Mex yang melihat Kila merasa kasihan ia pun menawarkan diri untuk menggendong Zec.
" Kila sini biar aku yang menggendongnya " tangan Mex meraih tubuh Zec untuk digendong.
" apa ini tidak merepotkan?"
" jangan sungkan begitu dia ini juga tuanku" ucap Mex tersenyum.
Kila hanya menganggukkan kepala dan tersenyum lebar.
kemudian mereka berjalan beriringan keluar dari lestoran.
jika dilihat mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.
*******
hari ini Richo begitu lelah setelah bertemu dengan rekan bisnisnya ia memutuskan untuk kembali ke hotel. selama di Jepang Richo tinggal di hotel sebenarnya ia memiliki Fila yang mewah dan megah di jepang tapi Richo enggan tinggal di sana karena jaraknya begitu jauh dari proyek yang tengah dibangun.
sesampainya di hotel Richo segera melepaskan sepatutnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa mengganti pakaian dan mandi.
" huffffff...."Richo menghembuskan nafas panjangnya.
" hari ini aku begitu lelah , sudah 2 hari aku juga tidak bisa beristirahat tapi aku haru semangat supaya semua ini cepat selesai . aku tidak mau rencana ku batal dan aku harus segera kembali sebelum hari H dan juga acara sekolahnya Zec.
sayang papi kangen dengan kalian berempat." gumam Richo kemudian iya memejamkan mata untuk tidur sejenak.
dretttt dretttt dretttt...
sebelum Richo terlelap dalam tidurnya tiba tiba terdengar hp Richo berbunyi ia pun segera mengambilnya dari Balik jas yang digunakan.
dilihatnya layar hp memuncul nama seseorang yang ia kenal Kila calling.
kenapa ya Kila vc apa sesuatu telah terjadi di rumah . gumam Richo dalam hati kemudian ia bangun dan segera mengangkatnya.
saat panggilan vc sudah tersambung ternyata yang muncul di layar hpnya adalah putra pertamanya Zec.
( hallo papi.....) trial Zec dari seberang sana
( hallo sayang kenapa belum tidur , bukankah di sana ini sudah larut malam? )
( Zec melindukan papi ) dengan mencabikkan bibirnya
( papi juga merindukan mu sayang) dengan wajah sendu
( lalu kenapa papi tidak menelpon Zec jika papi melindukan Zec?) kesal Zec
( maafkan papi sayang papi belum bisa menelpon kalian semua) masih dengan wajah sendu
( baiklah Zec akan memaafkan papi ) dengan tersenyum
( terimakasih sayang anak papi memang terbaik) dengan tersenyum
( papi , kenapa kemalen mami menangis? apa papi memalahi mami sebelum papi belangkat ke Jepang? ) dengan memelototkan mata
( tidak sayang papi tidak memarahi mami ) dengan nada lembut
( papi jangan bohong !) bentak Zec
( beneran sayang , papi tidak bohong mungkin mami sedih karena papi pergi bekerja ke Jepang) masih dengan nada lembut
( baik lah Zec pelcaya papi tapi papi halus ingat kalau papi bohong Zec dan adek adek akan malah sama papi) dengan nada mengancam
(iya sayang papi tidak akan berbohong , Zec kenapa kamu vc menggunakan hp Tante Kila kenapa tidak menggunakan hp mami )
( kalena mami sudah bobo dan pintunya dikunci jadi Zec menggunakan hp Tante Kila )
(apa Zec sudah minta izin dengan Tante Kila?)
(belum) dengan menggeleng-gelengkan kepalanya
( kalau zek ingin mengunakan barang orang lain Zec harus minta izin dulu dari pemiliknya mengerti sayang)
(mengerti papi , maafkan Zec ya Pi) dengan nada sendu
( baik lah sekarang berikan hpnya ketante Kila)
( Tante Kila sudah bobo Pi ) Zec mengarahkan kamera hp ke wajah Kila dan nampak Kila tengah tertidur pulas
( ya sudah kalau begitu tutup hpnya)
(baik papi , daaaa....) dengan tersenyum
(daaaa sayangnya papi selamat bobo muahhh) dengan tersenyum juga.
Tut tut tut.....
Richo mematikan hp kemudian meletakkannya di atas meja , ia senyum sendiri setiap kali mengingat ketiga putranya .
" putraku itu benar benar luar biasa dia selalu saja membela wanita dan tidak pernah membela laki laki huh rasanya aku ingin sekali mempunyai anak perempuan supaya ada yang membelaku tapi saat ini Sinta tidak mungkin hamil lagi."
flashback
selama hamil Sinta hanya berada di kamar ia tidak dapat beraktifitas seperti biasanya karena kehamilannya ini lemah dan demi keselamatannya dokter sudah menyarankan untuk mengugurkan janin yang ada di dalam rahimnya tetapi Sinta menolak ia tetap bersikukuh untuk mempertahankan janinnya .sebenarnya sudah berbagai cara Richo membujuk Sinta untuk menggugurkan janinnya karena ia tidak ingin terjadi apa apa terhadap Sinta tapi usahanya gagal Sinta tetap saja mempertahankan janin yang ada didalam rahimnya .
Sinta duduk bersandar di atas ranjang bersama Richo .
" sayang anak papi yang pintar , jangan nakal ya , kasian mami" kata Richo tersenyum sambil mengelus elus perut Sinta yang sudah membesar karena usia kandungannya sudah memasuki tujuh bulan lebih.
" iya papi" jawab Sinta menirukan suara anak kecil kemudian ia mencium pipi Richo .
cup
" kok cuma sebelah kanan mi yang kiri juga dong " pinta Richo dengan manja .
" gak mau" Sinta menggelengkan kepalanya tersenyum
" ayo dong sayang tega banget sih " ucap Richo memelas
" gak mau" Sinta masih menggelengkan kepalanya
melihat tingkah Sinta membuat Richo gemas ingin sekali mencubit pipi Sinta yang terlihat cabi.
" uhhhh gemes banget pingin papi makan aja nih pipi" ucap Richo membelai pipi Sinta yang mulus itu kemudian ia mencium kedua pipi Sinta .
cup
cup
" papi mami pengen pipis" ucap Sinta menggeser duduknya hendak turun.
" mami tunggu dulu , biar papi antar mami" Richo segera beranjak dari ranjang kemudian mengangkat tubuh Sinta kedalam gendongan dan membawanya ke kamar mandi . sesampainya dikamar mandi tubuh Sinta di dudukan di atas closed.
" ayo sayang buka CD mu dan pipis lah " ucap Richo dengan tersenyum.
" mami malu , papi keluar saja dulu " ucap Sinta lirih.
" kenapa harus malu sayang , papi kan sudah melihat semuanya" goda Richo sambil tenyum sedangkan Sinta memalingkan muka tersipu malu hingga pipinya terlihat bersemu merah.
" papi cepatlah keluar mami udah gak tahan nih aduhhh" ucap Sinta menahan air kecil.
" ok papi akan keluar dan menunggu dibalik pintu , nanti kalau mami sudah selesai panggil papi dan jangan banyak gerak ok sayang."
Sinta hanya menganggukkan kepala sedangkan Richo keluar dari kamar mandi dan menunggu dibalik pintu.
Sinta yang sudah selesai buang air kecil segera memasang CD nya dan melangkah mendekati pintu kamar mandi tapi sebelum sampai pintu
sretttt.....
bug
Sinta terpleset dan jatuh kelantai
" papiiiii!!!!" teriak Sinta menahan rasa sakit di perutnya.
Richo yang mendengar Sinta berteriak segera membuka pintu . matanya membulat sempurna saat melihat Sinta terjatuh di lanta dan darah mengalir di paha Sinta yang tertutup daster .
Richo segera mengangkat tubuh Sinta dan membawanya keluar dari kamar mandi.
" papi sakit " rintih Sinta
" sabar sayang kita akan segera kerumasakit bertahan lah "
Richo keluar dari kama menuruni anak tangga sambil menggendong Sinta untuk dibawa kerumasakit.
bersambung......
jangan lupa dukung auktor dan juga memberi
like
komen
juga vote
terimakasih....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Lady Meilina (Ig:lady_meilina)
smg sinta gpp yaaa
2022-01-26
0
Un'
ya biasa nya anak laki-laki itu lebih dekat dengan ibunya dan anak perempuan sama bapaknya.. sabar ya Richo.. 😄😄
2022-01-23
0