"Halo, selamat siang. Dengan bu Cheva?" Sapa seorag wanita dari ujung telepon kepada Cheva
"Ya siang. Saya sendiri. Dengan siapa ini?" Cheva menjawab dengan sikap yang tenang
"Saya kepala sekolahnya Kenzo. Maaf, saya ingin memberitahu anda sesuatu mengenai Kenzo" Ujar kepala sekolah dengan sikap teang
"Oh iya. Apa yang anak saya lakukan?" Cheva bertanya dengan sebelah tangan memijat dahinya sendiri
"Kenzo membuat rekan sekolahnya cedera. Memang bukan cedera yang parah, tapi saya harap bu Cheva bisa memberikan pengertian padanya dirumah" Kepala sekolah Kenzo menerangkan dengan hati-hati
"Baik bu, saya mengerti,. Nanti akan saya tegur dia" Jawab Cheva yang merasa malu pada bu kepala sekolah
"Terimakasih bu Cheva atas pengertiannya. Saya hanya ingin menyampaikan itu saja. Jadi sampai jumpa"
"Baik bu, terimakaksih kembali" Cheva dan kepala sekolah pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka
"Kenzo... awas kamu ya saat mami pulang nanti" Cheva mengeratkan gigi karena kesal setelah mendapatkan telepon dari kepala sekolahnya Kenzo
Sore hari saat Cheva pulang dari kantor bersama Lian
"Dimana Kenzo?" Tanya Cheva pada salah satu pembantu rumah
"Dia sedang ada di balkon" Jawabnya dengan sopan
"Tenanglah dulu, sayang. Tanyakan dulu baik-baik padanya" Ujar Lian berusaha menenangkan sang istri yang berjalan menuju balkon dengan raut wajah kesal
"Kenzo... !Kenzo... !" Cheva terus berteriak saat ia berjalan menuju balkon
Setelah cukup dekat, terlihat Kenzo sedang duduk di ayunan sambil bermain game
"Kamu ya, apa yang kamu lakukan sampai membuat anak orang lain cedera hingga menangis?"
"Ah ah aduh mih. Lepaskan dulu tangan mami!" Jawab Kenzo setelah Cheva menarik sebelah telinganya. Cheva pun melepaskan tangannya
"Aku tidak melakukan apa-apa. Mereka yang mengusikku duluan, aku hanya melepaskan pegangan tangannya namun dia jatuh dan terluka" Kenzo menjawab dengan sikap yang acuh tak acuh sambil memegang telinganya yang merah
"Ada apa mih?" Tanya Kenzie yang mendengar teriakan Kenzo
"Kamu tahu kalau Kenzo membuat masalah disekolah? Mami mendapat telepon dari kepala sekolahnya tadi. Katanya Kenzo membuat rekan sekolahnya cedera" Cheva bertanya pada Kenzie yang baru saja mendekati Cheva dan Kenzo
"Oh anak yang tadi cengeng itu ya Zo? Kenapa tidak sekalian saja kamu buat cederanya parah? Jadikan jelas kamu dimarahi juga karena lukanya parah, bukan cuma karena luka gores yang kecil itu" Kenzie bicara pada Kenzo dengan senyum ceria di bibirnya
"Kamu benar Zie, harusnya kubuat saja kakinya patah, jadi aku tidak kesal karena dimarahi mami" Kenzo menyetujui apa yang dikatakan Kenzie
"Kenzie....! Kalian berdua ini sama saja! Hanya buat mami kesal, huh!" Cheva yang semakin kesal akhirnya memutuskan meninggalkan mereka. Sedangkan Kenzo dan Kenzie hanya saling tersenyum satu sama lain
"Hei kalian berdua! Kalian tidak kasihan sama tante Cheva? Dia terlihat kesal sekali" Ujar Arisha setelah melihat Cheva yang menggerutu kesal sambil berjalan mneuju kamarnya
"Kami tidak melakukan apa-apa" Jawab Kenzie dengan mengangkat kedua bahu
"Hah ... kalian ini memang benar-benar kembar ya" Ujar Risha menggelengkan kepala
***
Beberapa bulan kemudian, saat pembagian hasil ujian semester. Kenzo menjadi juara pertama sedangkan Kenzie menjadi juara kedua. Selisih nilai mereka hanya angka dibelakang koma saja.
"Aaah ... padahal tinggal sedikit. Selalu saja aku yang kalah darimu"
"Itu karena aku adalah kakakmu, jadi kamu harus mengalah" Jawab Kenzo dengan senyum sombongnya
"Cih, hanya beda beberapa menit saja" Kenzie menjawab dengan sikap yang tenang dan manja
"Kenzo, apa bisa kita belajar bersama? Aku tidak mengerti bagian ini. Kami harap kamu mau membantu kami belajar" Beberapa teman sekelas mereka bertanya dengan ragu-ragu sambil membawa salah satu buku pelajaran.
"Tidak, aku sibuk" Jawab Kenzo sinis kemudian meninggalkan Kenzie di kerumunan sendiri
"Kenapa dia seperti itu? Dia tidak ingin membantu kita?
"Pantas saja Bobi dan temannya tidak berani lagi pada Kenzo"
"Mungkin karena sikapnya yang tidak suka diganggu seperti itu"
Bisik anak-anak yang ada di kerumunan. Kenzie terlihat canggung dan hendak berbalik pergi namun salah satu dari mereka menyadarinya
"Kalau begitu kami minta tolong padamu saja ya Kenzie?" Akhirnya mereka mengelilingi Kenzie dan membuatnya tidak bisa berkutik
"Ayo Kenzie, kita bantu saja mereka, kasihan. Lagipula kita jadi bisa lebih menghapal lagi dengan mengajari mereka" Arisha membantu teman sekelasnya membujuk Kenzie
Sesaat Kenzie terdiam memikirkan apa yang dikatakan Risha
"Baiklah, aku mau belajar bersama dengan kalian"
"Yeaaeyyy" Semua bersorak gembira setelah Kenzie mengatakan akan membantu mereka belajar. Sejak saat itu Kenzie dan Risha selalu dikelilingi para gadis yang ingin belajar bersama dengan Kenzie
***
Lea dan Galen sudah menikah beberapa waktu yang lalu. Pernikahan mereka diselenggarakan dengan sangat meriah. Banyak rekan artis dan model yang diundang ke pernikahan mereka, begitupun dengan rekan bisnis dari keluarga Kusuma
"Hoek hoek"
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?!" Tanya Galen dengan nada yang panik ketika mendengar Lea muntah-muntah di kamar kecil
"Ya, aku baik-baik saja. Sepetinya aku kelelahan karena selalu melakukan syuting dan pemotretan hingga larut malam" Jawab Lea setelah dia keluar dari kamar kecil
"Wajahmu terlihat sangat pucat. Kita periksa kerumah sakit saja ya?" Galen berusaha membujuk Lea agar mau pergi kerumah sakit
"Tidak usah, aku baik-baik saja" Lea menolak dengan senyum tipis yang terlihat diwajahnya yang pucat
"Ayolah. Aku tidak ingin kamu sakit. Jadi, ku mohon untuk setuju, ya?" Galen masih terus berusaha membujuk sang istri
"Baiklah. Kamu ini keras kepala sekali om" Lra pun akhirnya setuju dan menggoda Galen dengan panggilan om
"Aku akan siapkan mobil sekarang. Kamu bersiap-siaplah dulu! Nanti aku akan kembali kemari" Galen mengusap lembut kepala Lea kemudian meninggalkannya untuk menyiapkan mobil
Lea pun segera meraih tasnya dan berjalan dengan langkah kaki perlahan
"Kak Galen" panggil Lea begitu dia mendekati mobil
"Kenapa kamu keluar sendiri? Bukankah aku sudah memintamu menunggu sampai aku kembali?" Galen langsung bergegas mendekati Lea begitu dia melihatnya berdiri di dekat mobil
"Aku tidak ingin kakak bolak balik. Karena itu aku sendiri kesini. Lagipula aku tidak papa" Jawab Lea dengan nada bicaranya yang lemah
"Apanya yang tidak papa? wajahmu pucat dan jalanmu juga tidak stabil. Bagaimana jika kamu jatuh?" Galen menasehati Lea karena dia tidak mendengarkannya
"Aku tidak papa. Tapi kenapa kak Galen jadi memarahiku?" Lea bertanya dengan mata mendelik pada Galen
"Bukannya memarahimu. Aku hanya mengingatkanmu saja" Jawab Galen membela diri
"Sudahlah kita berangkat sekarang!" Galen mengakhiri perdebatan diantara mereka dan masuk ke mobil untuk segera pergi kerumah sakit
Setelah beberapa lama menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba disalah satu rumah sakit. Galen membantu memapah Lea masuk kedalam rumah sakit dengan sangat hati-hati.
Semua orang sudah mengenal Lea dan Galen. Lagipula Galen sudah melakukan pendaftaran via telepon sebelum datang, jadi mereka langsung menemui dokter tanpa harus daftar dan menunggu lagi
"Silahkan duduk bu Lea. Ada keluhan apa yang anda rasakan?" Tanya dokter cantik yang memeriksa Lea
"Saya merasa pusing dan mual dok. Badan saya juga rasanya sangat lemas dan tidak bertenaga" Lea menjelaskan keluhan yang dia rasakan
"Ooh ... kalau begitu msri berbaring dulu di sana, biar saya periksa" Galen yang ikut menemani Lea bertemu dokter kembali membantu Lea
"Kapan terakhir kali anda datang bulan?" Tanya bu dokter sambil memeriksa perut Lea
"Entah dok. Sepertinya bulan ini saya belum datang bulan" Lea menjawab sambil memikirkan waktu datang bulannya yang terakhir
"Oh begitu" Dokter itu selesai memeriksa Lea dan mempersilakannya kembali duduk
"Selamat pak Galen, bu Lea. Saat ini bu Lea sedang mengandung"
"Apa? Benarkah?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 391 Episodes
Comments
Ershiyi_20
bukan apa" kak tapi smpe skrang aku gk stuju Lea sama om om 😭😭😭
2023-01-23
0
Evi 060989
up lg
2022-05-24
0
Ulil Zamhariroh
wow congratulations 👏👏👏👏👏👏👏 Lea
2021-11-24
0