NovelToon NovelToon
Revenge For Love

Revenge For Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:408.1k
Nilai: 5
Nama Author: jesung chan

Kisah sepasang kekasih yang saling mencintai namun berujung balas dendam akibat kesalahpahaman.

Axel Xaverus, Seorang Pria tampan dan baik hati namun berubah menjadi Sosok yang Arogan akibat sakit hati dengan Gadis yang dicintainya. Segala cara dilakukannya untuk membalas dendam pada Gadis itu.


Aluna Gracia, Seorang Gadis cantik yang harus meninggalkan Pria yang dicintainya karena suatu hal. Rasa bersalah dan cinta yang masih ada membuatnya tidak bisa melupakan Pria itu.

Apakah selamanya Axel akan membenci Aluna dan tetap melancarkan aksi balas dendamnya pada Gadis itu?

Tetap ikuti ceritanya yaa..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jesung chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kondisi Nenek

Axel masuk ke dalam rumah dengan wajah gembira.

Tiba-tiba ia mendengar suara dari dapur.

Apa ada pencuri yang masuk ke dalam rumah?

Neneknya pasti sudah tidur jam segini.

Axel langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuju dapur. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Neneknya.

Axel begitu terkejut saat melihat sosok yang berada di dapur.

"Nenek.. "

Axel melihat Neneknya sedang berdiri di depan meja makan dengan tangan yang memegang erat sisi meja.

Axel menghampiri Riana.

"Apa Nenek baik-baik saja? "

Riana tersenyum pada Axel.

"Nenek baik-baik saja Axe. "

"Mengapa Nenek belum tidur?

Tidak baik jika Nenek belum tidur selarut ini. "

ucap Axel dengan nada lembut.

"Nenek hanya ingin menunggumu pulang Axe. Rasanya Nenek begitu merindukanmu.

Akhir-akhir ini Nenek hanya beristirahat di kamar, jadi Nenek jarang menghabiskan waktu bersamamu Axe."

Axel tersenyum dan kemudian memeluk Riana.

"Axe juga begitu merindukan Nenek.

Axe berdoa agar Nenek segera sembuh dan kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi."

Axel melepaskan pelukannya.

"Apalagi Axe rindu nasi goreng buatan Nenek. Nenek juga tahu kalau Axe begitu menyukainya."

Riana memegang pipi Axel.

"Nenek janji Axe. Saat Nenek sembuh nanti, setiap hari Nenek akan memasak nasi goreng untukmu."

"Baiklah Nek.

Sekarang waktunya Nenek untuk istirahat. Axel akan mengantar Nenek ke dalam kamar."

Axel kemudian mengantar Riana ke dalam kamar.

Setelah Neneknya berbaring di tempat tidur, Axel menyelimuti Riana dengan selimut.

"Selamat tidur Nek."

Axel mengecup kening Riana.

"Selamat tidur Axe."

Axel kemudian keluar dari kamar Riana.

Riana menatap kepergian Axe.

Perlahan ia meneteskan air matanya.

Ia sungguh tidak sanggup untuk meninggalkan Axel sendirian.

--

Seperti biasa, Axel bangun pagi-pagi sekali untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Mulai dari memasak hingga membersihkan rumah.

Setelah selesai memasak, Axe memasukkan bubur ke piring untuk Neneknya.

Tidak lupa sayur yang harus dikonsumsi oleh Riana.

Axe kemudian membawa semua makanan itu ke dalam kamar Riana.

Saat masuk ke dalam kamar, Axel melihat Neneknya masih tidur.

Axel tersenyum.

Ia meletakkan makanan itu ke atas meja dan kemudian mendekati Neneknya.

Ia bermaksud untuk membangunkan Riana.

Ini sudah waktunya untuk sarapan.

Neneknya tidak boleh terlambat sarapan.

"Nek.. " panggil Axel.

Riana tidak menggubris.

Axel berpikir itu karena Riana pasti tidur nyenyak.

Axel membangunkan Riana lagi.

"Nek, sudah waktunya Nenek sarapan... "

Namun hasilnya tetap sama, Riana belum bangun juga.

Axel kemudian memegang tangan Riana.

"Nek.. "

Perasaan khawatir mulai menyelimuti Axel.

"Nek... " panggil axel lagi.

Tidak biasanya Neneknya begini.

Ia kemudian memeriksa nadi Riana.

Axel menghembuskan napas lega.

Ia sempat berpikiran yang aneh-aneh tadi.

Namun perasaan khawatir masih menyelimutinya.

Axel langsung menelpon Bidan yang biasanya memeriksa kondisi tubuh Riana..

"Bagaimana kondisi Nenek saya Bu? "

Bidan itu menarik napas panjang.

"Saya pikir, sebaiknya Ibu Riana dirawat di rumah sakit. Saya takut kondisinya semakin parah."

"Apa yang harus saya lakukan agar Nenek saya bisa segera sembuh Dok? "

"Saya hanya bisa menyarankan untuk segera membawanya ke rumah sakit. Fasilitas yang saya punya juga belum bisa menjamin kesehatan Ibu Riana. "

"Baiklah, terima kasih Bu."

"Saya permisi."

Bidan itu langsung pergi meninggalkan rumah.

Axel duduk sambil menatap ke arah Neneknya yang masih menutup matanya.

Perlahan mata Riana terbuka dan kemudian menatap Axel yang sedang menatapnya dengan tatapan khawatir.

"Axe.. "

Axel langsung mendekat pada Riana.

"Axe senang Nenek sudah sadar.

Axel kemudian membantu Riana untuk duduk.

Setelah itu, ia mengambil makanan yang sudah ia hangatkan.

"Nenek harus makan dan minum obat.

Setelah ini, Axe akan membawa Nenek ke rumah sakit. "

"Rumah sakit? Nenek baik-baik saja Axe.

Nenek istirahat di rumah saja."

"Nek...."

Axel tidak mungkin memberitahu Riana tentang apa yang dikatakan Bidan tadi padanya.

Ia tidak ingin melukai hati Neneknya.

Yang harus ia lakukan saat ini adalah membawa Neneknya ke rumah sakit.

"Nek, fasilitas di rumah sakit lebih lengkap.

Pastinya, kesehatan Nenek lebih terjamin di sana. Axe khawatir dengan kondisi Nenek."

"Axe, Nenek tidak apa-apa sayang.

Nenek pingsan, karena semalam Nenek tidur larut malam. Nenek janji tidak akan melakukannya lagi.

Tapi, tolong jangan bawa Nenek ke rumah sakit, hem? "

Axel menatap wajah memohon Riana.

Sunguh ia tidak tega jika harus memaksa Neneknga untuk pergi ke rumah sakit.

"Baiklah, Nek.

Tapi Axe akan menjaga Nenek di rumah."

Riana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Sebenarnya alasan mengapa Riana menolak untuk pergi ke rumah sakit adalah karena ia ingin mengabiskan waktunya dengan Axel lebih lama lagi.

Dan ia juga takut ketika dirawat di rumah sakit, ia tidak sempat untuk melihat wajah Axel.

Bersambung...

1
Gani Sijabat Andi
psti russel dgn gwen,biarkan mereka bersatu thor.semangat thor cerita ny bagus
Gani Sijabat Andi
nnti km menyesal acel sampai ke titik yg rendah
Jeine Sompie
waduh...Axel pria yg romantis
Jeine Sompie
dasar ibu jahat...
Jeine Sompie
sepertinya ceritanya menarik thor
Jeine Sompie
Lanjut..masih menyimak..kayaknya seru
Rini Haryati
bagus
mey mey
aku menyukai semua karyamu thor.
Fiorenz
cerita yg bagus...ini novel mu yg kedua yg sdh kubaca dan dua2 nya bagus 👍 semangat berkarya thor
jesung chan: makasih sayangg.
cuss ke cerita ketiga novelll
total 1 replies
Fiorenz
axel kok gampang nyerah sih...gk berjuang buat aluna
Fiorenz
klimaks nya nyesek banget
Fiorenz
selalu suka dgn karya2mu thor
Fiorenz
russel sebenarnya jg baik hanya dia terobsesi dgn aluna
Fiorenz
axeell...kamu salah paham
Fiorenz
sweet sekali mereka berdua
Fiorenz
ariana ama James cocok
Fiorenz
gwen gadis yg baik, semoga russel bs mencintainya
Fiorenz
suka karakter aluna lembut setia tp tegas kuat & menjunjung harga diri
Fiorenz
dendam yg sdh jd ambisi
Fiorenz
axel kok kasar sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!