Di kantor polisi terlihat Samsu, suami Tari sedang dibawa ke dalam sebuah ruangan untuk diinterogasi.
Saat polisi menginterogasinya, Samsu hanya diam membisu. Tapi polisi tak kehabisan akal. Dengan berbagai upaya akhirnya polisi berhasil mengorek keterangan dari tersangka utama itu.
" Saya kesal gara-gara dia sering marahin Saya Pak polisi...," kata Samsu.
" Marah kenapa...?" tanya polisi.
" Katanya Saya ini pemalas dan sukanya main HP aja. Padahal Saya udah kerja sana sini. Ya nasib aja karena kerjaan Saya ga pernah manjang...," sahut Samsu.
" Kegiatan Istrimu apa di rumah...?" tanya polisi.
" Dia guru honorer di SMP swasta dekat rumah Pak...," sahut Samsu.
" Dia punya penghasilan, Kamu ga kerja. Ya jelas dia marah. Apalagi pengeluaran terus ada tiap hari. Wajar kalo dia marah. Istri Saya aja yang Saya kerja tetap dan punya gaji tiap bulan masih marah kalo liat Saya malas, apalagi Kamu...," sindir polisi itu.
" Iya, tapi Saya ga suka caranya negur Saya Pak...," sahut Samsu membela diri.
" Alasan. Ini bukan kali pertama Kamu pukul Istrimu sampe babak belur kan. Warga di sekitar rumahmu sampe radius dua ratus meter aja tau kalo Kamu sering KDRT sama Istrimu itu. Dan Kamu adalah laki-laki pengecut karena berani main tangan sama Istrimu sendiri...!" hardik polisi lainnya.
" Dan karena ulahmu sekarang Istrimu itu cacat, tau ga...!" kata polisi lagi.
" Apa, cacat Pak. Kok bisa...?!" tanya Samsu terkejut dengan suara gemetar.
" Ya bisa lah kalo dipukulin tiap hari. Dan dia dibawa sama keluarganya sekarang. Mereka juga udah ngurus surat perceraian di Pengadilan Agama...," kata seorang polisi sambil menatap kesal kearah Samsu.
Samsu yang shock mendengar istrinya cacat akibat ulahnya dan kini sedang digugat cerai pun jatuh pingsan. Hal ini membuat polisi yang sedang menginterogasinya pun tertawa.
" Hah, kampr*t. Gitu aja pingsan Lo...," kata seorang polisi sambil berdecak sebal.
" Garang sama cewek doang Lo. Giliran dicerai mewek...," kata polisi lainnya sinis.
Dan polisi pun mengembalikan Samsu ke dalam sel tahanan setelah Samsu siuman.
\=\=\=\=\=
Faiq sedang menonton berita kriminal di televisi. Ia menyimak apa yang disampaikan oleh pembaca berita dengan seksama. Saat tersangka utama dibawa dari ruang sidang menuju tahanan kembali, Faiq nampak mengerutkan keningnya.
Faiq melihat ada penampakan besar hitam di belakang si tersangka utama yang tak lain adalah Samsu, suami Tari.
" Pantesan aja dia jadi kasar sama Istrinya itu. Rupanya ada makhluk itu yang ikut andil...," gumam Faiq sambil menganggukkan kepalanya.
" Apa maksud Kamu Bang. Jangan bilang dia kesurupan saat dia lagi mukulin Istrinya itu. Asal Kamu tau ya Bang, Istrinya itu pasien Mama. Dan dia jadi cacat karena dipukulin sama Suaminya yang gi*a itu...," kata Farah berapi-api.
" Iya Mama Sayang. Tenang dulu ya...," kata Faiq sambil tersenyum.
" Kenapa sih Ma...?" tanya Efliya penasaran.
" Kepo...!" seru Faiq sambil melempar kulit kacang kearah Efliya.
" Ish, Abang nih. Iseng banget sih...!" jerit Efliya marah.
Faiq dan Efliya saling bersahutan. Tak ada satu pun yang mengalah. Sedangkan Farah nampak berusaha mencerna ucapan Faiq tadi.
" Kalo gitu, Istrinya harusnya masih bisa sembuh dong Bang. Iya kan...?" tanya Farah penuh harap.
" Mudah-mudahan bisa Ma...," sahut Faiq sambil tertawa menghindari serangan balasan Efliya.
" Assalamualaikum...," sapa Erik dan Fatur bersamaan.
" Wa alaikumsalam...," sahut Farah, Faiq dan Efliya.
Lalu Efliya menghambur ke pelukan Fatur dan berbisik sesuatu di telinga Fatur.
" Masa...?" tanya Fatur.
" Iya...," sahut Efliya hingga membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa.
Efliya menghentakkan kakinya sambil melengos. Melihat hal itu Fatur pun mencubit pipi Efliya gemas sambil duduk di depan televisi.
" Ini berita yang lagi rame itu ya Kak...?" tanya Fatur saat melihat berita kriminal di televisi.
" Iya. Tapi kata Faiq si tersangka ngelakuin itu semua karena dipengaruhi makhluk ghaib...," sahut Farah sambil meletakkan dua cangkir kopi di atas meja.
" Emang gitu Bang...?" tanya Erik.
" Iya Pa...," sahut Faiq lalu duduk di samping Fatur.
" Aku sih percaya sama Faiq. Soalnya si tersangka berkali-kali bilang kalo dia dalam keadaan ga sadar waktu mukulin Istrinya itu...," kata Fatur sambil mengunyah kacang kulit.
" Oh gitu ya. Pantes aja dia nyangkal terus kalo polisi nganggap semua direncanain sejak awal...," kata Erik menambahkan.
" Tapi lepas dari semua pengakuan si breng**k itu, yang kasian kan Istrinya. Dia yang jadi korban lho. Dari cantik dan sehat sekarang jadi buruk rupa dan cacat. Aku ga tau deh gimana cara Suaminya mukulin kok bisa sampe merubah struktur wajahnya juga...," kata Farah kesal.
" Itulah kalo kurang iman. Ga ada suasana agama di dalam rumah. Semuanya dibawa emosi dan pake logika. Padahal harusnya menghadapi masalah rumah tangga kan bisa pake jalur yang udah diatur dan disediain, yaitu lewat agama. Kalo Kita ngaduin semua masalah ke Allah, insya Allah bakal dikasih jalan keluar. Bukannya lari ke miras dan sebagainya. Usaha lahiriah mah jalan, tapi usaha batiniah berupa doa ga pernah. Ya pincang lah. Akhirnya gini deh jadinya...," kata Erik menganalisa.
" Betul tuh Bang. Soalnya Aku dengar juga Suaminya itu suka sekali ke dukun buat nyari jimat biar bisa diterima kerja di tempat yang enak...," kata Fatur.
" Tuh bener kan. Larinya aja ke dukun, bukan ke Allah. Ya pantes lah yang ngikutin makhluk jahat, jadi panas dan bawaannya emosi mulu. Akhirnya melakukan tindakan yang di luar nalar...," kata Erik lagi.
Farah terdiam mendengar ucapan Erik. Ia mengerti kini pangkal penyebab terjadinya penganiayaan terhadap Tari. Semula ia masih berpikir bagaimana bisa seorang yang berpendidikan mendapatkan suami yang dangkal akhlaknya. Tapi setelah mendengar perbincangan Fatur, Erik dan Faiq, Farah pun lebih paham.
" Jadi pendidikan tinggi juga ga menjamin akhlak mereka baik ya Pa. Pendidikan tinggi juga ga akan berarti apa-apa kalo mereka ga mengamalkan ajaran agamanya dengan baik...," kata Farah.
" Betul Ma. Kadang orang yang berpendidikan tinggi itu lupa bagaimana cara bersyukur atas segala anugerah yang Allah kasih. Mereka mengesampingkan agama dan malah mengedepankan gaya hidup. Yah, ga bagus lah buat dijadiin contoh. Yang benar itu menjadikan agama sebagai pedoman hidup. Insya Allah Kita bakal selamat di dunia dan di akherat...," kata Erik bijak.
" Aamiin...," sahut semua orang di ruangan itu termasuk Bonbon yang baru saja ikut bergabung usai mencuci mobil di halaman depan.
" Alhamdulillah Mama bangga deh sama Papa yang udah jadi imam yang hebat buat keluarga Kita...," kata Farah sambil memeluk Erik dengan erat.
" Ehm, masih sore Kak. Lagian tolong hargai dong si jomblo yang ganteng ini...," sindir Fatur.
Farah dan Erik malah mengeratkan pelukan mereka dan mengatakan sesuatu yang membuat Fatur kesal.
" Makanya cari pacar sana...!" seru Erik dan Farah bersamaan hingga membuat Faiq, Efliya dan Bonbon tertawa. Sedangkan Fatur nampak menekuk wajahnya mendengar ucapan Erik dan Farah. Suasana kembali ramai dengan gelak tawa saat Fatur memulai aksinya mengusili Efliya.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 459 Episodes
Comments
Risa Istifa
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2022-11-11
0
Aqua_Chan
😍😍😍😍😍
2022-07-12
0
Sumiati
thor kamu lupa apa gimna ya ? kan fatur dah nikah sama Bilkis anaknya fajar
2021-07-28
3