NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:770.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Melly

Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 10 Kembalinya Masa Lalu Tama

Setelah beberapa hari akhir nya ujian akhir Lusiana telah selesai, kini waktunya nya Lusiana menunggu hasil ke lulusan nya. Lusiana berencana ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, namun Lusi tak bisa memutuskan nya sendiri, ia akan membicarakan nya dulu dengan Tama, apakah ia mengizinkan nya atau tidak, Lusi berniat pergi ke kantor Tama untuk bertemu Tama karena Lusi belum pernah sekalipun datang ke kantor Tama sekalian Lusi membawa kan makan siang untuk Tama.

Di kantor, Tama masih sibuk dengan pekerjaan nya, tiba-tiba ada seorang perempuan cantik masuk ke dalam ruangan kerja Tama.

Wanita itu terus saja menerobos masuk padahal satpam dan resepsionis telah melarang nya masuk tanpa membuat janji dengan Tama sang pemilik perusahaan, namun wanita itu tetap melawan untuk masuk sehingga ia bisa menerobos keruangan Tama, sehingga Tama begitu kaget melihat nya dan ternyata wanita cantik itu yang berpenampilan modis seperti bule itu masa lalu nya Tama yaitu Nurin.

"Maaf tuan, saya telah berusaha untuk melarang nona ini untuk masuk ke ruangan tuan tapi dia tetap masih saja melakukan perlawanan"tutur satpam

"Biarkan saja dia masuk" kata Tama

"Baik tuan" kata satpam

"Ternyata kamu makin tampan ya setelah sekian lama kita nggak ketemu, dan hebat juga ya kamu sekarang telah menjadi pengusaha yang sukses" kata Nurin sambil mendekati Tama dan berusaha untuk memeluk Tama namun Tama segera mengelak.

"Hei kenapa, bukan kah kamu merindukan aku?" tanya Nurin dengan pedenya.

"Buat apa aku merindukan mu?"kata Tama.

"Jangan pura-pura begitu, bukan kah kamu sangat mencintai ku dari dulu, tapi kenapa kamu nggak ada kabar selama aku di Jerman?" tanya Nurin.

"Aku dulu memang mencintai kamu, tapi sekarang telah berubah semenjak kamu mengkhianati ku dengan Romi, semenjak itu rasa cinta ku pada mu telah pudar" tutur Tama.

"Untuk itu aku sungguh minta maaf, aku kemaren memang berbuat salah tapi sekarang aku tidak akan melakukan nya lagi bahkan aku tidak pernah berhubungan dengan Romi lagi, aku mau kita seperti dulu lagi, aku yakin kamu pasti mau menerima aku lagi" kata Nurin.

"Menerima kamu lagi?" jawab Tama merasa tidak mungkin.

"Iya, kenapa tidak, kan kita bisa memulai nya dari awal lagi dan mungkin akan mengarah ke jenjang yang lebih serius lagi?" ujar Nurin dengan pedenya.

"Jangan terlalu banyak berharap kamu! ! !tidak kah kamu tahu aku sudah menikah!"bentak Tama.

"Nggak mungkin, memang nya kamu fikir aku percaya, kamu nggak mungkin bisa berpaling dari ku" kata Nurin.

"Terserah kamu berfikiran apa, yang jelas aku sekarang telah menjadi suami orang, jadi tolong jaga sikap mu!!!" kata Tama mulai marah.

"Aku tetap saja nggak percaya, kamu bicara begitu supaya aku merasa cemburu kan" kata Nurin.

"Berhenti berfikiran bodoh macam itu" kata Tama.

"Jadi aku harus mesti bagaimana, percaya? aku nggak akan percaya sebelum aku mengetahui buktinya" kata Nurin.

"Di tengah pembicaraan nya tiba-tiba Lusiana masuk ke ruangan Tama".

"Sayang, kapan kamu datang kok nggak beri tahu aku dulu bahwa kamu mau datang, kan aku bisa menjemput mu? tanya Tama yang merasa khawatir Lusiana akan marah.

"Dia siapa, seperti nya kalian sangat akrab ya" kata Lusiana sedikit emosi.

"Perkenalkan saya Nurin, orang yang sangat di cintai Tama, kamu siapa?" tanya Nurin

"Dia istri saya"jawab Tama tegas, memberitahu Nurin bahwa ia benar-benar telah punya istri.

"Istri? hah, benar kamu telah menikah ya, dan perempuan ini istri kamu? yang benar saja tanya Nurin meremehkan, menganggap bahwa Lusiana tidak sepadan dengan Tama.

"Dia jauh lebih baik dari kamu, dia orang yang sangat saya cintai" tukas Tama.

"Bagaimana kamu bisa menikahi bocah kecil ini, aku rasa dia masih anak kecil dia tahu apa tentang pernikahan" kata Nurin melihat penampilan Lusiana yang masih bergaya seperti ABG.

"Tolong jaga bicara mu di depan istri ku!!!" kata Tama mulai emosi.

"Oh ya, baik lah kita bertemu di luar saja hubungi aku nanti ya" kata Nurin mengambil kartu namanya dan meletakkan di atas meja

sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.

Sementara Lusiana hanya terdiam saja, benar ia ternyata tak mengetahui semua nya tentang suami nya, bahkan Nurin perempuan itu, yang membuat hati Lusi teriris mendengar perkataan nya.

*Lusiana*

di bawah ini foto Lusiana:

Akhirnya ujian akhir ku telah selesai, kini aku hanya menunggu hasil kelulusan ku keluar, karena aku berkeinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, aku berniat untuk menemui suami ku di kantor nya sekaligus membicarakan niatan ku untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Aku di antar pak Tomo ke kantor Tama, aku sekalian membawa kan makanan siang untuk nya.

Ini pertama kali nya aku datang ke kantor Tama, aku datang ke kantor nya tanpa sepengetahuan nya. Tapi saat aku tiba di ruangan kerja Tama, ternyata dia sedang asyik berbicara dengan seorang wanita cantik, di kelihatan nya sangat dekat. dan benar ternyata perempuan itu masa lalu suami ku, cinta pertama nya, yang dulu pernah aku ketahui dari Romi, waktu kami makan malam waktu lalu.

di bawah ini foto Nurin:

dan di bawah ini foto Romi:

Dari perlakuan dan cara bicaranya seperti nya wanita itu masih mencintai suami ku, apa lagi dia mengatakan bahwa aku tidak cocok menjadi istri Tama, sebenarnya aku mau menjambak rambut nya, beraninya dia mengatai ku dan menganggu pria yang sudah punya istri namun urung aku lakukan, karena ini masih di kantor.

Aku hanya diam terduduk sekaligus tak menyangka bahwa Tama masih berhubungan, sebenarnya aku nggak yakin suami ku masih mencintai perempuan itu, tapi jikalau Tama tidak mencintai nya lagi kenapa nggak dari tadi mengusir wanita itu dari ruangan nya entahlah, ada rasa kecewa.

Setelah wanita itu pergi aku memberikan rantang makanan itu pada suamiku, aku segara berpamitan untuk pulang namun di larang Tama.

Di bawah ini foto Tama:

"Kamu mau kemana?" tanya Tama.

"Aku cuma mau nganterin makan siang mu aja" jawab Lusiana.

"Kamu marah ya, aku sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi sama dia, aku aja nggak tau dia mau datang ke kantor" tutur Tama.

"Kenapa kamu nggak pernah bilang tentang Nurin kepada ku" kata Lusiana kecewa.

"Aku rasa itu nggak penting, buat apa? dia cuma masa lalu ku, dia telah hilang dari ingatan ku" kata Tama.

"Mungkin kamu telah melupakan nya, tapi bagaimana dengan nya, aku yakin dia akan terus berusaha untuk mendekati mu" jawab Lusiana.

"Aku akan menjauh dari nya, kalau pun ada hubungan akan ku pastikan pada mu itu hanya hubungan sebatas pekerjaan nggak lebih" kata Tama meyakinkan Lusiana.

"Aku nggak tau harus percaya atau nggak, yang jelas aku mau kamu nggak usah temui dia lagi" kata Lusiana sambil mengambil kartu nama yang di letak kan Nurin ,lalu di robek Lusiana.

"Iya, akan aku usahakan untuk tetap menjaga kepercayaan mu pada ku, ngomong-ngomong ada apa kamu datang ke kantor, biasanya nggak pernah, ada yang penting sehingga kamu datang kesini?"tanya Tama.

"Sekarang kan aku lagi nunggu ke lulusan aja, jadi aku berniat kalau setelah lulus nanti aku mau melanjutkan ke perguruan tinggi" ucap Lusiana.

"Kamu memang pengen banget mau melanjutkan kuliah?" tanya Tama.

"Iya, soal nya papa dulu pernah bilang padaku apapun ke adaan nya setidak nya aku bisa melanjutkan pendidikan ku ke perguruan tinggi" jawab Lusiana.

"Ya kalau begitu, aku mengizinkan mu untuk kuliah, lagian itu ke inginan papa mertua aku juga kan, mana mungkin aku tak mengabulkan nya" jawab Tama.

"Benar, kamu mengizinkan ku untuk kuliah?" jawab Lusiana dengan antusias.

"Iya, sayang, kamu memang nya mau melanjutkan di universitas mana?" tanya Tama.

"Nanti aku lihat lihat dulu deh yang mana yang bagus" jawab Lusiana.

"Ya udah, aku mendukungmu, asalkan kamu bahagia" tutur Tama.

Setelah itu mereka makan siang bersama.

Bersambung 🥰

1
Yuni Sari
Buruk
Yuni Sari
Biasa
imafe
tunggu2 rekaman adam kok ada yg janggal ya,
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
imafe
eh eh eh.....knp yg cantik ini jadi nurin sipelakor sih ,padahan dia manis banget apalagi klo senyum,gigi gingsulnya bikin imut,
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
imafe: murah senyum
total 1 replies
imafe
kurang micin ceritanya dan sedikit gk nyambung
Lastri Gandhi
Kenapa hrs pakai kata ganti org kedua " Kau " sih thor....kaku bgt, lbh enak di baca dgn kata " Kamu. "
Keroppi
Kira-kira apa alasan tama membeli lusiana🤔
Dhina ♑
thor ayo promo
Shalwa Sabil
lanjut
Shalwa Sabil
..lanjut
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nur Hayati
bener Tama kl Nurin pengen blk sm Tama Krn harta
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nia Bae
nunggu lagi ahhh
Nia Bae
makin suka aja ma ceritanya,, sayang ceritanya gak up tiap hari hehehe😁😁😁😁lama banget nunggu nya
Nilaaa🍒
like
Mirna Watie
lanjuttt
Nilaaa🍒
semangat kak
like episode tertinggal
salam dari IKYD
Shalwa Sabil
lanjut thour... kenapa senyum nya nurin sinis ya....
Kaka Pertama
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!