Richo yang mendengar Sinta berteriak segera membuka pintu. matanya membulat sempurna saat melihat Sinta terjatuh di lantai dan darah mengalir di paha Sinta yang tertutup daster.
Richo segera mengangkat tubuh Sinta dan membawanya keluar dari kamar mandi.
" papi sakit" rintih Sinta
" sabar sayang kita akan segera kerumasakit, bertahanlah "
Richo keluar dari kamar menuruni anak tangga sambil menggendong Sinta untuk dibawa kerumasakit.
bibi Siti yang melihat tuannya sedang menggendong nyonya segera menghampiri.
" tuan ada apa dengan nyonya ? apa nyonya mau melahirkan? " tanya bibi Siti panik karena melihat nyonya merintih kesakitan.
" tadi nyonya jatuh , oh ya anak anak ada dimana bi? Richo menanyakan kedua putranya sambil terus berjalan dengan cepat.
" anak anak berada ditaman belakang bersama nanny nya tuan" jawab bibi Siti yang masih mengikuti langkah Richo dari belakang.
" ya sudah bibi ikut saya kerumasakit "
" baik tuan"
kebetulan saat itu Mex datang dan segera mengantarkan Richo membawa Sinta kerumasakit . sedangkan bibi Siti masih dirumah ia menyiapkan semua keperluan Sinta. setelah semua selesai bibi Siti segera menyusul kerumasakit.
sesampainya di rumasakit Sinta segera dibawa kedalam ruang IGD untuk segera mendapatkan penangan dari dokter.
di depan ruang IGD Richo begitu cemas ia takut terjadi sesuatu dengan istri dan calon anaknya ia tidak sanggup jika harus ditinggalkan oleh istri yang begitu dicintai. tak terasa air matanya sudah membasahi pipinya .
Mex yang melihat Richo begitu sedih mencoba untuk memberikan kekuatan .
"tuan tenanglah semua akan baik-baik saja , saya percaya kalau nyonya dan bayi anda pasti akan kuat melalu ini semuanya" ucap Mex sambil menepuk nepuk bahu Richo memberi sebuah ketenangan . Richo hanya diam tak berniat untuk menjawab .
Richo menatap kearah pintu IGD berharap dokter segera keluar dari ruangan IGD dengan membawa berita bahagia
30 menit kemudian seorang dokter wanita keluar dari ruang IGD .
"keluarga nyonya Sinta Anastasia"
" saya dok , bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Richo tidak sabar untuk mengetahui keadaan Sinta.
" maaf tuan saat ini keadaan istri anda sedang kritis dan sebaiknya bayi yang ada didalam rahim istri anda segera dikeluarkan jika tidak ini akan membahayakan istri dan juga bayi anda tuan. saat ini kami tidak punya waktu banyak kami harus segera melakukan operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi anda , apakah anda setuju tuan?"
" jika itu yang terbaik lakukan lah dok, saya mohon selamatkan istri dan anak saya "
" baik tuan kami akan melakukan yang terbaik untuk istri dan anak anda dan kami mohon anda segera menanda tangani surat persetujuan tindakan , agar Kami bisa segera melakukan operasi."
di depan kamar operasi Richo berjalan mondar-mandir menunggu operasi selesai ia begitu cemas memikirkan keadaan Sinta yang ada di dalam .
" tuan jangan mondar-mandir disitu duduklah anda harus tenang semua akan baik-baik saja " ucap Mex yang berada di kursi depan kamar operasi bersama bibi Siti yang baru saja tiba.
" Mex bagaimana aku bisa tenang jika istri ku keadaannya tidak baik baik saja " ucap Richo dengan sendu dan matanya sudah mulai berkaca-kaca.
" maaf tuan saya tau tapi alangkah baiknya jika anda duduk dan berdoa supaya semuanya berjalan lancar , percayalah semua akan baik-baik saja."
" kamu benar Mex aku harus mendoakan istri ku agar semuanya baik-baik saja" ucap Richo lirih kemudian duduk di samping Mex .
beberapa jam kemudian dokter keluar dari kamar operasi . saat Richo melihat dokter keluar dari kamar operasi ia pun segera menghampirinya.
" dokter bagaimana keadaan istri dan anak saya apa semua baik baik saja?" tanya Richo dengan kuatir.
dokter yang ditanya Richo tersenyum " selamat ya tuan bayi anda lahir dengan selamat dan berjenis kelamin laki-laki sedangkan istri anda sudah melewati masa kritisnya, setelah sadar dan kondisinya setabil kami akan memindahkan istri anda ke ruang perawatan ."
" terimakasih dokter, apa sekarang saya boleh melihat istri dan anak saya dok ?" tanya Richo Dengan senyuman bahagia.
" silahkan tuan anda bisa melihat istri anda, tapi untuk anak anda sementara ini kami melletakanya di inkubator karena terlahir prematur dan anda hanya bisa melihatnya dari luar kamar perawatan bayi"
" baiklah dok sekali lagi terimakasih"
" sama sama tuan saya permisi dulu" kemudian dokter tersebut pergi meninggalkan Richo.
keesokan harinya Sinta sudah di pindahkan di ruang perawatan VVIP. ia berbaring di atas ranjang yang selalu didampingi oleh Richo.
" sayang hari ini papi bahagiaaaa..... sekali karena mami dan anak kita bisa selamat." ucap Richo tersenyum sambil membelai rambut Sinta .
" mami juga bahagia sayang karena masih di beri kesempatan tuhan berada di samping papi dan anak anak." ucap Sinta tersenyum bahagia
" sayang berjanjilah kalau mami tidak akan meninggalkan papi . papi tidak sanggup jika harus kehilangan mami" ucap Richo sendu
" iya sayang mami janji tidak akan meninggalkan papi .mami Kan selalu setia hingga maut memisahkan kita. papi maaf ya Pi, anak kita laki laki lagi kalau papi ingin anak perempuan tunggu 5 tahun lagi ya tunggu anak anak besar dulu."
" papi tidak mau anak perempuan, anak kita cukup tiga saja .papi tidak mau mami hamil lagi, papi tidak mau kehilangan mami dan papi tidak bisa hidup tanpa mami jadi jangan coba coba untuk tidak menggunakan KB " ucap Richo tegas.
"baik lah sayang i love you" ucap Sinta sambil mengedipkan mata dan tersenyum
" i love you to sayang " balas Richo kemudian mencium kening Sinta.
cup
flashback end
" mengingatnya membuatku merindukannya .huffff lebih baik aku tidur saja tubuh ku sangat lelah " gumam Richo kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memejamkan mata untuk tidur karena besok pagi sebelum bekerja ia berencana untuk keliling Jepang membeli oleh oleh untuk ketiga putranya dan juga untuk istrinya karena Richo dua hari ke depan akan disibukan dengan pekerjaannya setelah itu ia akan segera kembali ke Indonesia jadi ia tidak akan bisa membeli oleh oleh lagi jika tidak nanti sore.
*******
di Indonesia
setelah mematikan hp Zec meletakanya diatas meja rias seperti semulaia.
Zec mendekati Kila yang tengah tertidur pulas dengan posisi miring kemudian naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Kila dan memiringkan badannya sehingga saling berhadapan . Zec tersenyum saat melihat Kila tersenyum masih dengan memejamkan mata entah bermimpi apa dia .
" Tante kenapa telsenyum sendili apa Tante sedang belmimpi melihat sesuatu yang lucu sehingga Tante telsenyum? " gumam Zec kemudian memeluk Kila.
Tante maafkan Zec ya kalena Zec meminjam hp Tante tidak meminta izin dulu itu semua gala gala Zoe yang tidak pecus itu . ucap Zec dalam hati
bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments