1.13

" Tante kenapa telsenyum sendili apa Tante sedang belmimpi melihat sesuatu yang lucu sehingga Tante telsenyum?" gumam Zec kemudian memeluk Kila.

Tante maafkan Zec ya kalena Zec meminjam hp Tante tidak meminta izin dulu , itu semua gala gala Zoe yang tidak pecus itu " ucap Zec dalam hati.

flashback

sepulang sekolah Zec segera menemui Zoe yang berada di ruang tamu bersama Zil untuk menanyakan kepada Zoe apakah Zoe sudah menelpon papinya itu apa belum.

kebetulan di ruang tamu itu hanya ada Zoe dan Zil jadi ia leluasa berbicara apa saja bersama adiknya itu.

" adek apa tugas mu untuk menelepon papi dan menanyakan kenapa mami menangis sudah kamu lakukan?" tanya Zec pada Zoe sambil mendudukkan bokongnya di atas kursi

" belum coalna kemalen hp mami tidak ada dikamal dan Zoe tidak punya hp" jawab Zoe sambil bermain

" jadi sampai sekalang sudah dua hali adek belum menelpon papi? " kata Zec kesal

" belum soalna abis itu Zoe lupa belum menepon papi lagi" ucap Zoe tersenyum Pepsodent menampakan barisan gigi putihnya .

" dasal gitu aja gak pecus !" ucap Zec dengan memelotot kan matanya.

Zoe yang melihat Zec marah sambil melotot kan mata merasa takut dan matanya sudah berkaca kaca hendak menangis tapi ia tahan.

" dasal cengeng, gitu aja sudah mau menangis." ucap Zec sambil bersendekap dada.

" Zoe tidak cengeng kak , hiks hiks hiks" kata Zoe sambil menangis karena tidak bisa menahan air matanya lagi.

" sudah diam jangan menangis nanti bial aku yang telpon papi" kata Zec lalu bangkit dari duduknya berjalan meninggalkan adiknya begitu saja .

flashback end

Kila yang sedang tertidur pulas terbangun saat dirinya merasa haus ia kaget melihat Zec berbaring memeluk dirinya dengan erat dengan keadaan masih terjaga.

" sayang kenapa belum tidur nak ?" tanya Kila sambil membelai rambut Zec.

" Zec tidak bisa tidul Tante." kata Zec mendongakkan kepalanya melihat wajah Kila sedangkan tangannya masih memeluk tubuh Kila.

" kenapa Zec tidak bisa tidur? apa ada masalah?"

"tidak ada Zec hanya ingin tidul belsama Tante"

" baiklah ayo kita tidur ini sudah larut malam, besok Zec sekolah "

" iya Tante"

Kila pun akhirnya mengajak Zec tidur dan tidak jadi minum walau tenggorokannya terasa kering , Kila memeluk tubuh mungil Zec sedangkan tangannya menggosok gosok punggung Zec supaya ia lekas tidur sedangkan Zec semakin mengeratkan pelukannya dan menyelusupkan wajahnya di dada Kila

tidak membutuhkan waktu lama terdengar Zec sudah tertidur pulas . Kila bangkit dari tidurnya dan mengambil air minum yang ada didekat lampu tidur kemudian ia meminumnya setelah itu ia kembali ketempat tidur dan menarik selimutnya untuk menyelimuti tubuh Zec dan dirinya.

********

di Jepang

pagi ini Richo sudah rapi dengan pakaian kasualnya dan jam tangan rolex yang menghiasi lengannya ia terlihat begitu tampan menggunakan semua itu.

seperti yang Richo rencanakan pagi ini ia akan berkeliling kota Jepang untuk membeli oleh oleh sebelum berangkat bekerja. kali ini ia tidak sendirian karena akan ditemani oleh Juan sahabatnya waktu Richo masih kuliah di Amerika kebetulan Juan sekarang menetap di Jepang bersama anak dan istrinya.

"Hay ric , sorry ya kalau kamu nunggu lama " kata Juan saat mereka bertemu di lobby hotel tempat Richo menginap.

" tidak kok aku juga baru turun , ayo kita berangkat "

" baiklah "

didalam mobil mereka saling bertukar cerita tentang pekerjaan maupun kehidupan pribadinya masing masing karena mereka sudah lama tak bertemu mungkin sudah lebih dari dua tahun mereka tak bertemu walaupun demikian Richo dan Juan sering bertukar kabar melalu telepon .

" ric hari ini ku lihat penampilanmu sedikit berbeda dari biasanya , kau terlihat tampan dan muda saat menggunakan pakaian kasual seperti ini" Juan melirik Richo sambil tersenyum .

" aku memang masih muda dibandingkan dirimu yang sudah tua itu" kata Richo dengan tersenyum meledek.

" enak aja dibilang tua , usiaku masih 36 tahun "

" dan 4 tahun lagi kau berusia 40 tahun aku yakin sebentar lagi kau akan mempunyai seorang menantu."

" Putri ku baru berusia 13 tahun dia masih lama untuk menikah . "

tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah Sampek di lobby pusat perbelanjaan Richo dan Juan pun keluar dari mobil dan menyelusuri pusat perbelanjaan itu .

sat Richo melewati sebuah butik yang ada di dalam pusat perbelanjaan ia menghentikan langkahnya saat melihat gaun pendek tanpa lengan berwarna putih yang elegan namun terlihat sederhana.

" ric kenapa berhenti di butik khusus wanita apa kamu mau membelikan baju untuk istrimu?"

" tidak " jawab Richo singkat kemudian ia masuk kedalam butik tersebut. sedangkan Juan hanya menggelengkan kepalanya heran ,

ia kadang tak mengerti dengan jalan pikiran

sahabatnya yang kadang sulit di tebak.

" selamat datang tuan ada yang bisa kami bantu?"tanya penjaga butik itu.

" saya ingin gaun ini" Richo memegang sebua gaun yang ada disampingnya

bak tuan kami akan membungkusnya untuk tuan" kata sang penjaga butik dengan ramah.

oh ya nona tolong Carikan juga sepatu flat dan tas yang cocok dengan gaun ini ."

" baik tuan , apa anda tau berapa ukuran sepatunya ?"

" 37 "

" baik lah tuan tunggu disini kami akan mencarikan sepatu flat dan tas yang sesuai dengan gaun ini kebetulan kami memiliki beberapa koleksi sepatu dan tas keluaran terbaru."

"baik nona" Riko duduk di ruang tunggu yang sudah di sediakan oleh butik Juan.

"ric kamu yakin mau beli gaun itu ? bukannya gaun itu terlalu kecil untuk istri mu ?"

" gaun itu memang bukan untuk istri ku?

" bukan untuk istri mu, lalu untuk siapa gaun itu?"

" untuk baby sitter anak anak ku"

" what!!" Juan kaget dengan jawaban Richo ia sampa membulatkan matanya dengan sempurna.

" reaksinya biasa aja kali gak usah seperti itu"

" kau gila ric masa selingkuh sama baby sitter anak anak mu sendiri"

" tu mulut kalau ngomong di jaga , ingat ya aku tidak pernah dan tidak akan berselingkuh dengan siapapun"

" lalu kenapa membelikan gaun yang harganya fantastis seperti itu"

" karena aku sudah menganggapnya keluarga lagipula anak anak sangat menyayanginya jadi tidak masalah dong aku membelikan apapun padanya." ucap Richo dengan santainya

" bagimu itu memang tidak masalah tapi bagi orang lain itu sangat aneh tau"

" ah sudah lah jangan membahas Kila "

" jadi wanita itu bernama Kila ?"

" sudahlah jangan terlalu berpikir negatif"

pembicaraan mereka terhenti saat penjaga butik itu datang membawa tas dan sepatu flat yang cocok dengan gaun tersebut.

" tuan ini tas dan sepatunya apa anda suka "

" baiklah saya suka dan tolong dibungkus "

" baik tuan"

setelah Richo kekasih dan membayarnya ia berjalan kearah toko perhiasan dan membeli sebuah kalung liontin yang begitu indah untuk istri tercintanya.

bersambung.....

Terpopuler

Comments

yethiasetyavati

yethiasetyavati

iya ih aneh beliin baby sitter hadiah

2021-09-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!