pukul satu dini hari Richo sampai di rumah. suasana rumah nampak begitu gelap dan sunyi mungkin semua penghuni rumah sudah terlelap dalam mimpi.
Richo melewati dapur dilihatnya lampu dapur masih menyala ia masuk ke dapur ternyata ia melihat Kila sedang membawa botol minuman yang sudah terisi penuh oleh air.
" Kila kamu ngapain disini kok belum tidur ?" tanya Richo yang berada dibelakang Kila membuat Kila terkejut
"ehh tuan...ini tuan saya tadi ambil air minum ." Kila menunjukan botol air minum yang ada ditangannya.
" oh " Riko Hanya ber oh ria membalikkan badan hendak melangkah pergi .
" tuan apakah anda baru pulang ? kenapa anda ke dapur , apa anda mau makan? " tanya Kila beruntun.
" emmmm sebenarnya saya lapar tapi kasihan istri saya kalau saya bangunkan , pasti dia capek." ucap Richo dengan wajah lesu.
" kalau tuan mau saya bisa menyiapkan dan menghangatkan makanannya ."
" apa itu tidak merepotkan mu?"
" sama sekali tidak tuan , silahkan duduk , saya akan menyiapkan dan menghangatkan makananya dengan cepat ucap Kila tersenyum manis.
" baik lah "
Kila meletakan botol minumannya di atas meja makan berjalan menuju kulkas untuk mengambil makanan dan menghangatkanya
Lima belas menit kemudian makanan sudah siap dimeja makan lengkap dengan minumnya.
" silahkan dinikmati makanannya tuan"
" ya terimakasih"
"" sama sama tuan"
Kila berdiri didekat Richo menunggunya makan .
selesai makan Richo mengelap mulutnya menggunakan tisu lalu bangkit dari duduknya tak lupa ia mengambil tas kerjanya yang ditaruh di atas kursi.
" Kila saya keatas duluan ya...?"
" silahkan tuan , selamat beristirahat"
saat Richo keluar dari ruang makan Kila bergegas menyimpan makanan yang masih tersisa di kulkas kemudian membersihkan meja makan dan mencuci piring .
setelah semuanya beres Kila kembali ke kamarnya untuk beristirahat .
di kamar Richo membersihkan badan dan berganti pakaian dengan pakaian tidurnya, kakinya melangkah mendekati ranjang dan duduk di atas ranjang bersebelahan dengan istrinya yang sudah terlelap dalam tidurnya.
cup
Richo mencium kening istrinya dan membelai rambut hitam sang istri tercinta.
maaf kan papi ya mi, papi melakukan ini demi membuat mami bahagia.
batin Richo sedih kemudian iya merebahkan tubuhnya memejamkan mata berusaha untuk tidur.
******
Richo terbangun dari tidurnya ia melihat kearah jam dinding masih menunjukkan pukul lima pagi , sebenarnya matanya masih sangat mengantuk karena semalam ia hanya tidur beberapa jam saja tetapi mau bagai mana lagi pekerjaan sudah menanti dirinya. kekacauan yang ada di Jepang harus segera di selesaikan
sebelum beranjak dari ranjang Richo memandang wajah istrinya yang masih tertidur dengan lelap tangannya membelai pipi halus nanputih milik istrinya.
cup
Richo mencium kening istrinya kemudian beranjak dari ranjang melangkahkan kakinya kearah lemari ia mengambil koper kecil miliknya dan memilih beberapa pakaian dan perlengkapan lainnya lalu memasukan kedalaman koper .
selesai berkemas Richo segera kekamar mandi membersihkan badan .
20 menit kemudian Richo keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya sedangkan kedua tangan sibuk mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.setelah itu ia mengunakan baju kerjanya , dasi sepatu dan jam tangan mahalnya tak lupa ia juga menyisir rambut dan menggunakan parfum.
usai semua itu ia keluar dari kamar menuju ruang kerja yang ada di samping kamarnya.
saat Richo keluar dari kamar Sinta sang istri terbangun dari tidurnya. ia melihat sekeliling kamar dan berfikir jika sang suami semalam tidak pulang ke rumah.
" apa semalam papi gak pulang ya atau mungkin.... papi sudah berangkat ke kantor, tapikan inikan masih sangat pagi baru juga jam 6 biasanya kan papi berangkat jam 8 , tau ahhh... pusing ."
ia pun merebahkan tubuhnya kembali sesaat kemudian ia kembali bangun karena teringat jika hari ini putranya sekolah dan ia harus menyiapkan sarapan, untuk keluarga kecilnya walaupun di rumah ada pembantu jika itu urusan memasak ia sendiri yang akan melakukanya sebab suami dan anaknya sangat menyukai masakannya yang terasa lezat.
Sinta turun dari ranjang untuk mandi .
usai mandi ia hendak mengambil baju didalam lemari tapi sebelum ia mengambil baju matanya melihat koper milik suaminya tergeletak didekat lemari.
" kenapa koper papi bisa ada disini , siapa yang meletakanny disini? heran Sinta kemudian iya mengambil baju untuk di kenakan setelah selesai berpakaian dan sedikit merias wajah nya ia mengambil koper untuk di simpan kembali.
" kok kopernya berat ya...?, coba ah ku buka jangan jangan baju kotor papi belum aku keluarin dari sini"
srekkkkkkk......
colek
Sinta duduk berjongkok membuka koper milik Richo saat bersamaan Richo membuka pintu dan masuk ke kamarnya .
Sinta menoleh mendengar pintu terbuka.
" papi kok ada disini?"
"kenapa ? tidak boleh !" sinis Richo mendekati Sinta .
" bukan begitu papi, maksud mami papi kapan pulangnya kok mami tidak tau"
" kenapa koper papi dibuka" Richo mengalihkan pembicaraan .
" ini Pi mami mau keluarin baju kotor sama barang barang papi "
" jangan dikeluarkan itu baju papi semuanya bersih dan mau papi bawa nanti."
"memangnya papi mau kemana kok bawa koper?" tanya Sinta dengan mengerutkan kening kemudian menutupnya kembali dan berdiri.
" ke Jepang" jawab Richo singkat
" ngapain ke jepang, lalu kenapa papi tidak bilang ke mami , apa mami tidak berarti lagi bagi papi?" ucap Sinta lirih dengan mata yang sudah berkaca kaca.
" ah sudahlah papi mau ke kamar anak anak papi merindukan mereka" Richo mengambil koper dan keluar kamar menuju kamar anak anak yang letaknya masih berada di lantai 2 .
Sinta masih tetap berdiri di tempat menatap kepergian Richo yang sudah menghilang dibalik pintu.
" papi kenapa papi berubah ke mami ?, apa salah mami ? apa papi sudah tidak cinta lagi sama mami? atau papi sudah mempunyai wanita lain yang lebih cantik dan seksi, kenapa papi jahat sekali dengan mami"
Sinta terduduk lemas dilantai air mata sudah tidak dapat ditahan lagi ia menangis terisak-isak menahan sakit di hati.
disisi lain
Richo berada di depan pintu kamar anak anak yang tidak tertutup .di sana ia hanya melihat kedua putranya Zec dan Zoe yang sedang menggambar , iya tidak melihat Zil putra ketiganya itu entah kemana dia berada.
" pagi sayangnya papi"
" pagi juga Pi " jawab Zec menoleh kearah Richo menghentikan aktifitas menggambarnya sedangkan Zoe tetap diam tak menjawab dan tetap asik dengan buku gambarnya.
Zoe memang seperti itu tidak suka ber bicara dan Ter senyum berbeda dengan Zec yang cerewet dan mudah tersenyum sama seperti adiknya Zil .
" sayang Zil kemana kok gak ada?"
" Zil masih mandi sama Tante Kila Pi ". jawab Zec
" papi mau kemana kok bawa kopel?"
"papi mau ke Jepang sayang"
bersambung.......
jangan lupa
like
vote
dan komennya ya
supaya author semangat😁😁🤭🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Hanna Devi
aku tambahin 1 tangkai lg 🌹🌹
2022-01-27
0
Esa Aurelia
Aku mau ikut ke jepang pi 😅
2022-01-26
0
Lady Meilina (Ig:lady_meilina)
satu mawar meluncur dr ku jg mak cans😍❤
2022-01-23
0