Setelah selesai menemani Zil bermain Sinta mencari kedua putranya dan juga Kila namun iya tak menemukan keberadaan mereka .
"Mereka kemana ya, kok gak ada disekitar sini? Lebih baik telpon Kila aja deh daripada bingung" Kata Sinta dalam hati lalu mengambil hp dalam tas jinjingnya kemudian menelpon Kila.
"Hallo Kila, kamu dimana?" Tanya mami Sinta .
(..............)
"Baiklah saya akan kesana!"
Setelah menelpon Kila Sinta menuju kafe dimana Kila dan kedua putranya berada.
Di kafe
"Kila siapa yang telpon" Tanya Mex
"Nyonya mencari kita om tampan"
"Apa kamu sudah memberitahunya kalau kita ada disini?"
"Sudah..." Jawab Kila singkat.
"Sudah Zec bilang jangan memanggil paman dengan sebutan om tampan, paman itukan jelek dan hanya Zec yang tampan" Ucap Zec menatap Mex dengan tatapan membunuh.
"Tuan muda , kenapa tuan muda marah dengan saya? sayakan tidak melakukan kesalahan apa apa?"
"Zec gak akan malah sama tante kalna itu Zec akan malah sama paman"
"Apakah tuan muda takkan marah sekalipun itu tante Kila yang berbuat salah?" Tanya Mex
"Ya! kalna Zec sayang sama tante Kila"
D**asar ni anak sama persis seperti bapaknya yang suka melampiaskan kemarahannya pada orang lain. Batin Mex kesal.
"Maafkan tante ya sayang, tante takkan memanggil paman Mex dengan sebutan om tampan" Ucap Kila tersenyum mentoel pipi gembul Zec yang menggemaskan.
Zec turun dari duduknya dan duduk dipangkuan Kila iya mencium pipi Kila dan Kila pun membalas ciuman Zec mereka terlihat seperti ibu dan anak yang saling mencintai dan menyayangi.
Zoe yang melihat kedekatan Zec dan Kila merasa iri.
"Ante apa ante nda tayang tama Zoe?" Tanya Zoe lirih dengan wajah sendu.
"Kata siapa tante tidak sayang sama Zoe ,tante juga sayang sama zoe. Sini pangku sama tante" Ucap Kila tersenyum manis melambaikan tanganya.
Zoe turun dari tempat duduknya menghampiri Kila.
Kini Zec dan Zoe berada dipangkuan Kila.
kedua bocah laki laki itu memeluk dan bersandar di dada Kila yang terlihat begitu nyaman.
Sesekali Kila menciumi pipi keduanya dengan sayang dan tangannya tampak membelai rambut Zec dan Zoe.
Mex yang melihat itu semua entah kenapa tiba tiba hatinya terasa menghangat. iya kagum melihat Kila bisa begitu menyayangi dan mencintai kedua bocah itu dengan tulus.
"Apa tidak ada yang mau duduk dipangkuan paman ?" Tanya Mex
"No" Jawab keduanya
Saat Zec dan Zoe masih bermanja manja dengan Kila mami Sinta datang dengan mengendong Zil.
"Zec... Zoe... kenapa kalian minta dipangku Tante Kila?" Tanya Sinta sambil mendudukkan bokongnya di kursi.
"Kami cuma ingin dipangku oleh tante Kila mi" ucap Zec.
"Apa kalian tidak mau memeluk mami? Mami sedih kedua putra mami tidak sayang lagi dengan mami" Keluh mami Sinta pura pura sedih.
Zec dan Zoe turun dari pangkuan Kila dan memeluk mami Sinta.
"Mami..., mami jangan sedih kami sayang sama mami" Ucap Zec
"Iya mi tata Zec benal tami tayang tama mami" Zoe membenarkan ucapan Zec.
"Mami juga sayang sama kalian bertiga" Sinta tersenyum memeluk ketiga putranya itu.
"Mami Zec lapar"
"Zoe guga mi"
"Emmm kasian banget sih anak mami kelaperan, baik lah kita makan siang dulu"
Sinta memanggil pelayan untuk memesan makanan.
"Mami Zec mau makan ayam bakar "
"Kalo Zoe mauh udang goleng"
"Ok, kalau kamu mau makan apa Kila ?" Tanya Sinta pada Kila.
"Saya ayam bakar saja nyonya" Ucap Kila
"Mex kamu mau makan apa ?"
"Saya mau ayam betutu nyonya"
"Mbak kami pesan ayam bakarnya tiga, ayam betutu satu, udang gorengnya satu sama bubur ayamnya satu dan minumnya es lemon 5 dan air putih ya mbak" kata Sinta kepada pelayan yang berdiri didekatnya siap untuk mencatat pesanan.
"Baik nyonya tunggulah sebentar " Ucap pelayan mencatat semua pesanan.
Setelah selesai makan siang kini mami Sinta mengajak Kila dan ketiga putranya berbelanja .
jangan lupakan si Mex iya masih mengekor dibelakang mereka wkwkwk.....
Meskipun wajah anak anak terlihat sudah lelah tapi mereka begitu bahagia dengan aktifitasnya hari ini.
Melihat hari sudah mulai sore Sinta mengajak mereka semua pulang.
*******
Usai mengantar mereka pulang Mex kembali kekantor.
Kini Mex sudah berada di ruangan Richo meraka duduk berhadapan dan hanya meja kerja yang membatasinya.
"Tuan proyek yang ada di Jepang mengalami kekacauan"
"Bukannya semua baik baik saja, kenapa sekarang mengalami kekacauan?' Richo mendongakkan kepalanya menatap Mex yang duduk di depannya dengan wajah penuh tanya.
"Seseorang ingin menjatuhkan anda dengan cara menghancurkan proyek terbesar yang ada di Jepang tapi tuan tenang saja saya akan segera menanganinya" Jelas Mex
Rahang Richo mengeras wajahnya nampak begitu emosi mendengar penjelasan dari Mex.
"Apa kamu sudah tau Mex, siapa dalang dibalik kekacauan itu?" Tanya Rico dengan sorot mata yg tajam.
"Sudah tuan, menurut orang orang kepercayaan saya tuan Juna dari PT GM lah yang melakukannya"
"Kurang ajar berani beraninya dia melakukan itu. Lihatlah aku tidak akan membiarkan orang lain menghancurkan proyek yang bernilai ratusan miliar itu hancur begitu saja dan aku tak akan segan segan menghancurkan siapapun yang berani mengusikku' Geram Richo mengepalkan tangannya.
"Anda tenang saja tuan saya yang akan mengatasi kekacauan ini, besok pagi saya akan berangkat ke Jepang untuk menyelsaikan kekacauan yang ada"
"Kamu disini saja Mex biar aku yang berangkat ke Jepang"
"Jika anda ke Jepang lalu bagaimana dengan rencana anda?" Tanya Mex
"Aku akan kembali sebelum hari H dan tugasmu mengurus semuanya disini jangan lupa awasi dan jaga keluargaku jangan sampai terjadi apa apa pada mereka kamu mengerti Mex"
"Baiklah tuan, saya mengerti dan saya akan mengurusnya disini"
"Oh ya Mex untuk gaun nanti biar aku yang akan memilih setelah aku pulang dari Jepang"
"Baik tuan"
"Mex..."
"Iya tuan"
"Apa kamu tidak pulang?" Tanya Richo sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaranya.
"Saya akan menunggu anda tuan "
"Pulanglah ini sudah lewat jam kerja jangan menungguku, aku akan lembur hari ini "
"Apa anda tidak ingin pulang menemui istri anda dan bermanja manja melepas rindu dan lelah denganya karena besok anda tidak akan sempat memeluk dan menyentuh istri anda sebab besok pagi anda harus keluar negeri" Goda Mex
"Mex jangan macam macam" Mata Richo menatap tajam penuh peringatan .
"Oh tidak tuan saya tidak akan berani" Mex tersenyum bahagia karena berhasil menggoda tuannya.
A**ku memang merindukan istriku Mex. Aku ingin sekali memeluk dan menerkamnya. Hatiku ini terasa ngilu dan sakit saat mengingat wajahnya yang murung dan sedih karena kuabaikan dan kuacuhkan selama beberapa hari ini. Batin Richo memandang foto keluarganya diatas meja kerja miliknya.
"Tuan saya permisi, mau kembali keruang kerja saya"
"Pergilah" Ucap Richo tanpa mengalihkan pandangannya.
bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Hanna Devi
pulang lah Richo, bermanja-manja lah dgn istrimu..
2022-01-27
0
Erna Queena
Ngakak😂😂
2022-01-26
0
Esa Aurelia
Aku mau paman 😆
2022-01-26
0