1 . 10

Mex dan Kila memandang seluruh ruangan mencari meja kosong tapi hasilnya nihil semua sudah penuh.

" om sepertinya semua meja penuh deh om" ucap Kila pada Mex .

" iya sepertinya kita terlambat " jawab Mex

"belalti kita tidak jadi makan pizza dong paman?" tanya Zec dengan mengerucutkan bibirnya.

"tuan muda tenang aja paman akan Carikan tempat untuk kita bisa makan disini."

" baiklah paman"

seorang pelayan yang melihat Mex langsung menghampiri.

" selamat siang tuan Mex , ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan tersebut dengan menunduk hormat.

" apa masih ada meja kosong " tanya Mex dengan dingin.

" maaf tuan semuanya sudah penuh tapi kami masih punya 1 ruangan VVIP jika anda mau" kata pelayan menjelaskan.

" saya akan mengambilnya"

" baik tuan , mari tuan ikut saya " ucap pelayan dengan membungkukkan badan kemudian berjalan kearah lift menuju lantai 3 .

setelah sampai di lantai tiga , pelayan yang ada diruang VVIP segera membukakan pintu .

"selamat datang tuan , nyonya , silahkan masuk" kata pelayan membungkukkan badan.

Kila melihat ruangan VVIP yang begitu mewah dengan disain yang elegan begitu terpesona sampai mulutnya menggangga . selain itu 2 pelayan sudah setenbai di dekat meja makan untuk melayani pengunjung.

Mex yang sudah masuk bersama Zec tak menyadari jika Kila tidak ikut masuk .

" paman coba lihat Tante Kila jadi patung didepan pintu" ucap Zec tanpa dosa sedangkan tangannya menunjuk kearah pintu.

Mex yang diberitahu oleh Zec segera memutar badannya dan memandang Kila yang masih berdiri didepan pintu dengan mulut menggangga . Mex pun segera menghampirinya.

" Kila ayo masuk" ucap Mex dengan menggandeng tangan Kila.

" iya" Jawab Kila singkat

" tutup mulut mu nanti bisa kemasukan lalat " canda Mex sambil tersenyum .

" eh emmm maaf" ucap Kila salah tingkah menahan malu dengan wajah yang sudah memerah.

" ayo duduk lah" ucap Mex setelah mereka sampai di meja makan.

" terimakasih " ucap Kila tersenyum.

setelah Kila duduk Mex pun ikut duduk di samping Kila sedangkan Zec duduk didepan mereka berdua .

" tuan muda Zec apa kau hanya mau memakan pizza saja ? " tanya Mex sambil membuka buku menu .

" iya paman Zec hanya ingin makan pizza dan minum es lemon " ucap Zec

"baik lah , Kila kamu mau makan apa?" tanya Mex

" Kila bingung om " jawab Kila sambil membolak mbalikan buku menu.

" memang kamu suka makan apa?"

" aku suka maka apa aja yang penting tidak udang"

"apa kamu tidak suka udang?"

"bukan begitu tapi Kila elergi makan udang om"

" baik lah kalau begitu biar aku saja yang memilih makanannya , apa kamu setuju?

"ok tapi Kila mau minum es lemon" Jawab Kila tersenyum.

" nona kami ingin steak terbaik yang ada di lestoran ini 2 dan pizza-nya 1 , minumanya es lemon 3 .sudah itu saja"

"apa tuan tidak ingin memesan desserts " tanya pelayan tersebut

" baiklah sajikan saja yang terbaik di lestoran ini"

" baik tuan , mohon di tunggu , kami akan segera menyajikannya . " ucap pelayan membungkukkan badan kemudian segera pergi dengan membawa catatan kecil , sedangkan pelayan yang satunya masih setenbai didekat mereka .

sambil menunggu makanan mereka bertiga ngobrol dan bercanda sesekali diiringi dengan tawa.

" om lestorannya bagus ya , tapi disini kenapa pengunjungnya cuma kita bertiga aja. pelayannya juga memperlakukan kita secara sepesial apa lagi harga makanannya buset dah mahal banget 1 porsi makanan ada yang sebesar gaji Kila 1 bulan sungguh ini luar biasa om" ucap Kila

"jelas aja disini pengunjungnya cuma kita aja orang ini ruang VVIP dan hanya kalangan orang-orang kelas atas saja yang bisa makan di lestoran ini. " ucap Mex tersenyum lebar.

" oh gitu....! jika ini hanya untuk kalangan orang kelas atas kenapa om bisa begitu mudah untuk masuk ke lestoran ini. "

" ya...karena aku sering kesini bersama tuan Richo."

Kila hanya mengangguk anggukan kepala menandakan ia mengerti .

" Zec apa kamu sering kesini juga?" tanya Kila pada Zec.

" tentu saja Zec pernah kesini , papi seling membawa kami sekelualga kesini." jawab Zec dengan entengnya.

" iya juga ya , kamu kan anak konglomerat pasti makan di lestoran mewah seperti ini sudah biasa. " kata Kila cengengesan sedangkan tangannya menggaruk kepala yang tak gatal.

obrolan mereka terhenti saat tiga pelayan datang membawa troli yang berisi pesanan makanan dan menyajikannya diatasi meja.

" tuan , nyonya dan tuan muda silahkan dinikmati hidangannya , kami permisi dulu " ucap pelelayan

" terimakasih " kata Kila sambil tersenyum

" sama sama nyonya " jawab pelayan menunduk

setelah ketiga pelayan tersebut selesai menyajikan makanan mereka meninggalkan ruangan tersebut

"om kenapa sih pelayan itu di situ terus ngelihatin kita melu" bisik Kila pada Mex sedangkan matanya melirik kearah pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka.

" makanlah aku akan menyuruhnya keluar" bisik Mex .

Kila hanya mengangguk dan tersenyum.

" nona bisakah anda meninggalkan kami?" ucap Mex

" baik tuan " pelayan pun meninggalkan ruangan.

Kila hanya diam dan memandang Mex yang sedang menyantap makanannya.

Mex yang menyadari jika dirinya diperhatikan Kila ia pun meletakan pisau dan garpunya kemudian memandang Kila.

"Kila kenapa makanannya tidak di makan apa kamu tidak suka?" tanya Mex

" bukan , bukan begitu " ucap Kila menunduk karena malu.

" lalu apa masalahnya"

" Kila tidak bisa memotong steaknya " ucap Kila lirih namun masih bisa didengar Mex dan Zec

hahaha Zec tertawa mendengar ucapan Kila.

" tuan muda Zec makanlah yang benar jangan menertawakan tantemu , itu tidak sopan " tegur Mex

" maaf Tante " ucap Zec menunduk

" tidak apa apa sayang , ayo makan lah makananmu" ucap Kila tersenyum

" kalau begitu biar aku saja yang memotongkannya untuk mu" tangan Mex mengambil steak milik Kila untuk di potong.

" maaf Kila merepotkan om"

" tidak apa-apa Kila kamu sama sekali tak merepotkan , malah aku senang jika kamu merepotkan ku." ucap Mex tersenyum .

Kila hanya diam matanya terus menatap tangan Mex yang sibuk memotong daging steak.

" nah semua sudah aku potong apa kamu mau ku suapi juga ?" goda Mex

" terimakasih , Kila bisa makan sendiri" ucap Kila tersenyum.

" baiklah ini makananmu" Mex meletakan steak yang sudah ia potong potong didepan Kila

mereka pun makan dengan diam tanpa ada yang berbicara sama sekali.

usai makan Mex menuju kasir untuk membayar tagihan makanan sedangkan Kila mengikuti Mex sambil menggendong Zec yang sudah mengantuk karena belum tidur siang .

Mex yang melihat Kila merasa kasihan ia pun menawarkan diri untuk menggendong Zec.

" Kila sini biar aku yang menggendongnya " tangan Mex meraih tubuh Zec untuk digendong.

" apa ini tidak merepotkan?"

" jangan sungkan begitu dia ini juga tuanku" ucap Mex tersenyum.

Kila hanya menggukan kepal dan tersenyum lebar.

kemudian mereka berjalan beriringan keluar dari lestoran .

jika dilihat mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.

bersambung

Terpopuler

Comments

Lady Meilina (Ig:lady_meilina)

Lady Meilina (Ig:lady_meilina)

smg bs bneran jd kluarga bhagia dong😍😍

2022-01-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!