Sepulang sekolah Kenzie disibukkan dengan persiapan membujuk Risha karena dia benar-benar marah dan mengabaikannya juga Kenzo selama di sekolah
"Aku harus siapkan apa untuk Risha?" Gumam Kenzie ketika dia berada di mall "Ini semua gara-gara Kenzo. Dia yang punya rencana memberikan pelajaran pada Risha tapi malah aku yang kebingungan, sedangkan dia asyik bermain game" Kenzie terus saja menggerutu selama dia mencari hadiah untuk Risha. Langkahnya terhenti ketika dia melihat sebuah boneka beruang yang cukup besar dengan bunga di tangannya
"Apa aku harus membelikan boneka itu? Sepertinya Risha akan menyukainya, apalagi warnanya biru. Ya, aku belikan dia itu saja" Kenzie pun langsung mendekati boneka itu dan hendak membelinya
"Permisi, tolong bungkus boneka ini untukku!" Kenzie sedang bicara pada pelayan toko yang berjaga, namun dia mengabaikannya karena sedang menelepon
"Kamu tenang saja, toko sepi dan disini aku bebas mau menghubungimu kapan saja. Tidak akan ada yang berani marah padaku" Ujar si pelayan toko bicara di teleponnya
"Kakak, aku mau boneka ini. Tolong dibungkuskan!" Kenzie kembali bicara pada pelayan yang sedang sibuk dan tidak ingin diganggu itu
"Adik kecil boneka ini sangat mahal. Dimana orang tuamu? Nanti kamu dimarahi karena membeli boneka sebagus ini" Ujar si pelayan itu memberitahu Kenzie kemudian kembali bicara pada teleponnya
"Kakak, aku tidak peduli berapa harganya. Tolong bugkuskan ini karena aku akan membelinya" Kenzie tetap bersikeras untuk membeli boneka itu namun pelayannya tidak ingin melayani Kenzie karena sedang sibuk dengan teleponnya
"Adik kecil, kamu itu masih terlalu kecil untuk bisa beli ini sendiri. Meskipun kamu punya uang tidak mungkin kalau kamu memiliki uang hingga 500ribu. Orang tuamu bisa marah jika kamu sembarangan membeli barang" Pelayan tetap bersikeras kalau Kenzie tidak akan punya uang untuk membeli boneka beruang itu karena dia datang sendiri dan tidak bersama orang tuanya
"Dia pikir dia siapa berani menasehatiku? Memangnya aku akan membelikan sembarangan uang yang diberikan mami dan papi? Harusnya dia senang karena aku ingin membeli sesuatu dari toko ini. Dia malah melarangku membelinya. Bodoh!" Kenzie terlihat kesal dengan pelayan yang ada dihadapannya
"Kakak ini hanya pelayan toko kan, bukan pemilik toko? Harusnya kakak senang jika aku ingin membeli barang disini. Lagipula uang 500 ribu bukan apa-apa untukku. Jadi aku ingin boneka ini sekarang!" Kenzie bersikeras dengan bonekanya untuk Risha
"Sudah dulu ya. Nanti aku telepon lagi" Akhirnya pelayan itu mengakhiri panggilan teleponnya
"Nah adik kecil, memangnya kamu punya uang?" Tanyanya lagi pada Kenzie
"Aku tidak punya uang tunai, tapi aku punya ini" Kenzie menunjukkan kartu kredit yang diberikan untuknya. Dia dan Kenzo masing-masing memegang 1. Lian dan Cheva tidak memberikan kartu debit karena dengan kartu kredit, mereka bisa mengontrol dan melihat apa saja rincian belanjaan kedua anaknya
"Ka-kamu membawa kartu kredit? Kamu curi ini dari orang tuamu ya? Adik kecil, aku tahu kalau orang tuamu itu kaya, tapi tidak baik jika menggunakan barangnya tanpa izin. Mereka bisa sangat terkejut saat tahu tagihan belanja milikmu yang membengkak"
"Astaga, kenapa hari ini semua orang sangat menyebalkan?" Gumam Kenzie sambil memukul keningnya sendiri karena kesal dengan pelayan yang satu ini
"Kak, aku tidak minta nasehat darimu. Aku hanya ingin membeli boneka beruang itu saja! Jadi bugkuskan untukku sekarang!" Ujar Kenzie dengan mata yang melotot dengan sinis
"Ya sudahlah. Ini bukan salahku tapi anak ini sendiri yang memaksa membelinya" Pikir pelayan toko itu
"Berapa semuanya? Pakai kartu ini!" Kenzie memberikan kartu kreditnya untuk membayar boneka itu
"Orang tua zaman sekarang. Masa anak kecil sudah diberikan kartu kredit. Mungkin orang tuanya terlalu kaya ya? Sampai-sampai anak SD sudah diberikan uang sebanyak ini. Kalau dia membeli barang sembaranga bagaimana?" Pikir pelayan toko yang melayani Kenzie
Tak lama supir yang mengantar Kenzie datang menghampirinya
"Tuan muda, apa sudah selesai? Tadi bu Cheva sudah menghubungi saya dan menanyakan keberadaan tuan muda" Ujar pak supir
"Saya sudah selesai pak. Tinggal menunggu kakak ini membungkus kadonya. Apa Kenzo sudah kembali?" Tanya Kenzie pada pak supir
"Tuan muda Kenzo tadi langsung pulang saat kita kemari. Mobil lain sudah menjemputnya"
"Baik, kita pulang sekarang! Tolong bawakan bonekanya!" Ujar Kenzie dengan sikap yang sopan
"Boneka untuk siapa tuan? Apa ada teman tuan yang berulang tahun?" Pak supir terlihat penasaran karena Kenzie membeli boneka
"Untuk Risha. Kak tolong berikan bonekanya pada supir saya"
"Ini pak bonekanya. Terimakasih adik kecil" Ujar pelayan itu bicara dengan senyum manisnya pada Kenzie yang langsung pergi
"Waah masih kecil sudah bossi dan sok berkuasa. Bagaimana saat dia besar nanti?" Gumam pelayan itu yang di dengar juga oleh Kenzie.
"Cih menyebalkan! Jika saja aku tidak butuh boneka ini untuk Risha. Sudah ku tinggalkan sejak tadi toko itu!" Gumam Kenzie yang sudah sangat kesal dengan pelayan toko tersebut. Diapun akhirnya pulang kerumah dengan hati kesal
***
Di kediaman utama Kusuma Kenzo sedang bermain game sambil bersantai di balkon kamarnya
"Kenzie...! Kenzie...!" Risha terus berteriak memanggil Kenzie berkali-kali. Diapun akhirnya ke kamar Kenzo karena tidak menemukan Kenzie dimanapun
"Zo, apa kamu melihat Kenzie? Aku mencarinya sejak pulang sekolah tapi dia tidak ada" Risha bertanya pada Kenzo yang sedang fokus bermain game
"Untuk apa mencarinya? Bukannya kamu sedang marah padaku juga Kenzie?" Kenzo bertanya pada Risha tanpa mengalihkan pandangannya dari konsol game yang ada ditangannya
"Itu tadi, sekarang aku sudah tidak marah lagi. Cepat katakan dimana Kenzie!" Risha bicara dengan nada yang manja
"Aku tidak tahu. Saat pulang sekolah dia bilang mau pergi ke suatu tempat, jadi aku pulang dijemput supir lain. Siapa suruh kamu marah pada kami, sekarang kamu sendiri yang bingung dimana Kenzie" Kenzo kembali menjelaskan tanpa menatap Risha
"Dia tidak bilang pergi kemana?" Tanya Arisha lagi penasaran
"Tidak. Aku bukan baby sitternya yang harus tahu dia pergi kemana. Sebentar lagi juga pulang. Tunggu saja sampai dia datang!" Kenzo bicara dengan acuh tak acuh
"Harusnya aku sudah tahu kalau percuma saja bertanya padamu" Risha yang tidak dapat jawaban langsung berbalik dan pergi dari kamar Kenzo dengan wajah kesal dan kembali ke kamarnya
"Haah membosankan. Dimana Kenzie? Kenapa dia masih belum kembali?" Risha berguling kesana kemari ditempat tidurnya yang luas. Dia sudah membaca, menggambar, menonton film kartun dan main game namun masih merasa bosan karena tidak ada Kenzie yang biasa menemaninya
"Wajahmu jelek sekali kalau ditekuk seperti itu" Arisha langsung menoleh kearah pintu kamarnya dan melihat sumber suara itu berasal
"Kenzie...! kamu darimana saja? Kenapa pergi tidak mengajakku bersamamu? Aku bosan, Kenzo sama sekali tidak bisa diandalkan untuk bermain" Risha langsung berlari ke arah Kenzie dan mengeluh mengenai Kenzo yang selalu sibuk sendiri
"Kamu tidak marah lagi pada kami?" Kenzie bertanya dengan dahi mengernyit
"Tadi sih memang kesal, tapi sudah tidak lagi" Risha menjawab dengan polos
"Kenzo. bilang kamu marah besar padaku, karena itu dia memintaku membujukmu. Haah Kenzo mengerjaiku. Tahu begitu aku tidak akan repot-repot pergi ke mall untuk mencarikan hadiah ini untukmu. Dasar Kenzo menyebalkan!" Kenzie terus saja menggerutu karena Kenzo mengerjainya
"Ah kalau begitu aku berterimakasih banyak pada Kenzo. Karena dia aku bisa dapat boneka bagus ini"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 391 Episodes
Comments
CikMimie
asikkk
2022-05-09
0
Yolenta
tu pelayan toko harus di jewer itu, biar bisa tau siapa kenzie
2021-09-30
0
ukhty fulanah
sbnrnya kenzo sifatnya terlalu dingin, aku g prnh baca dialog dia yg ceria²
2021-07-17
0