Faiq bersiap mengikuti ujian kelulusan sekolah saat ia kembali mengalami hal mistis. Saat itu teman Farah datang berkunjung ke rumah. Mereka berbincang banyak karena sudah lama tak bertemu.
Teman Farah yang bernama Mike dan Nata adalah wanita karir. Nata sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak perempuan. Sedangkan Mike belum menikah.
" Kenapa Ke, masih belom bisa move on ya dari si Fauzi...?" tanya Farah.
" Ah, ga kok. Cuma malas aja. Masih pengen sendiri...," sahut Mike santai.
" Tapi kelamaan sendiri juga ga bagus lho Ke...," kata Nata sambil mengunyah permen karet.
" Abis Gue trauma liat pernikahan Kakak Gue yang kandas. Padahal Kakak Gue cinta setengah mati sama Istrinya. Tapi akhirnya pisah juga...," sahut Mike mengemukakan alasannya.
" Mungkin emang jodoh mereka aja yang pendek. Ga bisa disamain lah jodoh dan nasib tiap orang. Siapa tau pernikahan Lo malah bisa lenggeng nanti...," kata Farah bijak.
" Iya, iya. Udah Kita keluar yuk. Cari udara segar kaya dulu lagi...," ajak Mike.
" Ga bisa lah Ke. Kita udah punya keluarga sekarang. Apa kata orang kalo ngeliat Kita masih nongkrong ga jelas kaya dulu...," tolak Nata sambil tersenyum.
" Ups, sorry. Gue lupa kalo dua teman Gue ini udah ada yang punya plus punya buntut...," kata Mike sambil tertawa.
" Dasar error Lo...," kata Nata sambil tertawa.
Tiba-tiba Faiq dan Efliya masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum Mama...," sapa Faiq dan Efliya bersamaan.
" Wa alaikumsalam, eh Anak Mama udah pulang. Sini Nak, salim dulu sama Tante Nata dan Tante Mike...," kata Farah.
" Wah, Anak Lo cakep-cakep banget Far...," puji Nata sambil mencubit pipi Efliya gemas.
" Alhamdulillah, kan Papanya ganteng...," sahut Erik yang baru saja tiba.
Mike dan Nata menoleh lalu tertawa. Mereka telah mengenal Erik dengan baik. Setelah bersalaman, Erik dan kedua anaknya pun memilih menyingkir untuk memberi kesempatan kepada Farah dan dua tamunya melanjutkan perbincangan mereka.
" Pa, teman Mama itu kayanya ada yang gangguin ya...," bisik Faiq di telinga Erik.
" Masya Allah, yang benar Nak...," kata Erik terkejut.
" Iya Pa. Kalo Papa ga percaya, sini Kita liat dari sini...," ajak Faiq sambil sembunyi di balik lemari pembatas ruangan.
Erik menolak pernintaan Faiq karena tak mau dikira lancang mengintip istrinya. Faiq pun mengerti dan mengajak Erik keluar melalui pintu samping. Lalu mereka berdua bermain di samping sambil sesekali melirik kearah Farah dan tamunya.
Keyakinan Faiq makin besar saat melihat Bonbon masuk dan melewati ruangan tempat Farah dan kedua temannya berada. Terlihat ekspresi wajah Mike yang terlihat tegang dan tak suka saat melihat Bonbon.
Bonbon yang tak mengetahui jika Farah sedang bersama temannya di sana pun lewat sambil bersiul-siul kecil.
" Eh, Bon. Sini bentar, kenalin nih teman Aku...," panggil Farah.
" Iya Mbak...," sahut Bonbon lalu menghampiri Farah. Bonbon mengulurkan tangannya dan menyapa Mike juga Nata.
Setelah basa basi secukupnya Bonbon pun melangkah masuk meninggalkan ruangan itu.
" Siapa Far...?" tanya Nata.
" Temannya Bang Erik. Tapi udah kaya keluarga sendiri karena tinggal di sini dan bantuin Kita momong Anak-anak. Eh, ngomong-ngomong dia juga masih bujang lho Ke...," kata Farah sambil melirik kearah Mike.
" Apaan sih Far. Bukan type Gue lah, orang kemayu kaya gitu kok...," sahut Mike sambil mencibir.
" Ya Allah mulut Lo Ke. Tajam banget sih. Hati-hati lah kalo ngomong, ntar ketulah baru tau rasa Lo...!" kata Nata tak suka.
" Kenapa sih Nat. Emang benar kok. Liat aja sendiri gimana sikapnya tadi...," sahut Mike membela diri.
" Udah gapapa kok. Bonbon juga orangnya santai. Lagian belum tentu juga dia mau sama Mike, kan Mike juga bukan type dia...," kata Farah menengahi.
" Oh gitu. Kok Lo tau...?" tanya Nata.
" Kan Gue udah bilang tadi. Bonbon itu udah kaya keluarga sendiri. Jadi Kami tau betul seleranya kaya apa...," sahut Farah sambil tersenyum.
Nata mengangguk tanda mengerti sedangkan Mike hanya diam sambil asyik melihat ke layar ponselnya.
Sementara di luar rumah Faiq sedang memperhatikan sosok makhluk yang mengikuti Mike. Makhluk itu berdiri di belakang Mike dan sesekali membisikkan sesuatu yang membuat Mike selalu melontarkan kalimat yang tak seharusnya. Beruntungnya Farah dan Nata adalah teman lama yang mengerti karakter Mike. Jika tidak, mungkin sudah sejak tadi terjadi keributan karena lawan bicara Mike tak akan suka mendengar ucapannya yang kasar dan tak memperhatikan perasaan orang lain.
\=\=\=\=\=
Saat makan malam keluarga Erik kembali kedatangan tamu. Kali ini kedua orangtua Farah yaitu Darius dan Gendis yang datang.
Mereka juga datang bersama Fajar, kembaran Farah beserta istri dan anaknya yaitu Inez dan Inka.
" Yeeyy, Om Fajar sama Tante Inez juga ikut. Siniin Tante Adik Inkanya...," kata Efliya dengan suara nyaringnya.
" Ssstt, berisik banget sih El. Kuping Aku jadi sakit nih denger suara Kamu...," kata Faiq sambil menatap tajam kearah Efliya.
" Ish, Abang kenapa sih marahin Aku terus...?" protes Efliya.
" Udah dong ributnya. Ntar Inka malah ga mau lho deket sama Efliya...," bujuk Inez menengahi.
Mendengar ucapan Inez membuat Efliya dan Faiq pun menghentikan keributan mereka. Lalu Fajar duduk di samping Erik untuk ikut makan malam bersama.
Setelah makan malam yang penuh drama itu usai, mereka berpindah ke ruang depan. Sambil berbincang hangat mengenai banyak hal. Sementara itu Inez dan Farah merapikan meja makan lalu mencuci piring di dapur. Setelahnya mereka membawa beberapa cemilan ke ruang depan.
" Jadi kata Faiq gitu. Terus udah bilang belum sama Farah...?" tanya Fajar.
" Bilang apa...?" tanya Farah balik sambil melangkah ke ruang depan bersama Inez.
" Itu, soal teman Kamu yang diikutin hantu...," sahut Gendis sambil membelai rambut panjang Efliya.
" Diikutin hantu. Siapa Nak...?" tanya Farah sambil menatap kearah Faiq.
" Tante Mike Ma. Ada hantu yang ngikutin, makanya Tante Mike jadi nyebelin kan. Kalo ngomong suka bikin orang lain sakit hati. Itu gara-gara dibisikin sama hantu yang ngikutin di belakangnya...," sahut Faiq santai.
" Astaghfirullah. Kasian si Mike. Apa bisa diilangin ga pengaruh buruknya Nak...?" tanya Farah cemas.
" Insya Allah bisa Ma. Tapi Tante Mike itu kalo disuruh sholat kan malas. Sedangkan hantu itu paling suka kalo Tante Mike ga sholat...," sahut Faiq.
" Mmm, gimana dong ngasih taunya. Mama khawatir dia tersinggung kalo dikasih tau...," kata Farah bingung.
" Ngasih taunya jangan di depan orang lah Nak. Kamu telephon ajakin ketemu, terus ceritain apa yang diliat sama Anakmu...," saran Darius.
" Benar tuh kata Papa...," kata Erik dan Fajar bersamaan.
" Gitu ya. Ok, besok Aku ajakin ngobrol dari hati ke hati deh. Siapa tau dia juga ga tau kalo ada makhluk ghaib yang ngikutin dia selama ini. Apa jangan-jangan makhluk itu juga yang udah bikin jodohnya Mike terhambat ya Pa...?" tanya Farah sambil menoleh kearah Darius.
Darius menggedikkan bahunya tanda tak mengerti.
" Bisa jadi Ma. Soalnya makhluk itu juga bikin Tante Mike ga suka sama cowok...," sahut Faiq.
" Masa sih. Kok Kamu tau sih Nak...?" tanya Farah takjub.
" Soalnya waktu Mama kenalin sama Om Bonbon tadi, dia keliatan ga suka. Mukanya keliatan benci banget sama Om Bonbon...," sahut Faiq lagi.
" Oh kalo itu mah emang biasa. Dari dulu Tante Mike itu paling ga suka dikenalin sama cowok. Apalagi kalo Kita lagi ngobrol. Buat dia tuh kehadiran cowok-cowok itu ganggu, apalagi kalo cuma modus doang. Maunya dia tuh, cowok yang dikenalin itu serius, punya pilihan langsung siapa yang mau dideketin. Padahal kan Kita cuma basa basi atau sejenisnya. Makanya tadi sempat ribut dikit sama Tante Nata saat Mama ngenalin dia ke Om Bonbon...," kata Farah menjelaskan.
" Tapi bisa jadi itu pengaruh jin jahat yang selama ini mengikuti Mike lho Sayang...," sela Erik sambil duduk di samping Faiq.
" Maksudnya gimana sih...?" tanya Farah.
" Maksudnya Bang Erik, makhluk itu sebenarnya udah lama ada di badannya si Mike dan bikin Mike jadi ilfeel sama lawan jenis. Gitu Far...," sahut Fajar menjelaskan.
Farah terdiam sejenak. Ia mencoba mengingat reaksi Mike jika bertemu lawan jenis.
" Padahal dulu ga kaya gitu banget lho. Seingat Aku Mike berubah sejak putus dari Fauzi, cowoknya yang terakhir. Itu pun udah lima tahun yang lalu putusnya...," kata Farah sambil memasukkan keripik ke dalam mulutnya.
" Bisa jadi itu penyebabnya. Coba Kamu cari tau Nak. Kasian Mike kalo sampe berumur tapi belum menikah...," kata Gendis yang juga telah mengenal Mike dan Nata.
" Ok, insya Allah Aku cari tau nanti Ma...," janji Farah sambil tersenyum.
Gendis pun mengangguk senang. Ia prihatin pada nasib teman anaknya itu.
" Emang Oma kenal sama temannya Mama itu...?" tanya Faiq polos.
" Iya Nak. Kan dulu teman Mama Kamu sering ke rumah buat jemput Mama Kamu. Makanya Oma dan Opa kenal sama Tante Mike dan Tante Nata...," sahut Gendis sambil tersenyum.
" Oma sama Opa juga datang waktu Tante Nata nikah. Iya kan Ma...," kata Farah bangga.
" Iya...," sahut Gendis dan Darius bersamaan.
" Nah kalo gitu lebih gampang kasih taunya dong Ma...," kata Faiq.
" Iya. Tapi nanti Kamu bantuin Tante Mike ngusir hantunya ya Nak...," pinta Farah.
" Siap Ma...," sahut Faiq cepat.
" Papa sama Om Fatur dan Kyai Syakir juga siap bantu kalo diperluin...," kata Erik menawarkan diri.
" Ok deh. Makasih semuanya. I love You all...," kata Farah sambil memeluk semua orang bergantian.
Sikap Farah itu membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa.
bersambung
\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 459 Episodes
Comments
Risa Istifa
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2022-11-11
0
Sumiati
tuh kan pdahal bonbon udh nikah makin ga jelas
2021-07-28
4
🎎 Lestari Handayani
like. hadir say 🤗
2021-07-20
3