ch 11

Aku terus memikirkan wanita dalam tubuh Lucia yang sedang mencari suaminya selama beberapa malam setelah pengajaran. Tapi masih juga belum ada titik terang dan aku hampir menyerah mencari pencerahan.

Malam ini tiba di pengajaran tentang ilmu pengasihan, ilmu yang membahas tentang rasa yang bisa dipaksakan.

Selain diajarkan pengasihan untuk orang, ilmu tentang Danyang, juga ada pengasihan untuk makhluk halus.

"Ilmu pengasihan yang ini berbeda dengan yang lain Cah bagus, pelet ini digunakan khusus untuk mahkluk halus. Bangsa lelembut. Kamu akan memerlukannya suatu saat.

'Sun moto ajiku lilit sukmo

Lilit jagat etan kulon lor kidul

Sun lilit alusan lan pusoko

Asih marang..., Yo aku iki jolo sukmone….'

Tujuan pengasihan ini untuk menundukkan lelembut dengan dengan cara halus, selain dengan yang umumnya dilakukan Lanjaran lain, yaitu dengan bertarung.

Pengasihan lelembut ini sering digunakan Kakungmu dulu untuk menghindari pertarungan. Dia juga lebih suka menggunakan rangket untuk memagari diri.

Kakungmu orang yang lebih suka menyelesaikan sesuatu dengan cara lembut, negosiasi dan tidak menyakiti. Bukan dengan kasar, ribut apalagi harus berkelahi.

Seumur hidup Kakungmu itu melakukan lelaku bukan untuk dirinya, tapi dia meminta bahwa salah satu anak turunnya akan menjadi lentera dalam kegelapan, akan menjadi lanjaran dalam kebenaran. Ini trahmu, dan semua ilmu ini adalah warisannya untukmu.

Dalam perjalanannya, Lanjaran satu tidak akan sama dengan Lanjaran yang lain. Tapi secara umum mereka tetap menjadi rambatan bagi yang membutuhkan.

'Lakumu iku lakune srengenge', ingatlah selalu wejangan tentang itu Cah bagus!"

Aku membuka mata setelah pelajaran tentang dasar pertahanan dengan rangket selesai. Tiga malam yang panjang dan melelahkan. Tubuhku dipaksa beradaptasi dengan hal-hal baru lagi dan itu membuat tubuhku minta segera diistirahatkan.

Mengantuk membuatku pergi keluar kamar, menuju dapur untuk membuat kopi. Melewati depan kamar Mom aku berhenti sebentar karena merasakan energi yang begitu besar memancar dari ruangan itu. Pendar-pendar warna hijau gelap terlihat keluar dari sana. Dari sebuah pusaka yang panjangnya mungkin hanya sejengkal. Mom?

Aku mengetuk pelan kamar Mom. Mengganggunya di malam buta begini belum pernah kulakukan lagi sudah sejak lama, tapi aku tidak bisa menyimpan rasa penasaranku.

"Ada apa, Al?" Mom membuka pintu dan bertanya padaku. Akhirnya kami keluar dan duduk di meja makan. Aku membuat 2 cangkir kopi untuk teman mengobrol.

"Al lihat cahaya dari kamar Mom…." Aku bercerita apa yang aku lihat barusan. "Al mengkhawatirkan Mom dan Dad," tutupku di akhir cerita.

"Itu energi dari sebuah Cundrik, Al. Pusaka itu sudah lama ada pada Mom, tapi akan menemukan orang lain untuk diikuti pada saatnya."

"Jadi itu hanya sementara di sini?"

"Ya, Mom ini hanya perantara Al. Semua akan kembali kepada pemilik sebenarnya, itu senjata wanita. Jadi mungkin nanti pemiliknya juga wanita. Mom sudah merangketnya agar tidak terlihat, tapi kamu bisa mendeteksinya dengan tepat." Mom menatapku skeptis.

Aku tertawa hambar, "bukannya Al ini pewaris Mom? Kebetulan Al juga belajar tentang itu."

Mom menghembuskan nafas keras, "Mom harap kamu selalu memperhatikan jalanmu Al, Mom takut kamu tersesat. Kamu masih sangat muda dan belum stabil."

Aku memegang tangan Mom memberikan ketenangan. Aku memahami jika Mom khawatir, aku baru melihat satu masalah pada Lucia dan belum berhasil menyelesaikannya. Sementara Mom mungkin sudah melewati hal yang sangat berat sebelumnya.

Seperti yang selalu Mom katakan, bahwa godaan akan selalu datang pada setiap kekuatan. Dan siap atau tidak aku akan sendirian menghadapinya.

"Besok Jumat sampai Minggu Al mau ke Merapi, Mom. Mengantar tamu yang kemarin. Boleh ya Mom?"

"Boleh, tapi jadwal wisudamu harus tetap semester ini. Tidak ada mundur lagi atau Mom tidak akan lagi mengeluarkan subsidi untukmu!"

"Oh Mom, siap. Al tau kok, jangan khawatir kalau soal itu!" Jawabku senang, mengecup pipinya dan pamit ke kamar membawa kopiku. "Maaf mengganggu istirahat Mom."

Aku tidak mampu menahan kantuk lagi, padahal baru menghabiskan satu cangkir kopi. Sudah pukul 03.05 dini hari, waktu tanggung untuk tidur karena sebentar lagi Tiara pasti akan menggedor pintu kamarku saat subuh tiba. Tapi mataku sudah sangat berat dan aku terlelap.

Kakung mengajakku memancing kali ini, Beliau bilang akan bercerita panjang tentang sebuah mitos pusaka, sehingga aku disuruhnya mencari umpan yang banyak. Karena kami akan memancing gabus di rawa, jadi Kakung minta pakan hidup. Yaitu anakan katak atau capung. Fiuuuh, untuk mendapatkan umpan saja aku sudah kesulitan dan penuh keringat.

Setelah memasang umpan aku memasang dua kail sekaligus, menancapkan di tanah yang tidak terlalu keras dan mundur sedikit untuk melihat pergerakan air. Jangan berpikir tentang pancing model baru yang mahal, aku dan Kakung hanya memakai pancingan bambu ala kadarnya.

"Dulu ada mitos mengenai pusaka yang dibuat berpasangan bernama 'Keris Penganten'. Sang Mpu menciptakan keris tersebut untuk digunakan secara bersamaan. Keris lanang itu bernama Damar Jati dan keris wedoknya bernama Asih Jati.

Damar Jati yang sakti mempunyai sifat pemarah, keras dan penggoda. Untuk menutupi sifatnya itu disandingkanlah Asih Jati yang sakti dan mempunyai sifat welas asih, penyabar dan penuh cinta.

Keduanya dipasangkan sebagai pusaka dengan kesaktian yang sulit ditandingi yang dinamai pusaka pengantin. Tapi jika dua pusaka itu terpisah, keduanya akan menebar bencana di kemudian hari, karena selain sifat angkara bawaannya, keduanya disandingkan juga atas dasar nafsu birahi yang melengkapi satu sama lain."

"Apa keris Asih Jati berwarna kuning dengan 7 Luk, Kung?" tanyaku sembari mengecek umpan pancing yang hilang. Aku masih ingat wanita misterius yang ada di tubuh Lucia itu mencari Damar Jati. Artinya dia adalah Asih Jati kalau cerita Kakung ini memang mengarahkan pada apa yang sedang aku alami.

"Iya, tapi Damar Jati berwarna hitam angker. Jika didekatkan keduanya akan menempel seperti magnet."

"Apa mungkin sepasang Keris Penganten itu masih ada, Kung?"

"Setiap pusaka yang membawa kesaktiannya, biasanya punya pulung. Dia akan memberikan pulung atau tanda tertentu pada orang yang akan mendapatkannya. Bisa berupa cahaya, mimpi atau pertanda lain. Masih ada atau tidaknya keris tersebut, hanya yang mendapat pulung yang tau keberadaannya."

Aku masih termangu dengan cerita Kakung, apa yang menjadi pikiranku terjawab sudah. Dan beberapa saat kemudian Kakung mengajak pulang.

"Tapi kita belum dapat ikan gabusnya, Kung. Kok sudah mau pulang?"

"Ya begitulah memancing, sudah usaha saja kita kadang nggak dapat apa-apa. Apalagi kalau nggak berusaha. Mengeluarkan ikan dari air kadang jadi sulit jika tidak tepat situasi dan kondisinya. Kita harus cari cara lain untuk dapat ikannya, Le!" Jawaban Kakung sarat dengan makna yang hampir bisa kupahami.

Akhirnya Kakung pamit mau pulang katanya. Pulang kemana Kung?

Seperti biasanya aku bangun saat alarm subuh berbunyi yaitu saat suara cempreng Tiara terdengar lantang dari balik pintu.

"Kak subuh…."

"Apa sih? Berisik banget." Aku menguap dan mengucek mata lalu pergi mengguyur tubuhku agar lebih segar.

Aku menunggu Mom selesai sarapan dan mengajaknya ngobrol berdua di teras karena aku ingin bertanya sesuatu. Aku bercerita tentang Asih Jati yang berada dalam tubuh Lucia lebih dahulu.

"Jadi bagaimana menemukan pusakanya, Mom?"

"Kamu harus mengalahkannya, nanti pusaka itu akan mujud."

"Kalau dilakukan penarikan dari sini gimana Mom?"

"Mom rasa itu berbahaya untuk temanmu." Mom menjelaskan proses penarikan pusaka yang pernah dilakukan bersama Kakung dulu.

Aku termenung memikirkan caranya. Kalau Lucia tidak kubuat pingsan bagaimana aku bisa membuka gerbang tubuhnya saat Asih Jati sedang menguasainya?

***

Terpopuler

Comments

Land19

Land19

kisah nyata apa ngga nih thor
kok bisa menjelaskan secara detail dan spesifik.

2025-02-02

1

Omar Diba Alkatiri

Omar Diba Alkatiri

Thor ini beneran apa karangan othor aja

2024-11-27

2

Ali B.U

Ali B.U

.next

2024-06-05

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!