Kila terbangun dari tidurnya, ia begitu kaget saat melihat jam yang ada di ponselnya sudah menunjuk kan pukul lima sore. Kila bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka supaya terlihat segar dan tidak ngantuk, setelah itu Segera bergegas keluar menuju kamar anak-anak.
"Ya ampun Kila-Kila kenapa kamu ini bodoh sekali, kamu disini untuk bekerja bukan untuk tidur tiduran," Kila mengerutuki dirinya sendiri sambil berjalan.
Sesampainya di depan pintu kamar anak anak Kila segera membuka pintu itu, ia melihat tiga anak laki-laki yang masih kecil kecil, sedang asik bermain bersama dengan seorang wanita cantik.
wanita cantik itu bernama Sinta Anastasia dan dia adalah nyonya dimana Kila bekerja.
sedangkan tiga anak kecil itu adalah anak dari Sinta yang bernama Zec Adijaya ia berusia 5 tahun ia memiliki dua adik bernama Zoe Adijaya berusia 2 tahun dan Zil Adijaya yang usianya 1 tahun.
Ckrekkk...
Pintu terbuka, Zec dan Sinta menoleh kearah pintu yang dibuka oleh Kila.
"Permisi nyonya, maafkan saya nyonya saya terlambat bangun dan belum memandikan tuan muda Zec, Zoe dan Zil" ucap Kila sambil menunduk takut.
"Tidak apa apa kila, saya mengerti kamu kan habis perjalanan jauh pasti capek. Kemarilah!" Kata Sinta melambaikan tangannya menyuruh Kila mendekat padanya dan ketiga putranya.
Kila pun mendekat dan duduk di dekat Sinta dan ke-tiga putranya di atas kasur lipat yang mereka duduki untuk bermain .
" Zec.., Zoe..., Zil..., kenalkan ini nanny kalian yang baru menggantikan nanny sum dan ingat kalian tidak boleh nakal. Ok sayang,"
Sinta berkata kepada tiga anak sambil menjulurkan tangannya menoel pipi gembul ketiga putranya.
"Mengelti mami," jawab mereka bertiga serempak dengan ciri khas anak kecil yang masih cedal.
"Hay tante nama ku Zec nama tante siapa?" tanya Zec memandang Kila
"Nama saya Kila tuan muda," jawab Kila lembut dengan menampilkan senyum manisnya.
"Mami Zec gak mau panggil Nenny, Zec maunya manggilnya tante aja."
"Memangnya kenapa sayang?" Sinta bingung
" karena tante Kila itu cantik mami, tidak sepelti nanny sum yang keliput," kata Zec dengan polosnya.
Rasanya Kila ingin tertawa terbahak bahak mendengar celotehan Zec yang lucu dan menggemaskan itu, namun iya menahannya karena takut kena marah mami Sinta .
"Baiklah sayang terserah kamu saja," kata Sinta sambil mengelus rambut Zec.
"Kila saya mau masak untuk makan malam nanti, aku titip anak anak dulu ya?" ucap Sinta pada Kila.
Sinta pun berdiri hendak pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam tapi tangan Zoe berdiri memegang baju dress yang digunakan Sinta, sehingga Sinta mengurungkan niatnya untuk pergi dari kamar itu dan menurunkan badannya menyetarakan tinggi badan Zoe.
"Ada apa sayang?" tanya Sinta dengan tersenyum dan mentoel pipi Zoe gemas.
"Zoe mauh matan tama itan yam tetap,"ucap Zoe memesan makanan kesukaannya pada Sinta.
Zec yang mendengar adiknya memesan makanan untuk makan malamnya nanti Zec pun ikut memesannya sedangkan Zil yang dipangku oleh Kila hanya diam memainkan mainannya tak ikut memesan makanan karena dia masih belum mengerti apa yang dibicarakan .
"Mami Zec juga mau ayam goreng."
"Baiklah, mami akan buatkan masakan kesukaan kalian," kata Sinta
Sinta pun keluar untuk menyiapkan makan malam sedangkan anak anak bermain bersama Kila dikamar.
*******
Di dapur mami Sinta dibantu dengan bibi Siti yang merupakan salah satu asisten rumah tangga di rumah ini sedang berkutat dengan peralatan dapur dan bahan makanan untuk diolah menjadi makanan untuk makan malam nanti.
Tiba-tiba tubuh Sinta dipeluk oleh seorang pria dan siapa lagi yang berani memeluk mami Sinta kalau bukan papi Richo. Ya Richo adalah suami Sinta yang bernama Richo Adijaya. Richo merupakan pengusaha kaya raya yang terkenal baik, tegas dan berwibawa juga penyayang keluarga.
"Papi jangan peluk peluk dan mengganggu mami, mami mau masak!" kata Sinta berusaha melepaskan pelukan suaminya namun usahanya tak berhasil tangan Richo masih melingkar di perut mami Sinta.
"Sudah diamlah lanjutkan saja masaknya. papi tak akan menggangu mami, papi hanya mau memeluk mami..." jawab Richo berbisik di telinga Sinta dan meniup telinga Sinta. membuat Sinta merasa geli dan merinding dibuatnya.
"Papi malu dilihat bi Siti mainlah dengan anak anak mami akan masak sebentar."
Cup
Richo mencium pipi sinta dan saat akan mencium kembali terdengar suara yang melengking dari arah belakang Richo dan Sinta menoleh kearah suara itu.
"Papi...!" teriak Zec dengan berkacak pinggang.
"No papi, no!"
"Kenapa sayang?" tanya Richo menghampiri Zec dengan tersenyum dan mengendong bocah itu.
"Papi tidak boleh cium-cium mami," ketus Zec.
"Memangnya kenapa mami tidaki boleh dicium papi?" tanya Richo tidak mengerti.
"Kalena mami cantik jadi tidak boleh dicium oleh papi yang jelek," jawab Zec tanpa dosa.
Hahahaha...
Sinta tertawa terbahak bahak mendengar celotehan putranya yang menggemaskan sedangkan bibi Siti hanya tersenyum mendengarkannya ia takut dimarahin jika ikut tertawa.
"Nah tu dengar Pi apa kata Zec, papi tu jelek jadi menjauhlah dari mami," kata Sinta dengan senyum mengejek.
"Oke-oke papi kalah, papi tak akan mencium mami lagi. Papi akan cari wanita lain aja," kata Richo dengan melirik kearah Zec.
"Papi jangan jadi cowok menyebalkan!" geram Zec.
"Biarin weck" Richo menjulurkan lidah kearah Zec.
"Papi jangan membuat mami menangis," lirih Zec mengelus pipi Richo kemudian menyembunyikan wajahnya dileher Richo dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Richo yang menyadari jika Zec sedih dan mau menangis Richo pun mengalah.
"Sayang jangan menangis, papi hanya bercanda papi tidak akan mencari wanita lain papi sayang sama mami juga Zec, Zoe dan Zil," ucap Richo kemudian membawa Zec duduk diruang makan yang dekat dengan dapur.
Sedangkan Sinta hanya tersenyum melihat perdebatan mereka karena memang begitulah hubungan mereka setiap hari selalu ada saja perdebatan diantara anak dan ayah, tapi terlepas dari semuanya itu mereka saling menyayangi dan tak bisa terpisahkan .
"Papi kita main yuk," ajak Zec.
"Ayo kita main sama adik-adik ya?"
"No papi, Zec tidak mau belmain sama adik adik," jawab Zec dengan bersendekap.
"Kenapa sayang? Kok gak mau?" tanya Richo dengan mengelus elus putranya itu.
"Kalena adik Zoe dan adik Zil tukang lusuh dan selalu melusak mainan Zec papi!"
Zoe merasa geram saat mengingat adik adiknya yang suka merusak mainannya.
"Zec tidak boleh benci sama adik adik Zec harus jadi kakak yang baik , ok sayang," ucap Richo menasehati.
"Ok papi," Jawab Zec.
Richo dan kedua putranya pun bermain bersama sedangan Zil tidur ditemani oleh Kila.
bersambung....
jangan lupa kasih dukungan dan sarannya ya soalnya ini pertama kalinya Nn sy nulis novel dan masih belajar.... jangan lupa like dan vote ya,,,
terimakasih...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Hanipah Fitri
nyimsk
2023-03-18
0
Erna Queena
Aihh gumushnyaa.. 😍
2022-01-26
0
SoVay
baby lucu yg emsh
2022-01-21
0