka penutup bagian kepala
"Galen... ! Rey... ! Kenapa kalian pergi begitu cepat? Kami tidak menyangka kalau kalian akan mengikuti ayah secepat ini. Padahal kalian masih muda. Kamu akan jari ayah dan rey bahkan belum menikah. Bagaimana kalian bisa pergi begitu saja? Hiks... hiks... hiks... " Astria berteriak histeris dengan derai air mata didepan jasad Rey dan Galen secara bergantian
"Galen, Rey. Aku tahu meskipun kalian bersikap acuh tak acuh pada ayah, tapi kalian sangat menyayanginya. Bahkan kalian pergi mengikuti ayah hanya dalam waktu hitungan hari"
"Galen, Rey, istirahatlah dengan tenang. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi di dunia ini. Hiks... hiks... hiks... "
"Karena kami akan membuat Lea dan anaknya ikut dengan kalian agar kalian berdua tidak khawatir lagi pada mereka" Astria melanjutkan kalimatnya dalam hati dengan sorot mata yang tajam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 391 Episodes
Comments
Yolenta
lanjut aja deh
2022-01-11
0
Ulil Zamhariroh
Thor
mobil yang kamera dashboard nya bisa merekam kejadian kecelakaan tersebut
apakah mobil yang parkir di sekitar area kecelakaan????
karena mobil tersebut dapat merekam video sejak awal sebelum kecelakaan terjadi
2021-11-25
0
🎎 🌟Fare Reza🌟🎎
Galen jangan mati lah thor
2021-07-13
0