"Papi apakah hari ini papi sibuk dan akan lembur lagi?" tanya Sinta pada Richo.
Saat ini Richo berada di kamar sedang bersiap siap berangkat ke kantor.
"Iya hari ini papi lembur, memangnya kenapa mami bertanya seperti itu? Apakah ada sesuatu yang mami inginkan?" Richo bertanya sambil memicingkan mata menghadap ke arah Sinta.
"Tidak mami cuma merindukan papi saja," jawab Sinta lirih lalu memeluk Richo dengan erat seakan enggan untuk melepaskannya.
Sedangkan Richo hanya mengatakan kalau di kantor banyak kerjaan kemudian melepaskan pelukan mami Sinta tanpa ingin membalas pelukannya.
"Hari ini papi sibuk dan akan lembur soalnya di kantor kerjaan numpuk banget,"
"Papi, hari ini liburan sekolah mami mau ajak anak-anak ke-mall belanja! boleh kan Pi?"
"Boleh, tapi maaf papi gak bisa menemani mami, nanti biar Kila sama Mex aja yang menemani mami ke-mall."
Tanpa menunggu persetujuan dari Sinta, Richo melangkah keluar kamar yang berada di lantai dua turun ke lantai satu menghampiri Mex yang sudah dari tadi menunggu di depan.
Sesampainya di depan Richo berpamitan dengan ketiga putranya dan mengajak Mex berangkat, tanpa berpamitan dengan mami Sinta.
"Sayang sayangnya papi, papi berangkat kerja dulu ya, jangan nakal."
"Oke papi," jawab mereka bertiga kompak.
Cup
Cup
Cup
"Ayo Mex berangkat."
"Baik tuan."
Mex pun mengikuti tuannya yang sudah berjalan beberapalangkah di depanya.
"Papi...!" panggil Sinta kemudian berjalan keara Richo.
"Ada apa?"
Richo berhenti melangkah dan menoleh kearah mami yang sudah mendekatinya.
"Emmmm, apakah papi melupakan sesuatu?" tanya Sinta dengan wajah sendu.
"Tidak, papi tidak melupakan apa apaya sudah ya mi, papi berangkat dulu udah siang nanti terlambat."
Lagi dan lagi Sinta di acuhkan oleh Richo. Iya hanya bisa memandang kepergian Richo dengan nanar hingga mobil yang dikendarai Richo sudah menghilang dari pandangannya.
Rasanya hati Sinta sakit saat diabaikan dan diacuhkan oleh Richo yang sangat iya cintai.
Selama menikah dengan Richo Sinta tidak pernah sekalipun ia diacuhkan dan di abaikan tapi entah kenapa sudah berapa hari ini Richo berubah padanya dan selalu pulang larut malam. Entah apa yang terjadi yang jelas ini semua membuat hati mami Sinta sakit dan tak terasa bulir-bulir air mata sudah jatuh ke pipi.
Kila yang menyadari jika Sinta sedang sedih dan menangis ia mencoba untuk menanyakan apa yang membuat Sinta menangis karena menurut Kila hubungan antara Sinta dan Richo baik-baik saja tak ada masalah.
"Nyonya kenapa nyonya menangis?" tanya Kila mendekati Sinta lalu mengelus-elus lengan Sinta.
"Tidak ada apa apa Kila," jawab nyonya menghapus air mata dan tersenyum mencoba menutupi kesedihannya.
"Kila bawalah anak anak bersiap-siap, kita akan pergi bermain dan belanja di mall."
"Baik nyonya."
Kila membawa anak anak kekamar untuk bersiap begitu pula dengan nyonya. Ia naik kelantai dua masuk ke kamarnya dan bersiap karena setelah mengantar Richo kekantor maka Mex akan kembali ke rumah mengantar dirinya, anak anak dan Kila ke mall.
*******
Dua jam kemudian
Sinta menggandeng tangan Zoe dan Zil sedangkan Kila menggandeng tangan Zec. mereka berjalan beriringan dan diikuti oleh Mex dari belakang.
Mereka menyusuri mall dengan sesekali melempar candaan dan terlihat sangat bahagia.
Kini mereka menuju tempat bermain karena anak-anak ingin bermain
"Mami Zec mau main mobil mobilan itu," tangan Zec menunjuk kearah mobil mobilan yang dinaiki anak anak.
" Mami Zoe guga mauh main ubin ubinan,"
kata Zoe dengan gaya bicaranya yang cedal
Mereka berdua menunjukkan wajah imutnya agar maminya mengijinkannya bermain mobil mobilan.
"Naiklah sayang, kalian boleh main mobil mobilan tapi ditemani tante Kila," ucap Sinta tersenyum dan mentoel pipi kedua putranya yang menggemaskan itu.
"Yey yey yey kita mainan," Zec dan Zoe bersorak gembira saat diperbolehkan mainan oleh mami Sinta.
"Mi ain la ain la," Zil berbicara tak jelas karena belum begitu bisa bicara. Tangan dan wajahnya mengarah kearah kolam bola.
"Oh anak mami mau main mandi bola ya, ayo kita main."
Sinta dan Zil berjalan kearah permainan mandi bola sedangkan Zec dan Zoe sudah berlari keara mainan mobil-mobilan yang diikuti Kila.
"Zec..., Zoe...tante akan menunggu kalian di sini kalian bermain lah," ucap Kila menyuruh mereka berdua bermain.
"Baik tante," jawab mereka kompak.
Mex mendekati Kila yang duduk santai, pandangan mata Kila tidak lepas dari Zec dan Zoe yang tengah asik bermain. Sesekali Kila tersenyum melihat tingkah kedua bocah laki laki yang lucu dan menggemaskan itu.
"Nih minuman untuk mu," ucap Mex menyodorkan minuman kaleng ke Kila.
"Terima kasih om tampan," ucap Kila menerimanya dengan senyum lebar kemudian meminumnya.
"Ya sama-sama."
"Om, kenapa om tampan gak ikut tuan Richo? Biasanya kan dimana ada tuan Richo disitu juga ada om tampan. Om tampan seola oleh seperti bayangannya tuan Richo."
"Hari ini tugas ku hanya mengawasi kalian dan memastikan kalian baik-baik saja," jelas Mex.
"Oh...,gitu! Kayak presiden aja pakek dijaga ketat," celetuk Kila.
Mex terkekeh mendengar perkataan Kila.
Jika di lihat lihat ternyata dia ini cantik juga , lucu dan juga polos. Jadi penge cubit pipinya yang bikin gemes, aduh Mex kamu mikir apaan sih ngelantur gak jelas gini. batin Mex menatap wajah Kila sambil geleng-geleng kepala menghilangkan perasaan anehnya.
Kila yang ditatap Mex merasa heran kenapa Mex menatapnya tak berkedip sambil menggeleng gelengan kepala.
" Om... om tampan kenapa?"
"Emmm gak, gak ada apa apa kok, cuma pusing dikit," bohong Mex dengan tersenyum.
"Oh... kirain kenapa kalau om tampan pusing pulang dan istirahat. Kami gak papa kok ditinggal disini, biar nanti kami dijemput sopir,"
jelas Kila.
"Gak papa Kila ini hanya pusing dikit aja nanti juga hilang, lagipula ini adalah tugasku untuk menjaga kalian."
"Iya juga ya, inikan emang tugas om tampan lagi pula yang gaji om tampan kan tuan bukan aku kenapa aku jadi nyuruh nyuruh om," ucap Kila cengengesan.
Mex mengacak acak rambut Kila merasa gemas. Sedangkan Kila yang diacak-acak rambutnya mengerucutkan bibirnya.
Uhhhh imut banget rasanya pingin ku cium aja tuh bibir. batin Mex. Ia memalingkan muka tak tahan melihat bibir mungil berwarna pink milik Kila.
Setelah puas bermain Zec dan Zoe berlari menghampiri Kila dan Mex.
"Tante Zec haus."
" Zoe guga haus ante."
"Kalau gitu ayo kita cari minum!"
"Ayo tante," ajak Zec menggandeng tangan Kila
"Om ikut kami kan?" tanya Kila.
" kamu takut kehilangan aku ya...? Goda Mex tersenyum lebar.
"Ihhh siapa yang takut kehilangan," ucap Kila melirik Mex.
"Tante, paman ayo kita cali minum Zec haus nih," rengek Zec.
"Ok sayang."
bersambung.....
jangan lupa like, komen dan vote-nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Hanna Devi
Mex.. gak usah modus pakek acak²in rambut kila 😁
2022-01-27
0
Erna Queena
Omg Mex.. 😂
2022-01-26
0
Sedang Bersemedi
aku hadir nyicil baca mak
2022-01-23
0