Seluruh anggota keluarga Kusuma langsung bergegas kerumah sakit begitu mendengar kalau Lea mengalami kecelakaan. Satu persatu anggota keluarga itu berdatangan. Tentu kedatangan mereka dirumah sakit dapat membuat kehebohan
"Bukankah itu tuan Yudha? Apa ada keluarga mereka yang dirawat disini? Sebelumnya aku melihat ada Vio dan suaminya yang baru tiba dirumah sakit ini"
"Kalau begitu mungkin ada anggota keluarga mereka yang sakit"
Semua orang saling berbisik membicarakan keluarga Kusuma yang datang kerumah sakit
Yudha dan Gina langsung menuju ruang ICU begitu mereka tiba dirumah sakit. Mereka datang bersama Cheva, Lian dan juga Radit. Biru, Jingga dan Diaz masih belum datang karena butuh waktu untuk mereka tiba dari negara F
"Itu Vio dan Leo!" Tunjuk Gina begitu melihat Vio dan Leo dari kejauhan
"Ya, ayo kesana!"
"Vio, Leo, Bagaimana kondisi Lea?" Gina dengan napas terengah dan panik langsung menanyakan kondisi Lea pada Vio yang berada di pelukan Leo
"Mami .... Lea masih kritis dan kondisi bayinya juga tidak terlalu baik, hiks... hiks... hiks..." Vio langsung berhambur ke pelukan Gina begitu dia melihat sang ibu
"Bagaimana dengan Galen dan Rey?"Kini Yudha yang bertanya dengan sikapnya yang tenang dan penuh wibawa"
"Mereka tidak dapat ditolong pih. Jasad mereka kini berada di kamar mayat" Leo menjawab dengan gelengan kepala dan raut wajah sedih
"Bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi? Setahuku kak Rey selalu mengemudi dengan benar" Radit yang berusaha tenang menanyakan kronologi kecelakaan
"Kami tidak tahu. Kami hanya tahu kalau Lea dan Galen kecelakaan. Katanya mereka bertabrakan dengan truk yang melaju dengan ugal-ugalan. Tapi supir truk yang membawa mobil itu juga telah ditangkap polisi" Leo menjelaskan apa yang dia tahu
"Kalau begitu aku akan ikut memeriksanya" Ujar Radit dengan penuh keyakinan
"Kami juga akan membantumu!" Cheva bicara dengan sikap yang tenang dan tegasnya
"Kalau begitu kalian mulai cek lokasinya! Gunakan orang-orang kita untuk membantu kalian! Kalian bisa melakukan segala cara untuk menemukan penyebab sebenarnya kecelakaan ini. Tentu kalian tahu apa yang harus kalian lakukan kan? " Yudha bicara dengan sikap yang tenang dan senyum tipis menyeringai
"Baik kek, kami mengerti. Kakek tenang saja, kami akan menyelesaikannya" Cheva dan Radit menjawab dengan serempak kemudian beranjak pergi dari sana diikuti Lian diabelakang mereka
"Kita harus pergi ke lokasi kecelakaan terlebih dahulu!" Ujar Cheva pada Radit dan Lian setelah berada diluar rumah sakit
"Kalian akan jadi detektif tanpa aku?" Lian, Radit dan Cheva langsung menoleh ketika mendengar suara yang familiar ditelinga mereka
"Kak Diaz? Kalian sudah sampai?" Cheva menyapa Diaz dengan nada bicaranya yang ceria begitu melihat Diaz, Tania dan juga si kecil Dhefin yang berjalan dengan dituntun sang ibu
"Ya, kami baru saja tiba dan langsung kemari. Aku akan ikut dengan kalian. Sayang, kamu masuklah dulu! Aku akan pergi dengan mereka" Diaz beralih pada Tania begitu dia selesai bicara dengan Cheva
"Baik. Kalian hati-hati ya!" Pesan Tania sebelum dia berjalan masuk ke dalam rumah sakit
"Ayo kita pergi sekarang!" Mereka berempat pun mulai beranjak pergi meninggalkan rumah sakit menuju lokasi kecelakaan Lea dan Galen
***
"Leo, apa kamu sudah menghubungi keluarga Galen dan Rey? Mereka juga harus tahu mengenai apa yang terjadi pada adiknya" Yudha bertanya pada Leo yang masih berusaha menenangkan Vio yang terus saja menangis
"Aku lupa mengabari mereka pih. Aku akan menghubungi kedua kakak Galen" Leo langsung merogoh ponselnya disaku celananya setelah Yudha menganggukkan kepala sebagai tanggapan
Tuut tuut tuut
"Halo kediaman Surendra disini" Tak perlu menunggu lama, terdengar suara seorang wanita dari ujung telepon
"Halo, bisa bicara dengan ibu Astria? Atau mungkin pak Adnan?" Leo bicara dengan nada yang tenang
"Saya Astria. Dengan siapa ini?" Tanya Astria lembut
"Saya Leo ayahnya Vio"
"Oh pak Leo. Apa kabar? Ada apa anda munghubungi saya? Tumben sekali" Astria bertanya dengan senyum dibiirnya
"Saya ... ingin memberitahukan kalau .... Galen mengalami kecelakaan. Sekarang dia berada di rumah sakit Harapan"
"Apa? Galen kecelakaan? Bagaimana kondisinya? Apa dia juga bersama dengan Rey dan Vio?" Astria bertanya dengan nada yang panik dan terkejut pada Leo
"Ya, mereka berada dalam satu mobil yang sama"
"Lalu bagaimana kondisinya?" Tanya Astria lagi dengan nada yang panik
"Ehm ... Galen dan rey tidak bisa diselamatkan. Dan saat ini Lea masih dalam kindisi kritis setelah melahirkan"
"Apa? Tidak mungkin. Galen dan Rey tidak mungkin meninggal. Kedua adikku itu tidak mungkin meninggal. Huu huuu" Astria langsung menangis histeris begitu mendengar kondisi mengenai Galen dan Rey. Lalu dia mengakhiri teleponnya
"Halo, bu Astria?! Bu Astria?!"
"Bagaimana Leo? Apa kamu berhasil menghubungi mereka?" Yudha bertanya dengan sikapnya yang tenang
"Ya pih. Tadi aku bicara dengan Astria. Dia sepertinya sangat terkejut mendengar kematian Galen dan Rey. Apalagi mereka baru kehilangan ayah mereka" Leo menjelaskan pada Yudha
"Kamu benar. Mereka pasti sangat syok mendengar kabar ini"
***
Dikediaman Surendra
"Sial sial sial. Ternyata Lea masih hidup dan saat ini kondisinya sedang kritis. Apa yang harus kita lakukan kak? Dia juga sudah melahirkan anaknya dengan Galen" Astria bertanya pada Adnan yang kebetulan juga berada disana
"Tentu saja kita juga harus melenyapkan nyawa Lea dan bayi itu tanpa meninggalkan jejak apapun agar tidak diketahui keluarga Kusuma" Adnan menjawab dengan sikap tenang dan senyum sinis
"Kakak benar. Mereka berdua bisa jadi ancaman besar untuk kita dan semua yang kita rencanakan bisa sia-sia"
"Sampai kapan kalian akan seperti ini? Ini sudah sangat keterlaluan! Kalian bahkan tega membunuh adik kalian sendiri!" Astria dan Adnan menoleh bersamaan ke arah sumber suara dan itu adalah istri Adnan
"Kamu tidak perlu ikut campur! Mereka itu hanya anak panti asuhan yang datang untuk menguasai harta keluarga kita" Bentak Adnan pada sang istri dengan sorot mata yang tajam
"Tapi mereka sudah jadi bagian dari keluarga ini sejak kecil. Kalian sudah lama hidup bersama. Bahkan dibesarkan bersama!" Istri Adnan terus membalas perkataan sang suami
"Diam kamu! Kamu sudah berani melawanku?!" Adnan yang kesal sudah mengangkat sebelah tangannya hendak memukul sang istri
"Hentikan kak! Percuma jika kita meladeni ucapan istrimu. Sebaiknya kita pergi kerumah sakit dan melihat jenazah Galen dan Rey. Kita juga harus melihat bagaimana kondisi dari keponakan kecil kita yang sangat lemah" Astri menahan tangan sang kakak dan bicara dengan tenang padanya
"Kamu benar. Kita harus pergi kerumah sakit. Tidak ada gunanya berurusan dengan wanita ini!"
"Ah" Adnan mendorong sang istri hingga dia tersungkur ke lantai
"Tunggu. Tidak baik jika kita meninggalkannya begitu saja. Ayo ikut aku!" Adnan yang telah beranjak pergi akhirnya berbalik kembali menghampiri sang istri. Dia menarik tangannya dan membawanya dengan paksa
"Sakit, lepaskan tanganku!" Sang istri meronta agar Adnan melepaskan genggaman tangannya
"Diam! Masuk! Cepat!"
"Ah" Adnan kembali mendorong sang istri ke dalam kamar dengan paksa dan kembali terjatuh lalu mengunci pintunya
"Buka! Jangan tinggalkan aku disini! Buka!"
"Jangan mimpi! Karena selama Lea dan bayinya ada dirumah sakit, kamu akan tetap berada di sini!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 391 Episodes
Comments
Yolenta
lanjut
2022-01-11
0
Ema Yadanfle Ema
lanjut thor
2021-07-17
0
Nina Sonia
waktunya keluarga kusuma bermain main ,,,babat habis
2021-07-13
0