"Awaaaaaas!!!!!!"
Brak
"Aaaaaahhhhh!!!!!!!!!!!!"
Rey membanting setirnya dengan cepat ke arah kiri untuk menghindari truk. Namun bagian belakang mobil tetap mengenai bagian depan truk sehingga mobil yang mereka tumpangi berputar-putar di jalan kemudian mengenai trotoal dan terbalik. Berkali-kali mobil itu berguling. Rey yang berada di depan mengalami luka yang sangat parah di wajah dan kepala karena terbentur dan juga terkena pecahan kaca depan. Galen terus memegang tangan Lea sampai akhir
"Uuuhhh ... k-kak Ga-len" Lea menoleh pada Galen di sisa kesadarannya. Air matanya berlinang melihat wajah sang suami berlumuran darah "Ah perutku. Tolooong" Suaranya lemah. Dengan suara paraunya dia berusaha membangunkan Galen dengan menggerakkan tangannya yang saling berpegangan dengan Galen
"k-kak Ga-len..." Lea menoleh ke arah kemudi. Air matanya semakin berlinang melihat Rey juga berlumuran darah "K-kak Reey"
Semua orang yang berada di sekitar langsung berlari dan berusaha mengeluarkan Lea, Galen dan Rey yang masih terjebak di dalam mobil
"Cepat buka sebelah sini. Mereka terluka parah"
"Tidak bisa. Pintunya tidak bisa terbuka dan mereka terjepit. Kita harus memanggil bantuan"
"To-long, to long ba yi ku" dengan suara lemah dan terbata Lea berusaha meminta bantuan agar bayi dalam kandungannya bisa diselamatkan
"Yang perempuan masih sadar. Cepat tolong dia dulu!"
"Kita harus mencari sesuatu untuk membuka paksa pitunya!"
"Mana ambulancenya? Apa kalian sudah memanggil ambulance?"
Samar-samar masih terdengar oleh Lea teriakan panik orang-orang yang berusaha menyelamatkan mereka
"Uuuuhh sa-yang, apa kamu baik-baik saja?" Sejenak Galen membuka matanya dan menanyakan keadaan Lea dengan suara yang lemah, Dia bicara sambil berusaha tersenyum pada Lea. Lea hanya menganggukkan kepala dengan lemah "Sa-yang, aku ... mencintaimu, selamanya" Galen kembali memejamkan matanya setelah mengatakan cinta pada Lea
"Kak Galen" Gumam Lea sebelum dia juga kehilangan kesadaran
Setelah hampir satu jam akhirnya mereka berhasil di keluarkan. Tim medis sebelumnya memeriksa keadaan mereka untuk dilakukan pertolongan pertama, namun Galen dan Rey tidak dapat diselamatkan karena mengalami luka yang sangat serius dibagian kepala mereka. Sedangkan Lea, dia langsung dilarikan kerumah sakit dalam keadaan kritis
Wiu wiu wiu
Sirine ambulance terdengar ramai hari itu. Tiga ambulance melaju beriringan membawa Lea juga Galen dan Rey yang sudah tak bernyawa kerumah sakit yang sama.
Para perawat dan dokter langsung keluar ketika mendengar suara ambulance yang membawa korban kecelakaan telah tiba dirumah sakit
"Keadaannya kritis, janin dalam kandungannya sangat lemah. Harus dilakukan operasi secepatnya!" Tim medis yang membantu Lea selama perjalanan memberitakukan kondisinya pada dokter yang ada dirumah sakit untuk di lakukan tindakan selanjutnya
"Baik, aku mengerti. Kita bawa keruang operasi. Siapkan semua peralatan dan panggil juga dokter lain yang akan membantu kita mengeluarkan bayinya dan melakukan tindakan untuk pasien"
"Baik!" Dokter itu memberikan instruksi sambil mendorong tempat tidur Lea menuju ruang operasi dan salah satu suster menghubungi dokter apa saja yang diharuskan membantu operasi saat ini. Sementara Galen dan Rey langsung dibawa menuju ruang mayat
Tuut tuut tuut
"Halo"
"Halo selamat sore, apa ini keluarga dari saudari bernama Lea?"
"Iya, saya ayahnya. Ini dari mana ya?" Leo bertanya dengan wajah bingung ketika mendapat telepon dari seorang pria
"Kami dari kepolisian. Kami ingin menberitahukan bahwa saudari Lea mengalami kecelakaan dan sekarang dia berada dirumah sakit Harapan"
"Apa?! Kecelakaan?! Baik pak saya akan segera kesana. Terimaksih!" Leo langsung menutup telepon dan beranjak dari tempat duduknya
"Sayang! Vio!" Leo langsung berteriak memanggil Vio sambil bersiap untuk pergi
"Ada apa? Kenapa kak Leo berteriak seperti itu?" Vio menanggapi dengan wajah heran ketika mendengar Leo berteriak memanggilnya
"Kita harus kerumah sakit sekarang! Lea mengalami kecelakaan" Jawab Leo sambil berjalan keluar
"Apa? kecelakaan? Aku ambil tasku" Vio langsung berjalan dengan cepat menuju kamarnya untuk mengambil tasnya dan menghubungi keluarga yang lain selama perjalan menuju rumah sakit
"Kak Leo, apa kakak tahu bagaimaa kondisi Lea saat ini?" Vio bertanya dengan panik, wajahnya terlihat pucat dan dia juga gusar karena terus menggenggam tangannya sendri
"Aku juga belum tahu. Polisi hanya memberitahuku kalau Lea dan Galen kecelakaan. Aku belum tahu bagaimana keadaan mereka. Semoga saja mereka baik-baik saja" Leo menjawab dengan tenang, meskipun saat ini dia juga sangat panik. Dia tidak mengemudkan mobil sendiri, ada supir yang mengantar mereka
"Berdoa saja agar mereka baik-baik saja!" Leo menggenggam sebelah tangan Vio untuk menenangkan hatinya
"Iya" Jawab Vio sambil menganggukkan kepala
Tak berselang lama mereka tiba dirumah sakit
"Permisi, kami mencari Lea korban kecelakaan yang belum lama tiba disini" Tanya Leo pada bagian informasi dengan panik
"Owh, dia masih di ruang operasi. Sebelah sana pak"
"Terimkasih" Vio dan Leo langsung menuju ruang operasi seperti yang diarahkan perawat. Mereka pun tiba di depan ruang operasi lampu ruangan itu masih menunjukkan kalau operasi sedang berlangsung, jadi mereka hanya bisa menunggu.
Tak berapa lama pun lampu mati dan dokter keluar dari ruangan operasi
Ceklek
Leo dan Vio langsung berjalan mendekati sang dokter
"Dokter, bagaimana kondisi anak saya?" Tanya Leo dengan nada yang panik
"Anda keluarga pasien bernama Lea?" Tanya sang dokter memastikan terlebih dahulu
"Benar. Bagaimana kondisinya?" Leo kembali menjawab dengan panik
"Pasien masih dalam kondisi kritis. Bayinya pun harus di rawat di inkubator terlebih dahulu karena masih sangat kecil. Kita akan tunggu perkembangannya sampai pengaruh obat biusnya habis" Dokter menjelaskan dengan sangat tenang dan hati-hati
"Apa kami boleh melihat ke dalam?" Kini Vio yang bertanya dengan pmrasa khawatir yang terlihat jelas dari wajahnya yang masih tersisa bekas air mata
"Kami akan memindahkannya ke ruang ICU. Anda bisa menjenguknya disana secara bergantian"
"Baik dokter. Terimakasih banyak"
"Ya, permisi" Dokter pun beranjak pergi meninggalkan mereka setelah menjelaskan kondisi Lea.
Tak berselang lama seorang suster kekyara] ruang operasi
"Suster, apa anda tahu bagaimana kondisi suami dari pasien bernama Lea?" Leo menanyakan keadaan Galen pada suster yang baru keluar dari ruang operasi
"Oh, dua orang pria yang berada dalam mobil itu tidak dapat diselamatkan. Mereka sudah meninggal saat di lokasi kejadian dan kini berada diruang mayat" Jelas suster pada Leo dan Vio
"Apa? Galen? Kak, bagaimana dengan Lea seandainya dia tahu kalau Galen sudah tidak ada? Hiks … hiks…" Air mata Vio seketika tumpah membayangkan bagaimana kondisi putrinya jika saja dia tahu kalau suaminya telah meninggal dunia
"Aku juga tidak bisa membayangkannya. Sebaiknya kita keruang mayat lebih dulu dan melihat jasad Galen" Vio menganggukkan kepala mengiyakan ajakan Galen
***
Sementara itu di tempat lain
"Bagaimana? Apa mereka berhasil?" Tanya Astria pada Adnan
"Ya, mobil Galen mengalami kecelakaan parah dan yang aku dengar Galen dan Rey meninggal di tempat. Tapi aku masih belum tahu bagaimana kondisi Lea. Kuharap dia dan bayinya juga tidak selamat. Agar Galen tidak memiliki ahli waris"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 391 Episodes
Comments
Yolenta
gilak klga nya galen ..
btw lama ga mampir kesini, nunggu critanya radith lama bgt ga di up ..
2022-01-11
0
Desak Putu
ya ampun tnyta d rencanakan😭😭😭
2021-11-19
0
Kanaya Alawiyah Amzari
jahat bngt knpà gx terus terang ngomong sma Glen gitu kàn ķasiañ lèa 😭😭😭😭😭😭😭
2021-08-04
0