Murid sekolah dasar saat ini sedang beristirahat. Anak-anak berpencar disetiap sudut sekolah dengan kesibukan mereka masing-masing. Ada yang main lari-larian, ada yang membeli cemilan dan ada juga yang hanya duduk sambil bersenda gurau bersama. Kenzo, Kenzie dan Arisha sedang duduk disalah satu kursi yang ada ditaman.
"ZIe, mau beli sesuatu tidak? Rasanya aku ingin makan sesuatu. Lihat itu! Sepertinya yang sedang mereka makan itu enak" Arisha menunjuk pada anak lain yang sedang makan salah satu jajanan yang dijual didepan sekolah
"Kamu mau? Ya sudah kita pergi kesana dan beli" Ajak Kenzie dengan senyum ceria
"Zo, kamu mau beli juga tidak? Biar nanti aku belikan" Kenzie menawari Kenzo makanan yang sama
"Tidak. Kalian saja yang pergi Aku tunggu disini" Jawab Kenzo yang sedang berbaring dengan menutup matanya menggunakan tangan
"Ya sudah kami pergi dulu. Kamu tunggu disini! Kami akan segera kembali"
"Hmn..."
Kenzie dan Risha pun beranjak pergi meninggalkan Kenzo untuk membeli makanan yang mereka inginkan
"Haah... coba saja kalau di izinkan membawa konsol game atau ponsel. Pasti tidak akan semembosankan ini" Gumam Kenzo menghela napas panjang
"Hei, bangun kamu! Ini tempat duduk kami" Tiga orang anak nakal datang mendekati Kenzo dan bicara dengan kasar. Mereka bersikap sok berkuasa seperti preman. Namun Kenzo sama sekali tidak mempedulikannya dan tetap memejamkan matanya
"Hei. Kamu tuli ya?!" Tegurnya lagi dengan wajah yang terlihat kesal. Namanya Bobi, dia anak kepala sekolah dan dia bertingkah seperti dia itu seorang bos
"Wah dia berani menantangmu bos" Ujar rekannya yang lain yang bernama Luki mencoba memanas-manasi Bobi
"Benar bos. Dia tidak tahu siapa kamu bos" Timpal temannya yang lain yang bernama Deni
"Bangun kamu!" Bobi pun semakin kesal dan menarik tangan Kenzo yang menutupi wajahnya, namun dengan cepat Kenzo membalikkan tangannya dan kini dia yang memegang tangan Bobi erat
"Aku tidak melihat kalau di kursi ini ada nama pemiliknya. Jadi, kursi ini bukan miliki siapapun" Kenzo bicara dengan nadanya yang dingin dan sorot mata yang tajam
"Lepaskan tanganku! Kami sudah biasa duduk disini, jadi kamu tidak boleh menempati tempat duduk kami! Aaah" Bobi berusaha keras melepaskan tangannya dari genggaman tangan Kenzo yang kuat namun tidak berhasil. Justru Kenzo semakin menguatkan genggamannya
"Kamu bertingkah seperti kamu seorang bos tapi melepaskan tanganku saja kamu tidak bisa" Kini Kenzo bicara dengan nada yang sinis dan senyum mencibir Bobi
"Cepat lepaskan tangannya!" Ujar Luki berusaha membela Bobi
"Kalau aku tidak mau? Kalian mau apa?" Kenzo kini terlihat menantang ketiga anak itu tanpa melepaskan tangan Bobi
"Akan aku laporkan kamu kepada ayahku" Kini Bobi mulai menitikan air mata karena Kenzo tidak ingin melepaskan tangannya dan dia semakin kesakitan
"Huh? Apa kamu menangis? Ach! ini tidak menyenangkan" Kenzo melepaskan tangan Bobi dengan menghempaskannya hingga dia terjatuh
"Huaaaaa.... awas kamu ya. Akan aku laporkan kamu... hu uuu uuu"
Kenzo hanya mengernyitkan dahi dengan tatapan heran melihat Bobi yang ternyata mudah sekali menangis
"Cengeng. Begitu saja sudah menangis' Ujarnya melihat Bobi pergi dengan dipapah kedua temannya karena sedikit lecet di lututnya saat terjatuh
"Apa yang terjadi Zo?" Tanya Kenzie yang baru saja kembali dengan Risha
"Bukan apa-apa. Hanya anak nakal yang cengeng" Kenzo menjawab dengan sikap acuh tak acuhnya lalu kembali duduk di kursi
"Apa yang kalian beli?" Tanyanya melihat Kenzie dan Arisha makan sesuatu dalam bungkusan plastik
"Siomay. Kamu mau?" Kenzie menawari makanan yang sedang dia makan pada Kenzo
"Tidak, terimakasih. Itu tidak steril" Zo menggelengkan kepalanya dengan bibir mengerucut
"Ya sudah kalau tidak mau" Kenzie kembali memakan siomaynya sendiri
"Arisha, ayo kita main lompat tali! Kami kekurangan orang" Salah satu anak perempuan mendekati mereka dan mengajak Risha main bersama
"Tentu. Aku kesana dulu ya. Daah Kenzo, Kenzie" Risha langsung setuju dan bergegas meninggalkan Kenzo dan Kenzie begitu saja
"Waah.. Aku merasa dibuang.. Bisa-bisanya dia pergi begitu saja tanpa mengajakku bersamanya?" Ujar Kenzie yang masih menatap punggung Risha yang berlari menjauh
"Memangnya kamu mau main dengan anak perempuan? Sekalian saja ikut main boneka barbie dengan mereka" Ujar Kenzo dengan sikap tenang dan acuh tak acuhnya
"Kamu juga keterlaluan. Memangnya kamu tidak merasa bosan?" Tanya Kenzie penasaran
"Sebentar lagi masuk kelas" Jawab Kenzo singkat
"Siapa bilang? Memang sekarang jam berapa?"
Teeeeet teeeet teeettt
Baru selesai Kenzie bertanya jam, bel masuk kelas sudah berbunyi
"Apa ku bilang? Sebentar lagi masuk kelas" Ujar Kenzo dengan nada yang acuh tak acuh sambil berjalan lebih dulu meninggalkan Kenzie dengan tenangnya
"Hemn... "Kenzie pun mengikuti Kenzo dengan bibir mengerucut mengejek Kenzo dari belakang
Setelah beberapa lama. Dikelas Kenzo dan Kenzie
"Kenzo, kamu dipanggil ke ruang kepala sekolah" Ujar salah satu guru yang memberitahu ke kelas Kenzo
"Ada apa Zo? Kenapa kamu dipanggil ke ruang kepsek?" Kenzie yang duduk di sebelahnya terlihat penasaran dengan alasan dipanggilnya Kenzo
"Tidak ada apa-apa. Tenang saja!" Kenzo bersikap tenang kemudian berdiri menuju ke ruang kepala sekolah
"Zie, apa yang terjadi dengan Kenzo? Kenapa dia sampai dipanggil ke ruang kepala sekolah?" Arisha yang duduk di baris lain pun terlihat penasaran dan bertanya pada Kenzie
"Aku juga tidak tahu. Semoga saja bukan masalah besar" Jawab Kenzie dengan terus menatap punggung Kenzo
Tok tok tok
"Permisi, ibu memanggil saya?" Tanya Kenzo begitu dia tiba diruang kepala sekolah
"Ya, masuklah! Apa yang kamu lakukan pada Bobi? Mereka bilang kamu yang mendorongnya sampai lututnya terluka" Tanya bu kepala sekolah pada Kenzo
"Aku tidak mendorongnya. Aku hanya melepaskan pegangan tanganku padanya sampai dia jatuh" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang
"Kenapa kamu memegang tangannya?"Bu kepala sekolah merasa bingung sekarang
"Kenapa ibu tidak bertanya kepada mereka alasan aku memegang tangannya!" Kenzo terus memutar balikkan apa yang dikatakan kepala sekolahnya
"Bobi, apa maksud dari perkataan Kenzo?" Tanya kepala sekolah pada anaknya
"Itu... sebenarnya... aku hanya memintanya untuk bangun dari kursi yang dia tempati karena saat itu aku juga ingin duduk" Bobi menjawab dengan kepala tertunduk
"Apa itu benar?" Bu kepala sekolah mengalihkan pertanyaannya pada Luki dan Deni
"Be-benar" Deni dan Luki menjawab dengan mata memandang ke bawah. Bu kepala sekolah pun terlihat canggung kemudian dia kembali menoleh pada Kanzo
"Tetap saja Kenzo, meskipun Bobi yang memulai duluan tidak seharusnya kamu membuat dia terluka" Ujarnya dengan nada yang lembut
"Aku tidak akan kasar pada orang lain, jika mereka tidak berbuat kasar padaku lebih dulu. Maaf bu karena masalahnya sudah selesai, jadi saya akan kembali ke kelas. Permisi" Kenzo berbalik dan keluar dari ruang kepala sekolah dengan sikap yang tetap tenang
Kepala sekolah terlihat bimgung dan kesal dengan sikap acuh tak acuh Kenzo
"Hah? Bagaimana bisa anak sekolah dasar bersikap seperti itu?" Gumamnya menatap kepergian Kenzo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 391 Episodes
Comments
Gusti Yasa
ibu binggung yaaa😁🤣🤣🤣,yg melahirkan saja lebih binggung lg😂
2021-12-14
2
Yolenta
hahahaha .. maklum lah anaknya lian & cheva ..
2021-09-27
0
Nasya Lau
ya bisa lah.... prinsip keluarga Kusuma kan tidak akan mengusik kalo tidak duluan diusik
2021-08-09
0