" papi tidak perlu kado karena papi sudah punya kado yang sangat sepesial"
" apa itu Pi?" tanya Sinta mendongakkan kepalanya
" tentu saja kado papi adalah mami karena mami sangat berarti dalam hidup papi dan papi mohon jangan tinggalkan papi karena papi tidak sanggup jika harus hidup Tanpa mami"
"mami tidak akan meninggalkan papi sampai kapanpun itu hingga maut memisahkan , mami akan selalu dampingi papi karena mami sangat mencintai papi"
Sinta mencium bibir Richo sangat lama dan saat ia hendak melepaskannya Richo dengan cepat menahan tengkuknya dan merekapun melakukan ciuman panas.
setelah keduanya merasa kehabisan nafas merekapun akhirnya melepaskan ciumannya.
dan mengendong tubuh Sinta keatas ranjang dan melakukan pertempuran panas diatas ranjang.
*******
pagi ini Mex bangun sedikit agak siang karena hari ini adalah hari libur dan iya berencana mengajak Kila dan ketiga anak Richo jalan jalan.
kali ini penampilan Mex sedikit berbeda ia memakai pakaian kasual dan sepatu slip-on casual dan juga jam tangan rolex.
setelah selesai dengan penampilannya Mex segera menghampiri kamar Kila dan ketiga anak Richo.
tok tok tok
Mex mengetuk kamar Kila. tak lama kemudian pintu dibuka oleh Kila .
"kenapa om ada disini? memangnya om gak kerja?"
" ini hari libur Kila" jawab mex sambil mencubit hidung Kila gemas.
Kila menepuk jidatnya " oh iya Kila lupa om "
"Kila aku kemari ingin mengajakmu jalan jalan apa kamu mau?" tanya Mex kemudian ia melangkah mendekati anak anak.
" tapi bagaimana dengan anak anak , aku tidak mungkin meninggalkan mereka disini sendiri"
" kita akan membawanya."
" paman kemana mami ? tadi malam katanya mami mau tidul baleng kami tapi pas Zec bangun kok mami tidak ada ?"
" mami lagi sama papi sayang dan sekarang paman akan membawa Zec sama adek adek jalan jalan bersama Tate Kila"
" bagaimana kalau nanti nyonya dan tuan mencari mereka? apa om sudah meminta izin?" tanya Kila pada Mex
"kamu tenang saja Kila. nyonya dan tuan tidak akan mencarinya karena mereka pasti sedang asik make baby."
" maksud om mereka sedang membuat anak lagi begitu?"
" Yap betul sekali , mangkanya kita harus membawa anak anak pergi biar mereka tidak terganggu"
" baik lah om , Kila mengerti"
" tante bagaimana calana membuat adek bayi" tanya Zoe dengan polosnya.
" Tante tidak tau sayang " jawab Kila sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal bingung mau menjawab apa.
" kenapa Tante tidak tau ?apa Tante tidak pelnah membuat adek bayi" ucap Zec tanpa dosa
Mex yang mendengarkan pertanyaan dari Zec ingin rasanya ia tertawa tapi ditahannya
" kalau Zec dan Zoe ingin tau tanya saja pada paman Mex pasti paman tau " ucap kila cengengesan.
" benalkah itu paman ? tanya Zec
" bagaimana calana ? bisakah paman mengajali kami?" ucap Zoe dengan polosnya.
" emmmm paman juga tidak tau sayang karena paman belum menikah seperti papi dan mami kalian" ucap Mex memalingkan muka karena merasa malu sendiri .
" jadi membuat bayi halus menikah dulu ya paman " tanya Zoe dengan polosnya
" kenapa paman tidak menikah supaya bisa membuat bayi" ucap Zec tersenyum lebar
Mex yang mendapat pertanyaan seperti itu membuat kepalanya pusing karena tidak tahu lagi harus menjawab apa. sedangkan kila hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya menahan tawanya.
Mex yang melihat Kila menutup mulutnya dengan kedua tangan tau kalau saat ini Kila pasti ingin menertawakan dirinya yang tidak bisa menjawab pertanyaan Zec dan Zoe.
" Kila jangan menertawakan ku"
" tidak om " jawab Kila enteng
" lalu kenapa kamu menutup mulutmu seperti itu?"
" tidak apa-apa om" jawab Kila masih dengan menutup mulutnya
" awas ya kalau kamu menertawakan aku , aku akan mencium bibir mu itu" ancam Mex tersenyum menyeringai
mendengar ancaman Mex Kila menggeleng gelengkan kepalanya dengan masih menutup mulutnya takut jika Mex benar benar akan mencium dirinya.
" ante Zil lapal" keluh Zil dengan muka memelasnya.
" oh kesayangannya Tante ini sudah lapar ya? kalau begitu ayo kita sarapan" ajak Kila segera berdiri dari duduknya.
" om kita cari sarapan dulu ya , kasian anak anak sudah lapar "
" iya ayo kita berangkat"
dengan cepat Mex mengajak mereka keluar mencari sarapan dan juga jalan jalan supaya mereka tidak bertanya yang tidak-tidak.
*******
silaunya pancaran matahari pagi yang menembus jendela kamar membuat sang penghuni berlahan lahan mengerjapkan matanya.
" good morning sayang" ucap Richo sambil mencium bibir Sinta
Sinta yang merasakan bibirnya dicium oleh Richo hanya mengeliat tak berniat untuk bangun dari tidurnya .
cup
Richo kembali mencium bibir Sinta karena Sinta tidak mau bangun.
" sayang bangun lah apa mami tidak lapar, ini sudah siang ayo bangun sayang"
" sebentar papi mami masih ngantuk " ucap Sinta masih dengan memejamkan matanya.
" baiklah mami tidur saja dulu papi mau mandi nanti setelah itu baru papi pesan makanan"
Richo menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
20 menit kemudian Richo sudah selesai mandi dan hanya menggunakan baju santainya
saat Richo melihat hpnya ternyata ada pesan masuk dari Mex.
Mex
✉️ tuan saya akan mengajak ketiga putra anda dan juga Kila jalan jalan supaya putra anda tidak mengganggu anda saat make baby bersama nyonya.
Richo
✉️ asisten sialan kamu , siapa yang make baby tapi terimakasih deh kamu sudah mau mengajak ketiga putra ku itu jalan-jalan jadi aku bisa berduaan dan bercinta sepuasnya bersama istriku.😁🤭
setelah membalas pesan dari Mex Richo segera menghubungi seseorang untuk memesan sarapan meskipun ini sudah bukan waktunya jam sarapan karena waktu sudah menunjukkan pukul 10
tidak lama kemudian sarapan yang dipesan Richo sudah datang dan sudah Richo siapkan dengan rapi dimeja , setelah itu Richo menghampiri Sinta yang masih tertidur untuk membangunkannya.
" sayang ayo bangun mandi dulu setelah itu baru kita sarapan" ucap Richo membelai rambut sinta
"iya sayang sebentar lagi mami masih ngantuk dan capek banget nih"
" tapi mami harus sarapan dulu supaya asam lambung mami tidak kambuh lagi" bujuk Richo dengan sabar.
mau tidak mau akhirnya Sinta bangun dari tidurnya.
" sayang aku mau kekamar mandi dulu"
"ya sudah kekamar mandilah dulu" ucap Richo tersenyum lembut.
" tapi mami mau di gendong" rengek Sinta dengan manja
" apa mami juga mau dimandiin sama papi ?" tanya Richo tersenyum mesum kemudian mengangkat tubuh Sinta kedalam gendongannya dan membawanya ke kamar mandi .
" tidak " jawab Sinta dengan cepat sambil mengalungkan tangannya keleher Richo supaya tidak terjatuh.
sesampainya di kamar mandi Richo mendudukkan Sinta diatas kloset kemudian ia mengisi bathtub dengan air hangat dan menuangkan aromaterapi .
"sayang ayo mandi air hangatnya sudah siap"
" terimakasih sayang , papi keluarlah mami akan mandi sendiri" ucap Sinta tersenyum
" baiklah"
cup
Richo mencium bibir Sinta dengan singkat kemudian ia keluar dari kamar mandi dan menutupnya.
bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments