1.17

" sorry aku hanya bercanda , oh iya nih untuk mu" Mex menyerahkan 3 paper bag pada Kila.

" apa ini om isinya"

" kamu bisa lihat sendiri isinya apa"

"boleh Kila membukanya?"

" itukan memang untuk mu jadi kamu bebas membukanya"

" ah jadi penasaran"

" kalau penasaran ya dibuka dong"

kila akhirnya membuka satu persatu paper bag yang diberi oleh Mex. ia begitu terpesona melihat gaun yang diberi oleh Mex.

" om tampan makasih ya gaun sepatu dan tasnya bagus banget Kila suka banget. ini pasti mahal banget " ucap Kila tersenyum lebar tapi seketika senyuman itu menghilang saat ia mengingat kalau ia takkan mungkin menggunakan gaun itu.

" tadi tersenyum kenapa jadi cemberut gitu ?" tanya Mex tak mengerti akan perubahan raut wajah Kila.

" om tampan ini bagaimana sih masa Kila disuruh memakai gaun sebagus ini kan Kila hanya seorang baby sitter masa Kila bermain sama anak anak memakai kaya ginian." omel Kila kemudian mencabikkan bibirnya.

" tidak seperti itu Kila , gaun ini kamu gunakan untuk kepesta__" Kila dengan cepat memotong perkataan Mex sebelum Mex melanjutkan perkataannya

" Kila tidak mungkin ke pesta om karena Kila disini hanya mengenal keluarga ini , bibi Siti dan om tampan selain itu Kila tidak mengenal siapa siapa" jelas Kila sedikit kesal .

" Kila dengarkan dulu aku ngomong, besok malam tuan akan membuat pesta kejutan untuk nyonya sedangkan aku akan menjemputmu dan anak anak setelah tuan dan nyonya pergi tugasmu mempersiapkan anak anak untuk pesta dan menjaganya di pesta nanti jadi kamu juga harus dandan yang cantik mengunakan gaun ini tapi ingat nyonya tidak boleh tau , kamu mengerti Kila?" Mex menjelaskan panjang lebar pada Kila dengan kedua tangannya yang menangkup pipi Kila karena merasa gemas akan tingkah laku dan kecerewetan Kila.

" mengerti om" ucap Kila mengangguk kepala sambil memalingkan muka karnam Mex menangkup kedua pipinya yang belum pernah disentuh oleh siapapun.

" bagus" ucap Mex mengacak acak ram but Kila.

*******

malam ini Richo terlihat begitu tampan dengan menggunakan setelan jas berwarna silver dan sepatu pantofel berwarna hitam tak lupa ia juga menggunakan jam tangan rolex yang melingkar ditangannya begitu mewah.

sedangkan Sinta terlihat cantik dan anggun ketika mengunakan gaun panjang berwarna silver dan high heels berwarna senada dengan gaunnya serta polesan make up yang tipis dan terlihat natural begitu juga rambutnya yang panjang dibiarkan terurai .

" mami apa kau sudah siap ?" tanya Richo pada Sinta

" sudah Pi" jawab Sinta malas

" kenapa mami tidak semangat seperti itu ? apa mami tidak suka menemani papi bertemu dengan rekan bisnis papi?" tanya Richo sambil menatap Sinta .

" bukan begitu papi , tapi apakah papi lupa hari ini hari apa" ucap Sinta dengan nada sedih

" tentu saja papi ingat malam inikan malam Minggu" ucap Richo dengan entengnya.

" kalau itu mah mami juga tau " ucap Sinta sebal.

" udah lah mi ayo kita berangkat nanti terlambat"

" sebentar mami mau pamit anak anak dulu " ucap Sinta melangkah keluar menuju kamar anak anak diikuti oleh Richo.

saat Sinta hendak berpamitan dengan anak anaknya ternyata mereka sudah tertidur semua.

******

sesampainya di lobby hotel Richo langsung mengajak Sinta masuk kedalam hotel.

" papi dimana tempatnya dan tumben tamu hotel ini sepi" Sinta merasa heran karena tidak bisanya tamu hotel sepi.

" tempatnya ada di ballroom hotel karena rekan bisnis papi tidak hanya mengadakan jamuan makan malam tapi juga mengadakan pesta pertunangan . " jawab Richo bohong sambil terus berjalan menuju ballroom hotel.

sesampainya didepan pintu ballroom Sinta merasa aneh dan bingung karena pintunya tertutup dan sepi.

" kenapa mami berhenti? ayo masuk" ucap Richo menggandeng tangan Sinta.

" tapi Pi"Sinta ragu

" sudah lah ayo cepat masuk"

Sinta menganggukkan kepala melangkah maju meskipun ragu perlahan-lahan ia membuka pintu ballroom .

ceklek

pintu terbuka lebar tapi apa yang dilihat ruangan tersebut nampak sepi dan gelap.

" papi kenapa gelap dan sepi apa acaranya tidak jadi"

" entah lah"

tiba tiba "surprise....." trial Richo

disertai dengan lampu menyala dan semua orang bermunculan didalam ballroom entah dari mana mereka berasal yang jelas saat ini suasana menjadi ramai dan tempat tersebut terlihat begitu mewah dan megah

di sana juga sudah ada Kila dan anak anaknya yang membawa kue ulangtahun pernikahan. di belakang mereka ada Mex dan para tamu undangan .

" happy seventh wedding anniversary dear" ucap Richo tersenyum

Sinta hanya terdiam mematung karena bahagia sampai dia tak bisa mengungkapkan kata kata apapun untuk menggambarkan kebahagiaannya itu.

"sayang kenapa diam apa mami tidak suka dengan kejutan ini" tanya Richo memegang pundak Sinta

" bukan bukan begitu papi tapi mami sangat sangat bahagia sampai mami tidak tau harus mengatakan apa " ucap Sinta dengan meneteskan air mata bahagia .

" jangan menangis dan bersedih mami ini kan hari bahagia kita" ucap Richo menghapus air mata Sinta dengan ibu jarinya.

" ini bukan air mata kesedihan tapi air mata kebahagian papi" jawab Sinta kemudian ia memeluk Richo dan Richo pun membalas pelukannya.

" happy wedding anniversary mami" ucap Richo

"happy wedding anniversary to papi " jawab Sinta lirih namun masih bisa di dengar oleh Richo.

" mami papi kapan kalian akan meniup lilinnya kami sudah tidak sabar untuk memakannya" ucap Zec polos sambil mendongakkan kepalanya sedangkan kedua tangannya menarik gaun dan jas milik Sinta dan Richo.

semuanya tertawa mendengar perkataan Zec . sedangkan Richo dan Sinta segera melepaskan pelukannya mendengar perkataan Zec.

" wah kalian sudah tidak sabar ya mau makan kuenya?" ucap Sinta tersenyum sambil berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badan ketiga putranya. sedangkan Zec Zoe dan Zil hanya menganggukkan kepalanya.

" baiklah ayo kita tiup lilinnya bersama sama apa kalian setuju" ucap Richo tersenyum membelai kepala ketiga putranya.

" no , papi dan mami saja yang meniup lilinnya kalna kalian yang ulangtahun bukan kami" jawab Zec

" baik lah mami dan papi akan meniupnya" ucap Sinta kemudian ia berdiri bersama dengan Richo mendekati Kila yang membawa kue ulangtahun pernikahan mereka.

huffff

Richo dan Sinta meniup lilinnya dan semuanya bertepuk tangan

dalam pesta itu banyak para pengusaha sukses pejabat negara juga artis ikut serta memeriahkan pesta ulang tahun pernikahan yang digelar oleh Richo.

saat ini Richo dan Sinta tengah berbincang-bincang dengan koleganya sedangkan anak anak begitu bahagia mereka berlarian ke sana kemari bersama dengan anak anak yang lain.

di sisi lain Juan masih berada di lobby hotel karena ia baru saja tiba di hotel tersebut karena sebelum berangkat Juan masih meeting bersama rekan bisnisnya.

setelah sampai di ballroom hotel tempat Richo mengadakan pesta Juan tergesa gesa berjalan hendak menghampiri Richo yang terlihat tengah berbincang-bincang dengan para tamu.

bruk

bersambung.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!