Galen dan Lea sangat terkejut begitu mendengar apa yang dikatakan dokter. Kemudian mereka saling menatap dan tersenyum ceria mendengar kabar kehamilan Lea
"Kakak dengar kan apa yang dikatakan dokter? Aku hamil dan kita akan menjadi ayah dan ibu" Lea bicara pada Galen dengan menitikan air mata bahagia penuh haru
"Ya, aku dengar sayang. Dokter, berapa usia kandungannya?" Tanya Galen setelah dia cukup tenang
"Usia kandungannya baru berjalan 7 minggu, jadi anda masih harus berhati-hati karena janinnya masih muda" Dokter memperingatkan dengan senyum ramahnya
"Tentu dokter. Saya pasti akan menjaga istri saya dan calon bayi kami" Galen dengan sangat yakin menjawab ucapan sang dokter
"Baiklah, saya akan meresepkan vitamin dan obat untuk mengurangi mual juga menguatkan janin. Nanti anda bisa menebusnya di bagian obat" Ujar dokter sambil menuliskan resepnya
"Baik dokter. Terimakasih banyak" Galen meraih resep yang dituliskan untuk Lea dan beranjak pergi bersama sang istri untuk menebus obat yang tadi diresepkan
"Mulai sekarang kamu harus membatalkan semua kontrakmu. Aku tidak ingin kamu terlalu lelah bekerja" Galen meminta Lea membatalkan kontrak kerjanya agar bisa istirahat sepenuhnya
"Iya, aku mengerti" Lea pun setuju untuk membatalkan semua kontrak kerjasamanya dan sejenak beristirahat selama kehamilan
"Aku ingin pulang dan menemui keluargaku. Aku ingin memberitahukan kabar bahagia ini pada mereka semua" Lea bicara dengan ceria dan senyum yang tipis
"Tentu saja. Nanti kita pergi kerumah orang tuamu" Jawab Galen dengan sangat lembut
Seperti yang telah Galen katakan sebelumnya kalau mereka akan pergi mengunjungi orang tua Lea
"Ma, pa" Sapa Lea begitu dia tiba dirumah leo sore harinya
"Hai, sayang. Bagaimana kabarmu?" Vio menyambut Lea dengan mencium pipi kanan dan kirinya
"Aku baik. Apa yang sedang papa lakukan? Kenapa tidak membaca diruang kerja papa?" Lea bertanya pada Leo yang sedang membaca dokumen
"Papa hanya mempelajari dokumen ini saja. Bagaimana kabar kalian?" Leo bertanya pada Lea dan Galen yang kini telah duduk disalah satu kursi
"Kami baik. Aku kesini untuk memberitahu kalian sesuatu" Vio dan Leo terlihat sangat penasaran dengan menatap Lea penuh tanya
"Apa yang ingin kamu beritahukan?" Vio bertanya dengan raut wajah penasarannya
"Aku... hamil" Ujar Lea ceria
"Benarkah? Kamu hamil? Mama akan punya cucu?" Vio terlihat sangat bahagia dan antusias mendengar kabar kehamilan Lea
"Benar mah. Tadi siang kami telah memastikannya dari rumah sakit" Galen membenarkan apa yang dikatakan sang istri
"Syukurlah. Kita harus beritahu yang lain. Mereka juga pasti akan sangat senang mendengarnya" Vio dengan senyum cerianya meraih ponselnya untuk menghubungi Yudha dan Gina
Tuut tuut tuut
Cukup lama Vio menunggu sampai panggilan teleponnya diterima oleh Gina
"Halo Vio" Terdengar suara Gina dari ujung telepon
"Halo, mami. Aku punya kabar gembira untuk mami" Vio terdengar begitu antusias dan penuh semangat saat bicara pada Gina
"Ada apa? Kamu terdengar sangat bahagia sekali?" Ujar Gina mendengar suara Vio yang bersemangat
"Tentu saja aku bahagia mih. Mami juga pasti akan sangat bahagia jika mendengarnya"
"Sebenarnya kabar apa itu? Mami jadi tidak sabar untuk mendengarnya" Gina menjawab dengan senyum lembut di bibirnya
"Lea sedang hamil mih. Aku akan punya cucu dan mami akan punya buyut lagi" Ujar Vio penuh semangat
"Benarkah? Mami akan jadi nenek buyut lagi?" Gina bertanya untuk kembali memastikan apa yang dia dengar
"Iya mih. Mami akan punya buyut dari Lea" Vio kembali menegaskan apa yang dia katakan sebelumnya
"Kita harus merayakan ini. Kalian harus kesini bersama Lea an Galen. Kita akan makan malam bersama" Gina bicara pada Vio dengan nada ceria
"Baik mih. Kami akan datang kesana nanti. Sampai jumpa mami"
"Ya, sampai jumpa" Vio dan Gina pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka
"Telepon dari siapa? Kamu terlihat bahagia sekali?" Tanya Yudha yang baru saja mendekati Gina
"Vio, dia bilang kalau Lea sedang hamil. Aku meminta mereka datang kemari untuk makan malam bersama" Jawab Gina dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya
"Benarkah? Aku akan jadi kakek buyut lagi?" Tanya Yudha dengan sikapnya yang tenang
"Ya, kamu akan jadi kakek buyut lagi" Gina membenarkan apa yang Yudha katakan
"Siapa yang akan jadi kakek buyut?" Tanya Cheva yang baru saja turun dari kamarnya
"Lea, dia sedang mengandung anak pertamanya" Gina menjawab Cheva dengan senyum ceria
"Lea hamil? Selamat kakek, nenek. kalian akan jadu buyut lagi" Ujar Cheva memberi selamat pada Yudha dan Gina sambil memeluk mereka bergantian
"Ya, terimkasih. Kamu juga akan punya ponakan baru" Gina juga memberi ucapan selamat pada Cheva
"Nenek benar. Ini keponakan pertamaku dari Lea. Aku sudah punya 2 keponakan dari kak Diaz" Cheva dengan sikap yang tenang
"Dan aku punya 4 keponakan.. 1 keponakan yang cantik dan baik, 2 keponakan nakal dan menyebalkan, 1 lagi ponakan kecil yang masih lucu" Radit yang baru pulang dan mendengar percakapan mereka langsung ikut menyela
"Kamu baru pulang Dit?" Tanya Cheva pada Radit yang baru saja tiba
"Hmn... dosen pembimbing ku sangat menyebalkan. Dia terus membuat skripsiku revisi. Entah ini sudah yang keberapa kalinya" Radit menjelaskan dengan lemas dan wajah murung
"Tadi … apa yang kalian bicarakan? Kenapa membahas keponakan?"
"Karena kita akan punya keponakan baru. Kakakmu sedang hamil" Cheva menjawab dengan tenang
"Benarkah? Kak Lea hamil? Kak Cheva tidak bercanda, kan?" Radit terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Cheva
"Aku serius. Tanya saja pada nenek, karena tadi nenek yang menerima telepon dari tante Vio" Cheva menjelaskan pada Radit kalau yang dikatakannya adalah benar
"Benar, tadi ibumu yang menghubungi nenek dan memberitahukan kabar kehamilan Lea" Gina membenarkan apa yang dikatakan Cheva
"Semoga kali ini keponakanku tidak nakal seperti anaknya kak Cheva" Radit berkata dengan acuh tak acuh seraya menyindir Cheva
"Hei, apa maksudmu anakku nakal? Yang nakal itu hanya Kenzo, tidak dengan Kenzie" Cheva hanua
"Apa? Tidak dengan Kenzie?Mereka itu kembar dan sikap mereka berdua sama saja. Yang membedakan mereka berdua hanyalah Kenzo lebih pendiam dan irit bicara, sedangkan Kenzie lebih ceria dan mudah bergaul" Radit menjelaskan pada Cheva perbedaan Kenzo dan Kenzie
"Aku setuju itu. Mereka hanya berbeda karakter saja dan itu saling bertolak belakang" Lian pun membenarkan perkataan Radit
"Kuharap meskipun karakter mereka berbeda, tapi mereka tetap bisa saling jaga dan melindungi" Ujar Lian dengan tatapan menerawang
"Kak Lian tenang saja. Karena mereka selalu terlihat saling melindungi. meskipun dengan sikap yang berbeda jauh. Bahkan mereka tidak segan untuk membalas orang yang menyakiti salah satu diantara mereka. Hanya saja, mereka memiliki jiwa saing yang tinggi. Apa menurut kalian Kenzo dan Kenzie akan selalu mengalah satu sama lain?" Lian dan Cheva saling menatap mendengar pernyataan Radit
"Jawabannya tidak. Mereka adalah kembar dan tidak suka dikalahkan. Kenzo sudah mengatakan padaku kalau dia ingin masuk sekolah yang terpisah dengan Kenzie. Dan membiarkan Kenzie sekolah di tempat yang sama dengan Arisha"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 391 Episodes
Comments
Yolenta
lanjut aja deh
2021-09-28
0
Sully Sumandag
seru
2021-06-26
0
pembaca dalam hati
heyyy Yoo ka balik lagi nih gw haha ikutin dari season kake Yudha sampe ke cicitnya wkwkw oke lanjut 🥺
2021-06-23
0