Mual-mual Bukan Berarti Gejala Kehamilan

Keesokan harinya semua keluarga Kusuma berkumpul untuk makan malam bersama guna merayakan kehamilan Lea. Biru dan Jingga pun datang bersama anak dan cucu mereka.

Hari biasanya dimana hanya ada keluarga Cheva dan Radit juga Arisha saja rumah Yudha sudah ramai. Hari ini semua berkumpul lengkap, tentu saja rumah Yudha semakin berisik dengan canda tawa.

"Sudah lama kita tidak berkumpul semua seperti ini. Bi, bagaimana kabarmu? Kita sama-sama di negara F tapi tidak pernah bertemu" Ji berbincang dengan Biru yang sedang menggendong Dhefin dipangkuannya

"Kamu benar Ji, kita sangat sulit untuk bertemu. Padahal biasanya kita bisa sesekali makan bersama. Tapi karena perusahaanku sedang mendapat tender baru, aku jadi ikut sibuk mengawasi jalannya tender itu" Jawab Bi dengan sikapnya yang tenang

"Ku kira kamu tidak akan terlalu sibuk setelah Diaz juga turun tangan di perusahaan" Ji bertanya dengan nada yang menggoda

"Tante, aku tidak bisa menghendel semuanya sendiri. Tentu saja aku masih butuh bantuan papi" Diaz yang sejak tadi diam saja kini membuka suara

Semuanya saling bercengkrama satu sama lain dan disaat mereka sedang asyik. Perhatian mereka tersita oleh sesuatu

Hoek hoek

Semua menoleh dan terlihat cukup terkejut karena yang mual itu bukanlah Lea melainkan Cheva

"Sayang, kamu tidak papa? Apa yang tidak enak? Kita kerumah sakit sekarang?"

"My princess, apa kamu baik-baik saja? Sejak kapan kamu merasa tidak enak badan? Kita panggil ambulance ya?"

Lian dan Ed dengan cepat mendekati Cheva dengan wajah panik dan segala macam tawaran pertolongan. Suasana rumah yang tadinya riuh oleh perbincangan, seketika menjadi hening dengan tatapan heran semua orang pada kedua pria itu

"Mereka mulai lagi" Gumam Radit melihat sikap Ed dan Lian

"Mami, apa mami baik-baik saja?" Kenzie bertanya dengan raut wajah khawatir

"Mami tidak papa. Sepertinya mami hanya kelelahan" Cheva menjawab dengan senyum yang dipaksakan

"Papi, kakek. Bagaimana bisa mami langsung dibawa kerumah sakit hanya karena mual? Kan kita bisa panggil dokter kerumah!"

Lian dan Ed saling menatap satu sama lain setelah mendengar ucapan Kenzo

"Kalian ini, Cheva sudah bukan anak kecil lagi, tapi kalian masih terus saja bersikap seperti itu" Ji menggelengkan kepala perlahan menanggapi sikap suami dan menantunya yang terlalu mengkhawatirkan Cheva

"Mereka ini bersikap seperti Cheva seorang bayi yang harus ekstra dijaga" Ujar Gina menanggapi Lian dan Ed

"My queen, Cheva ini putriku satu-satunya. Tentu aku tidak ingin jika sesuatu terjadi padanya, karena itu jika dia merasakan sesuatu, tentu harus langsung diperiksa kan?" Ed melakukan pembelaan diri atas sikapnya

"Ya, ya ya. Va, sejak kapan kamu merasa mual seperti itu? Kapan terakhir kali kamu datang bulan?" Ji bertanya pada Cheva dengan nada yang lembut dan tenang

"Aku tidak tahu mih. Sudah lama aku tidak datang bulan karena menggunakan alat kontrasepi, jadi aku sama sekali tidak ingat kapan aku datang bulan terakhir"

"Sebaiknya kita panggil dokter saja kemari!" Gina menyarankan sambil menghubungi dokter

Kini semua kembali berbincang. Sedangkan Lian dan Ed menjadi sibuk sendiri. Mereka terus menanyakan keadaan Cheva hingga dia yang sedang merasa mual jadi merasa pusing juga karena sikap suami dan ayahnya

Semua orang terus memperhatikan Ed dan Lian. Termasuk kenzo dan Kenzie

"Zo, bagaimana menurutmu jika kita memiliki adik lagi?"  Kenzie bertanya pada Kenzo dengan berbisik padanya

"Aku tidak  mau. Lihatlah sikap papi. Jika mami mengandung lagi, maka kita akan semakin kerepotan dengan sikapnya yang berlebihan pada mami" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang sambil menunjuk pada Lian yang sangat khawatir pada Cheva

"Kamu benar. Aku tidak mengerti kenapa papi dan kakek bersikap seperti itu, sedangkan yang lainnya bersikap biasa saja pada pasangan mereka. Bahkan tante Lea yang sedang hamil juga tidak diperlakukan secara istimewa oleh om Galen. Kurasa kita harus siap-siap untuk punya adik kecil lagi sekarang" Ujar Kenzie dengan sikap yang tenang

"Haah entahlah. Yang jelas aku ingin makan malam ini segera berakhir. Rasanya menyebalkan saat harus berada diantara banyak orang, aku ingin segera bermain game" Kenzo mengeluh pada Kenzi mengenai apa yang dia rasakan

"Sabarlah sebentar. Keluarga kita jarang berkumpul begini. Tidak baik jika kamu bersikap seperti itu" Kenzie berusaha menyemangati Kenzo agar tetap mengikuti makan malam hingga selesai

"Ya, tapi ini lama sekali. Aku sudah bosan" Terlihat jelas kalau kenzo menunjukkan rasa bosannya

"Hei Zo, bagaimana jika kamu jauh dari kami? Om Lian bilang kamu akan masuk ke sekolah yang berbeda saat sekolah menengah nanti" Risha bertanya pada Kenzo yang kebosanan

"Aku hanya akan berbeda sekolah dengan kalian, bukannya pindah rumah juga" Jawab kenzo dengan sikap acuh tak acuhnya pada Risha

"Kamu benar juga. Kita masih tetap bisa bertemu setelah pulang sekolah nanti, lagipula disekolah pun kamu tidak pernah bermain dengan kami. Jadi harusnya tidak masalah meskipun kamu masuk sekolah berbeda setelah ini" Risha pun mengutarakan pendapatnya pada Kenzo

"Ngomong-ngomong kenapa dokternya lama sekali ya? Bukankah nenek buyut sudah memanggilnya sejak tadi? Lihatlah papi dan kakek! Mereka seperti sedang merawat anak kecil yang sakit" Kenzie menunjuk lagi pada Ed dan Lian yang sedang sibuk dengan Cheva.Ed terus mengipasi Cheva dengan mengibaskan tangannya sedangkan Lian memberikan perhatian dengan menawarinya makanan dan minuman

"Ed, apa yang kamu lakukan?" Tanya Ji yang terus memperhatikannya

"Aku takut dia kepanasan karena itu aku mengipasinya" Jawab Ed masih dengan nada yang panik

"Jangan konyol kamu! Rumah ini menggunakan AC, jadi tidak mungkin Cheva kepanasan. Dan kamu Lian, karena Cheva sedang mengalami masalah dengan perutnya, jadi dia tidak akan mau makan apapun. Meskipun dia makan sesuatu sudah pasti akan muntah" Ji yang kesal dengan sikap mereka berdua akhirnya memprotesnya

"Ji ... Ji. Kamu memiliki suami dan menantu yang sangat unik. Semua orang tahu kalau Ed dan Lian adalah pria paling dingin dan menyebalkan, siapa sangka kelau mereka juga pria yang paling posesif, protektif dan berlebihan" Ujar Biru menggoda Jingga

"Kamu benar Bi. Tidak akan laki-laki lain yang mengalahkan sikap over protektif mereka berdua" Ji menjawab dengan mata mendelik pada Lian dan Ed

"Permisi, dokternya telah datang" Ujar salah satu pengawal memberi tahu kedatangan dokter

"Akhirnya kamu datang juga. Cepat periksa putriku!"

"Dokter, tolong jalannya di percepat. Istriku sudah menunggu lama sampai kamu datang kesini"

Lian dan Ed kembali sibuk ketika dokter datang. Bahkan Lian bergegas menghampiri dokter dan menariknya agar lebih cepat memeriksa Cheva

"Kasihan sekali dokternya. Lihatlah wajahnya yang begitu frustrasi dan tegang!" Ujar Radit memperhatikan raut wajah dokter

"Dokter bagaimana keadaannya? Dia sakit apa?"

"Apa dia hamil lagi? Atau dia mengalami penyakit lain?"

Lian dan Ed bertanya pada dokter secara bergantian setelah melihat dokter mulai memeriksanya

"Dia tidak papa. Hanya kelelahan dan sedikit mengalami masalah lambung"

"Dokter yakin? Tadi dia mual-mual, itu bukan pertanda hamil?"

"Benar. Bukannya biasanya kalau mual itu berarti hamil"

Tanya Lian dan Ed lagi

"Maaf pak Edward, pak Lian, tapi mual-mual bukan berarti gejala kehamilan saja"

Terpopuler

Comments

Fenita Dewayani

Fenita Dewayani

banyak banget tokoh nyaaa...sampai pusing le mengingat namanya. .. hehehee

2022-04-08

0

Yen

Yen

😂🤣😂🤣😂🤣

2022-01-16

0

Sartini Sartini

Sartini Sartini

baru baca lagi novel dari author..selalu bikin menghibur..dari gina sampe ke buyut² nya..maksih thor.ceritanya menarikk bangtt..sukses slalu

2021-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 Tentang Kenzo dan Kenzi
2 Dunia Kenzo dan Kenzi
3 Drama Pagi Dirumah Keluarga Kusuma
4 Aku Tidak Akan Kasar Pada Orang Lain Jika Mereka Tidak Berbuat Kasar Padaku
5 Lea Hamil
6 Apa Menurut Kalian Kenzo Dan Kenzie Akan Selalu Mengalah Satu Sama Lain?
7 Mual-mual Bukan Berarti Gejala Kehamilan
8 Sebagai Darah Kusuma Kamu Harus Kuat
9 Kekesalan Kenzie
10 Sikap Kenzo Yang Menyebalkan
11 Kematian Ayah Angkat Galen
12 Pembacaan Surat Wasiat Adi Surendra
13 Sama-sama Memiliki Wajah Minim Ekspresi
14 Kecelakaan Lea Dan Galen
15 Kedatangan Keluarga Kusuma Kerumah Sakit
16 Mencari Petunjuk Kecelakaan Lea
17 Kami Selalu Adil Dalam Segala hal
18 Lathan Gevaril Surendra
19 Sadarnya Lea
20 Keanehan Kenzo
21 Kesedihan Lea
22 Terpuruknya Lea
23 Meninggalnya Lea
24 Kesedihan Keluarga Kusuma
25 Sumpah Radit Dipemakaman Lea
26 Menjadikan Lathan Sebagai Anak Radit
27 Bukan Cuma Dimataku, Tapi Dihatiku, Hidupku Dan Duniaku, Semua Hanya Ada Kamu
28 Kami Yang Menyelamatkan Perusahaan Itu, Kami Juga Yang Akan Menghancurkannya
29 Kamu Memang Suamiku Yang Paling Pengertian
30 Hambatan Dari Perusahaan Sanjaya untuk Adnan
31 Kekhawatiran Lian
32 Balapan Liar
33 Kecelakaan Pras
34 Tidak Akan Ada Hari Dimana Mereka Bisa Merasa Tenang
35 Permainan Kami Baru Saja Dimulai Sekarang
36 Jika Kami Hanya Kehilangan Lea, Maka Kalian Akan Kehilangan Semuanya
37 Dia Tidak Akan Menggigit Saudaranya Sendiri
38 Interaksi Risha, Kenzo Dan Kenzie
39 Kalian Seperti Tikus Dan Kucing Ketika Dalam Situasi Normal
40 Awal Kedekatan Hasna Dan Johan
41 Perusahaan Lain Tidak Bisa Dibandingkan Dengan Perusahaan Milik Keluarga Kusuma
42 Pengakuan Cinta Johan
43 Geng Mafia Sedang Beraksi
44 Tidak Akan Ada Yang Bisa Memecahkan Hubungan Keluarga Kita
45 Kebahagiaan Sebelum Jatuh
46 Kehancuran Perlahan
47 Kemalangan Pras
48 Orang Tuanya Saja Bodoh, Tentu Anaknya Akan Mewarisi Pikiran Bodoh Orang Tuanya
49 Pemakaman Pras
50 Keanehan Sikap Ilana
51 Kekesalan Kenzie Dan Risha
52 Tidak Peduli Siapapun, Aku Tidak Suka Diganggu
53 Terkejutnya Ilana Melihat Sikap Sikembar Dan Risha
54 Tidak Ada Lagi Perusahaan Surendra
55 Ratapilah Penyesalan Seumur Hidup Kalian
56 Kakak Beradik Itu Memang Pantas Berakhir Dibalik Jeruji Besi
57 Niat Radit Meninggalkan Rumah Utama Kusuma
58 Keinginan Aneh Kenzo
59 Risha Kecelakaan
60 Kompaknya Kenzo Dan Risha Menindas Kenzie
61 Keputusan Kenzo
62 Dr. Panji Dhirendra, Dosen Baru Di Kampus Risha Dan Kenzie
63 Aku Ingin Pindah Ke Negara F
64 Kebingungan Panji
65 Keberangkatan Kenzo
66 Sifat Mami Yang Cerewet Jadi Keluar
67 Apa Mencari Pekerjaan Bergantung Pada Tampang?
68 Pertemuan Kenzo Dan Ilana
69 Kedekatan Risha Dan Panji
70 Pertemuan Kembali Kenzo Dan Safira
71 Sekalian Saja Sewa Orang Untuk Mengawasi Kenzo
72 Keributan Di Perpustakaan
73 Pemutusan Pertunangan Panji
74 Gosip Buruk Tentang Safira
75 Ilana Mengikuti Kenzo
76 Bantuan Kenzo Untuk Safira
77 Akan Aku Buat Kamu Benar-benar Menyesal Dan kehilangan pak Panji
78 Ancaman Pencabutan Beasiswa Kenzo
79 Tentang Identitas Kenzo
80 Masalah Untuk Pabrik Keluarga Ilana
81 Berakhirnya Hubungan Panji Dan Arumi
82 Ilana, Kamu Salah Mengajakku Bermain Trik Licik
83 Kerugian Besar Pabrik Tas Pak Rudi
84 Kedatangan Kenzo Kerumah Safira
85 Kedekatan Kenzo Dan Safira
86 Syarat Kenzo Untuk Pak Rudi
87 Kecelakaan Risha
88 Berkumpulnya Kusuma Bersaudara
89 Pangeran Dari Kutub Selatan
90 Percakapan Kenzo Dan Rendra
91 Kedatangan Panji Kerumah Sakit
92 Sejak Kapan Yang Namanya Kenzo Bisa Tersenyum Manis Seperti Itu?
93 Mulainya Mimpi Buruk Arumi
94 Sabotase Resort Pak Tegar
95 Balasan Untuk Arumi
96 Aku Tidak Bisa Sabar Menunggu
97 Perdebatan Rendra Dan Panji
98 Penyesalan Pak Tegar
99 Identitas Rendra Yang Sebenarnya
100 Risha Jatuh Dari Kursi Roda
101 Keusilan Risha
102 Pertemuan Kenzo Dan Pak Rudi
103 Niat Jahat Pak Rudi
104 Sikap Aneh Safira
105 Sinisnya Sikap Kenzie pada Panji
106 Pertemuan Kenzo Dan Ilana Di Kantor Polisi
107 Hukuman Ilana Dan Rudi
108 Mahasiswi Baru Dikampus Kenzie Dan Risha
109 Pembicaraan Kenzo, Kenzie dan Risha
110 Masalah Yang Dihadapi Safira
111 Usaha Kenzo Menyelesaikan Masalah Safira
112 Penyelesaian Masalah Safira
113 Kedekatan Kenzo Dan Rendra
114 Perdebatan Risha Dan Lusi
115 Kekesalan Risha
116 Gosip Buruk Tentang Risha
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123 (Kepulangan Rendra)
124 Chapter 124 (Meninggalnya Ayah Rendra)
125 Chapter 125 (Pernyataan Cinta Panji)
126 Chapter 126 (Penolakan Risha)
127 Chapter 127 (Percakapan Rendra Dan Bastian)
128 Chapter 128 (Wisuda Kenzie Dan Risha)
129 Chapter 129 (Wisuda Kenzo)
130 Chapter 130 (Terbongkarnya Identitas Kenzo)
131 Chapter 131 (Pindahnya Risha)
132 Chapter 132 (Pertemuan Kembali Risha Dan Rendra)
133 Chapter 133 (Kenzo Masuk Perusahaan Ji)
134 Chapter 134 (Sifat Kenzo Yang Narsis)
135 Chapter 135 (Hari Pertama Risha yang Melelahkan
136 Chapter 136 (Acara Penghargaan)
137 Chapter 137 (Hari Pertama Kenzie Bekerja)
138 Chapter 138 (Kenzo Dan Kenzie Dengan Pekerjaan Mereka)
139 Chapter 139 (Kalian Pikir Aku Mudah Ditindas?)
140 Chapter 140 ( Makan Siang Risha Dan Rendra)
141 Chapter 141 (Balasan Rendra Untuk Kia)
142 Chapter 142 (Aku Hanya Akan Menggunakan Nama Kusuma Untuk Menjatuhkan Orang)
143 Chapter 143 (Pernyataan Cinta Kenzo)
144 Chapter 144 (Terkuaknya Hubungan Kenzo dan Safira)
145 Chapter 145 (Hampir Saja Ketahuan)
146 Chapter 146 (Jangan Mimpi Bisa Menjauhkanku Dengan Mudah)
147 Chapter 147 (Hukuman Apa Yang Pantas Untuk Pengkhianat?)
148 Chapter 148 (Hadiah Untuk Luki dan Willy)
149 Chapter 149 (Safira Hilang)
150 Insiden Yang Menimpa Safira
151 Kemarahan Kenzo
152 Ditemukannya Safira
153 Godaan Untuk Kenzie
154 Ramah Tapi Menyeramkan
155 Sadarnya Safira
156 Kombinasi Rendra Dan Risha
157 Kenzo Si Raja Gombal
158 Berakhirnya Manda Dan Gilang
159 Kami Pacaran Satu Kantor
160 Perhatian Risha Pada Rendra
161 Kepedihan Rendra
162 Kedekatan Kenzo, Kenzie Dan Risha
163 Rencana Kenzo Untuk Menghancurkan Perusahaan Teknologi
164 Keusilan Risha Pada Rendra
165 Pertemuan Kenzie Dengan Pak Arseno
166 Kehancuran Santoso
167 Kenzo Osterin Anggara Tidak Butuh Pengkhianat Sepertimu
168 Sudah Saatnya Kamu Dikenal Sebagai Pemimpin Perusahaan
169 Rendra Cemburu
170 Pertarungan Kenzie Melawan Pak Arseno
171 Kehebohan Meisya
172 Kami Tidak Dilatih Untuk Menyerah Begitu Saja
173 Belanja Setelan Jas Bersama
174 Aku Tidak Membiarkan Sembarangan Orang Menyentuhku
175 Kemarahan Rendra
176 Senyumnya Seperti Iblis
177 Pertemuan Meisya Dan Cheva
178 Makan Siang Cheva, Kenzie Dan Meisya
179 Kemarahan Risha Pada Rendra
180 Kekalutan Rendra
181 Kekhawatiran Diaz
182 Kedatangan Cheva Dan Lian Kerumah Sakit
183 Kegalauan Rendra
184 Upaya Rendra Mendapatkan Maaf Risha
185 Perdebatan Kenzo Dan Kenzie
186 Putusnya Kenzie Dan Meisya
187 Ungkapan Hati Safira
188 Rumah Sakit Pribadi Kenzie
189 Kebahagiaan Rendra Sebelum Pesta
190 Pesta Rian Membawa Celaka
191 Kekhawatiran Risha Dan Kenzo
192 Ketakutan Bastian Pada Kenzo
193 Kebingungan Pricilla
194 Kesedihan Risha
195 Perkenalan Meisya Dan Risha
196 Kedatangan Kenzo
197 Peri Penjaga
198 Sadarnya Rendra
199 Kegilaan Fredi
200 Fredi Menggantikan Rendra Jadi Direktur Utama
201 Kebingungan Kenzo
202 Kedatangan Safira Ke Negara A
203 Rendra Dan Kenzo Seperti Anak Kecil
204 Aku Datang Menagih Hutang
205 Meskipun Kamu Melupakan Semuanya Ada Aku Yang Mengingat Semuanya
206 Tangan Kanan Rian Cacat
207 Aku Kesini Untuk Mengambil Haknya
208 Balapan Kenzo Dan Fredi
209 Meisya Cemburu
210 500 Juta Untuk Kompensasi
211 Permintaan Diaz Pada Risha
212 Kekaguman Meisya Pada Kenzie
213 Cheva Menolak Tua
214 Gosip Buruk Tentang Risha
215 Bantuan Kecil Kenzo
216 Kamu Salah Bermain Kekusaan Denganku
217 Tekad Risha
218 Makan Malam
219 Tekad Risha, Kenzo Dan Kenzie
220 Keberangkatan Kenzo Dan Safira
221 Persiapan Risha Dan Kenzo Masuk Ke Perusahaan
222 Rapat Dewan Direksi Cabang Perusahaan Kusuma
223 Pencuri Mesum
224 Keberangkatan Safira
225 Pebisnis Berdarah Dingin
226 Hari Pertama Kenzie
227 Dia Pacarku, Baik Dan Buruknya Adalah Urusanku
228 Pesta Pak Arseno
229 Hari Pertama Kenzo
230 Gunung Es Yang Terbagi Dua
231 Programer Muda Handal
232 Makan Malam Risha Dan Rendra
233 Trik Murahan
234 Zoester, Hacker Paling Ditakuti Dan Juga paling Diburu
235 Asisten Baru Kenzie
236 Tikus Kecil Bukanlah Sainganku
237 Keributan Yang Dibuat Kenzo
238 Hari Pertama Noey
239 Berakhirnya Mark, Aldo Dan Panji
240 Kamu Terlalu Picik
241 Hari Pertama Risha Ke Kantor
242 Kondisi Safira Drop
243 Kenzo Kecelakaan
244 Pertemuan Noey Dan Rendra
245 Operasi Safira
246 Kesedihan Kenzo
247 Sadarnya Safira
248 Hilangnya Ingatan Safira
249 Ingatan Dikepalamu Mungkin Hilang, Tapi Hatimu Mengingatku
250 Gosip Buruk Tentang Risha Dan Diaz
251 Maukah Kamu Menikah Denganku?
252 Kejutan Rendra Untuk Risha
253 Rencana Risha Melindungi Rendra
254 Citra Diaz Yang Jatuh
255 Berkumpul Di Kediaman Utama Kusuma
256 Persiapan Pulang Kenzo Dan Safira
257 Permainan Noey
258 Masalah Keluarga Wiguna
259 Meisya Terluka
260 Pertarungan Noey
261 Kehancuran Keluarga Wiguna
262 Tiga Ksatria Dari Kutub Selatan
263 Kepanikan Arseno Yang Mirip Dengan Cheva
264 Kunjungan Pak Arseno Ke Rumah Sakit
265 Rencana Pernikahan Kenzo
266 Taruhan Risha Dan Daniel
267 Kecemburuan Pak Arseno
268 Kunjungan Kenzo Dan Safira Ke Kediaman Reitama
269 Usaha Kenzo Mengambil Perhatian Kakeknya Safira
270 Menjelang Pernikahan Kenzo
271 Rencana Kenzie Dan Risha
272 Konferensi Pers Safira
273 Apa IQ-Mu Merosot Setelah Punya Pacar Yang Lebih Cerdas?
274 Aku Akan Menyiksamu Perlahan Dengan Berada Disampingku
275 Niat Buruk Daniel
276 Kesibukan Safira
277 Hari Presentasi Risha
278 Kalahnya Daniel
279 Kesempatan Kedua? Kami Tidak Pernah Memberikannya
280 Ternyata Putriku Sudah Dewasa
281 Keberangkatan Ke Negara F
282 Menjalankan Rencana Risha Dan Kenzie
283 Memulai Rencana
284 Kepanikan Kenzo
285 Terbongkarnya Rencana Kenzie Dan Risha
286 Rencana Bermain Ski
287 Saya Bisa Menyaingi Pengalaman Anda Yang Berharga
288 Sepertinya Dia Menyukai Kenzie
289 Pria Tidak Waras
290 Makan Malam Sebelum Pernikahan
291 Yang Bisa Menarik Perhatianku Hanya Kamu Saja, Tidak Ada Yang Lain
292 Memilih Gaun Pengantin
293 Serpetinya Aku Terkena Kutukan Karena Disukai Oleh Pria Jadi-jadian Seperti Dia
294 Kalian Berdua Terlalu Mempesona Sampai Seorang Pria Jadi Ikut Tergila-gila
295 Hari Pernikahan Kenzo Dan Safira
296 Berkumpulnya Keluarga Kusuma
297 Malam Pertama Kenzo Dan Safira
298 Perdebatan Kecil Kenzo Dan Kenzie
299 Tidak Akan Aku Biarkan Kalian Menganggu Waktuku Dan Juga Istriku
300 Apa Yang Membuat Kak Kenzo Spesial Dimata Kak Rendra Dan Kak Noey?
301 Aku Pencabut Nyawamu
302 Ternyata Gunung Es Ini Raja Gombal
303 Kembalinya Risha Dan Kenzie Kenegara A
304 Keputusan Ji
305 Hadiah Pernikahan Kita
306 Menyiapkan Jebakan Sebelum Kita Dijebak
307 Kerjasama Kenzo Dengan Perusahaan Nugros
308 Ada Keledai Yang Sedang Mencari Kawan Untuk Bisa Menyerang Sepasang Singa
309 Suamiku Adalah Pria Paling Kuat
310 Akan Ku Biarkan Istriku Yang Membuat Pertunjukan Untukmu
311 Dia Benar-Benar Berani Mengganggu Istriku
312 Jebakan Safira
313 Jatuhnya Najim Dan Catherin
314 Kejutan Untuk Risha
315 Apapun Untuk Kebahagiaanmu
316 Bersiap Menjatuhkan Steve
317 Penangkapan Steve
318 Jatuhnya Perusahaan Steve Dan Bimo
319 Kenzo Sakit
320 Pertemuan Kenzo Dan Steve
321 Perdebatan Deby Dan Meisya
322 Permainan Risha
323 Jebakan Risha Untuk Pacar Mariana
324 Penderitaan Mariana
325 Pertarungan Risha Dimulai
326 Pertemuan Risha Dan Pacar Mariana
327 Pertengkaran Risha Dan Sean
328 Ternyata Kamu Punya Keberanian Juga
329 Makan siang Noey dan Mariana
330 Sikap Tersembunyi Risha
331 Penyesalan Sean
332 Kepanikan Rendra
333 Kekesalan Diaz Melihat Rendra Dan Risha
334 Upaya Menjatuhkan Bimo
335 Berakhirnya Bimo
336 Makan Malam Kenzo Dan Safira
337 Makan Malam Kenzo Yang Kacau
338 Lamaran Rendra Untuk Risha
339 Kekhawatiran Risha
340 Masuknya Kenzo Ke JB Company
341 Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Menghambatku
342 Keluarga Kami Tidak Sembarangan Memilih Pasangan
343 Tingkat Percaya Dirimu Sudah Mencapai Level Maksimum
344 Meisya Utari Wilandra
345 Makan Malam Kenzie Dan Perusahaan Estin
346 Perdebatan Kenzo Dan Rendra
347 Kalian Ingin Bermain Sebagai Mafia? Maka Akulah Yang Akan Jadi Ketua Gengnya
348 Terungkapnya Identitas Kenzo
349 Kegilaan Kenzo
350 Noey Salah Tingkah
351 Malaikat Tampan Berhati Iblis
352 Kedatangan Kenzie Kerumah Pak Arseno
353 Kekesalan Risha pada Kenzo
354 Ancaman Kenzo Pada Rendra
355 Kegalauan Noey
356 Rencana Pernikahan Risha Dan Rendra
357 Pertemuan Kembali Kenzo Dengan Olivia
358 Olivia Sigadis Liar
359 Memilih Gaun Pengantin Risha
360 Kehebohan Dikediaman Utama Kusuma
361 Akhirnya Aku Mendapatkan Restunya
362 Kenzie Dan Meisya Putus
363 Kesedihan Kenzie Dan Meisya
364 Usaha Kenzie Membujuk Meisya
365 Taktik Meisya Mendapatkan Restu
366 Kegembiraan Kenzie
367 Aku Tidak Akan Mengorbankan Permata Berharga Hanya Demi Batu Usang
368 Keluarga Kusuma Sangat Suka Provokasi
369 Berakhirnya Hardi dan Olivia
370 Aku Tidak Memberikan Kesempatan Kedua Ketiga Atau Apapun
371 Aku Menerima Kenzie Tapi Tidak Dengan Keluarga Kusuma
372 Perubahan Kenzie
373 Persiapan Pertunjukan Kenzie
374 Siaran Langsung Kenzie
375 Berakhirnya Perusahaan Teguh
376 Persyaratan Pak Arseno
377 Keputusan Terbaik Kenzie
378 Kesedihan Kenzie Dan Meisya
379 Kamu Atau Aku Yang Akan Bertekuk Lutut
380 Kekesalan Risha
381 Tidak Ada Keluarga Manapun Yang Lebih Kaya Dan Terhormat Melebihi Keluargku
382 Keluarga Kusuma Tidak Pernah Menjilat Ludahnya Sendiri
383 Darah Kusuma Telah Mengalir Dalam Tubuh Saya
384 Hanya Aku Yang Ada Dimasa Depanmu
385 Persiapan Kenzo Kenegara A
386 Perpisahan Kenzie Dan Meisya
387 Risha Akan Tetap Mengambil Alih Sanjaya
388 Pertemuan Kenzo Dan Rendra
389 Perbincangan Kenzo Dan Kenzie
390 Pernikahan Rendra dan Risha
391 Pengumuman
Episodes

Updated 391 Episodes

1
Tentang Kenzo dan Kenzi
2
Dunia Kenzo dan Kenzi
3
Drama Pagi Dirumah Keluarga Kusuma
4
Aku Tidak Akan Kasar Pada Orang Lain Jika Mereka Tidak Berbuat Kasar Padaku
5
Lea Hamil
6
Apa Menurut Kalian Kenzo Dan Kenzie Akan Selalu Mengalah Satu Sama Lain?
7
Mual-mual Bukan Berarti Gejala Kehamilan
8
Sebagai Darah Kusuma Kamu Harus Kuat
9
Kekesalan Kenzie
10
Sikap Kenzo Yang Menyebalkan
11
Kematian Ayah Angkat Galen
12
Pembacaan Surat Wasiat Adi Surendra
13
Sama-sama Memiliki Wajah Minim Ekspresi
14
Kecelakaan Lea Dan Galen
15
Kedatangan Keluarga Kusuma Kerumah Sakit
16
Mencari Petunjuk Kecelakaan Lea
17
Kami Selalu Adil Dalam Segala hal
18
Lathan Gevaril Surendra
19
Sadarnya Lea
20
Keanehan Kenzo
21
Kesedihan Lea
22
Terpuruknya Lea
23
Meninggalnya Lea
24
Kesedihan Keluarga Kusuma
25
Sumpah Radit Dipemakaman Lea
26
Menjadikan Lathan Sebagai Anak Radit
27
Bukan Cuma Dimataku, Tapi Dihatiku, Hidupku Dan Duniaku, Semua Hanya Ada Kamu
28
Kami Yang Menyelamatkan Perusahaan Itu, Kami Juga Yang Akan Menghancurkannya
29
Kamu Memang Suamiku Yang Paling Pengertian
30
Hambatan Dari Perusahaan Sanjaya untuk Adnan
31
Kekhawatiran Lian
32
Balapan Liar
33
Kecelakaan Pras
34
Tidak Akan Ada Hari Dimana Mereka Bisa Merasa Tenang
35
Permainan Kami Baru Saja Dimulai Sekarang
36
Jika Kami Hanya Kehilangan Lea, Maka Kalian Akan Kehilangan Semuanya
37
Dia Tidak Akan Menggigit Saudaranya Sendiri
38
Interaksi Risha, Kenzo Dan Kenzie
39
Kalian Seperti Tikus Dan Kucing Ketika Dalam Situasi Normal
40
Awal Kedekatan Hasna Dan Johan
41
Perusahaan Lain Tidak Bisa Dibandingkan Dengan Perusahaan Milik Keluarga Kusuma
42
Pengakuan Cinta Johan
43
Geng Mafia Sedang Beraksi
44
Tidak Akan Ada Yang Bisa Memecahkan Hubungan Keluarga Kita
45
Kebahagiaan Sebelum Jatuh
46
Kehancuran Perlahan
47
Kemalangan Pras
48
Orang Tuanya Saja Bodoh, Tentu Anaknya Akan Mewarisi Pikiran Bodoh Orang Tuanya
49
Pemakaman Pras
50
Keanehan Sikap Ilana
51
Kekesalan Kenzie Dan Risha
52
Tidak Peduli Siapapun, Aku Tidak Suka Diganggu
53
Terkejutnya Ilana Melihat Sikap Sikembar Dan Risha
54
Tidak Ada Lagi Perusahaan Surendra
55
Ratapilah Penyesalan Seumur Hidup Kalian
56
Kakak Beradik Itu Memang Pantas Berakhir Dibalik Jeruji Besi
57
Niat Radit Meninggalkan Rumah Utama Kusuma
58
Keinginan Aneh Kenzo
59
Risha Kecelakaan
60
Kompaknya Kenzo Dan Risha Menindas Kenzie
61
Keputusan Kenzo
62
Dr. Panji Dhirendra, Dosen Baru Di Kampus Risha Dan Kenzie
63
Aku Ingin Pindah Ke Negara F
64
Kebingungan Panji
65
Keberangkatan Kenzo
66
Sifat Mami Yang Cerewet Jadi Keluar
67
Apa Mencari Pekerjaan Bergantung Pada Tampang?
68
Pertemuan Kenzo Dan Ilana
69
Kedekatan Risha Dan Panji
70
Pertemuan Kembali Kenzo Dan Safira
71
Sekalian Saja Sewa Orang Untuk Mengawasi Kenzo
72
Keributan Di Perpustakaan
73
Pemutusan Pertunangan Panji
74
Gosip Buruk Tentang Safira
75
Ilana Mengikuti Kenzo
76
Bantuan Kenzo Untuk Safira
77
Akan Aku Buat Kamu Benar-benar Menyesal Dan kehilangan pak Panji
78
Ancaman Pencabutan Beasiswa Kenzo
79
Tentang Identitas Kenzo
80
Masalah Untuk Pabrik Keluarga Ilana
81
Berakhirnya Hubungan Panji Dan Arumi
82
Ilana, Kamu Salah Mengajakku Bermain Trik Licik
83
Kerugian Besar Pabrik Tas Pak Rudi
84
Kedatangan Kenzo Kerumah Safira
85
Kedekatan Kenzo Dan Safira
86
Syarat Kenzo Untuk Pak Rudi
87
Kecelakaan Risha
88
Berkumpulnya Kusuma Bersaudara
89
Pangeran Dari Kutub Selatan
90
Percakapan Kenzo Dan Rendra
91
Kedatangan Panji Kerumah Sakit
92
Sejak Kapan Yang Namanya Kenzo Bisa Tersenyum Manis Seperti Itu?
93
Mulainya Mimpi Buruk Arumi
94
Sabotase Resort Pak Tegar
95
Balasan Untuk Arumi
96
Aku Tidak Bisa Sabar Menunggu
97
Perdebatan Rendra Dan Panji
98
Penyesalan Pak Tegar
99
Identitas Rendra Yang Sebenarnya
100
Risha Jatuh Dari Kursi Roda
101
Keusilan Risha
102
Pertemuan Kenzo Dan Pak Rudi
103
Niat Jahat Pak Rudi
104
Sikap Aneh Safira
105
Sinisnya Sikap Kenzie pada Panji
106
Pertemuan Kenzo Dan Ilana Di Kantor Polisi
107
Hukuman Ilana Dan Rudi
108
Mahasiswi Baru Dikampus Kenzie Dan Risha
109
Pembicaraan Kenzo, Kenzie dan Risha
110
Masalah Yang Dihadapi Safira
111
Usaha Kenzo Menyelesaikan Masalah Safira
112
Penyelesaian Masalah Safira
113
Kedekatan Kenzo Dan Rendra
114
Perdebatan Risha Dan Lusi
115
Kekesalan Risha
116
Gosip Buruk Tentang Risha
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123 (Kepulangan Rendra)
124
Chapter 124 (Meninggalnya Ayah Rendra)
125
Chapter 125 (Pernyataan Cinta Panji)
126
Chapter 126 (Penolakan Risha)
127
Chapter 127 (Percakapan Rendra Dan Bastian)
128
Chapter 128 (Wisuda Kenzie Dan Risha)
129
Chapter 129 (Wisuda Kenzo)
130
Chapter 130 (Terbongkarnya Identitas Kenzo)
131
Chapter 131 (Pindahnya Risha)
132
Chapter 132 (Pertemuan Kembali Risha Dan Rendra)
133
Chapter 133 (Kenzo Masuk Perusahaan Ji)
134
Chapter 134 (Sifat Kenzo Yang Narsis)
135
Chapter 135 (Hari Pertama Risha yang Melelahkan
136
Chapter 136 (Acara Penghargaan)
137
Chapter 137 (Hari Pertama Kenzie Bekerja)
138
Chapter 138 (Kenzo Dan Kenzie Dengan Pekerjaan Mereka)
139
Chapter 139 (Kalian Pikir Aku Mudah Ditindas?)
140
Chapter 140 ( Makan Siang Risha Dan Rendra)
141
Chapter 141 (Balasan Rendra Untuk Kia)
142
Chapter 142 (Aku Hanya Akan Menggunakan Nama Kusuma Untuk Menjatuhkan Orang)
143
Chapter 143 (Pernyataan Cinta Kenzo)
144
Chapter 144 (Terkuaknya Hubungan Kenzo dan Safira)
145
Chapter 145 (Hampir Saja Ketahuan)
146
Chapter 146 (Jangan Mimpi Bisa Menjauhkanku Dengan Mudah)
147
Chapter 147 (Hukuman Apa Yang Pantas Untuk Pengkhianat?)
148
Chapter 148 (Hadiah Untuk Luki dan Willy)
149
Chapter 149 (Safira Hilang)
150
Insiden Yang Menimpa Safira
151
Kemarahan Kenzo
152
Ditemukannya Safira
153
Godaan Untuk Kenzie
154
Ramah Tapi Menyeramkan
155
Sadarnya Safira
156
Kombinasi Rendra Dan Risha
157
Kenzo Si Raja Gombal
158
Berakhirnya Manda Dan Gilang
159
Kami Pacaran Satu Kantor
160
Perhatian Risha Pada Rendra
161
Kepedihan Rendra
162
Kedekatan Kenzo, Kenzie Dan Risha
163
Rencana Kenzo Untuk Menghancurkan Perusahaan Teknologi
164
Keusilan Risha Pada Rendra
165
Pertemuan Kenzie Dengan Pak Arseno
166
Kehancuran Santoso
167
Kenzo Osterin Anggara Tidak Butuh Pengkhianat Sepertimu
168
Sudah Saatnya Kamu Dikenal Sebagai Pemimpin Perusahaan
169
Rendra Cemburu
170
Pertarungan Kenzie Melawan Pak Arseno
171
Kehebohan Meisya
172
Kami Tidak Dilatih Untuk Menyerah Begitu Saja
173
Belanja Setelan Jas Bersama
174
Aku Tidak Membiarkan Sembarangan Orang Menyentuhku
175
Kemarahan Rendra
176
Senyumnya Seperti Iblis
177
Pertemuan Meisya Dan Cheva
178
Makan Siang Cheva, Kenzie Dan Meisya
179
Kemarahan Risha Pada Rendra
180
Kekalutan Rendra
181
Kekhawatiran Diaz
182
Kedatangan Cheva Dan Lian Kerumah Sakit
183
Kegalauan Rendra
184
Upaya Rendra Mendapatkan Maaf Risha
185
Perdebatan Kenzo Dan Kenzie
186
Putusnya Kenzie Dan Meisya
187
Ungkapan Hati Safira
188
Rumah Sakit Pribadi Kenzie
189
Kebahagiaan Rendra Sebelum Pesta
190
Pesta Rian Membawa Celaka
191
Kekhawatiran Risha Dan Kenzo
192
Ketakutan Bastian Pada Kenzo
193
Kebingungan Pricilla
194
Kesedihan Risha
195
Perkenalan Meisya Dan Risha
196
Kedatangan Kenzo
197
Peri Penjaga
198
Sadarnya Rendra
199
Kegilaan Fredi
200
Fredi Menggantikan Rendra Jadi Direktur Utama
201
Kebingungan Kenzo
202
Kedatangan Safira Ke Negara A
203
Rendra Dan Kenzo Seperti Anak Kecil
204
Aku Datang Menagih Hutang
205
Meskipun Kamu Melupakan Semuanya Ada Aku Yang Mengingat Semuanya
206
Tangan Kanan Rian Cacat
207
Aku Kesini Untuk Mengambil Haknya
208
Balapan Kenzo Dan Fredi
209
Meisya Cemburu
210
500 Juta Untuk Kompensasi
211
Permintaan Diaz Pada Risha
212
Kekaguman Meisya Pada Kenzie
213
Cheva Menolak Tua
214
Gosip Buruk Tentang Risha
215
Bantuan Kecil Kenzo
216
Kamu Salah Bermain Kekusaan Denganku
217
Tekad Risha
218
Makan Malam
219
Tekad Risha, Kenzo Dan Kenzie
220
Keberangkatan Kenzo Dan Safira
221
Persiapan Risha Dan Kenzo Masuk Ke Perusahaan
222
Rapat Dewan Direksi Cabang Perusahaan Kusuma
223
Pencuri Mesum
224
Keberangkatan Safira
225
Pebisnis Berdarah Dingin
226
Hari Pertama Kenzie
227
Dia Pacarku, Baik Dan Buruknya Adalah Urusanku
228
Pesta Pak Arseno
229
Hari Pertama Kenzo
230
Gunung Es Yang Terbagi Dua
231
Programer Muda Handal
232
Makan Malam Risha Dan Rendra
233
Trik Murahan
234
Zoester, Hacker Paling Ditakuti Dan Juga paling Diburu
235
Asisten Baru Kenzie
236
Tikus Kecil Bukanlah Sainganku
237
Keributan Yang Dibuat Kenzo
238
Hari Pertama Noey
239
Berakhirnya Mark, Aldo Dan Panji
240
Kamu Terlalu Picik
241
Hari Pertama Risha Ke Kantor
242
Kondisi Safira Drop
243
Kenzo Kecelakaan
244
Pertemuan Noey Dan Rendra
245
Operasi Safira
246
Kesedihan Kenzo
247
Sadarnya Safira
248
Hilangnya Ingatan Safira
249
Ingatan Dikepalamu Mungkin Hilang, Tapi Hatimu Mengingatku
250
Gosip Buruk Tentang Risha Dan Diaz
251
Maukah Kamu Menikah Denganku?
252
Kejutan Rendra Untuk Risha
253
Rencana Risha Melindungi Rendra
254
Citra Diaz Yang Jatuh
255
Berkumpul Di Kediaman Utama Kusuma
256
Persiapan Pulang Kenzo Dan Safira
257
Permainan Noey
258
Masalah Keluarga Wiguna
259
Meisya Terluka
260
Pertarungan Noey
261
Kehancuran Keluarga Wiguna
262
Tiga Ksatria Dari Kutub Selatan
263
Kepanikan Arseno Yang Mirip Dengan Cheva
264
Kunjungan Pak Arseno Ke Rumah Sakit
265
Rencana Pernikahan Kenzo
266
Taruhan Risha Dan Daniel
267
Kecemburuan Pak Arseno
268
Kunjungan Kenzo Dan Safira Ke Kediaman Reitama
269
Usaha Kenzo Mengambil Perhatian Kakeknya Safira
270
Menjelang Pernikahan Kenzo
271
Rencana Kenzie Dan Risha
272
Konferensi Pers Safira
273
Apa IQ-Mu Merosot Setelah Punya Pacar Yang Lebih Cerdas?
274
Aku Akan Menyiksamu Perlahan Dengan Berada Disampingku
275
Niat Buruk Daniel
276
Kesibukan Safira
277
Hari Presentasi Risha
278
Kalahnya Daniel
279
Kesempatan Kedua? Kami Tidak Pernah Memberikannya
280
Ternyata Putriku Sudah Dewasa
281
Keberangkatan Ke Negara F
282
Menjalankan Rencana Risha Dan Kenzie
283
Memulai Rencana
284
Kepanikan Kenzo
285
Terbongkarnya Rencana Kenzie Dan Risha
286
Rencana Bermain Ski
287
Saya Bisa Menyaingi Pengalaman Anda Yang Berharga
288
Sepertinya Dia Menyukai Kenzie
289
Pria Tidak Waras
290
Makan Malam Sebelum Pernikahan
291
Yang Bisa Menarik Perhatianku Hanya Kamu Saja, Tidak Ada Yang Lain
292
Memilih Gaun Pengantin
293
Serpetinya Aku Terkena Kutukan Karena Disukai Oleh Pria Jadi-jadian Seperti Dia
294
Kalian Berdua Terlalu Mempesona Sampai Seorang Pria Jadi Ikut Tergila-gila
295
Hari Pernikahan Kenzo Dan Safira
296
Berkumpulnya Keluarga Kusuma
297
Malam Pertama Kenzo Dan Safira
298
Perdebatan Kecil Kenzo Dan Kenzie
299
Tidak Akan Aku Biarkan Kalian Menganggu Waktuku Dan Juga Istriku
300
Apa Yang Membuat Kak Kenzo Spesial Dimata Kak Rendra Dan Kak Noey?
301
Aku Pencabut Nyawamu
302
Ternyata Gunung Es Ini Raja Gombal
303
Kembalinya Risha Dan Kenzie Kenegara A
304
Keputusan Ji
305
Hadiah Pernikahan Kita
306
Menyiapkan Jebakan Sebelum Kita Dijebak
307
Kerjasama Kenzo Dengan Perusahaan Nugros
308
Ada Keledai Yang Sedang Mencari Kawan Untuk Bisa Menyerang Sepasang Singa
309
Suamiku Adalah Pria Paling Kuat
310
Akan Ku Biarkan Istriku Yang Membuat Pertunjukan Untukmu
311
Dia Benar-Benar Berani Mengganggu Istriku
312
Jebakan Safira
313
Jatuhnya Najim Dan Catherin
314
Kejutan Untuk Risha
315
Apapun Untuk Kebahagiaanmu
316
Bersiap Menjatuhkan Steve
317
Penangkapan Steve
318
Jatuhnya Perusahaan Steve Dan Bimo
319
Kenzo Sakit
320
Pertemuan Kenzo Dan Steve
321
Perdebatan Deby Dan Meisya
322
Permainan Risha
323
Jebakan Risha Untuk Pacar Mariana
324
Penderitaan Mariana
325
Pertarungan Risha Dimulai
326
Pertemuan Risha Dan Pacar Mariana
327
Pertengkaran Risha Dan Sean
328
Ternyata Kamu Punya Keberanian Juga
329
Makan siang Noey dan Mariana
330
Sikap Tersembunyi Risha
331
Penyesalan Sean
332
Kepanikan Rendra
333
Kekesalan Diaz Melihat Rendra Dan Risha
334
Upaya Menjatuhkan Bimo
335
Berakhirnya Bimo
336
Makan Malam Kenzo Dan Safira
337
Makan Malam Kenzo Yang Kacau
338
Lamaran Rendra Untuk Risha
339
Kekhawatiran Risha
340
Masuknya Kenzo Ke JB Company
341
Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Menghambatku
342
Keluarga Kami Tidak Sembarangan Memilih Pasangan
343
Tingkat Percaya Dirimu Sudah Mencapai Level Maksimum
344
Meisya Utari Wilandra
345
Makan Malam Kenzie Dan Perusahaan Estin
346
Perdebatan Kenzo Dan Rendra
347
Kalian Ingin Bermain Sebagai Mafia? Maka Akulah Yang Akan Jadi Ketua Gengnya
348
Terungkapnya Identitas Kenzo
349
Kegilaan Kenzo
350
Noey Salah Tingkah
351
Malaikat Tampan Berhati Iblis
352
Kedatangan Kenzie Kerumah Pak Arseno
353
Kekesalan Risha pada Kenzo
354
Ancaman Kenzo Pada Rendra
355
Kegalauan Noey
356
Rencana Pernikahan Risha Dan Rendra
357
Pertemuan Kembali Kenzo Dengan Olivia
358
Olivia Sigadis Liar
359
Memilih Gaun Pengantin Risha
360
Kehebohan Dikediaman Utama Kusuma
361
Akhirnya Aku Mendapatkan Restunya
362
Kenzie Dan Meisya Putus
363
Kesedihan Kenzie Dan Meisya
364
Usaha Kenzie Membujuk Meisya
365
Taktik Meisya Mendapatkan Restu
366
Kegembiraan Kenzie
367
Aku Tidak Akan Mengorbankan Permata Berharga Hanya Demi Batu Usang
368
Keluarga Kusuma Sangat Suka Provokasi
369
Berakhirnya Hardi dan Olivia
370
Aku Tidak Memberikan Kesempatan Kedua Ketiga Atau Apapun
371
Aku Menerima Kenzie Tapi Tidak Dengan Keluarga Kusuma
372
Perubahan Kenzie
373
Persiapan Pertunjukan Kenzie
374
Siaran Langsung Kenzie
375
Berakhirnya Perusahaan Teguh
376
Persyaratan Pak Arseno
377
Keputusan Terbaik Kenzie
378
Kesedihan Kenzie Dan Meisya
379
Kamu Atau Aku Yang Akan Bertekuk Lutut
380
Kekesalan Risha
381
Tidak Ada Keluarga Manapun Yang Lebih Kaya Dan Terhormat Melebihi Keluargku
382
Keluarga Kusuma Tidak Pernah Menjilat Ludahnya Sendiri
383
Darah Kusuma Telah Mengalir Dalam Tubuh Saya
384
Hanya Aku Yang Ada Dimasa Depanmu
385
Persiapan Kenzo Kenegara A
386
Perpisahan Kenzie Dan Meisya
387
Risha Akan Tetap Mengambil Alih Sanjaya
388
Pertemuan Kenzo Dan Rendra
389
Perbincangan Kenzo Dan Kenzie
390
Pernikahan Rendra dan Risha
391
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!