"Papi bangun sayang sudah siang ni."
Mami Sinta membangunkan suaminya yang masih terlelap tidur. Namun sudah dari tadi Sinta membangunkan suaminya tak juga bangun kemudian iya pun menciumi wajah suaminya hingga terbangun.
Cup
Cup
Cup
Cup
Sinta mencium kening, pipi kanan, pipi kiri dan bibir suaminya. Akhirnya suaminya mengerjap kan matanya untuk bangun.
"Sayang kamu sengaja ya menggoda papi?"
"Tidak, mami cuma mau bangunin papi karena ini udah waktunya kerja."
Cup
Capi Richo mencium kening Sinta kemudian mencium dan Mel***t bibir Sinta dan Sinta pun membalas ciuman panas suaminya. Saat mereka merasa kehabisan napas barulah mereka melepaskan ciumannya .
Hows
Hows
Hows
"Sayang sudah anak-anak sudah menunggu kita," kata Sinta sambil mengatur napasnya yang tersengal-sengal.
"Baiklah tapi ingat nanti malam kau tak kan ku biarkan tidur," ucap Richo dengan menunjukkan senyuman menggoda.
"Dasar mesum," sungut mami Sinta.
"Sinta pun bangkit dari tempat tidur berjalan kearah lemari kemudian mempersiapkan pakaian kerja suaminya.
Sedangkan Richo berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai dengan urusan mandinya Richo keluar dari kamar untuk menyusul Sinta yang sudah duluan berada di ruang makan.
"Pagi sayang sayangnya papi," Richo menyapa anak dan istrinya kemudian mencium kening anak-anak dan juga Sinta.
Cup
Cup
Cup
Cup
"Pagi juga papi," jawab mereka bertiga serempak.
Setelah menyapa anak dan istrinya Richo duduk untuk sarapan pagi. Semua hening tak ada yang berbicara dalam makan, hanya dentingan sendok dan piring lah yang terdengar.
*****
"Pagi nona Kila," Slsapa Mex.
Kila terkejut dan menoleh kearah suara yang menyapa dirinya dari arah pintu mendekati dirinya.
"Ehhh om tampan , pagi juga om tampan," jawab Kila tersenyum.
"Nona apakah tuan Richo sudah siap untuk ke kantor?"
"Sudah om tampan,,, beliau sedang sarapan."
"Baiklah aku akan menunggunya di sini."
"Jadi om tampan ini sopirnya tuan ya?"
"Bisa di bilang begitu," jawab Mex dengan tersenyum.
" Enak aja muka keren gini dibilang sopir," batin Mex.
Ya pria yang berbicara dengan Kila adalah Mex asisten pribadi tua Richo. Mex adalah asisten yang pintar, muda dan tampan.
Dibandingkan Richo Mex lebih muda tiga tahun dari Richo usia Mex 27 tahun sedangkan Richo 30 tahun.
"Haduh ditanya malah jawabannya gak jelas," keluh Kila menepuk jidatnya membuat Mex terkekeh geli.
"Nona-nona anda ini lucu sekali."
"Om tampan jangan panggil aku nona dan berbicara formal, aku bukan nona di rumah ini tapi cuma baby sitter."
"Baiklah kalau begitu aku akan panggil kamu cantik, apa kamu setuju?"
"No!" Teriak seorang anak kecil berlari kearah Kila dan Mex.
"Kenapa tidak boleh?" tanya Mex.
"Kalena tante Kila hanya milik Zec dan kesayangannya Zec," ketus Zec kemudian memeluk Kila dan meminta gendong.
"Sudah lah om tampan tidak usah berdebat karena om tampan pasti akan kalah."
"Baiklah aku akan diam saja," jawab Mex akhirnya mengalah.
"Tante."
"Ada apa sayang?"
"Tante tidak boleh memanggil paman Mex dengan panggilan om tampan kalena paman Mex itu jelek!" kata Zec memandang Mex seolah-olah jijik.
"Lalu siapa di sini yang tampan?" tanya Mex
"Tentu saja Zec!" jawab Zec penuh percaya diri.
"Dasar anak sama bapak sama aja gilanya,"
gumam Mex lirih namun masih bisa didengar oleh Richo.
"Apa kamu bilang? Dasar asisten gak ada akhlak!" geram Richo.
"Sudah lah kalian jangan pada berdebat nanti bisa terlambat!" Sinta menengahi perdebatan mereka yang takkan ada habisnya itu.
******
Setelah mengantarkan Zec dan Kila kesekolah Mex dan Richo kini berang ke kantor.
"Mex sejak kapan kamu kenal Kila?" tanya Richo penasaran dengan hubungan mereka berdua.
"Kami kenal saat Kila baru datang dari desa tuan."
"Kalian pacaran ya?"
"Tidak tuan, kami tidak berpacaran," elak Mex, karena memang Mex tidak berpacaran dengan dengan Kila.
"Kamu ini Pakai ngelak segala jelas-jelas sudah punya sebutan sayang, om tampan" Richo menekankan pada kata om tampan.
"hihhihih...." Richo terkeh meledek Mex
"Kalau itu saya gak tau tuan, mungkin karena saya tampan jadi dia memanggil saya om tampan," bangga Mex
"Ck tampang pas-pasan aja bangga, kalau kamu suka juga gak papa lagian kan Kila anaknya baik, sopan dan cantik meski pun masih cantikan istriku."
"Ah sudah lah tuan lagian saya juga belum mau menikah," jawab Mex masih fokus pada setir mobilnya.
Aku tau Mex sebenarnya kamu belum bisa melupakan Cantika yang telah lama pergi. aku berdoa semoga kamu bisa menemukan wanita pengganti Cantika dan hidup bahagia seperti aku. Kata Richo dalam hati.
"Mex apakah tugas yang ku berikan sudah kamu urus."
" sudah tuan, saya sedang mengatur semuanya tuan agar semua berjalan lancar seperti keinginan tuan"
Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampai dan berhenti tepat di depan lobi gedung perusahaan yang terkenal di kota ini.
Setelah turun dari mobil Richo masuk dalam gedung kantornya diikuti oleh Mex dari belakang.
Melihat pemilik perusahaan dan asistennya datang semua karyawan menyapa dengan hormat dan takut karena di kantor Richo terkenal tegas dan disiplin, siapapun yang melakukan kesalahan ia takan segan-segan untuk menghukum meskipun itu adalah kesalahan kecil.
Setelah sampai di ruang kerjanya Richo, Mex membacakan jadwal kerja.
"Mex apa jadwalku hari ini?"
"Hari ini jadwal anda sangat padat tuan, jam 10 nanti ada akan miting dengan tuan Guen dari PT ZT company terus jam makan siang anda akan miting dengan nona Anggi dari Jepang di lestoran xxxx setelah itu jam 2 anda akan meninjau proyek yang sedang dibangun di kota B."
"Kalau begitu siapkan semuanya."
"Baik tuan saya akan siapkan semua, saya permisi dulu."
"Iya," jawab Richo singkat.
Setelah Mex berpamitan iya langsung keluar dari ruangan Richo kemudian masuk ke ruangannya sendiri yang berada disebelah ruangan Richo untuk mempersiapkan keperluan miting. sedangkan Richo kini tengah disibukan setumpuk map yang sudah tersusun rapi di atas meja kerjanya.
Usai miting dengan tuan Guen dari PT ZT company kini tiba waktunya jam makan siang.
Sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan maka Richo bersiap hendak pergi kelestoran xxxx bersama Mex menemui nona Anggi dari perusahan Jepang.
"Mex..., apa kau sudah menyiapkan semua berkas berkasnya dan mempelajarinya?"
"Sudah tuan!" jawab Mex singkat
Uhhh..., sebenarnya aku malas sekali menemuinya," keluh Richo tak bersemangat.
"Kenapa tuan malas bertemu dengan nona Anggi?" tanya Mex.
"Karena dia itu ganjen sekali dan aku gak suka dengan kelakuannya itu, jadikan aja ya yang menemuinya."
"Maaf tuan tapi beliau ingin bertemu dengan anda langsung."
"Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat!"
ajak Richo dengan malas.
bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Hanna Devi
Siap² begadang mami 🤭
2022-01-27
0
Erna Queena
Ihh lutunaaa.. 😆
2022-01-26
0
SoVay
wooow...main sm org jelang 😂
2022-01-21
0