" Tante Kila , sini ayo main sama Zec" ucap Zec menarik tangan Kila untuk diajak bermain bersamanya.
" memang Zec mau main apa?" tanya Kila sambil duduk di samping Zec dan Zoe.
" Zec mau main lobot lobotan Tante"
" baiklah ayo kita main robot robotan"
" Tante Zoe guga mau main cama Tante" ucap Zoe memandang Kila.
" iya sayang kita akan main bareng bareng ya" jawab Kila tersenyum.
" no adek tidak boleh ikut main sama aku sama Tante , adek mainnya sama mami dan adek Zil." ucap Zec sambil memelototkan matannya .
" Zec sayang ayo dong adek nya di ajak bermain , Zec kan anak pintar." bujuk Kila agar Zec mau mengajak Zoe bermain juga.
"iya sayang Zec kan anak yang baik , ajak adek main ya...." sambung Sinta membujuk Zec.
" pokoknya aku gak mau!!" teriak Zec kemudian memeluk Kila dan menangis " hiks hiks hiks"
" hiks hiks hiks mami Kaka nakal hiks hiks hiks" ucap Zoe ikut menangis memeluk Sinta.
Kila dan Sinta pun akhirnya sibuk menenangkan mereka berdua sedangkan Zil hanya memandangi mereka berdua dengan wajah tak bisa diartikan.
*******
Mex masuk dalam ruang tunggu bandara internasional Soekarno-Hatta karena siang ini Richo kembali dari Jepang .
sudah setengah jam Mex menunggu tapi yang di tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya padahal semua penumpang sudah keluar dari bandara
" kenapa tuan belum kelihatan ya padahal semua penumpang sudah keluar , coba saja kalau tuan memakai ZET pribadinya pasti lebih enak" gerutu Mex sambil bersendekap dada.
tak lama kemudian Richo datang dengan seseorang pria yang usianya 6 tahun lebih tua dari Richo tapi masih terlihat mempesona dan pria itu adalah Juan . ya dia ikut ke Indonesia bersama Richo karena ada urusan bisnis di Indonesia.
" bagaimana Mex apa semua baik baik saja?" tanya Richo setelah berada di depan Mex
"semua aman tuan" jawab Mex
"sorry ya Mex membuatmu menunggu lama , ini semua gara gara dia" ucap Richo memandang sinis Juan sedangkan Juan hanya tersenyum .
" memangnya kenapa dengan tuan Juan ?" tanya Mex tak mengerti.
" pak tua ini kalau habis naik pesawat selalu kebelet pup , sungguh menyebalkan sekali." cibir Richo.
" enak aja dibilang pak tua " sungut Juan tidak terima dibilang tua.
" maaf tuan tapi memang benar anda sudah tua dan umur anda jauh di atas kami " ucap Mex tanpa dosa sedikit menyunggingkan senyum.
hahaha Richo tertawa mendengar ucapan Mex yang meledek Juan .
" dasar atasan sama bawahan sama aja" geram Juan memutar bola matanya jengah .
" ah sudah lah ayo kita pulang , Juan apa kau mau ikut dengan ku?" tanya Richo pada Juan .
" tidak aku akan tinggal di hotel saja"
" baiklah kalau begitu tapi ingat kau harus datang besok malam"
" tenang saja aku pasti datang karena aku ingin melihat wanita pemilik gaun itu." ucap Juan melirik paper bag yang dipegang Richo dengan tersenyum.
" uh dasar pak tua gila ! ayo Mex kita berangkat"
" baik tuan , mari"
Richo kemudian meninggalkan Juan diikuti oleh Mex dari belakang dengan membawakan koper milik Richo.
Juan hanya menggelengkan kepalanya melihat kepergian sahabatnya dan ia pun ikut meninggalkan bandara tersebut.
******
di dalam mobil Richo menyuruh Mex mampir ke butik mengambil gaun yang ia pesan untuk Sinta sang istri.
" kita mampir butik dulu Mex . "
" apa anda tidak ingin beristirahat dulu tuan?" tanya Mex
" tidak" jawab Richo singkat
" baiklah tuan" ucap Mex kemudian ia fokus pada setir mobilnya
setelah keduanya terdiam cukup lama Richo teringat dengan paper bag yang ia bawa.
" Mex berikan gaun ini pada Kila untuk digunakan besok malam " ucap Richo menyerahkan paper bag yang ia bawa ke pada Mex .
" baik tuan " ucap Mex menerima paper bag yang diberikan Richo.
" tapi ingat jangan beritahu kalau ini aku yang membelinya " ucap Richo memperingati Mex.
" memang kenapa tuan? " heran Mex tak mengerti .
" kau ini bodoh apa bagaimana sih " ketus Richo kesal.
" maaf tuan , tapi saya memang tidak paham dengan maksud anda"
sebenarnya aku ingin kamu dekat dengan Kila dan bisa membuka sedikit pintu hatimu untuknya . aku tidak mau kamu terus terusan menyendiri dan menutup pintu hati mu pada setiap wanita Mex . batin Richo.
" dasar bodoh tentu saja istri ku akan marah padaku kala sampai dia tau aku memberikan gaun pada wanita lain dan aku tidak mau itu terjadi " bohong Richo.
" oh" Mex hanya ber oh ria tanpa ingin menjawab penjelasan dari Richo dan matanya masih fokus menatap jalanan yang begitu ramai dan sedikit macet karena bertepatan dengan jam makan siang.
30 menit kemudian Richo dan Mex sampai ditempat tujuan yaitu butik langganan mereka.
setelah turun dari mobil Richo masuk ke butik diikuti oleh Mex dari belakang.
melihat kedatangan Richo dan asisten pribadinya pemilik butik yang sudah mengenal siapa Richo segera menyambutnya dengan baik karena Richo dan keluarganya adalah pelanggan VIP butik tersebut .selain itu siapa yang tak kenal dengan seorang Richo Adijaya yang terkenal sebagai seorang pebisnis men didalam maupun diluar negeri yang begitu ulet bah kan wajahnya selalu wara Wiri dilayar kaca televisi.
" selamat datang di butik kami tuan " sapa wanita pemilik butik tersebut dengan menundukkan kepala
" apa kah gau pesanan saya kemaren sudah selesai?" tanya Richo pada pemilik butik .
" sudah tuan semua sudah selesai , jika anda ingin melihatnya mari ikuti dengan saya " kata pemilik butik itu dengan ramah.
" baik lah "
Richo dan pemilik butik pun naik kelantai 2 dikuti oleh Mex dan asisten pemilik butik itu.
di sana banyak koleksi gaun gaun yang indah dan mewah .
" tuan ini gaun pesanan anda " kata pemilik butik menunjukan salah satu gaun yang terpajang di sana.
Richo begitu terpesona melihat gaun panjang yang begitu mewah dan elegan berwarna Silver . ia jadi membayangkan betapa cantik dan anggun isterinya nanti saat memakai gaun itu.
" tuan apa ada yang kurang dengan gaun ini " tanya pemilik butik saat melihat Richo hanya diam sambil memandangi gaun tersebut .
" oh tidak nona semua sesuai dengan apa yang saya inginkan " jawab Richo tanpa melepas pandanganya kearah gaun yang dipegangnya.
" baiklah kalau begitu saya akan mengirimkan gaun ini ke rumah anda tuan "
" tidak perlu diantar nona karena saya sendiri yang akan membawanya .
" baik tuan , saya akan segera mengemasnya, oh ya tuan jas yang ada pesan juga sudah jadi dan anda bisa mencobanya sekarang "
" mana jasnya"
" ini tuan" kata sang asisten pemilik butik memberikan jas yang dipesan oleh Richo.
Richo pun segera mencoba jasnya di ruang ganti yang tidak jauh dari sana .
bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments