Mike pun memenuhi keinginan Danu. Ia berkeliling menatap gaun mewah di hadapannya dengan tatapan kagum. Gaun cantik yang dipajang di dalam butik itu membuatnya terpana dan tak sadar ia sudah menghabiskan waktu setengah jam tanpa berhasil memilih satu gaun pun.
" Kenapa, kok belum ada yang dicoba...?" tanya Danu.
Mike tak menjawab karena ia tak mau membuat atasannya itu marah. Danu yang mengerti keadaan Mike pun meminta karyawan butik memilihkan gaun untuk Mike.
" Kalo yang ini gimana Mbak...?" tanya karyawan butik itu ramah.
Mike menyentuh gaun itu dan menggeleng hingga membuat Danu kesal dibuatnya. Akhirnya Danu meminta sang karyawan membungkus sebuah gaun berwarna biru dan membayarnya cepat. Setelahnya ia keluar dari butik diikuti tatapan kesal Mike.
" Dasar edan. Orang ga suka main paksa aja...," gumam Mike sebal.
Mike lalu masuk ke dalam mobil. Tak ada pembicaraan selama di perjalanan. Mike yang duduk di samping supir pribadi Danu pun membelalakkan matanya saat melihat jalan di depannya adalah jalan menuju ke rumahnya.
" Tunggu, ini kan jalan mau ke rumah Saya Pak...," kata Mike panik.
" Iya Mbak. Bapak yang nyuruh ngantar Mbak Mike sekalian...," sahut supir pribadi Danu.
Mike menoleh kearah Danu seolah meminta jawaban. Tapi Danu terlihat cuek. Hingga mobil berhenti di depan rumah Mike. Dangan gugup Mike pun turun dari mobil. Mike makin terkejut saat melihat Danu ikut turun dari mobilnya dan menyapa ayah Mike.
" Selamat sore Pak...," sapa Danu ramah.
" Selamat sore. Mari silakan masuk...," sahut ayah Mike sambil tersenyum.
Mike yang tak mengerti pun hanya mengekor di belakang Danu. Mike nampak bingung saat melihat ayahnya akrab dengan Danu.
" Mmm, Saya permisi mau naro ini dulu Pak...," kata Mike kepada Danu.
" Oh iya, jangan lupa gaun tadi Kamu pake besok ya...," kata Danu mengingatkan.
Mike mengangguk lalu masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah Mike melihat kakak perempuannya sedang menyuapi bayinya.
" Siapa Ke, Bos Kamu...?" tanya Kamila.
" Iya Kak...," sahut Mike sambil melangkah ke kamarnya.
" Hebat Kamu bisa bawa Bos pulang ke rumah...," kata Kamila sinis.
Mike tak merespon ucapan Kamila karena tak ingin ribut dan membuat kekacauan. Ia tak ingin mempermalukan ayahnya. Setelah meletakkan tas di kamar, Mike pun kembali menemui Danu.
" Siapa tamunya Mil...?" tanya ibu Mike.
" Bosnya Mike lah Bu. Ga tau tuh Anak pake pelet apa sampe Bosnya mau main ke sini...," kata Kamila ketus.
" Hush, apa-apaan sih Kamu. Jangan fitnah ya, ga baik...!" kata ibu Mike tak suka.
Kamila melengos lalu masuk ke dalam kamarnya sambil menghentakkan kakinya. Sedangkan sang ibu memilih ke depan menemui tamunya. Tak lama kemudian Danu pamit undur diri. Diantar Mika hingga ke depan pagar rumah, Danu pun nampak bahagia.
Setelah kepergian Danu, kedua orangtua Mike terus membicarakan Danu hingga membuat Kamila kesal. Mike yang mengetahui jika Kamila lah yang telah 'mengerjainya' selama ini pun pura-pura tak tahu. Lagi-lagi Mike tak ingin ribut dan mempermalukan kedua orangtuanya.
" Teruslah caci maki Gue Kak. Nanti semua akan terbongkar dan Lo bakalan malu...," gumam Mike sambil menutup pintu kamar.
Saat membalikkan badannya, ia melihat gaun yang baru dibelikan Danu tadi sudah teronggok di lantai dengan beberapa bagian yang sobek seperti digunting. Mike pun marah dan keluar dari kamar sambil membawa gaun itu.
" Apa-apaan nih Kak. Lo bikin apa sama baju ini...?!" tanya Mike.
" Apaan sih Lo. Baju yang mana maksud Lo...," sahut Kamila pura-pura tak tahu.
" Jangan pura-pura deh Lo. Selama ini Gue diem aja karena ga mau bikin malu Ayah sama Ibu. Tapi kali ini Lo udah keterlaluan...!" seru Mike marah.
Ayah dan Ibu Mike pun menghampiri kedua anaknya yang sedang bertengkar di depan kamar.
" Ada apa ini...?" tanya ayah Mike.
Mike menceritakan semuanya. Dan yang pasti Kamila tetap menyangkal. Hal itu membuat Mike naik pitam.
" Lo fitnah Gue, emang Lo liat tuh baju Gue pegang. Kali aja emang dari sananya udah jelek...!" kata Kamila membela diri.
" Mustahil. Baju ini masih bagus tadi, asal Lo tau ini Pak Danu yang beli, bukan Gue. Mana mungkin dia beli baju sobek dan rusak kaya gini...," sahut Mike gusar.
" Oh, Lo mau pamer karena bisa ngegaet Bos tajir Lo itu ya. Emang Lo udah ngapain aja sama dia, kok bisa dikasih baju mahal kaya gitu...?!" tanya Kamila.
" Ya Allah Kak. Gue ga sebe*at itu ya. Jangan samain semua orang tuh kaya Lo dong...," kata Mike lagi.
" Kurang ajar Lo ya. Sini Lo...!" kata Kamila marah.
" Oh, Lo mau nantangin Gue. Gapapa, sekalian Gue buka semuanya aja sekarang...," kata Mike.
" Buka apa maksud Lo...?" tanya Kamila cemas.
" Kenapa, takut kebusukan Lo ketauan. Asal Ayah sama Ibu tau, perempuan ini udah bikin hidup Aku menderita selama ini. Dia yang udah bikin cowok-cowok itu mundur dan ga jadi ngelamar Aku. Dia bikin Aku dibenci dan dimusuhi semua orang...!" kata Mike berapi-api.
" Apa benar itu Kamila...?!" tanya sang ayah dengan mata merah dan wajah menegang.
" Iya. Karena Aku ga suka sama dia. Aku benci sama dia. Kenapa dia bisa kuliah dan ngerasain wisuda. Kenapa dia kerja di posisi yang enak. Kenapa cowok-cowok itu ngejar-ngejar dia. Kenapa Kalian lebih sayang sama dia. Kenapa...?!" kata Kamila dengan air mata yang menderas di wajahnya.
plakk !.
" Dasar stress Kamu ya...," kata ayah Mike sambil menampar Kamila.
Kamila meraung keras saat merasakan tamparan sang ayah. Iri dengki di hatinya membuatnya gelap mata dan menghalalkan semua cara untuk menjatuhkan Mike, adik kandungnya sendiri.
Mike pun maju dan menjawab semua pertanyaan Kamila.
" Sekarang Gue tanya, salah siapa Lo pacaran sampe bunting di kelas tiga SMA. Salah siapa Lo ga bisa kerja enak karena harus ngelahirin dan ngasuh Anak. Soal cowok-cowok yang naksir Gue, emang salah Gue. Ga lah. Jangan putar balikin fakta deh Lo. Lo yang gagal karena ulah Lo sendiri, kenapa Gue yang harus Lo jahatin...," kata Mike tak terima.
Mendengar serangan balik Mike membuat Kamila histeris. Ia membanting apa pun yang ada di dekatnya dan itu membuat keadaan tambah kacau.
" Stop. Barang itu Gue beli pake uang Gue. Jadi Lo ga berhak nyentuh apalagi mecahin semuanya. Kalo tetap Lo lakuin Gue bakal itung semuanya dan nyuruh Suami Lo itu ganti...!" ancam Mike sambil menatap tajam kearah Kamila.
Kamila tersentak lalu berbalik dan membanting pintu kamar dengan keras hingga membuat anaknya terbangun dan menangis.
Mike dan kedua orangtuanya pun terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa. Lalu Mike masuk ke dalam kamar untuk meredakan amarahnya.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 459 Episodes
Comments
Ulfa Nurulfauziyah
faiq nya kok jadi jarang nongol yah🤔
2023-01-26
0
Zahra Nur Alisha Alisha
semoga kita semua di jauhkan dari sifat yang iri dengki....
2022-07-04
1
Ricky Barmans
ternyata...
2022-04-04
2