Setelah menyelesaikan sarapan, Zia mandi dan pergi menunaikan tugasnya mengantar susu.
Zia sempat melewati gang menuju rumah Mpok Romlah yang subuh tadi anaknya ditemukan gantung diri.
Tampak gang itu dipasang bendera kuning. Ada beberapa kursi plastik yang menumpuk di depan gang, mungkin belum selesai di angkut ke rumah duka untuk duduk para pelayat.
Zia mempercepat laju motornya. Meskipun sebetulnya sia-sia saja karena motor jadul itu cuma bisa segitu-gitu aja larinya. Mungkin sama kucing yang dikejar karena nyuri ikan juga lebih cepat kucing.
"Kamu lihat gadis itu ngga?"
Tanya Zion dari boncengan.
"Nggak." Kata Zia cepat.
Ia merasa tak Sudi membahas hantu pagi-pagi dengan hantu. Ah yang bener saja, kenapa juga Zia jadi berteman dengan Zion.
Zia hari itu ingin cepat menyelesaikan tugasnya dan kembali pulang. Lalu ia akan pergi bekerja lebih pagi untuk minta ijin pulang sore.
Bukan... Bukan karena Zia malas.
Tapi Zia merasa sore nanti akan lebih baik ia mulai mencari tahu apa yang sebetulnya terjadi pada Zion.
Jika menilik cerita Zion tentang nasib orang bunuh diri, apakah mungkin Zion sebetulnya juga bunuh diri tapi dia tidak ingat?
Ah tidak !
Kata Zion, mereka yang bunuh diri akan selalu melihat saat-saat dirinya bunuh diri, sementara Zion tidak ingat apa-apa, ia malah lupa dirinya sendiri.
"Nanti sore kita mulai cari asal usul kamu."
Kata Zia saat akhirnya tugas mengantar susu selesai dan ia kembali ke rumah.
"Sungguh?" Zion semangat.
"Aku rasa makin cepat makin baik, biar kamu juga ngga numpang di sini terus."
Ujar Zia.
Ish... Kali ini Zion yang mendesis.
"Kita akan mulai dari tempat pertama kamu sadar udah jadi hantu. Aku akan nanya orang-orang di sekitar situ. Kamu mulai nanya ke hantu-hantu yang tongkrongan di sana."
Kata Zia membagi tugas.
Zion diam sejenak. Berpikir. Ia ingat perempuan bergaun putih yang suka duduk di atas warung tenda nasi goreng.
"Haruskah aku tanya dia?"
Gumaman Zion terdengar di telinga Zia.
"Siapa?"
Tanya Zia membuat Zion terkejut.
"Kunti... Kunti yang suka duduk di atas warung tenda nasi goreng."
Jawab Zion malas.
"Yaiyalaaaah... Kamu harus nanya sama dia, pasti dia tau sesuatu." Kata Zia.
Zion mengedikkan bahu.
"Dia godain aku terus, risih akunya."
Zia mencibir.
"Kamu aja ke GR'an."
"Serius." kata Zion tersulut.
"Udah, pokoknya kamu kalo memang bener-bener pengin nemuin jati diri ya haruslah usaha. Lagian aku udah nyari di internet ngga ada orang hilang namanya Zion. Mungkin namamu bukan Zion."
"Namaku Zion, nih buktinya jam ini."
Zion menyodorkan jam yang melingkar di tangannya ke depan wajah Zia.
Zia menghalau tangan Zion dengan kesal.
"Ya kan bukan jaminan namamu Zion. Siapa tau jam itu kamu curi."
"Jiaaaah... aku terlalu tampan kali buat jadi pencuri. Mungkin kalo pencuri hati cewek-cewek iya."
Mendengar kalimat narsis Zion membuat Zia seketika pura-pura mau muntah.
"Hueeeek..."
**------**
Zia di tempat kerja, menjahit dengan tekun. Zion yang kali ini ikut karena rencana mereka sore nanti tampak duduk bosan menunggu.
Zion sesekali tampak melayang ke sana ke mari, melihat para penjahit wanita yang terlihat begitu konsentrasi menjahit.
Kasihan juga emak-emak sekarang. Pagi hingga petang harus lelah cari nafkah. Pulang ke rumah mungkin akan tambah lelah karena pekerjaan rumah juga menunggu.
Nyatanya hidup jaman sekarang menuntut manusia bekerja seperti robot penghasil uang. Sementara harga kebutuhan terus melonjak, kebutuhan memiliki ini itu juga meningkat. Hidup makin tidak bisa dinikmati. Semua hanya tentang uang dan bahagia semakin semu.
Zion melayang ke arah Zia, lalu duduk di ujung meja jahit Zia.
"Awas..."
Zia mendorong pantat Zion agar turun.
Teman Zia di belakang Zia tampak melihat Zia dengan tatapan aneh.
Dia kambuh lagi. Begitu mungkin pikirnya.
Pukul lima sore akhirnya Zia menggeliatkan tubuhnya. Setumpuk jahitannya sudah selesai. Ia tampak sibuk menghitung lagi garapannya, sambil sesekali menggunting lebihan benang di ujung jahitan, baru kemudian menatanya.
Selesai, Zia membawanya pada Mpok Eti.
"Pulang cepet Zi?"
Tanya Mpok Eti sambil mencatat jumlah garapan Zia, lalu sibuk menghitung.
"Besok gajianmu lumayan."
Kata Mpok Eti membuat Zia sumringah. Gajian pegawai konveksi memang satu pekan sekali di Sabtu sore.
"Pulang ya mpok."
Pamit Zia ceria.
Zion diam-diam mulai mengagumi Zia.
Gadis itu batreinya selalu terisi penuh. Selalu ceria dan bersemangat. Padahal hidupnya pasti berat.
Hidup di kota besar sendirian tanpa saudara dan keluarga. Bekerja sekeras itu demi menopang kebutuhannya. Satu-satunya yang peduli adalah keluarga Umi Dimas, tapi Zia seolah hidup semua orang peduli padanya.
Ia selalu menebar senyum, dan tak pernah mengeluh.
Bukan... Bukan pencitraan sok bahagia dengan Selfi atau status di media sosial. Ini ceria sesungguhnya, yang memang Zia lakoni sepanjang hari di setiap hari.
Zia melajukan motor jadulnya meninggalkan tempat kerjanya. Mulut kecilnya sesekali bersenandung lagu "Aku Pasti Bisa" milik Citra.
Meski suaranya pasti tak semerdu citra, tapi mendengarkan senandungan Zia rasanya Zion menjadi mendapat energi positif. Energi semakin semangat mencari jati dirinya untuk bisa melanjutkan hidup. hihihi... hidup hantu gitu...
Zia akhirnya sampai di tempat yang dikatakan Zion. Tempat di mana Zion pertama kali menyadari dirinya adalah hantu.
Jalanan yang harusnya cukup ramai karena dekat dengan perempatan. Zia memandang ke sekeliling.
Pedagang nasi goreng tampak mulai sibuk memasang tenda dibantu anak laki-laki.
Zia akhirnya menghampiri, sementara Zion mengikuti Zia di belakang.
"Sana kamu cari mba Kunti sih."
Zia misuh-misuh karena Zion mengikutinya seperti ekor tikus.
"Ngga ada, mba Kunti ngga ada."
Bisik Zion seperti ada yang mau mendengarnya saja.
"Pak... Permisi pak..."
Zia menghampiri si bapak tukang nasgor.
"Oh iya neng, kenapa ya?"
Tanya si penjual nasgor dengan logat Tegal.
"Mau nanya pak, boleh kan?"
Tanya Zia minta persetujuan. Si Bapak itu mengangguk ramah, ia menghentikan kegiatannya sebentar.
"Pak, Bapak sudah jualan di sini lama kan?"
Tanya Zia lagi. Si Bapak mengangguk lagi.
"Ya, antara sudah sepuluh tahunan neng."
Kata Bapak penjual nasgor. Tapi...
"Ya ora Pak, tepate ya sewelas tahun oh."
Si anak laki-laki terdengar meralat, Bapak itu tertawa.
"Eh iya sebelas tahun neng."
"Lama banget ya." Zia mantuk-mantuk. Berarti bisa jadi pedagang ini adalah salah satu saksi kunci.
"Pak mau tanya lagi,"
"Iya neng, silahkan. Harga nasi goreng atau mi goreng?"
Zia mendengarnya jadi tak enak. Zion tertawa di belakang Zia. Andai tak ada orang pasti Zia sudah meninju lengannya.
"Hehe... iya pak, nanti saya beli, ini mau nanya yang lain dulu." Kata Zia.
"Oh ya baik neng."
"Dua bulan lalu, ya sekitar itulah, kira-kira, ada orang bunuh diri atau mayat ditemukan atau apa gitu Pak? Cowok."
Zia akhirnya memulai aksinya. Si Bapak sejenak terdiam. Seolah mencoba menyelam ingatannya.
"Seingat saya tidak ada ish Neng."
Jawab Bapak penjual nasgor itu setelah sekian lama berpikir.
Zia terlihat kecewa. Apalagi Zion.
Hari sudah mulai benar-benar gelap. Maghrib sudah lewat sejak tadi. Zia akhirnya membawa motornya pulang dengan tangan hampa tanpa informasi apa-apa, dan harus rela membungkus nasi goreng untuk dibawa pulang karena tak enak hanya tanya-tanya saja.
Namun, saat di jalan perkampungan menuju rumah Zia, tiba-tiba...
"Awaaaaas...!!"
Zion berteriak mengingatkan Zia agar menghindar saat dilihatnya sebuah gerobak bakso meluncur pontang-panting dari arah depan, dan...
Gubrakg !!!
Gerobak bakso sukses tersungkur bersama penjualnya. Zia juga begitu dengan motor jadulnya.
"Duh... Kang, hati-hati dong."
Zia kesal bukan main, ia berusaha berdiri dengan susah payah, Zion membantunya.
"Maaf neng... maaf..."
Pemuda penjual bakso itu bangkit dari posisinya, sikunya lecet-lecet. Susah payah ia berjalan menghampiri Zia dan membantu mengangkat motor. Baru setelah itu membereskan gerobaknya sendiri.
"Gadis yang katanya bunuh diri tadi pagi neng, saya lihat dia di jalan, jadi saya lari."
Jelas si penjual Bakso.
**------**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 362 Episodes
Comments
Ray
Habis dah dagangan tukang bakso karena lihat hantu yg gantung diri😱 Terus Zia gimana sama motor jadulnya 😱 Semangat Up Outhor💪🙏👍
2022-09-16
0
Eny Agustina
Hilih.. Wkwkwkwkwkwkk
2022-08-10
0
jaemin luvvꕤ
pantes tebirit"rupanya ketemu hantu tohh wkwk
2022-07-08
0