Saat Pertama Andra Masuk Keluarga Brama

"Haah ... akhirnya selesai. Badanku rasanya sakit semua, aku sudah tidak punya tenaga lagi"

Andra melemparkan dirinya sendiri ke atas tempat tidur. Dia sangat lelah setelah seharian bekerja dan membereskan rumah begitu dia tiba dirumah. Bahkan Andra tidak punya tenaga lagi untuk membersihkan dirinya sendiri. Sekarang sudah hampir jam 10 malam Andra baru bisa istirahat. sedangkan dia harus sudah bangun jam 4 pagi untuk menyiapkan sarapan dan membereskan semuanya sebelum pergi bekerja ke hotel.

Andra terbaring di tempat tidur yang kecil dengan ruangan yang redup dan didalam ruangan yang kecil. Dia berada di lantai dua, dimana dulu ruangan ini dijadikan sebagai gudang oleh sang ayah

Andra sedang bermimpi dalam tidur lelapnya. Dalam mimpinya dia mengingat saat bertemu dengan sang ayah angkat untuk pertama kalinya

"Nama kamu siapa? Apa kamu sudah lama tinggal disini?"

Terlihat pak Brama Satya bertanya pada seorang gadis kecil berusia 5 tahun saat dia sedang mengunjungi panti asuhan

"Nama saya Diandra, kata bu panti saya disini sejak bayi"

Jawab Andra kecil kepada Brama dengan senyum manis dan imutnya khas anak kecil

Terlihat kalau pak Brama sangat menyukai Andra kecil yang lucu dan menggemaskan

"Diandra, kamu mau tidak kalau ikut kerumah om?"

Andra terdiam kemudian menoleh pada bu panti

"Andra, om Brama ini ingin menjadi ayah kamu. Apa kamu mau kalau om Brama jadi ayah kamu? Nanti kamu juga akan punya ibu dan saudara"

Bu panti dengan lembutnya bicara pada Andra dan memberikan pengertian padanya

"Mau-mau. Yeeaay Andra punya ayah ..."

Andra yang tidak pernah tahu siapa orang tuanya tentu saja merasa sangat bahagia ketika mendengar kalau pada akhirnya dia memiliki keluarga

"Kalau begitu, nanti kamu ikut pulang bersama dengan om ya?" Pak Brama bicara dengan sangat lembut

Andra mengangguk dengan senyum ceria

Mereka pun akhirnya pulang kerumah Brama.

"Andra, mulai sekarang ... nama kamu Diandra Anindya Satya dan kamu akan memanggil om ayah. Nanti akan ayah kenalkan pada ibu dan kakakmu"

"Baik ayah!"

Brama dengan lembutnya menuntun tangan kecil Andra yang sangat lembut dan halus. Mereka berjalan perlahan memasuki pekarangan rumah yang cukup luas

"Kita sudah sampai"

Andra terpana melihat rumah mewah dan besar berlantai dua yang ada dihadapannya

"Ayah, apa ini rumah ayah?" Tanya Andra kecil yang manis dengan mata terpana pada rumah besar dihadapannya

"Mulai sekarang ini adalah rumah kamu"

Pak Brama menyentuh lembut ujung hidung Andra sambil tersenyum lembut

"Ayo masuk!" Ajak pak Brama pada Andra "Sayang, Luna. Lulu!" pak Brama berteriak memanggil istri dan anak-anaknya

"Ayah!" Dua orang anak perempuan Brama berlari kepelukannya

"Putri ayah yang cantik. Bagaimana kabar  kaiian hari ini?" Pak Brama berjongkok di hadapan kedua putrinya

"Kami baik ayah" Jawab Luna mewakilkan adiknya. Dia berusia 9 tahun sedangkan Lulu berusia 7 tahun

"Ayah, siapa anak kecil yang berada dibelakang ayah?" Tanya Lulu setelah dia melihat Andra

"Andra, sini sayang. Kenalkan ini Andra, dan mulai sekarang mereka adalah kakakmu, Luna dan Lulu. Dan yang itu ibumu, Asya"

Brama mengenalkan Andra pada istri dan kedua anaknya namun sikap mereka terlihat sangat sinis

"Yah, kita harus bicara!" Sang istri yang sejak tadi diam saja dengan melipat tangan di dada akhirnya mulai membuka mulutnya

"Andra tunggu disini sebentar ya sama kak Luna dan kak Lulu"

"Ya, ayah" Jawab Andra dengan anggukan kepala

Pak Brama pun berjalan mengikuti sang istri ke ruang lain untuk menghindari anak-anak mendengar pembicaraan mereka

"Siapa anak itu? Kenapa kamu membawanya kemari?!" Tanya sang istri dengan tenang

"Dia putrinya Biani, Diandra" Jawab Pak Brama dengan tenang

"Apa katamu?! Untuk apa kamu membawanya kemari?" Teriak sang istri pada Brama

"Dia tidak punya siapa-siapa. Sudah lama Bian menitipkannya di panti asuhan dan dia menitipkannya padaku sebelum meninggal. Jadi aku mengadopsinya" Brama memegang tangan istrinya dan bicara dengan lembut untuk menenangkan sang istri

"Kamu gila! Kembalikan dia ke panti asuhan!"

"Tidak bisa. Aku tidak tega melihatnya disana sendiri. Aku mohon izinkan dia tinggal disini. Hanya sampai dia bisa menjalani hidupnya sendiri"

Air mata mulai mengalir dari pipi sang istri " Terserah! Aku tidak peduli!"

"Andra! Bangun! Andra!"

Byuurr

"Hah hah hah" Andra langsung terbangun setelah segelas air membasahi wajahnya

"Kamu bangun juga. Cepat siapkan sarapan! Kalau tidak kamu akan terlambat ke hotel, aku juga harus ke kantor lebih awal" Luna berkata dengan sinis pada Andra setelah dia menyiramnya dengan air putih

"Iya kak" Andra pun segera bangun dari tempat tidurnya dengan muka dan dada yang basah. Dia mengganti bajunya yang basah dulu sebelum mulai menyiapkan sarapan dan membereskan rumah

"Ibu, kakak. Sarapannya sudah siap!"

Andra memanggil ibu dan kakaknya yang sedang bersantai menunggu sarapan disiapkan

"Ya, kami akan sarapan sekarang!"

Jawab sang ibu dengan sikap anggun dan tenangnya

Andra pun kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap pergi ke hotel. Setelah selesai, dia kembali turun dan membereskan meja makan dimana semua makanan sudah habis dan tidak tersisa sedikitpun untuknya sarapan

"Bu, kami berangkat dulu ya"

Ujar Lulu pada ibunya

"Kak, bolehkan aku ikut sampai pertigaan ujung jalan? Dihalte sini selalu macet, jadi aku ingin naik bus dari sana" Andra dengan sedikit gugup bertanya pada sang kakak

"Tidak. Aku tidak sudi jika kamu naik mobilku. Nanti mobilku bau" Jawab Lulu kemudian pergi bersama dengan Luna mengendarai mobil mereka masing-masing

Andra tidak mengatakan apa-apa lagi dan memebereskan meja makan dengan kepala tertunduk. Setelah semuanya selesai, Andra bergegas pergi ke hotel

"Bu, aku berangkat dulu ya!" Andra berpamitan pada sang ibu

"Hmn "

Bu Asya mengiyakan tanpa menoleh pada Andra sedikitpun. Andrapun beranjak pergi keluar rumah

"Andra, tunggu!" Panggil sang ibu yang membuat Andra menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sang ibu

"Iya bu. Ada apa?" Andra tersenyum manis karena mengira kalau sang ibu akan memberikannya semangat sebelum bekerja

"Besok kamu harus cuti dari tempat kerjamu! Kita akan kedatangan tamu penting"

"Memangnya siapa yang akan datang bu?" Tanya Andra karena dia penasaran dengan tamu yang dikatakan sang ibu

"Seorang tamu yang sedang mencari pendamping hidup. Ibu ingin menjodohkannya denganmu! Dia sudah dewasa dan kaya raya. Ibu jamin kalau kamu tidak akan merasa kekurangan kalau jadi istrinya. Kamu akan bahagia dengan hidup bergelimang harta. Dan kamu harus menerima lamarannya, karena keuangan perusahaan kita sedang menurun, jadi ibu butuh bantuan dana darinya. Ini kesempatanmu untuk berbakti pada keluarga ini"

"Tapi bu, jika dia sudah mapan, kenapa tidak menjodohkannya dengan kak Luna atau kak Lulu?" Tanya Andra yang penasaran karena kedua kakaknya juga belum memiliki pasangan

"Mereka sudah punya pacar. Kamu jangan banyak bertanya. Turuti saja apa kata ibu" Ibu Asya menjawab dengan sinis kemudian meninggalkan Andra sendiri

Andra terdiam sejenak, dia merenung dengan apa yang dikatakan sang ibu angkat

"Perjodohan? Aku? Dengan pria yang sama sekali tidak aku kenali?"

Andra melangkahkan kaki dengan suasana hati yang tidak tenang. Dia tetap pergi ke hotel meskipun sebenarnya dia sangat ingin pergi ketempat yang jauh dan tidak ada seorang pun disana

"Apa benar setelah aku menikah, aku akan bahagia meskipun bergelimang harta?"

Terpopuler

Comments

Hairani Siregar

Hairani Siregar

Haduh d jodohkan hanya unt harta, semoga kamu kuat andra. n semoga jga ada keajaiban d tengah jodoh karna bisnis.

2023-01-03

0

Mella Soplantila Tentua Mella

Mella Soplantila Tentua Mella

menarik

2022-10-07

0

Nora Eliza

Nora Eliza

semangat andra

2022-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Pertama Dengan Lathan
2 Saat Pertama Andra Masuk Keluarga Brama
3 Senyum Ceria Lathan Dan Andra
4 Sikap Lathan Yang Berbeda
5 Kesulitan Andra Jadi Keuntungan Radit
6 Menikahlah Denganku Dan Jadilah Ibu Dari Lathan
7 Kebimbangan Diandra
8 Jangan Terlalu Baik., Itu Tidak Cocok Dengan Keluarga Kita
9 Kedatangan Cheva Di Acara Radit
10 Aku Tidak Akan Membiarkan Dia Memberikan Apapun Lagi Pada Ibu
11 Rupanya Begini Hubungan Saudara Sebenarnya
12 Kakak Cantikmu Ini Juga Akan Jadi Istri Papi
13 Kita Punya Diandra Sebagai ATM Berjalan Kita
14 Persiapan Diandra Sebelum Ikut Dengan Radit
15 Kamu Dituntut Untuk Cerdas Dan Kuat Jika Menjadi Istriku
16 Misi Menaklukkan Hati Kak Radit Dimulai Sekarang!
17 Pagi Yang Indah Dirumah Radit
18 Aku Tidak Pernah Ingkar Janji
19 Kunjungan Radit Kerumah Utama Kusuma
20 Langit Bisa Saja Runtuh Jika Radit Dan Cheva Tidak Berdebat Saat Bertemu
21 Semua Karakter Yang Berbeda Ada Dikeluarga Kusuma
22 Pernikahan Radit Dan Diandra
23 Apa Mereka Akan Meremehkan Dan Memandang Rendah Aku Yang Hanya Karyawan Hotel?
24 Malam Pertama Radit Dan Andra
25 Tingkah Konyol Andra
26 Kebingungan Radit
27 Ketidak pekaan Radit
28 Perbincangan Radit Dan Andra Dipagi Hari
29 Tingkat Percaya Diri Sari Yang Berlebihan
30 Pengakuan Lathan Pada Andra
31 Pemecatan Sari
32 Undangan Pesta
33 Pembelaan Radit Terhadap Andra
34 Memilih Gaun Untuk Andra
35 Kak Radit Sama Saja Dengan Kak Cheva
36 Jatuhnya Perusahaan Keluarga Starla
37 Kecemburuan Radit
38 Pesta Danu
39 Kalian Akan Dapat Bayaran Yang Setimpal
40 Penyatuan Cinta Andra Dan Radit
41 Rencana Kunjungan Kerumah Leo
42 Kunjungan Radit Kerumah Leo
43 Cerita Masa Lalu
44 Percakapan Andra Dan Radit
45 Rencana Kedua Istri Danu
46 Hari Pertama Andra Keperusahaan Satya
47 Keinginan Radit Untuk Andra
48 Kebahagiaan Keluarga Kecil Radit
49 Aku Akan Membuat Siapapun Membayar Atas Apa Yang Telah Mereka Lakukan
50 King Of Devil Tiba-tiba Jadi King Of Angel
51 Jebakan Luna Untuk Andra
52 Senjata Makan Tuan
53 Keanehan Luna
54 Ungkapan Cinta Gio
55 Tangganpan Andra Pada Gio
56 Usaha Gio Kembali Mendekati Andra
57 Kesedihan Leo
58 Pendekatan Andra Dan Vio
59 Munculnya Radit Diperusahaan Andra
60 Ancaman Radit Pada Luna
61 Perombakan Posisi Karyawan Hotel
62 Percaya Diri Untuk Merebut Istri Orang Lain Namanya Tidak Tahu Malu
63 Radit Terlalu Cerdas Untuk Diajak Main Trik
64 Pertemuan Dengan Teman Lama
65 Penyesalan Gio
66 Penyesalan Bu Asya
67 Gosip BurukTentang Radit
68 Karena Mereka Ingin Bermain Dengan Kita, Maka Kita Tidak Boleh Membuatnya Kecewa
69 Teguran Untuk Perusahaan Panji
70 Raditya Reifansyah Tidak Pernah Memberikan Maaf Pada Siapapun
71 Kebodohanmu Yang Membuatmu Kehilangan Segalanya
72 Pembalasan Andra Pada Audy
73 Bagaimana Kalau Aku Punya Adik?
74 Kekhawatiran Lathan
75 Masa Depanku Bersama Denganmu
76 Saya Tidak Berdansa Dengan Orang Lain Kecuali Suami Saya
77 Mereka Harus Membayar Mahal Atas Apa Yang Telah Mereka Lakukan
78 Binatang Pun Bisa Merasa Sakit Hati Saat Diperlakukan Tidak Adil
79 Curahan Hati Andra
80 Penderitaan Asya Dan Anak-anaknya
81 Salah Satu Raja Es
82 Kepanikan Radit
83 Andra Hamil
84 Wawancara Pelayan Pribadi Andra
85 Tampan Diluar, Tapi Menyeramkan Didalam
86 Terbongkarnya Kemampuan Lathan
87 Percakapan Radit Dan Lathan
88 Kecurigaan Radit Pada Lidia
89 Rencana Surya Untuk Mendekati Andra
90 Makan Siang Bersama
91 Tujuan Surya
92 Upaya Lidia Menggoda Radit
93 Kebanggaan Radit
94 Janji Radit Untuk Lathan
95 Jebakan Untuk Lidia
96 Pertemuan Dengan Surya
97 Terlukanya Lathan
98 Anak Kecil Hanya Boleh Bermain
99 Kecurigaan Lathan
100 Pembalasan Radit Pada Surya
101 Mengungkapkan Rahasia Besar
102 Kebenaran Identitas Lathan
103 Pertemuan Lathan Dan Vio
104 Kebersamaan Andra, Radit dan Lathan
105 Jalan-Jalan Andra Dan Vio
106 Jika Kekuasaan Tidak Bisa Digunakan, Untuk Apa Dimiliki?
107 Gosip Buruk
108 Sedikit Kemajuan Vio
109 Ingatan Vio Yang Berantakan
110 Pemeriksaan Vio
111 Kecelakaan Radit Dan Lathan
112 Kesembuhan Vio Yang Mendadak
113 Pangeran Tidur
114 Kepulangan Radit Dan Lathan
115 Telepon Dari Yudha
116 Kunjungan Andra Ke Sekolah Lathan
117 Perdebatan Andra Dan Bu Jane
118 Klarifikasi Andra
119 Hukuman Untuk Biang Gosip
120 Sedikit Hukuman Dari Lathan
121 Inilah Alasan Tidak Ada Yang Berani Berurusan Dengan Keluarga Kusuma
122 Membeli Perlengkapan Bayi
123 Andra DIlarikan Kerumah Sakit
124 Lahirnya Ardhan Prayugi Nugraha
125 Hari Pertama Sekolah
126 Fandy Bagaskara
127 Liliana Syavania Nugraha
128 Kehangatan Keluarga Radit
129 Lathan Ingin Mengemudi Sendiri
130 Zara, Siswi Pindahan
131 Keributan Disekolah Ardhan
132 Ketakutan Kepala Sekolah
133 Tekad Ardhan
134 Terbongkarnya Kebohongan Lathan Dan Ardhan
135 Percakapan Radit Dengan Ardhan Dan Lathan
136 Keributan Orang Tua Bobi
137 Aku Suka Melihat Orang Jahat Menderita
138 Kakak Adik Yang Sinting
139 Keributan Di Mall
140 Orang Kaya Nanggung Lebih Sombong Dari Orang Yang Benar-benar Kaya
141 Anehnya Sikap Lathan
142 Kehancuran Mutlak Keluarga Bobi
143 Kagaduhan Dikantin Sekolah Lathan
144 Paparazi Seperti Burung Bangkai
145 Keraguan Polisi Pada Radit
146 Kedatangan Ardhan Dan Lathan Dihotel Radit
147 IQ Diatas Rata-rata Meskipun EQ Dibawah Rata-rata
148 Sedikit Petunjuk
149 Rasa Penasaran Zara
150 Perhatian Zara Pada Lathan
151 Memulai Rencana
152 Kerjasama Lathan Dan Ardhan
153 Terbongkarnya Kebusukan Sofia
154 Penangkapan Sofia
155 Kunjungan Andra Menemui Sofia
156 Bermain Ditaman
157 Kemampuan Keluarga Kusuma Tidak Bisa Diragukan
158 Tujuan Radit Membantu Polisi
159 Permainan Tidak Menyenangkan
160 Sedikit Luka Masa Lalu Zara
161 Mimpi Buruk Zara
162 Zara Dan Lathan Dalam Bahaya
163 Jangan Biarkan Tikus Got Merajalela
164 Penyelamatan Lathan
165 Lathan Menemani Zara Dirumah Sakit
166 Cerita Masa Lalu Zara
167 Pertemuan Radit Dan Tofan
168 Hadiah Untuk Kepala Polisi
169 Kepanikan Samuel Dan Rekan-rekannya
170 Radit Bertingkah Seperti Algojo
171 Akhir Dari Samuel, Dion, Jhon Dan Tedy
172 Liburan Lathan, Zara Dan Fandy
173 Menginap Dihotel
174 Zara Diminta Pulang
175 Curahan Hati Zara Pada Pak Zein
176 Terselesaikannya Kesalah Pahaman Zara Dan Pak Zein
177 Pelukan Sang Ibu Untuk Zara
178 Gadisku Hanya Kamu
179 Rancana Pesta
180 Kedatangan Keluarga Diaz Dan Cheva
181 Cheva Ingin Punya Bayi?
182 Pesta Keluarga Radit
183 Perkenalan Zara Dengan Keluarga Kusuma
184 Akhir Bahagia Radit Dan Keluarganya (TAMAT)
185 Pengumuman
Episodes

Updated 185 Episodes

1
Pertemuan Pertama Dengan Lathan
2
Saat Pertama Andra Masuk Keluarga Brama
3
Senyum Ceria Lathan Dan Andra
4
Sikap Lathan Yang Berbeda
5
Kesulitan Andra Jadi Keuntungan Radit
6
Menikahlah Denganku Dan Jadilah Ibu Dari Lathan
7
Kebimbangan Diandra
8
Jangan Terlalu Baik., Itu Tidak Cocok Dengan Keluarga Kita
9
Kedatangan Cheva Di Acara Radit
10
Aku Tidak Akan Membiarkan Dia Memberikan Apapun Lagi Pada Ibu
11
Rupanya Begini Hubungan Saudara Sebenarnya
12
Kakak Cantikmu Ini Juga Akan Jadi Istri Papi
13
Kita Punya Diandra Sebagai ATM Berjalan Kita
14
Persiapan Diandra Sebelum Ikut Dengan Radit
15
Kamu Dituntut Untuk Cerdas Dan Kuat Jika Menjadi Istriku
16
Misi Menaklukkan Hati Kak Radit Dimulai Sekarang!
17
Pagi Yang Indah Dirumah Radit
18
Aku Tidak Pernah Ingkar Janji
19
Kunjungan Radit Kerumah Utama Kusuma
20
Langit Bisa Saja Runtuh Jika Radit Dan Cheva Tidak Berdebat Saat Bertemu
21
Semua Karakter Yang Berbeda Ada Dikeluarga Kusuma
22
Pernikahan Radit Dan Diandra
23
Apa Mereka Akan Meremehkan Dan Memandang Rendah Aku Yang Hanya Karyawan Hotel?
24
Malam Pertama Radit Dan Andra
25
Tingkah Konyol Andra
26
Kebingungan Radit
27
Ketidak pekaan Radit
28
Perbincangan Radit Dan Andra Dipagi Hari
29
Tingkat Percaya Diri Sari Yang Berlebihan
30
Pengakuan Lathan Pada Andra
31
Pemecatan Sari
32
Undangan Pesta
33
Pembelaan Radit Terhadap Andra
34
Memilih Gaun Untuk Andra
35
Kak Radit Sama Saja Dengan Kak Cheva
36
Jatuhnya Perusahaan Keluarga Starla
37
Kecemburuan Radit
38
Pesta Danu
39
Kalian Akan Dapat Bayaran Yang Setimpal
40
Penyatuan Cinta Andra Dan Radit
41
Rencana Kunjungan Kerumah Leo
42
Kunjungan Radit Kerumah Leo
43
Cerita Masa Lalu
44
Percakapan Andra Dan Radit
45
Rencana Kedua Istri Danu
46
Hari Pertama Andra Keperusahaan Satya
47
Keinginan Radit Untuk Andra
48
Kebahagiaan Keluarga Kecil Radit
49
Aku Akan Membuat Siapapun Membayar Atas Apa Yang Telah Mereka Lakukan
50
King Of Devil Tiba-tiba Jadi King Of Angel
51
Jebakan Luna Untuk Andra
52
Senjata Makan Tuan
53
Keanehan Luna
54
Ungkapan Cinta Gio
55
Tangganpan Andra Pada Gio
56
Usaha Gio Kembali Mendekati Andra
57
Kesedihan Leo
58
Pendekatan Andra Dan Vio
59
Munculnya Radit Diperusahaan Andra
60
Ancaman Radit Pada Luna
61
Perombakan Posisi Karyawan Hotel
62
Percaya Diri Untuk Merebut Istri Orang Lain Namanya Tidak Tahu Malu
63
Radit Terlalu Cerdas Untuk Diajak Main Trik
64
Pertemuan Dengan Teman Lama
65
Penyesalan Gio
66
Penyesalan Bu Asya
67
Gosip BurukTentang Radit
68
Karena Mereka Ingin Bermain Dengan Kita, Maka Kita Tidak Boleh Membuatnya Kecewa
69
Teguran Untuk Perusahaan Panji
70
Raditya Reifansyah Tidak Pernah Memberikan Maaf Pada Siapapun
71
Kebodohanmu Yang Membuatmu Kehilangan Segalanya
72
Pembalasan Andra Pada Audy
73
Bagaimana Kalau Aku Punya Adik?
74
Kekhawatiran Lathan
75
Masa Depanku Bersama Denganmu
76
Saya Tidak Berdansa Dengan Orang Lain Kecuali Suami Saya
77
Mereka Harus Membayar Mahal Atas Apa Yang Telah Mereka Lakukan
78
Binatang Pun Bisa Merasa Sakit Hati Saat Diperlakukan Tidak Adil
79
Curahan Hati Andra
80
Penderitaan Asya Dan Anak-anaknya
81
Salah Satu Raja Es
82
Kepanikan Radit
83
Andra Hamil
84
Wawancara Pelayan Pribadi Andra
85
Tampan Diluar, Tapi Menyeramkan Didalam
86
Terbongkarnya Kemampuan Lathan
87
Percakapan Radit Dan Lathan
88
Kecurigaan Radit Pada Lidia
89
Rencana Surya Untuk Mendekati Andra
90
Makan Siang Bersama
91
Tujuan Surya
92
Upaya Lidia Menggoda Radit
93
Kebanggaan Radit
94
Janji Radit Untuk Lathan
95
Jebakan Untuk Lidia
96
Pertemuan Dengan Surya
97
Terlukanya Lathan
98
Anak Kecil Hanya Boleh Bermain
99
Kecurigaan Lathan
100
Pembalasan Radit Pada Surya
101
Mengungkapkan Rahasia Besar
102
Kebenaran Identitas Lathan
103
Pertemuan Lathan Dan Vio
104
Kebersamaan Andra, Radit dan Lathan
105
Jalan-Jalan Andra Dan Vio
106
Jika Kekuasaan Tidak Bisa Digunakan, Untuk Apa Dimiliki?
107
Gosip Buruk
108
Sedikit Kemajuan Vio
109
Ingatan Vio Yang Berantakan
110
Pemeriksaan Vio
111
Kecelakaan Radit Dan Lathan
112
Kesembuhan Vio Yang Mendadak
113
Pangeran Tidur
114
Kepulangan Radit Dan Lathan
115
Telepon Dari Yudha
116
Kunjungan Andra Ke Sekolah Lathan
117
Perdebatan Andra Dan Bu Jane
118
Klarifikasi Andra
119
Hukuman Untuk Biang Gosip
120
Sedikit Hukuman Dari Lathan
121
Inilah Alasan Tidak Ada Yang Berani Berurusan Dengan Keluarga Kusuma
122
Membeli Perlengkapan Bayi
123
Andra DIlarikan Kerumah Sakit
124
Lahirnya Ardhan Prayugi Nugraha
125
Hari Pertama Sekolah
126
Fandy Bagaskara
127
Liliana Syavania Nugraha
128
Kehangatan Keluarga Radit
129
Lathan Ingin Mengemudi Sendiri
130
Zara, Siswi Pindahan
131
Keributan Disekolah Ardhan
132
Ketakutan Kepala Sekolah
133
Tekad Ardhan
134
Terbongkarnya Kebohongan Lathan Dan Ardhan
135
Percakapan Radit Dengan Ardhan Dan Lathan
136
Keributan Orang Tua Bobi
137
Aku Suka Melihat Orang Jahat Menderita
138
Kakak Adik Yang Sinting
139
Keributan Di Mall
140
Orang Kaya Nanggung Lebih Sombong Dari Orang Yang Benar-benar Kaya
141
Anehnya Sikap Lathan
142
Kehancuran Mutlak Keluarga Bobi
143
Kagaduhan Dikantin Sekolah Lathan
144
Paparazi Seperti Burung Bangkai
145
Keraguan Polisi Pada Radit
146
Kedatangan Ardhan Dan Lathan Dihotel Radit
147
IQ Diatas Rata-rata Meskipun EQ Dibawah Rata-rata
148
Sedikit Petunjuk
149
Rasa Penasaran Zara
150
Perhatian Zara Pada Lathan
151
Memulai Rencana
152
Kerjasama Lathan Dan Ardhan
153
Terbongkarnya Kebusukan Sofia
154
Penangkapan Sofia
155
Kunjungan Andra Menemui Sofia
156
Bermain Ditaman
157
Kemampuan Keluarga Kusuma Tidak Bisa Diragukan
158
Tujuan Radit Membantu Polisi
159
Permainan Tidak Menyenangkan
160
Sedikit Luka Masa Lalu Zara
161
Mimpi Buruk Zara
162
Zara Dan Lathan Dalam Bahaya
163
Jangan Biarkan Tikus Got Merajalela
164
Penyelamatan Lathan
165
Lathan Menemani Zara Dirumah Sakit
166
Cerita Masa Lalu Zara
167
Pertemuan Radit Dan Tofan
168
Hadiah Untuk Kepala Polisi
169
Kepanikan Samuel Dan Rekan-rekannya
170
Radit Bertingkah Seperti Algojo
171
Akhir Dari Samuel, Dion, Jhon Dan Tedy
172
Liburan Lathan, Zara Dan Fandy
173
Menginap Dihotel
174
Zara Diminta Pulang
175
Curahan Hati Zara Pada Pak Zein
176
Terselesaikannya Kesalah Pahaman Zara Dan Pak Zein
177
Pelukan Sang Ibu Untuk Zara
178
Gadisku Hanya Kamu
179
Rancana Pesta
180
Kedatangan Keluarga Diaz Dan Cheva
181
Cheva Ingin Punya Bayi?
182
Pesta Keluarga Radit
183
Perkenalan Zara Dengan Keluarga Kusuma
184
Akhir Bahagia Radit Dan Keluarganya (TAMAT)
185
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!