"Ah, kupingku rasanya panas. Siapa yang sedang membicarakan aku?" Kenzo terus mengusap kupingnya karena terasa gatal dan panas. Tak lama kemudian Kenzie dan Risha masuk kekamarnya
"Zo, kamu mengerjaiku lagi!" Kenzie langsung masuk dan berteriak pada Kenzo mengenai apa yang membuatnya kesal
"Kalian masuk kemarku tanpa mengetuk dan sekarang marah-marah padaku. Kenapa?" Tanya Kenzo sinis.
"Kamu bilang Arisha marah besar dan aku harus membelikan hadiah untuk membujuknya, tapi nyatanya dia tidak marah sama sekali" Kenzie bicara dengan nada kesal
"Oh, baguslah kalau begitu. Jadi kamu tidak perlu repot mencarikan hadiah untuknya dan membujuknya" Kenzo bicara dengan nada yang datar tanpa menoleh pada Kenzie dan Risha yang ada disana
"Oh? Kamu hanya mengatakan 'oh'? Aku sudah pergi membelinya!" Kenzie semakin kesal dengan sikap Kenzo yang biasa saja
"Lalu aku harus mengatakan apa, hah? Memintamu mengembalikan barang yang sudah kamu beli?" Kenzo tetap menjawab dengan sikapnya yang dingin dan datar, itu membuat Kenzie semakin kesal
"Sudahlah. Aku tidak tahu lagi bagaimana harus bicara denganmu!"
"Kenzie tunggu aku!" Kenzie yang kesal akhirnya kembali meninggalkan kamar Kenzo di ikuti Risha dbelakangnya, sedangkan Kenzo hanya menanggapi dengan mengangkat kedua bahu bersamaan dan kembali fokus lagi dengan game yang dimainkannya
"Aku tidak peduli apa yang kamu katakan Zie. Aku sedang bertanding dan aku harus bisa jadi juaranya" Gumam Kenzo yang fokus dengan permainannya dan tidak ingin diganggu. Dia sedang ada pertandingan melawan rekan gamenya
Kenzie terus saja mengerucutkan bibirnya karena hari ini dia benar-benar kesal
"Zie, sebenarnya apa yang membuatmu sangat kesal? Bukankah kamu sudah sangat tahu kalau Kenzo memang sikapnya sangat cuek dan dingin? Kenapa kamu masih tetap sangat marah, seperti baru tahu saja padahal kalian ini kembar" Arisha berusaha bicara pada Kenzie dan mencari tahu alasan yang membuat dia sangat kesal
"Aku tahu. Hanya saja hari ini semua hal membuatku kesal. Moodku benar-benar rusak hari ini. Pertama, aku mengira kamu marah dan Kenzo memintaku mencari hadiah untuk membujukmu sedangkan dia tetap saja membiarkan aku pergi sendiri dan sibuk dengan game miliknya. Kedua, pelayan toko dimana aku membeli boneka tadi itu, dia sangat menyebalkan. Hanya karena aku anak kecil dia begitu lama melayaniku, bahkan dia juga menceramahiku" Keluh Kenzie dengan nada yang merengek dan manja
"Hahaha. Hari ini benar-benar hari yang sial untukmu. Hahaha" Arisha terbahak menertawakan bagaiaman kesalnya Kenzie melalui hari ini
"Kamu ya. Bukannya bersimpati padaku, kamu malah menertawakanku. Sama saja dengan Kenzo" Kenzie yang kesal akhirnya kembali menggerutu pada Risha
"Sudahlah, aku mau kekamarku. Jangan ikuti aku!" Kenzie akhirnya memutuskan pergi ke kamarnya
"Kenapa dia jadi marah padaku juga? Memangnya aku yang meminta dibelikan hadiah?" Risha merasa bingung sendiri dengan sikap Kenzie
Kenzo tanpa sengaja mendengar pembicaraan Kezie dan Risha
"Toko mainan? Jadi itu yang membuatmu kesal. Aku pasti membalasnya" Gumam Kenzo dengan sorot mata tajamnya. Lalu dia memanggil supir yang tadi siang mengantar Kenzie
"Tolong panggilkan supir Kenzie tadi siang! Aku ingin menanyakan sesuatu padanya!" Ujar Kenzo pada salah satu pekerja dirumah Kusuma. Tak lama seorang pekerja lain mendekat padanya, ia adalah supir yang mengantar Kenzie tadi siang
"Tuan muda Kenzo memanggil saya?" Tanyanya dengan penuh hormat
"Apa kamu tahu toko yang dikunjungi Kenzie tadi siang?" Tanya Kenzo dingin dan serius
"Ya, saya tahu. Tadi saya menjemput tuan muda Kenzie saat berada di toko" Jawab si pak supir
"Bapak tahu pelayan toko yang melayani Kenzie?" Tanya Kenzo lagi dengan tenang
"Tahu, tuan muda. Ada apa? Apa ada masalah?" Tanya pak supir lagi penasaran
"Besok antar aku kesana. Aku igin tahu siapa pelayan toko itu" Ujar Kenzo lagi dengan tenang
"Baik tuan muda"
***
Keesokan harinya. Kenzo benar-benar pergi ke mall untuk datang ke toko yang dikunjungi Kenzie sebelumnya
"Tuan muda, itu tokonya dan gadis itu yang kemarin melayani tuan muda Kenzie" Pak supir itu menunjuk pada seorang gadis pelayan toko yang sedang menata barang
"Baiklah, bapak bisa tunggu di mobil saja. Saya akan selesai secepatnya" Kenzo bicara dengan sikapnya yang tenang kemudian mulai masuk ke toko mainan itu
"Permisi kak. Saya mencari mainan untuk anak perempuan" Kenzo dengan sikapnya yang tenang mendekati pelayan toko
"Kamu lagi? Apa yang kamu cari sekarang?" Tanya pelayan toko dengan sikap sinis
"Saya mencari boneka dan juga CD game terbaru, ada?" Kenzo bertanya dengan sikap acuh tak acuhnya
"Itu ada disebelah sana, carilah disana!" ujar si pelayan yang tidak ingin diganggu pekerjaannya
"Aku tidak tahu kak. Daritadi aku cari disana tapi tidak ketemu" Jawab Kenzo dengan sikapnya yang acuh tak acuh
"Haah mengganggu saja" Ujar pelayan itu menghela nafas panjang kemudian beranjak dari tempatnya dan menuju tempat mainan yang dicari Kenzo
"Ini dek mainan yang kamu cari" pelayan toko itu menyerahkan boneka yang sesuai dengan yang dicari Kenzo
"Oh iya, terimakasih" Kenzo mengatakan terimakasih dengan wajah datar
"Sama-sama" Pelayan itu menjawab dengab malas
"Eh tapi kak kayanya ini kurang bagus. Coba yang lain kak. Tolong yang itu" Tunjuk Kenzo pada mainan lain
"Yang ini?" Tanya pelayan menunjuk mainan di rak paling atas
"Iya" Pelayan itu pun menaiki tangga untuk menganbil mainan yang dikatakan Kenzo
"Ini mainannya" Ujarnya memberikan pada Kenzo setelah turun
"Ah tidak kakak. Ini juga tidak bagus. Tolong yang lain saja!" Kenzo terus mengganti mainan yang diambilkan hingga gadis pelayan toko itu berkali-kali turun naik tangga untuk mengambilkan barang yang diminta Kenzo
"Sebenarnya kamu ingin aku mengambilkan yang mana? Mainan mana yang ingin kamu beli?" Terlihat pelayan toko itu sudah kelelahan setelah berkali-kali mengambilkan mainan yang salah
"Aku tidak tahu. Tapi semua mainan yang tadi kakak ambilkan itu sama sekali tidak bagus" Kenzo bicara dengan sikap dingin dan wajah datar
"Haaah dasar anak kecil. Dari kemarin kamu hanya membuatku repot saja!" Gerutu pelayan itu mengira kalau yang membeli boneka sebelumnya adalah orang yang sama
"Itu kan tugas kakak untuk melayani pembeli. Kenapa kakak mengeluh begitu?" Kenzo bertanya dengan sinis
"Adik kecil. Kamu masih kecil, kamu itu tidak pantas untuk mengomentari cara kerja orang lain. Kamu belum mengerti susahnya cari uang" Pelayan itupun menjawab dengan sinis
"Kakak benar. Aku tidak tahu susahnya cari uang karena aku tidak ditakdirkan untuk kesusahan dalam mencari uang. Melainkan aku kesusahan mengatur orang banyak dan mengelola uang yang banyak" Kenzo menjawab dengan sikapnya yang tenang dan dingin
"Cih anak kecil tahu apa mengenai mengatur orang dan mengelola uang? Seperti kamu sudah tua saja" Ujar si pelayan dengan senyum sinis
"Sudahlah kakak tidak akan mengerti. Carikan aku mainan yang bagus saja" Ujar Kenzo dengan sikapnya yang bossi
"Haah... ya baiklah" Pelayan itu pun kembali dikerjai oleh Kenzo
"Apa yang kamu lakukan disini Zo?" Kenzo langsung menoleh untuk melihat orang yang bertanya padanya
"Zie, kamu disini? Aku ingin mencari hadiah. Tapi sudah hapir 2 jam aku cari tidak ada mainan yang bagus" Kenzo menjawab dengan sikap acuh tak acuh. Kenzie dan Risha menoleh pada pelayan yang sudah kelelahan karena mencari mainan yang Kenzo inginkan
"Kalian… kembar?" Tanya si pelayan bingung
Kenzie tersenyum mengerti dengan maksud Kenzo datang ke toko mainan ini
"Sudah tidak usah cari lagi. Kita pergi makan! Sudah cukup kamu bermain dengannya"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 391 Episodes
Comments
CikMimie
penasarannn
2022-05-09
0
Yolenta
lanjuuuttt
2021-09-30
0
ukhty fulanah
agak kecewa sama karakter kenzo, kedepannya tolong di perbaiki lagi, terlalu angkuh & dingin ke keluarganya
2021-07-17
0