Farah berkali-kali menoleh kearah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia nampak cemas menunggu kedatangan Mike. Sambil mengetuk meja Farah menoleh kearah pintu masuk kafe, berharap Mike segera datang.
Untuk mengurai kejenuhan, Farah pun menelephon kedua anaknya.
" Assalamualaikum Faiq. Gimana, udah mandi belum...?" tanya Farah.
" Wa alaikumsalam, iya Ma. Ini baru mau mandi...," sahut Faiq.
" Adik Kamu udah mandi belum...?" tanya Farah lagi.
" Udah Ma. Sekarang lagi main sama Om Bonbon di depan...," sahut Faiq.
Tak lama terlihat Mike datang sambil melambaikan tangannya. Melihat Mike mendekat, Farah mengakhir pembicaraan via telephon itu.
" Sorry telat ya...," kata Mike sambil tersenyum.
" Banget. Kemana aja sih Lo...?" tanya Farah pura-pura marah.
" Biasalah atasan Gue. Kalo udah mau pulang pasti ngasih kerjaan tambahan. Tapi kalo masih banyak waktu tuh belaga cuek. Bete Gue jadinya...," kata Mike kesal.
" Atasan Lo cewek atau cowok...?" tanya Farah.
" Cowok...," sahut Mike cepat sambil meneguk juice sirsak kesukaannya.
" Suka sama Lo kali...," tebak Farah.
" Apaan sih Lo. Ga banget deh...," sangkal Mike dengan wajah tegang.
" Ya siapa tau aja. Lagian kenapa sih emangnya. Asal single kan gapapa juga...," kata Farah menenangkan.
" Ga mau Gue. Ogah. Orang ga punya perasaan kaya gitu kok. Mending sama tembok aja deh...," sahut Mike sewot.
" Astaghfirullah. Istighfar Lo Ke, jangan takabur. Ntar kalo permintaan Lo dikabulin dan Lo married sama tembok beneran gimana...?" tanya Farah.
" Ya ga mungkin lah dodol. Lagian Lo juga sih, masa nyuruh Gue sama Bos Gue itu, bikin emosi aja. Yang ada ntar malah darah tinggi Gue kalo sama dia...!" kata Mike ketus.
" Sorry deh. Emang kenapa sih segitu keselnya sama Bos Lo itu...?" tanya Farah.
" Ck. Sebenernya males nyeritainnya. Tapi gapapa lah biar Lo ga penasaran. Tapi janji ya jangan omongin ini di depan Nata. Bisa abis dikuliahin Gue sama dia...," kata Mike.
" Iya deh...," sahut Farah sambil tertawa.
Mike pun ikut tertawa karena merasa lucu saat membayangkan dirinya dimarahi oleh Nata yang terkenal cerewet itu.
" Gini, Bos Gue itu kan duda. Gue juga ga tau awalnya. Pas kerja jadi sekretarisnya selama setengah tahun Gue baru tau kalo dia itu duda. Itu pun ga sengaja tau pas temannya datang dan ngatain dia plus nyindir-nyindir Gue. Makanya sejak saat Gue tau kalo Bos Gue itu duda, ya Gue harus extra hati-hati lah. Gue ga mau dia macam-macam atau memanfaatkan waktu buat melecehkan Gue...," kata Mike.
" Emang Bos Lo itu mes*m ya. Kok segitu takutnya Lo sama dia...?" tanya Farah.
" Gue ga tau. Tapi yang pasti Gue lebih hati-hati aja. Ga salah kan Gue bersikap kaya gitu. Apalagi kalo orang kaya dia yang biasa sama Istri pasti ngeliat Gue juga gimana gitu...," kata Mike lagi.
" Gimana gitu apa sih. Ga jelas deh Lo ngomongnya. Daritadi tuh muter-muter aja ga nyampe-nyampe. Kalo yang Gue tangkap dari omongan Lo itu, Lo takut Bos Lo itu naksir sama Lo dan ngajakin Lo married. Gitu kan...?" tebak Farah.
Mike terbatuk-batuk mendengar ucapan Farah yang sangat frontal itu. Lalu dengan wajah malu-malu Mike pun mengangguk.
" Jadi itu penyebabnya. Terus kenapa Lo kesel kalo dia ngasih tugas tambahan...?" tanya Farah asal.
" Ya kesel lah. Pertama, tugas tambahan itu kan ga ada gajinya. Kedua, tugas tambahan itu bikin waktu Gue buat pulang tertunda setengah sampe satu jam lebih lama. Ketiga, Gue tau itu cuma modusnya dia aja buat deketin Gue. Dan Gue ga suka itu...!" sahut Mike berapi-api.
Farah tersentak kaget. Ia seperti melihat sisi lain seorang Mike yang tak pernah dikenalnya, padahal mereka cukup lama berteman. Menyadari Farah sedikit terkejut akan ucapannya, Mike pun tersenyum sambil menepuk punggung tangan Farah lembut.
" Sorry, kaget ya...," kata Mike.
" Iya sedikit...," sahut Farah.
" Terus maksud Lo ngajak ketemuan di sini ada apaan ya Far...?" tanya Mike sambil mengunyah brownis di piringnya perlahan.
" Mmm, itu. Gue masih kasih tau Lo sesuatu, tapi janji jangan marah ya...," pinta Farah.
" Apaan sih Far, kaya Anak kecil aja...," sahut Mike sambil tertawa kecil.
" Ini emang berhubungan sama Anak kecil...," kata Farah.
" Siapa...?" tanya Mike.
" Anak Gue Faiq. Asal Lo tau, dia itu indigo. Dan waktu Lo sama Nata ke rumah kemaren, dia ngeliat sesuatu di belakang Lo. Katanya itu yang bikin kepribadian Lo sedikit berubah...," sahut Farah hati-hati.
" Masa sih...," kata Mike santai.
" Iya. Anak Gue bilang, itu yang bikin Lo jadi ilfeel sama lawan jenis. Karena makhluk itu udah mempengaruhi Lo dan bikin Lo mati rasa sama cowok, tambah lagi omongan Lo yang seringkali ga pake filter karena asal jeplak aja...," kata Farah menjelaskan.
" Gitu ya...," kata Mike sambil menatap Farah lekat.
" Dan Nyokap Bokap Gue yang minta Gue buat nyampein ini semua sama Lo. Mereka khawatir Lo ga nikah nanti gara-gara pengaruh buruk makhluk itu. Tapi semua terserah sama Lo percaya atau ga...," kata Farah akhirnya karena merasa Mike tak merespon ucapannya.
Mendengar ucapan Farah yang menyertakan kedua orangtuanya membuat Mike tersentak. Ia merasa mendapat perhatian dari Darius dan Gendis.
" Jadi, apa Gue masih bisa disembuhin...?" tanya Mike setelah terdiam cukup lama.
Farah tersenyum mendengar pertanyaan Mike. Ia merasa jika upaya yang dilakukan untuk kesembuhan Mike akan bisa membantunya keluar dari pengaruh buruk makhluk tak kasat mata yang selalu mengikuti Mike selama ini.
" Insya Allah bisa. Nanti Kita cari waktu yang pas buat ngomongin semua ini ya. Lo tenang aja, ini ga bakal bocor kemana-mana kecuali Lo sendiri yang bocorin...," kata Farah mantap.
" Ok deh. Tapi Gue malu sama Anak Lo Far. Masa Anak kecil bantuin orangtua kaya Gue...," kata Mike gusar.
" Lo ga usah khawatir, Faiq ga sendirian. Ada Bang Erik, Fatur juga Kyai Syakir yang bakal bantuin nanti. Mereka udah jadi team dan biasa nanganin yang kaya gini...," kata Farah berusaha menenangkan Mike.
" Oh, kalo gitu Gue lebih tenang. Terus Gue harus apa Far...?" tanya Mike lagi.
" Lo harus ceritain jujur tentang semuanya nanti. Ga usah malu atau ada yang ditutupin. Karena dari semua itu justru bisa ketemu solusinya...," sahut Farah.
" Gitu ya. Kapan Gue ketemu sama mereka...?" tanya Mike antusias.
" Biar Gue tanyain dulu sama Suami Gue nanti ya...," sahut Farah sambil tersenyum.
Mike pun mengangguk lalu melanjutkan makannya dengan rasa penasaran yang menggunung.
\=\=\=\=\=
Erik dan Faiq bergerak cepat. Setelah Farah menyampaikan 'penglihatan' Faiq kepada Mike, akhirnya Mike bersedia diobati.
Dan kini Mike sudah berada di rumah Kyai Syakir ditemani Farah. Sedangkan Erik, Faiq dan Fatur telah tiba lebih dulu.
Kyai Syakir nampak menatap Mike yang duduk di hadapannya dengan gelisah. Setelah Mike berwudhu dan mengenakan mukena, baru lah proses ruqyah itu dimulai. Diawali dengan sesi tanya jawab yang berlangsung santai.
" Kapan Kamu merasa jika Kamu menjadi lebih temperamental...?" tanya Kyai Syakir setelah mendengarkan curahan hati Mike tadi.
" Mmm, seingat Saya setelah Saya putus dari Fauzi Pak Kyai...," sahut Mike salah tingkah.
" Apa dia pernah memberimu sesuatu berupa benda atau apa pun...?" tanya Kyai Syakir.
" Pernah, tapi udah Saya buang semua...," sahut Mike.
" Semuanya, tanpa terkecuali...?" tanya Kyai Syakir berusaha meyakinkan dan diangguki oleh Mike.
Kyai Syakir terus melanjutkan membaca lantunan ayat suci Al Qur'an. Demikian pula Erik, Fatur dan Faiq. Mereka berempat nampak serius, sedangkan Farah juga ikut berdzikir di sudut ruangan.
Terjadi keanehan saat semua orang larut dengan bacaan ayat suci Al Qur'an dan dzikir yang menggema di ruangan itu. Tiba-tiba Mike nampak menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil tersenyum. Lalu tak lama kemudian terdengar tawa yang keluar dari mulut Mike. Namun suara yang keluar itu bukan lah suara Mike. Suara itu menyerupai suara laki-laki dewasa.
Kyai Syakir yang melihat Mike sudah ada di antara sadar dan tidak pun maklum. Ia melirik kearah Fatur dan Erik. Keduanya yang mengerti isyarat yang diberikan pun maju dan duduk di belakang tubuh Mike yang seperti sedang menari mengikuti alunan ayat suci yang dibaca Kyai Syakir.
" Siapa Kamu...?!" tanya Kyai Syakir.
" Aku, yang menjaga wanita ini...," sahut makhluk itu melalui mulut Mike.
" Dia ga perlu kau untuk menjaganya, karena sudah ada Allah yang menjaganya...," kata Kyai Syakir.
" Aku tau itu. Tapi dia terlalu bod*h karena menyerahkan hatinya pada pria breng**k itu...," sahut makhluk itu kesal.
" Apa hubungannya denganmu...?" tanya Kyai Syakir lagi.
" Aku dikirim oleh keluarganya yang sayang sama dia untuk menjaganya dari pria-pria breng**k di luar sana. Supaya dia ga salah pilih dan menyesal di kemudian hari...," sahut makhluk itu.
" Kamu bukan menjaganya tapi malah menghalangi orang yang ingin mendekatinya dan meminangnya. Itu jahat namanya bukan sayang. Kalo sayang itu, biarkan dia memilih pendamping hidup yang dia cintai. Kalian tinggal mengawasi dan merestui andai mereka berjodoh...," kata Kyai Syakir sinis.
Makhluk dalam tubuh Mike nampak gelisah karena semua ucapannya dimentahkan oleh Kyai Syakir. Merasa tersudut, Mike yang dalam keadaan dipengaruhi oleh makhluk itu pun menggeram marah. Lalu dengan gerakan cepat Mike berlari keluar rumah.
Semua yang ada di dalam ruangan itu terkejut tak menyangka Mike akan lari keluar dalam keadaan tak sadar dan tanpa alas kaki.
Erik dan Fatur bergerak cepat mengejar Mike. Mike meronta dan berteriak histeris saat kedua tangannya berhasil dicekal oleh Erik dan Fatur.
" Apa ini akan berhasil Nak...?" tanya Farah cemas.
" Insya Allah Ma. Walau mungkin agak sulit...," sahut Faiq menenangkan saat melihat Erik, Fatur dan Kyai Syakir yang kerepotan menghadapi Mike.
\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 459 Episodes
Comments
🐱oNcHy😘
nom bom bom
2021-06-18
3