Lathan dan Andra selalu menghabiskan waktu bersama disela pekerjaan Andra menjadi cleaning service
"Akhirnya selesai, tapi ini sudah petang. Apa Lathan sudah ditemani ayahnya ya?" Pikir Andra ketika dia hendak pulang
"Sudahlah, besok lagi saja aku menemuinya" Andra kembali menjawab pertanyaannya sendiri dan mulai melangkahkan kaki meninggalkan loker untuk segera pulang kerumahnya
Diluar kamar hotel, Lathan dan Radit hendak pergi untuk makan malam
"Papi, aku tidak mau makanan hotel ini. Disini makanannya tidak enak. Kita cari restoran lain saja ya pih?" Tanya Lathan dengan cara bicaranya yang lucu dan menggemaskan
"Tentu, anak papi mau makan apa?" Radit bertanya sambil menggendong Lathan di pangkuannya
"Halo Lathan. Sudah lama kita tidak bertemu. Kamu semakin menggemaskan saja" Starla tiba-tiba muncul dihadapan Radit dan Lathan, kemudian dia bicara pada Lathan sambil mencubit pipinya yang menggemaskan
"Lepaskan tangan tante dari pipiku! Untuk apa tante datang kesini? Papi, apa papi yang meminta tante Starla datang kemari?" Lathan bicara dengan nada sinis pada Starla kemudian dia menoleh pada Radit dan bertanya dengan sikapnya yang sinis
"Papi sama sekali tidak memberitahu dia kalau kita sedang dihotel ini" Kemudian mereka berdua menoleh pada Candra yang ada dibelakangnya secara bersamaan
"Eum ...sepertinya aku sudah harus kembali ke kamarku. Aku akan menghubungi istriku. Kalian makan malam saja tanpa aku" Candra yang merasa bersalah langsung pergi dan meninggalkan Radit juga Lathan dengan langkah seribu
"Ayo pih, kita pergi dari sini!" Ajak Lathan pada Radit dan mengabaikan keberadaan Starla disana
"Apa kalian mengabaikanku? Radit, kamu tahu kan kalau om Leo yang ingin menjodohkan kita? Dia ingin aku jadi ibu untuk Lathan" Starla bicara pada Radit yang kini telah melangkahkan kaki dan berada di depannya
"Dan kamu juga tahu kan kalau aku sama sekali tidak peduli denganmu. Yang ingin aku bertunangan denganmu itu papa, bukan aku yang ingin bertunangan denganmu" Jawab Radit sinis kemudian memalingkan wajah dari Starla
"Ayo Lathan kita pergi cari restoran yang enak. Papi juga tidak berselera untuk makan disini" Ujar Radit pada Lathan dengan senyum tipis yang membuatnya terlihat semakin tampan
"Ayo pih. Kita pergi dari sini" Lathan dengan cerianya menjawab Radit dan begitu semangat untuk pergi dari hadapan Starla, meninggalkan gadis itu sendiri yang masih mematung menatapnya pergi
"Aku tidak akan menyerah Dit. Kamu itu hanya cocok denganku. Tidak dengan yang lain" Gumam Starla menatap punggung Radit dan Lathan
Radit dan Lathan yang hendak keluar mencari restoran berpapasan dengan Andra yang baru keluar dari hotel untuk pulang kerumahnya
"Kakak cantik!" Teriak Lathan memanggil Andra begitu dia melihatnya. Dia langsung meronta agar Radit menurunkannya. Radit pun menurunkan Lathan dari pangkuannya dan membiarkannya berlari ke arah Andra
"Lathan, kan kakak sudah bilang padamu untuk tidak berlari! Nanti kamu bisa jatuh" Andra sedikit menundukkan tubuhnya agar dia bisa mengimbangi Lathan yang berdiri di hadapannya
Radit berjalan dengan gagahnya menghampiri Lathan dan Andra
"Lathan, kenapa kamu lari begitu saja?" Ujar Radit dengan sikapnya yang tenang dan penuh wibawa
"Maaf pih, aku terlalu senang melihat kakak cantik. Kakak, kenalkan ini papiku. Papi, ini kakak yang selalu menemaniku di hotel selama papi sibuk dengan urusan papi" Lathan memperkenalkan Andra dengan nada bicaranya yang lucu
"Pria ini benar-benar tampan. Tapi wajahnya terlihat tidak asing bagiku. Siapa ya?" Batin Andra berkata sambil matanya terus menatap wajah tampan Radit
"Terimakasih karena selalu menjaga anakku selama aku sibuk dengan urusan disini. Kurasa dia akan sangat bosan jika tidak bertemu denganmu disini" Radit menyapa dengan tenang dan wajah yang lembut menatap Lathan. Andra yang terpana menatap ketampanannya terdiam tak bergeming, bahkan dia tidak mendengarkan apa yang Radit katakan
"Halo... halo..." Berkali-kali Radit melambaikan tangannya di depan mata Andra namun dia tetap tidak bergeming
Prok
"Ah, maafkan aku"
Akhirnya Radit menepuk tangannya dan itu membuat Andra terkejut dan tersipu malu
"Kenapa wajah kakak cantik berubah jadi merah? Apa kakak cantik sakit?" Lathan yang berdiri diantara Andra dan Radit akhirnya bertanya dengan wajah herannya
"Kakak tidak papa sayang. Oh maaf, kakak harus pulang sekarang! Ini sudah malam" Andra tergesa dan hendak pergi dari hadapan Radit dan Lathan
"Tunggu! Terimakasih selalu menjaga Lathan. Ini kartu nama saya, jika kamu membutuhkan bantuan maka jangan sungkan untuk mengatakannya pada saya" Radit mengambil satu kartu nama dari dompetnya dan memberikannya pada Andra
"Terimakasih. Tapi maaf aku harus pergi. Lathan, kakak pergi dulu ya. Sampai jumpa besok. Oh, tidak, besok kakak tidak masuk kerja. Lusa kita akan bertemu lagi. Daah Lathan. Permisi pak" Andra dengan sopan dan senyum ceria pamit pada Lathan dan Radit
"Lathan, bagaimana kamu bisa mengenal gadis itu?" Tanya Radit dengan saikap yang dingin dan tenang
"Dia menolongku saat jatuh pih dan terluka. Kak Andra sangat baik dan perhatian padaku, karena itu aku suka bermain dengannya" Lathan pun menjawab dengan sikapnya yang tenang. Berbeda dengan sikapnya saat bersama dengan Andra
"Baiklah, ingat untuk tetap menjaga diri. Papi tidak ingin kamu terluka ataupun tersakiti!" Radit memperingatkkan dengan sikap yang tenang
"Tentu saja pih, aku mengerti. Aku sudah cukup belajar dari keluarga kita yang lain"
Tanpa mereka sadari Starla memperhatikan dari kejauhan saat Radit dan Lathan bicara dengan Andra. Terlihat jelas dari matanya kalau dia sedang sangat marah
"Bagaimana bisa mereka dekat dengan gadis biasa tapi mengabaikan aku yang jelas-jelas dari keluarga kaya? Bahkan aku mendapat dukungan dari om Leo, tapi mereka tetap bersikap dingin padaku. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus memberikan gadis itu pelajaran" Gumamnya sambil terus memperhatikan Lathan dan Radit
***
Keesokan harinya dirumah Andra. Bu Asya dengan sengaja mengundang tamu di rumah itu agar Andra tidak mencurigai apa yang hendak di lakukannya
"Bu, kenapa hari ini banyak sekali orang? Apa ibu akan membuat pesta?" Tanya Andra yang melihat para tamu sang ibu mulai berdatangan
"Ya, ibu sudah bilang kan kalau akan ada pria yang datang kemari untuk meminangmu. Karena itu ibu mengundang teman-teman ibu untuk menyaksikan kebahagiaan kita sekarang" Asya menjawab pertanyaan Andra dengan sikapnya yang tenang seperti biasa agar Andra tidak curiga
"Oh rupanya begitu" Jawab Andra menanggapi Asya
"Cepatlah bersiap. Sebentar lagi tamu penting kita akan sampai" Asya meminta Andra bersiap karena melihatnya masih belum berganti pakaian setelah menyiapkan hidangan yang akan disajikan untuk para tamu
"Baik bu" Andra pun berbalik dan pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian dengan yang lebih bagus untuk perjamuan
Sementara Andra sedang bersiap, tamu yang ditunggu bu Asya telah datang. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas lengkap di dampingi 2 orang wanita disampingnya
"Selamat datang pak Danu, bu Anggi, bu Rita" Asya menyambut tamunya dengan penuh hormat
"Ya, terimakasih bu Asya. Dimana calon pengantinku?" Tanya pak Danu begitu dia mendekati Asya
"Silahkan masuk dulu! Andra sedang bersiap, sebentar lagi dia akan segera turun" Asya mempersilahkan Danu dan kedua istrinya untuk masuk ke dalam dan menunggu Andra turun
'Itu dia" Ujar Asya senang begitu melihat Andra turun
"Andra, kemarilah!" Asya dengan senyum mengembang di wajahnya, memanggil Andra dengan lembut. Andrapun berjalan mendekat padanya
"Andra, kenalkan ini pak Danu, bu Rita dan bu Anggi" Asya memperkenalkan mereka dengan penuh hormat
"Halo, saya Andra" Andra dengan sopannya mempernalkan diri
"Dia sungguh cantik" Ujar pak Danu dengan mata berbinar senang melihat Andra
"Ini adalah calon suamimu"
"Apa?!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
sherly
patutlah tak dijodohkan dgn anaknya ternyata tua bangka bau kuburan yg mau dinikahkan Ama Andra ..
2024-07-15
0
Ana marliana
kamu kabur aza andra, siapa tau ktmu lathan
2023-04-21
0
Ana marliana
ayo kabur aza andra, siapa tahu d jln ketemu larhan
2023-04-21
0