Terlihat raut wajah sedih dari semua orang yang datang ke pemakaman. Termasuk Galen dan Rey
"Rey, apa kamu baik-baik saja?" Galen bertanya pada Rey dengan nada yang tenang
"Aku baik-baik saja kak. Lagipula kita memang tidak dekat dengan ayah. Selama ini kita menjadi anaknya hanya untuk melakukan kewajiban kita untuk belajar dan melakukan pekerjaan dengan baik. Jadi kurasa ... ini akan mudah untuk dilalui"
"Bagaimana jika aku yang meninggalkanmu?" Galen bertanya dengan raut wajah penasaran
"Lain halnya jika aku kehilanganmu, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Sejak kecil aku sudah terbiasa denganmu. Kurasa jika kamu tidak ada. Aku tidak akan memiliki tujuan hidup" Rey menjawab dengan menundukkan kepala sedih
"Memangnya kamu akan pergi kemana? Kamu akan meninggalkanku sendiri?" Rey kini terlihat penasaran kemana Galen akan pergi
"Aku tidak akan kemana-mana. Aku hanya ingin tahu jawabanmu saja. Aku berencana untuk meninggalkan keluarga ini karena janjiku pada ayah sudah selesai"
"Aku akan ikut denganmu!" Rey langsung menyela saat Galen mengatakan akan pergi meninggalkan keluarga Surendra
"Tentu saja. Aku akan membawamu keluar dari keluarga ini" Ujar Galen dengan senyum lembutnya
"Baiklah, karena semua sudah berkumpul maka aku akan membacakan surat wasiat yang diberikan oleh mendiang tuan Adi" Pengacara pribadi tuan Adi langsung mengambil perhatian saat semua sedang duduk di ruang keluarga setelah pemakaman. Setelah semua perhatian teruju padanya dia mulai membuka surat wasiat dan membacakannya
"Dalam suratnya tuan Adi mengatakan kalau beliau sangat menyayangi semua anaknya, baik itu anak kandugnya maupun anak angkatnya. Beliau berharap kalian tetap akur dan saling melindungi satu sama lain. Adapun pengelolaan harta dia akan bagi sesuai dengan kemampuannya. Beliau memberikan rumah utama dan semua vila yang dimilikinya pada kedua anaknya Adnan dan juga Astria. Sementara perusahaan akan diberikan pada Galen dan juga Rey untuk mereka kelola"
"Apa?! Bagaimana bisa kami hanya dapat rumah dan vila sedangkan Galen dan Rey mendapatkan kuasa penuh atas perusahaan?" Adnan langsung menyela dan bersikeras menentang pemberian kekuasaan pada Galen dan Rey atas perusahaan Surendra
"Tenanglah kak. Maaf pak, aku dan Rey memutuskan untuk lepas dari keluarga ini. Kami diadopsi oleh ayah saat kecil dan setelah ayah tidak ada, kami rasa kami tidak berhak tetap bertahan dirumah ini" Galen bicara dengan sangat tenang pada pengacara dan kedua kakak angkatnya
"Tapi kalian adalah pemegang saham mayoritas perusahaan saat ini. Pak Adi mempercayakan mengenai keputusan ini di tanganku langsung untuk menangani perihal pembagian. Jika kalian berdua menolak ini, maka saya berhak memperkerjakan orang lain untuk menangani perusahaan dibawah pengawasan saya dan mendonasikan hasilnya ke panti asuhan" Pengacara pak Adi menjelaskan dengan tenang
Semua orang saling menoleh satu sama lain seraya berbisik. Tidak terkecuali Rey dan Galen yang cukup terkejut dengan apa yang ayah angkat mereka putuskan
"Bagaimana ini kak? Saat ayah masih ada saja kak Adnan dan kak Astria tidak suka pada kita dan berpikir kita akan merebut harta mereka. Mereka baru bersikap baik setelah mereka berdua mendapat masalah. Jika kita mengambil perusahaan mereka ... maka mereka akan berpikir kalau kita menghasut ayah sebelumnya" Ret berbisik dengan Galen dan merundingkan keputusan yang akan mereka ambil
"Kamu benar Rey. Itu yang aku khawatirkan dan aku yakin kalau mereka akan semakin membenci kita. Lagipula aku tidak mengerti kenapa ayah melakukan hal ini?" Galen pun sependapat dengan Rey mengenai kekhawatiran yang mereka pikirkan
"Lalu apa yang akan kita lakukan? Jika kita menerimanya maka kak Adnan dan kak Astria akan kembali membenci kita. Jika kita menolaknya maka hasil kerja keras kita selama ini bisa saja hancur jika di pegang oleh orang lain yang belum tentu bisa dipercaya"
"Kita serahkan saja pada mereka berdua. Kita akan mengikuti apa yang mereka inginkan"
"Kak Adnan, kak Astria, bagaimana menurut kalian? Kami akan mengikuti apa yang kalian katakan" Galen bicara dengann tenang pada kedua kakaknya setelah dia bicara pada Rey
Adnan dan Astria saling menatap satu sama lain sebelum mereka menjawab pertanyaan Galen
"Kami ingin kalian menerimanya. Kami tidak ingin kalau perusahaann keluarga kita di ambil alih oleh orang lain yang belum tentu bisa kita percaya. Kami sudah mengenal kalian sejak kecil. Setidaknya kami tahu kalau perusahaan keluarga kita akan dijaga dengan baik oleh kalian berdua" Adnan menjawab dengan sikap tenang meskipun tanpa ada yang tahu kalau kedua tangannya mengepal dengan keras
"Aku juga setuju dengan apa yang kakak katakan. Kita memang keluarga jadi akan lebih baik jika kalian yang memegang kendali perusahaan dari pada orang lain" Astria menyetujui apa yang dikatakan Adnan
Galen dan Rey kembali saling menoleh satu sama lain "Baik, kami setuju. Kami akan tetap mengelola perusahaan namun kak Adnan dan kak Astria tetap akan menerima hasil dari keuntugan perusahaan seperti sebelumnya" Galen memberikan pendapat kepada pengacara agar tidak ada masalah dikemudian hari
"Itu tidak masalah karena mereka memang anak dari pemilik perusahaan. Dan kalian bisa memberikan keuntumgan sewajarnya kepada mereka" Pengacara tuan Adi menyetujui pendapat yang diajukan Galen padanya
Semua orang menganggukkan kepala setuju dengan apa yang telah disepakati
***
"Kakak benar-benar setuju jika Galen dan Rey menjadi penerus perusahaan? Harusnya kita yang anaknnya lah yang mewarisi perusahaan. Mereka berdua hanya anak panti asuhan yang dibesarkan dan di didik oleh ayah" Astria menggerutu pada Adnan mengenai hasil dari pembacaan surat wasiat setelah semua orang pergi
"Aku tahu tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jika kita menolak hasil wasiat yang ayah berikan maka sudah pasti kita akan kehilangan perusahaan itu sepenuhnya, karena pengelolaannya akan diberikan kepada orang lain" Adnan menjawab dengan sikap yang tenang
"lalu . .. apa yang akan kita lakukan sekarang?" Astria bertanya dengan wajah yang bingung
"Kita akan cari cara untuk bisa mendapatkan hak atas perusahaan itu, karena yang harus menjadi penerus keluarga surendra adalah kita. Bukan orang luar"
***
Malam hari di rumah Galen dan Lea
"Kak, apa kamu yakin menerima wasiat itu begitu saja? Aku merasa ini akan berakhir dengan sebuah masalah" Lea bertanya pada Galen saat mereka sedang berdua dan Rey telah pulang ke rumahnya
"Aku tahu, tapi jika kami tidak menerimanya maka perusahaan itu akan diberikan kepada orang lain untuk di kelola. Dan itu akan membuat mereka semakin membenci kita. Kami berdua sudah biasa menghadapi rasa benci mereka, tapi sekarang aku punya kamu untuk dilindungi. Aku tidak bisa mengambil sebuah resiko yang mungkin bisa membahayakan keselamatanmu dan juga calon bayi kita" Galen bicara sambil mengelus lembut perut besar Lea
"Baiklah, aku percaya dengan keputusan yang kakak ambil. Kakak tidak perlu khawatir padaku. Aku sama sekali tidak punya kegiatan dan hanya berdiam diri dirumah, tidak mungkin ada yang mencelakaiku saat berada dirumah sendiri" Lea tersenyum lembut menenangkan Galen
"Terimakasih"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 391 Episodes
Comments
Yolenta
lanjuuutt
2021-11-24
0
Kenzo 01
tetap semangat saya penasaran akhir cerita ini lagi
2021-07-05
1
Fania Nia
lanjut,thooorr
2021-07-05
1