Mike menatap nanar gaun biru pemberian Danu tadi. Gaun itu nampak sobek di beberapa bagian. Ia merasa tak mungkin memakai gaun itu besok. Tapi ia juga tak enak hati jika menolak perintah Danu.
Dalam keadaan bingung seperti itu Mike pun terduduk. Air mata mengalir di wajahnya saat teringat pertengkarannya dengan sang kakak. Mike tak pernah menyadari kebencian Kamila padanya selama ini hanya karena Kamila iri pada keberhasilannya.
Saat sedang menangis seperti itu, tiba-tiba ponsel Mike berdering. Terlihat nama Bosku di sana tanda Danu lah yang menghubunginya. Dengan perasaan berkecamuk Mike menekan tombol hijau di layar ponselnya.
" Iya Pak...," sapa Mike dengan suara serak.
" Saya mau ingetin, jangan lupa siapin berkas buat meeting ya. Mungkin Kita bisa mampir ke kantor setelah menghadiri undangan itu besok...," kata Danu.
" Baik Pak...," sahut Mike singkat.
Mendengar suara Mike yang sedikit berbeda Danu pun mengerutkan keningnya.
" Kamu kenapa, sakit...?" tanya Danu lembut.
Pertanyaan Danu membuat tangis Mike kembali luruh. Mike terisak menjawab pertanyaan Danu.
" Maaf Pak. Saya ga bisa ikut mendampingi Bapak besok. Gaun yang Bapak belikan tadi rusak, jadi Saya ga mungkin memakainya. Saya akan ganti nanti, tapi Saya mohon jangan pecat Saya ya Pak...," kata Mike penuh harap.
Danu tertegun sejenak. Ia mendengar suara Mike bergetar di sela tangisnya. Danu merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Ia merasakan bahwa di seberang sana sedang terjadi sesuatu pada Mike hingga membuatnya terluka. Entah mengapa itu juga membuatnya sakit.
" Gapapa Mike, Kamu boleh pakai apa pun yang Kamu suka. Asal Kamu tetap menemani Saya besok, Saya ga akan pecat Kamu...," kata Danu.
" Baik, terima kasih Pak...," sahut Mike sambil tersenyum.
" Ok, sekarang hapus air matamu, lalu istirahat. Saya ga mau orang mengira Saya menyiksa sekretaris Saya karena melihat mata Kamu sembab besok...," kata Danu di akhir kalimatnya.
Mike tertegun mendengar akhir kalimat Danu. Ia tersenyum. Hatinya terasa hangat. Untuk pertama kalinya Mike merasa senang atas perhatian Danu padanya.
" Dia emang orang baik...," puji Mike sambil tersenyum.
\=\=\=\=\=
Mike nampak tersenyum saat melihat kehadiran Nata dan Farah. Mike sengaja mengundang kedua temannya itu untuk membicarakan sesuatu.
" Wah kejutan nih ngeliat Mike udah datang duluan. Padahal biasanya ratu ngaret...," sindir Nata yang disambut tawa Farah dan Mike.
" Masa Gue yang punya hajat, Gue yang telat. Ga lucu dong...," sahut Mike.
" Hajat, emang Lo mau hajatan...?" tanya Nata.
" Duduk dulu yuk. Gue pesenin sesuatu yang istimewa dan pasti Kalian suka...," kata Mike.
Nata dan Farah mengangguk. Sambil menunggu pesanan Mike datang, mereka menatap dekorasi ruangan yang dibooking oleh Mike itu dengan tatapan kagum.
" Tempatnya bagus ya Far...," puji Nata.
" Iya, cocok buat tempat resepsi pernikahan nih...," sahut Farah sambil melirik kearah Mike.
Mike terkejut dan nampak membulatkan matanya.
" Hah, ketebak di awal. Ga seru...!" kata Mike.
" Apa maksud Lo...?" tanya Farah penasaran.
" Ok, Gue ga sanggup nyimpen ini lama-lama dari Kalian. Nih, undangan buat Lo berdua...," kata Mike sambil menyodorkan kartu undangan berwarna biru.
Farah dan Nata segera meraih dan membuka kartu undangan dengan jantung berdetak cepat.
" What, Lo mau married. Serius...?!" kata Nata.
" Alhamdulillah, akhirnya teman Gue laku juga...," gurau Farah sambil memeluk Mike.
Mike tertawa melihat ekspresi berbeda dari kedua temannya. Mereka bertiga pun saling memeluk sambil melompat-lompat kegirangan seperti anak kecil.
Saat pesanan istimewa Mike tiba pun tak membuat mereka teralihkan. Rupanya berita pernikahan Mike lebih istimewa daripada sajian istimewa di restoran itu. Ketiganya pun tertawa sambil menitikkan air mata haru.
" Siapa calon Suami Lo. Kita kenal ga...?" tanya Nata sambil menikmati sajian istimewa di hadapannya itu.
" Dia Bos Gue...," sahut Mike malu-malu.
" Bos rese Lo itu...?" tanya Farah.
" Iya...," sahut Mike cepat dan membuat kedua temannya tertawa.
" Akhirnya jatuh cinta juga Lo sama dia...," kata Farah.
" Iya. Dia baik, supel, dewasa dan penyayang. Gue nyaman sama dia. Jadi Gue ga punya alasan buat nolak dia kan...," kata Mike sambil tersenyum.
" Jadi kapan dia ngelamar Lo...?" tanya Farah.
Mike pun terdiam sejenak. Lalu ia menceritakan awal kedekatannya dengan Danu di luar statusnya sebagai sekretaris Danu.
Setelah menghadiri undangan PT. Mahesa, Danu pun meminta supir pribadinya membawa mereka ke sebuah villa di daerah puncak. Mike yang memang merasa bersalah pun tak banyak bertanya kali ini.
Tiba di sana Mike mengikuti Danu tanpa perasaan curiga sedikit pun karena dia yakin Danu tak akan melakukan hal yang buruk padanya. Apalagi pengurus villa dan supir pribadi Danu juga nampak mondar mandir di sana.
" Kita duduk di tempat favorit Saya aja ya. Kamu pasti suka...," kata Danu sambil melepaskan jasnya dan meletakkanya di sofa.
" Iya Pak...," sahut Mike.
Danu membawanya ke belakang villa. Tempat yang menyenangkan karena bisa menatap pemandangan alam yang luar biasa. Sawah terbentang di kaki bukit dengan jalan yang berkelok, sangat menenangkan.
" Nah, jadi apa yang mau Kamu bicarakan...?" tanya Danu sambil menggulung lengan bajunya.
Mike tak menjawab, ia menatap kagum kearah Danu yang terlihat santai dan sedikit berbeda dengan kesehariannya itu. Tak sengaja tatapan mereka bertemu. Mike segera mengalihkan tatapannya dengan gugup.
" Ehm, itu. Saya minta maaf karena gaun itu rusak...," kata Mike gugup.
" Rusak, kok bisa...?" tanya Danu dengan tatapan menyelidik.
" Iya, itu...," ucapan Mike terputus.
" Kamu ga lupa berapa harganya kan Mike. Jadi wajar kalo Saya minta jawaban jelas kenapa gaun itu bisa sampe rusak. Apa Kamu sengaja merusaknya...?" tanya Danu sambil menatap tajam kearah Mike.
" Mmm, Saya akan ganti dengan cara mencicil. Bapak bisa potong gaji Saya tiap bulan untuk bayar gaun itu...," sahut Mike cepat.
Danu menggeleng mendengar jawaban Mike. Ia kembali mencecar dengan pertanyaan yang sama.
" Apa Kamu sengaja merusaknya...?" tanya Danu lagi.
" Bukan Saya...," sahut Mike dengan suara parau.
" Siapa...?" tanya Danu.
Mike meremas rok yang dipakainya. Ia tak ingin menceritakan aib keluarganya, tapi ia juga tak mau disudutkan dengan dugaan salah Danu. Dengan berat hati Mike menceritakan semuanya. Danu pun mendengar dengan seksama setiap kata yang Mike ucapkan.
" Maafkan Saya...," kata Mike sambil menunduk dengan air matanya yang menitik saat mengingat pertengkarannya dengan Kamila. Danu nampak tersenyum. Ia senang mendengar kejujuran Mike.
Tangan Danu terulur mengusap kepala Mike lembut. Hal itu membuat tangis Mike makin keras. Lalu Danu meraih Mike ke dalam pelukannya dan membiarkan Mike menangis hingga membasahi kemejanya.
Setelah beberapa saat Mike pun menghentikan tangisnya. Mike salah tingkah saat menyadari dirinya menangis di pelukan bosnya itu. Ia mengurai pelukan Danu dengan gugup.
" Maaf, Saya...," ucapan Mike terputus saat Danu mengatakan sesuatu yang membuatnya mematung bingung.
" Gapapa, Saya senang melihat Kamu seperti ini. Saya senang bisa mendengar semua keluh kesahmu. Saya senang jika Saya bisa seperti ini selamanya, menjadi tempat dimana Kamu bisa menangis dan berbagi segalanya...," kata Danu.
Kedua mata Mike mengerjap seakan mencoba mencerna kalimat yang baru saja diucapkan Danu.
" Mike, menikahlah dengan Saya. Saya janji akan bawa Kamu pergi jauh dari semua yang menyakitkan ini. Apa Kamu bersedia...?" tanya Danu tiba-tiba dan membuat Mike terkejut.
" Maaf, Bapak ga salah ngomong kan...?" tanya Mike balik.
" Saya serius. Saya suka sama Kamu sejak lama Mike. Saya ga bisa bohongin perasaan Saya. Saya sayang sama Kamu. Apa Kamu mau menjadi Istri Saya...?" tanya Danu lagi.
Mike terdiam. Ia memang dalam keadaan yang tak menguntungkan. Sejak lama ia ingin pergi jauh dari keluarganya, tapi ia takut jika membayangkan hidup sendiri di luar sana. Dan saat tawaran menikah itu datang, Mike merasa itu adalah jawaban dari doa-doanya selama ini. Ia bisa menikah dan tinggal bersama suaminya sekaligus menjauh dari keluarganya itu.
Mike mendongakkan wajahnya mencoba menatap Danu dan mencari kesungguhan di mata Danu yang masih menanti jawaban darinya. Sejenak mereka saling menatap. Perlahan Mike mengangguk sambil tersenyum.
" Iya, Saya bersedia menikah dengan Bapak...," kata Mike mantap.
Danu tersenyum bahagia. Ia memeluk Mike dan menghujani kepala Mike dengan ciuman.
" Alhamdulillah, makasih Sayang...," kata Danu berulang kali.
" Sama-sama...," sahut Mike lalu balas memeluk Danu sambil tersenyum. Kebahagiaan nampak terpancar di wajahnya. Kegundahannya selama ini sirna saat ia berada dalam pelukan Danu dan ia yakin bersama Danu ia akan memperoleh kebahagiaan yang selama ini dicarinya.
" So sweet banget sih...," kata Nata dengan mata berkaca-kaca saat cerita Mike berakhir.
" Happy ending deh...," kata Farah menambahkan.
" Iya. Ini juga berkat Lo Far. Makasih ya udah bantuin Gue...," kata Mike tulus.
" Eh, bentar. Kok Farah doang. Apa ada yang terlewat ya, atau Kalian menyembunyikan sesuatu dari Gue...?" tanya Nata sambil menatap tajam kearah Farah dan Mike.
Farah dan Mike tersenyum. Mereka memang sepakat menutupi kisah Mike dari Nata.
" Sabar dong Nat, Gue kan belum selesai tadi...," kata Mike cepat.
Nata hanya melengos sebal.
" Makasih ya Nata atas suport Lo selama ini buat Gue...," kata Mike sambil mengecup pipi Nata dan membuat Nata terkejut sekaligus senang.
" Gue ga dikiss...," gantian Farah yang merajuk.
Nata dan Mike tertawa lalu merentangkan tangannya. Dan ketiganya pun berpelukan erat.
" BFF. Best Friend Forever...!" jerit ketiganya sambil tertawa.
Suasana makin heboh saat Danu datang menghampiri Mike sesuai permintaan Mike yang ingin mengenalkannya kepada Farah dan Nata.
\=\=\=\=\=
Di hari pernikahan Mike, Farah dan keluarganya turut hadir memenuhi undangan Mike dan Danu. Ia nampak menitikkan air mata haru.
" Mama senang akhirnya Mike menikah juga...," kata Gendis yang berdiri di samping Darius.
" Iya Ma...," sahut Farah sambil bersandar di bahu Erik.
Sedangkan Faiq nampak menatap dari kejauhan sambil tersenyum.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 459 Episodes
Comments
Sibollo
kayah dunia nyata yaa
2021-12-19
2
syarifa putri
ceritanya berasa pengalaman sendiri ya thor ... 😂😂
2021-06-25
4
Rania Puspa
aku bru sempet baca aku gass seklian 😁
di tunggu lnjutannya sukses trus author yg humble 💙
2021-06-20
3