" sudah kalian jangan bertengkar. kalian ingat ya kalau nanti mami kesini kalian harus berpura-pura tidur dan kita akan bersiap dan berangkat setelah mami dan papi kalian sudah berangkat , apa kalian sudah mengerti sayang"
" mengelti Tante" ucap mereka bersamaan
" baik lah ayo kalian naik ketempat tidur kalian masing masing sebelum mami kesini"
" baik Tante" merekapun rebahan di ranjangnya masing-masing.
tidak berapa lama kemudian terdengar pintu kamar diketuk dari luar.
tok tok tok
" iya sebentar" triak Kila dari dalam kamar
ceklek
pintu dibuka oleh Kila "silahkan masuk nyonya"
" terimakasih Kila " ucap Sinta tersenyum
" sama sama nyonya"
" kok tumben mereka sudah tidur" Sinta mengernyitkan keningnya saat ia melihat ketiga putranya sudah terlelap dalam tidurnya.
" iya nyonya soalnya tadi siang mereka tidak tidur siang" bohong Kila
" oh ya Kila saya mau pergi makan malam di luar dengan papinya anak anak jadi tolong jaga mereka ya kalau ada apa apa hubungi saya."
" baik nyonya" ucap Kila mengangguk
" ya sudah saya jalan dulu ya"
" iya nyonya, hati hati dijalan"
" iya" jawab Sinta tersenyum lalu meninggalkan Kila .
setelah Sinta keluar dari kamar Kila segera membangunkan anak anak untuk ia dandani
" sayang ayo bangun mami kalian sudah pergi , ayo cepat kita ganti pakaian " heboh Kila kesana kemari mengambil pakaian dan sepatu ketiga anak itu .
" baik Tante " jawab mereka bertiga serempak dan turun dari ranjangnya.
" Zec sayang apa kamu bisa menggunakan celana dan baju kemeja mu ini sendiri"
" bisa Tante Zec kan sudah besal" kata Zec mengambil pakaiannya.
" baik lah kalau begitu Tante akan memakaikan pakaian untuk adik mu Zil.
" Tante bahana dengan ku" tanya Zoe mendongakkan kepala dengan memanyunkan bibirnya.
" sabar ya sayang gantian Tante akan mengurusi adik mu Zil dulu" ucap Kila sambil mentoel dagu Zoe.
" baik Tante "
ceklek
pintu kamar mereka terbuka dan munculah Mex dan bibi Siti .
"apa kalian belum selesai?" tanya Mex kemudian ia langsung membantu Zec menggunakan jas dan mendandaninya,
sedangkan bibi Siti mengurus Zoe .
" Kila lebih baik kamu segera berdandan yang cantik biar anak anak aku dan bibi Siti yang mengurus .
" baik om " kemudian Kila meninggalkan kamar itu dan pergi ke kamarnya untuk bersiap .
setelah semua sudah siap anak anak sudah wangi dan terlihat tampan dengan menggunakan setelan jasnya sedangkan Kila nampak cantik dan anggun dengan gaun yang dikenakan . mereka pun segera berangkat menuju pesta sebelum Richo dan Sinta sampai.
flashback end
setelah Sinta mendengar penjelasan dari Kila kenapa anak anak dan Kila bisa sampai duluan ia pun segera kembali ke pesta untuk menemani Richo disana karena para tamu masih banyak terutama rekan bisnisnya Richo
malam semakin larut kini satu persatu para tamu pun berpamitan untuk pulang.
******
saat ini Sinta sudah berada di kamar hotel ia segera mandi untuk melepaskan lelah sehabis pesta.
" ah segar sekali rasanya setelah mandi" gumam Sinta sambil menggunakan piama tidurnya setelah itu ia berdiri didepan cermin dan menyisir rambutnya.
ceklek
pintu pun terbuka Sinta menoleh kearah pintu dan ternyata Richo yang membuka pintu dan masuk ke kamar itu.
" sayang papi merindukan mu " bisik Richo ditelinga Sinta sambil memeluknya dari belakang dan meletakan dagunya dibahu Sinta.
" mami juga merindukan papi " jawab Sinta tersenyum.
cup
Richo mencium pipi Sinta dan Sinta pun membalasnya.
" sayang mandilah dulu biar badan papi segar dan tidak lengket setelah berpesta " ucap Sinta memandang wajah Richo yang masih tetap meletakan dagunya diatasi pundak Sinta.
" sebentar saja sayang biarkan papi seperti ini dulu papi sangat merindukan mu" jawab Richo semakin mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya menikmati aroma wangi tubuh Sinta.
" sayang "
" hmmm "
" terimakasih ya"
" untuk apa?" tanya Richo sambil membuka matanya
" untuk semuanya "
" seharusnya papi yang berterimakasih pada mami karena mami sudah hadir dalam kehidupan papi dan sudah bersedia melahirkan anak anak yang begitu tampan dan pintar pintar sehingga hidup papi jadi berwarna.
" sama sama papi terimakasih juga atas cinta yang papi berikan selama ini untuk mami , mami sangat sangat bahagia memiliki papi menjadi pendamping hidup mami."
" mami maaf kan papi ya karena hampir seminggu lebih papi mengacuhkan mami dan mengabaikan mami. itu semua papi lakukan untuk memberikan kejutan buat mami , maaf" ucap Richo sendu.
" lain kali jangan lakukan itu walau pun itu hanya untuk sebuah kejutan"
Sinta membalikan badannya menghadap ke Richo dan mendongakkan wajahnya menatap Richo dengan mengerucutkan bibirnya sedangkan tangannya mengusap dada Richo yang terlihat kekar sedang kan Richo menundukkan kepalanya dan mencium bibir Sinta .
cup
" bibirnya jangan dimonyong monyongin kayak gini karena itu membuat papi gemas dan jangan menggoda papi nanti adik kecil papi bisa bangun.
" uh dasar mesum "
" tapi mami suka kan "
" enggak , sudah sana mandi "ucap Sinta dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus karena menahan malu.
" menyuruh mandi tapi kenapa masih memeluk papi" ledek Richo tersenyum puas .
Sinta pun replek melepaskan pelukannya dan mendorong Richo namun Richo dengan cepat memeluknya kembali.
"sayang papi punya kado untuk mami "
" apa kadonya"
" sebentar papi ambil dulu" ucap Richo melepaskan pelukannya kemudian mengeluarkan kotak perhiasan yang ada dibalik jasnya dan memberikannya pada Sinta.
" apa ini ?"
" buka saja"
Sinta pun segera membuka kotak perhiasan itu.
" waw indah banget kalung liontinnya " ucap Sinta tersenyum senang
" apa mami suka"
" mami suka sekali Pi , bisakah papi memakaikan kalung ini ?"
" bisa dong, sini papi pakaikan " Richo mengambil kalung liontin yang dipegang Sinta kemudian memasangnya dileher Sinta
" cantik " gumam Richo tetapi masih bisa didengar oleh Sinta
" makasih papi , maaf ya Pi mami tidak punya kado untuk papi" ucap Sinta lirih lalu memeluk Richo dan Richo membalas pelukan Sinta
" papi tidak perlu kado karena papi sudah punya kado yang sangat sepesial "
" apa itu Pi?" tanya Sinta mendongakkan kepalanya
" tentu saja kado papi adalah mami karena mami sangat berarti dalam hidup papi dan papi mohon jangan tinggalkan papi karena papi tidak sanggup jika harus hidup Tanpa mami."
" mami tidak akan meninggalkan papi sampai kapanpun itu hingga maut memisahkan ,
mami akan selalu dampingi papi karena mami sangat mencintai papi"
Sinta mencium bibir Richo sangat lama dan saat ia hendak melepaskannya Richo dengan cepat menahan tengkuknya dan merekapun melakukan ciuman panas.
setelah keduanya kehabisan nafas merekapun akhirnya melepaskan ciumannya dan Richo menggendong tubuh Sinta keatas ranjang dan melakukan pertempuran panas diatas ranjang .
entahlah author juga tidak mengerti pertempuran panas apa yang mereka lakukan diatas ranjang itu wkwkwk.
k
kamar hotel yang ditempati Richo dan Sinta
kamar hotel yang ditempati oleh Kila , Zec , Zoe dan Zil
kamar hotel yang ditempati oleh Mex
bersambung........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Un'
apa ya Thor, panas panas hareudang... 😂😂
2022-01-27
0