# hari ini 2 episode ya readersku... #
Farah melangkah cepat menuju ruang operasi. Pikirannya melayang pada nasib salah seorang pasiennya yang menderita gangguan mental dan sedang tergolek lemah di ruang operasi.
Saat pintu operasi akan tertutup, Farah pun datang dan masuk ke dalam ruangan. Ia bertemu dengan dokter Sofyan yang akan menangani operasi pasien tersebut.
" Lho, kok dokter Farah di sini. Apa ada masalah dok...?" tanya dokter Sofyan ramah.
" Maaf dok, Saya cuma mau liat pasien itu sebentar...," sahut Farah cepat.
" Mmm, gitu ya. Silakan dok...," kata dokter Sofyan dan segera menepi memberi jalan pada Farah.
Farah mendekati pasien wanita bernama Tari itu. Tangan Farah terulur dan menyentuh kepala Tari dengan lembut lalu ia membisikkan sesuatu.
" Semangat ya Tari, Kamu pasti bisa sembuh...," bisik Farah.
Pasien bernama Tari yang sudah dalam pengaruh obat bius itu nampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Farah pun nampak tersenyum lalu mundur. Setelahnya Farah keluar dari ruangan itu.
" Keliatannya dokter Farah kenal dekat sama pasien ini ya...," kata dokter Sofyan.
" Sebenarnya sih dia sama aja kaya pasien lainnya dok. Tapi karena perjalanan sakitnya cukup dramatis, makanya Saya menaruh perhatian lebih sama dia. Apalagi dia sendirian tanpa sanak saudara di sini...," sahut Farah.
" Menarik. Saya mau dengar cerita lengkapnya nanti ya dok. Sekarang ijinkan Saya melanjutkan tugas Saya karena pasien kayanya udah pingsan tuh...," kata dokter Sofyan lagi.
" Baik, silakan dilanjut dok. Saya keluar dulu...," kata Farah lalu keluar dari ruangan itu dan melepaskan baju steril yang dipakainya. Setelahnya Farah kembali ke ruangannya.
\=\=\=\=\=
Tari adalah pasien Farah yang datang ke Rumah Sakit Firdausi dalam keadaan pingsan. Farah menanganinya pertama kali adalah saat sedang piket dan bertugas di ruang UGD.
" Maaf dok, ada pasien baru datang dengan luka lebam di sekujur tubuhnya. Keliatannya dia mengalami KDRT dok...," kata perawat kepada Farah malam itu.
Farah menggeram marah. Ia benci mendengar kata KDRT. Baginya itu hanya dilakukan oleh orang sakit jiwa yang tak pernah bisa bersyukur dan menghargai pasangan. Farah tak suka melihat orang lain mengalami KDRT, karena baginya berumah tangga adalah sesuatu yang harus dijalani dengan kesadaran dan komitmen bukan hanya sekedar cinta.
" Biar Saya cek dulu...," kata Farah sambil mengeluarkan stetoskop dari dalam sakunya.
Setelah mengecek keadaan pasien, Farah menghela nafas panjang.
" Berikan dia oksigen dan infus. Tubuhnya terlalu lemah. Keliatannya juga dia dehidrasi...," kata Farah pada dua perawat yang membantunya.
" Baik dok...," sahut kedua perawat itu bersamaan.
" Oh iya, tolong hubungi dokter Sofyan ya Sus. Saya khawatir ada sarafnya yang terluka kalo liat luka lebam pasien yang segini parahnya...," kata Farah lagi.
" Baik dok...," sahut perawat lalu mencoba menghubungi dokter Sofyan.
Selama dirawat, pasien bernama Tari itu selalu dijenguk oleh Farah meski pun ia sedang off.
Hingga beberapa hari kemudian Tari siuman dari pingsannya. Farah yang kebetulan sedang menjenguknya pun gembira melihat Tari siuman. Tapi Farah terdiam saat mendapati wanita di hadapannya itu terlihat seperti orang cacat mental. Sedangkan dari riwayat hidupnya diperoleh informasi jika Tari adalah Sarjana S1 jurusan Sastra.
" Pasti ada yang salah. Bagaimana mungkin seorang Sarjana pandai dan cantik menjadi orang cacat saat bangun dari pingsannya...," gumam Farah tak percaya.
Farah memperhatikan para perawat yang membantu melepas selang oksigen dan selang infus dari tubuh Tari.
" Bawa dia ke ruang rawat inap ya Suster. Biar Saya yang tanggung semua biayanya...," pinta Farah.
Perawat itu tertegun sesaat lalu menganggukkan kepalanya
" Baik dok...," sahut sang perawat dengan sigap.
Farah lalu mengambil berkas dari tangan perawat itu. Membuka dan membaca lagi data pasien yang ada di tangannya.
" Siapa yang bawa pasien ke sini malam itu Sus...?" tanya Farah.
" Petugas polisi dok. Kami dapat info kalo pasien Tari mengalami KDRT oleh Suaminya...," sahut perawat.
" Terus Suaminya dimana sekarang...?" tanya Farah.
" Sudah ditangkap polisi dok. Mungkin bakal dipenjara untuk beberapa waktu...," sahut perawat.
" Harus itu. Udah bikin orang normal jadi cacat kaya gini mah hukumannya harus berat...," kata Farah kesal sambil mengembalikan berkas data milik pasien kepada perawat.
Kemudian Farah menemui dokter Sofyan yang juga menangani Tari. Farah terkejut saat mendengar pernyataan dokter Sofyan.
" Akibat pukulan berulang yang sering diterimanya, menyebabkan pasien gegar otak ringan. Ada beberapa pembuluh darah yang berhubungan dengan otak rusak. Dan efeknya seperti yang Kita liat sekarang dokter Farah...," kata dokter Sofyan prihatin.
" Ya Allah, kejam banget sih Suaminya sampe bikin Istrinya cacat kaya gini...," kata Farah iba.
" Ini adalah satu dari sekian banyak efek kasus KDRT dok. Ada juga yang sebelum menikah normal, begitu menikah ia mengalami kelumpuhan, tremor atau linglung. Bahkan ada yang harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa...," kata dokter Sofyan lagi.
" Kenapa harus pake kekerasan sih kalo bisa dibicarakan baik-baik...," kata Farah sambil menghela nafas panjang.
" Maaf kalo Saya lancang. Kenapa dokter Farah keliatan tertarik sama kasus Tari. Apa dia kerabat dokter Farah atau...," ucapan dokter Sofyan terputus.
" Bukan dok. Saya baru kenal dia di sini...," sahut Farah sambil tersenyum lalu pamit undur diri dari ruangan dokter Sofyan.
\=\=\=\=\=
Farah tiba di rumah dengan tubuh dan pikiran yang lelah. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian Farah membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Matanya baru akan terpejam saat dirasakan hembusan nafas menerpa wajahnya. Ia tahu jika Erik lah yang mendekatinya.
" Kamu kenapa Sayang, capek ya...?" tanya Erik sambil mengecup pipinya.
" Iya. Ada sedikit masalah di Rumah Sakit tadi. Kamu baru sampe atau...," ucapan Farah terputus.
" Abis ngajak Anak-anak keluar cari angin daripada di rumah pada ribut...," sahut Erik sambil membaringkan tubuhnya di samping Farah.
Farah menatap Erik lekat dan membuat Erik tersenyum.
" Kok ngeliatinnya kaya gitu. Mau sekarang, tapi Anak-anak gimana...?" tanya Erik sambil mengedipkan matanya.
" Ish, apaan sih Kamu. Aku lagi mikirin pasien Aku yang jadi cacat gara-gara Suaminya ngelakuin KDRT...," sahut Farah salah tingkah.
" Cacat, harus lapor polisi tuh. Hukuman penjara aja ga cukup buat cowok breng**k kaya gitu yang beraninya cuma sama perempuan...," kata Erik geram.
" Udah dipenjara sih Suaminya. Cuma Aku kasian sama Istrinya itu. Padahal awalnya dia cewek normal yang pintar, tapi gara-gara salah pilih Suami malah jadi cacat sekarang...," keluh Farah.
" Terus Kamu mau ngelakuin apa buat bantuin dia...?" tanya Erik sambil memeluk Farah.
" Aku bingung. Tadi keluarganya udah datang dan berniat bawa pulang dia ke kampungnya besok. Katanya mau diobatin di kampung aja. Aku ga bisa ngelarang karena keluarganya yang mutusin semuanya. Aku bantu biaya perawatan selama dia dirawat di Rumah Sakit aja...," sahut Farah.
" Apa yang udah Kamu lakuin itu juga bentuk suport buat dia lho Sayang. Sekarang jangan sedih lagi ya...," kata Erik sambil mempererat pelukannya.
" Iya. Aku cuma ga abis pikir aja. Kok bisa seorang Suami menyakiti wanita yang katanya dia cintai sampe separah itu...," kata Farah sambil membalas pelukan Erik.
Tak ada jawaban dari mulut Erik. Tapi jawaban lain yang Erik berikan hingga membuat Farah terbang ke langit ke tujuh.
\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 459 Episodes
Comments
Risa Istifa
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2022-11-11
1
Aqua_Chan
😊😊😊
2022-07-11
0
Myng Manik
baru pertama baca yg gendrenya horor dan sejauh ini sih bagus baget semangat terus kaka😊
2021-12-30
4