1 . 9

tok tok tok

suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Mex.

" masuk" ucap Mex sambil mengambil dokumen yang menumpuk rapi di meja kerjanya.

seorang wanita cantik berambut panjang dan seksi menggunakan mini dress warna merah di atas lutut dan dipadukan dengan blzer warna putih dengan membawa sebuah berkas memasuki ruangan Mex , ya wanita itu adalah Sarah sekertaris Mex dan salah satu wanita yang menaruh hati pada Mex

" selamat pagi tuan..., ini berkas yang anda minta tadi " Sarah meletakan berkas yang dibawanya keatasi meja

"oh ya tuan 1 jam lagi anda akan miting dengan tuan kang won dari cina"

" apa kamu sudah menyiapkan keperluan mitingnya ? " tanya Mex tanpa melihat Sarah ia sibuk dengan berkas berkas yang ditandatanganinya.

" sudah tuan , semuanya sudah siap "

" baik lah , silahkan keluar"

" baik tuan , permisi..."

Mex hanya diam tak menjawab.

Sarah pun keluar dari ruangan Mex menuju meja kerjanya yang ada di hadapan ruangan Mex.

" huh dasar manusia es dan kamu Sarah , kenapa kamu bisa bodoh menyukai manusia es seperti dia " Sarah mengoceh dan memaki dirinya sendiri.

siang ini Mex selsai miting ia berencana untuk menjemput Zec dan Kila disekolah .

" mumpung masih jam 12 aku akan jemput Zec dan mengajaknya makan siang ." Mex tersenyum keluar dari ruangannya.

********

disekolah Kila dan Zec menunggu jemputan didepan pintu gerbang tapi hampir 20 menit mobil yang menjemputnya belum juga datang .

" Tante kenapa jemputannya lama ya...? "

" entahlah sayang mungkin jalanan macet , sabar ya sayang"

" iya Tante" ucap Zec memandang kearah pedagang cilok yang banyak digerumuni oleh anak anak yang mau beli .

rasanya Zec ingin sekali merasakan makanan itu tapi ia sudah berjanji pada Kila kalau dirinya tidak akan membeli jajan sembarangan.

Kila yang melihat Zec berkali kali menelan ludahnya karena memandang penjual cilok merasa kasihan.

Kila berfikir jika sekali kali memakannya tidak akan ada masalah.

" Zec sayang apa kamu mau membeli cilok?

" tidak Tante , Zec tidak akan membeli cilok kalna Zec sudah janji sama Tante kalau Zec tidak akan jajan sembalangan . "

" tapi Tante juga pingin makan cilok" ucap Kila mengerucutkan bibirnya.

" bagaimana kalau beli satu bungkus telus kita makan baleng ?" ucap Zec dengan wajah semeringah

" itu ide bagus , ayo kita beli"

" ok Tante" Zec dan Kila pun menghampiri penjualan cilok .

" pak ciloknya 10 ribu "

" dibungkus apa mau dimakan disini neng"

" dimakan sini aja pak"

" baik lah , tunggu sebentar ya neng , silahkan duduk dulu neng" kata penjual cilok menyuruh Kila duduk di kursi plastik yang ia sediakan.

"iya pak , terimakasih " Kila tersenyum kemudian mengajak Zec duduk.

" sini sayang duduk " Kila menepuk nepuk kursi yang ada disebelahnya menyuruh zec duduk.

" baik Tante" jawab Zec

tidak lama kemudian tukang cilok memberikan semangkuk cilok pada Kila .

" ini neng ciloknya "

" terimakasih pak"

" sama sama neng"

" Zec sayang ini ayo kita makan" Zec dan Kila memakan cilok dengan lahap.

" Tante ciloknya enak ya " ucap Zec tersenyum sambil meneguk minuman yang ia bawa dari rumah .

" iya sayang tapi Zec jangan bilang mami ya kalau kita beli jajan di pinggir jalan , Tante takut dimarahi mami"

" Tante tenang saja Zec tidak akan bilang siapa siapa ini hanya rahasia kita berdua."

" anak pintar , ingat ya sayang ini adalah yang pertama dan terakhir kita beli cilok. kamu mengerti sayang?" ucap Kila mengacak-acak rambut Zec dengan tersenyum .

" mengelti Tante" ucap Zec menganggukkan kepala.

setelah selesai memakan cilok hingga habis Kila segera membayar dan berjalan dipinggir bahu jalan dengan bergandengan tangan.

tin tin tin

bunyi klakson mobil terdengar dari arah belakang dan berhenti tepat di samping Kila dan Zec.

seorang laki-laki tampan berkacamata hitam keluar dari dalam mobil dan menghampiri mereka .

" hallo tuan muda Zec maafkan paman karena terlambat menjemput mu " ucap Mex dengan tersenyum.

" it's ok paman" jawab Zec

" om tam_ " Kila menghentikan ucapannya dan menutup mulut dengan tangannya melirik kearah Zec.

melihat tingkah Kila membuat Mex tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

" ada apa Kila ? apa yang ingin kamu katakan ?" tanya Mex pura pura tak tau padahal ia tau kalau Kila pasti akan memanggilnya dengan panggilan om tampan.

" oh tidak om , itu anu " ucap Kila memalingkan mukanya malu

" anu apa Kila ? bicaralah yang jelas" goda Mex tersenyum tipis.

" maksud Kila kenapa om yang menjemput kan biasanya dijemput sama supir."

sebelum Mex menjawab zec sudah mengajaknya segera pulang .

" Tante , paman apa kalian akan terus ngobrol disini dan membiarkanku menunggu kalian ? ayo lah paman come on ! ucap Zec.

" oh... maafkan paman sayang , ayo kita pulang" ucap Mex mentoel dagu Zec .

Mex membukakan pintu mobil belakang supaya Zec dan Kila segera masuk kedalam mobil setelah semua masuk pintu pun ditutup kembali .

kini Mex sudah berada dibalik kemudi dan berlahan lahan menjalankan mobilnya dan bergabung dengan mobil lain yang ada di jalan raya.

" tuan muda apakah tuan muda ingin makan siang bersama paman sebelum pulang? " tanya Mex pada Zec.

" sebenalnya Zec ingin makan pizza tapi jika aku pulang telambat mami pasti akan cemas menungguku ." jawab Zec

" baik lah kalau begitu paman akan meminta izin supaya mami tuan muda tidak cemas menunggu tuan muda pulang , bagai mana apa kau setuju. "

" baik paman , Zec setuju "

" ok paman akan menelponnya"

Mex pun segera mengambil hp miliknya kemudian menghubungi Sinta meminta izin membawa Zec dan Kila makan siang bersamanya dan akan pulang terlambat . setelah mendapat izin Mex segera mematikan hpnya menuju lestoran favoritnya

hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai di lestoran favorit Mex.

suasana lestoran tersebut begitu ramai apa lagi ini adalah jam istirahat .

semua pengunjung melihat kedatangan Mex , Kila dan Zec mereka begitu kagum dan terpesona dibuatnya , bukan karena adanya Kila dan Zec tapi karena adanya Mex sebab semua pengunjung tau siapa Mex , ya dia adalah wakil CEO yang dingin pintar tampan dan yang jelas semua kaum hawa akan tergila gila dengannya tapi sayang tak ada satupun wanita yang berhasil mencairkan hati Mex .

Mex dan Kila memandang seluruh ruangan mencari meja kosong tapi hasilnya nihil semua sudah penuh.

" om sepertinya semua meja penuh deh om" ucap Kila pada Mex

" iya sepertinya kita terlambat" jawab Mex

" belalti kita tidak jadi makan pizza dong paman ?" tanya Zec dengan mengerucutkan bibirnya.

" tuan muda tenang saja paman akan Carikan tempat untuk kita bisa makan disini "

" baik lah paman "

seorang pelayan yang melihat Mex langsung menghampiri.

bersambung........

jangan lupa dukung author ya...

jangan lupa kasih like dan juga vote....

terimakasih...

Terpopuler

Comments

Un'

Un'

lunas ya Mak bayar arisan, satu tangkai lagi meluncur.. 🌷😄😄😄

2022-01-23

0

Tha

Tha

nyicil dulu yak.

2022-01-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!