NovelToon NovelToon
Ahan

Ahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:276.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pemilik Hati

Seorang pria tengah berjalan mondar-mandir tidak karuan, pikirannya sedang gelisah. Sesekali pria itu melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
Raut wajahnya nampak gelisah, sesekali pria itu juga mengumpat kesal.

"Sial, sudah dua jam lebih Raka belum kembali juga, jangan-jangan dia gagal lagi," umpat pria itu. Pandangannya selalu mengarah ke pintu apartemennya.

Pria itu adalah Farel Dirgantara Adiathama, bos di perusahaan terbesar dan terkemuka di kotanya.
Farel tengah gelisah dan juga bimbang, ibunya mendesak dirinya untuk segera menikah, tapi Farel sendiri sampai saat ini belum menemukan gadis yang cocok.

Tak berapa lama kemudian pintu apartemennya terbuka, muncullah Raka asisten pribadinya.
Farel langsung melontarkan pertanyaan demi pertanyaan kepada asistennya itu.

"Bagaimana, kamu berhasil kan, jangan bilang kalau kamu gagal lagi, nanti aku potong gaji kamu, kalau kamu gagal," Raka hanya tersenyum mendengar pertanyaan yang Farel lontarkan.

Selang beberapa menit, seorang gadis masuk ke dalam, Farel yang melihatnya seketika menganga tak percaya.
Farel langsung memandangi gadis itu, dari ujung kaki sampai ujung kepala, gadis itu masih memakai seragam abu-abu lengkap dengan tas gendong di punggungnya.

Sejenak Farel melirik ke arah Raka, lalu menarik tangan Raka agar menjauh sedikit dari gadis itu.

"Ka, kamu udah gila apa, aku pikir kamu akan membawa wanita yang lebih dewasa, yang mengerti arti pernikahan, tapi kamu malah bawa anak ABG," Farel berujar dengan kesal. Bagaimana tidak kesal, Raka membawa gadis ABG yang masih polos.

"Kalau kamu mau cari yang dewasa, dan berpengalaman, ambil aja di diskotik, di sana banyak," detik itu juga, Farel menjitak kepala Raka, sementara Raka hanya meringis menahan sakit.

"Gila, sama aja dapet second dong," sahut Farel. Ia benar-benar kesal dengan hasil kerja Raka.

Farel membuang nafas kasar, setelah itu ia berjalan menghampiri gadis itu. Sebelum memulai pembicaraannya, tak lupa Farel mengajak gadis itu untuk duduk di sofa, sementara Raka berdiri di samping Farel.

Setelah itu, Farel memulai pembicaraannya, perlahan Farel juga mengutarakan apa maksud dan tujuannya. Gadis itu terperangah setelah mendengar apa tujuan dari Farel.
Akankah gadis itu menerima tawaran drama yang Farel ucapkan, atau menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pemilik Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa_Lalu_Farel_10

Mobil Farel sudah berhenti tepat di depan gerbang sekolah Adel, seperti biasa sebelum Adel turun dari mobil, gadis itu selalu mencium punggung tangan Farel.

Setelah itu ia segera turun dan berlari masuk sebelum gerbang sekolah di tutup.

Setelah Adel masuk, Farel dengan cepat melajukan mobilnya menuju ke kantor.

Selama dalam perjalanan, Farel masih teringat kejadian semalam. Di mana Viona yang tiba-tiba datang, dan Riana yang mencoba menyakiti Adel, dengan caranya yang licik itu.

Farel mendesah, sungguh berat beban pikirannya, tiba-tiba saja bayangan masa lalunya terlintas kembali di otaknya. Farel teringat akan kejadian yang sangat ia sesali seumur hidupnya, di mana ia lebih percaya dengan ular berbisa di bandingkan dengan kata hatinya.

***

5 tahun yang lalu di sebuah gedung yang menjulang tinggi seorang pemuda tengah sibuk dengan berkas dan file-file yang menumpuk di depannya. Pemuda itu adalah Farel Dirgantara Adhiatama, pengusaha muda yang sukses, perusahaannya yang berdiri di bidang properti membuat lelaki itu begitu sibuk dengan pekerjaannya.

Tak jarang ia harus bolak-balik ke luar kota untuk mengurus bisnisnya, bahkan terkadang ke luar negeri untuk kunjungan kerja. Sudah banyak bangunan yang Farel dirikan, seperti pusat perbelanjaan, apartemen, perumahan, dan masih banyak lagi. Farel benar-benar bekerja keras untuk kesuksesan hidupnya dan masa depannya.

Saat Farel tengah sibuk menanda tangani berkas yang menumpuk, tiba-tiba benda pipih yang berada di sampingnya bergetar, dengan terpaksa Farel mengalihkan pandangannya. Takut ada yang penting, lelaki itu pun mengambil benda pipih tersebut, perlahan Farel mengusap layarnya, dan tertera sebuah pesan masuk.

Farel mengernyitkan keningnya, ada beberapa pesan yang masuk, ia pun segera membukanya, seketika mata lelaki itu membulat sempurna setelah melihat foto-foto yang terkirim untuknya.

Sesekali Farel menggelengkan kepalanya, merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat, tapi foto itu begitu nyata, dan mau tidak mau, lelaki itu percaya dengan foto tersebut.

Darahnya seketika mendidih, rahangnya mengeras, dadanya kembang kempis menahan amarahnya. Tanpa hitungan detik, semua berkas dan file-file terlempar dan berserakan di lantai. Bukan itu saja, vas bunga yang terletak di atas meja itu pun ikut melayang.

Farel benar-benar tidak dapat mengontrol emosinya, dengan segera lelaki itu menyambar kunci mobilnya dan berlari keluar.

Para karyawan yang melihatnya merasa bingung dengan bosnya itu, begitu juga dengan Raka, teman sekaligus asisten pribadinya.

Farel sudah tiba di parkiran, dengan segera ia masuk ke dalam mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi, lelaki itu tidak peduli dengan kendaraan yang berlalu-lalang di depannya.

Suara klakson terus ia bunyikan, agar pengendara di depannya memberikan jalan untuk mobilnya.

Sesekali Farel mengumpat kesal, saat ada pengendara yang tiba-tiba berhenti di depannya, dan terkadang melintas tanpa melihat-lihat terlebih dahulu. Saat ini Farel tidak peduli dengan keselamatan dirinya, yang ada dalam pikirannya adalah ingin cepat sampai di tempat tujuannya.

Hanya butuh waktu kurang dari setengah jam, Farel tiba di sebuah rumah minimalis. Farel memarkirkan mobilnya di halaman rumah tersebut. Dengan cepat lelaki itu keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu rumah tersebut.

Farel segera memencet bel rumah itu, karena tidak sabar lagi, lelaki itu menggedor-gedor pintu rumah tersebut dengan begitu keras.

Selang beberapa menit, pintu rumah terbuka, menampakkan seorang perempuan dengan pakaian serba panjang lengkap dengan jilbab. Perempuan itu adalah Anggia Deanditha, kekasih Farel. Mereka sudah 3 tahun menjalin hubungan, dan keduanya sepakat untuk menuju ke jenjang yang lebih serius.

Namun sepertinya impian itu hanya akan menjadi mimpi belaka.

Anggia terlihat bingung saat melihat Farel yang menatap dirinya dengan tatapan yang mematikan. Tidak seperti biasanya lelaki itu seperti ini, Farel yang selalu lembut dengan seorang perempuan. Tapi kali ini tidak, kelembutan itu seakan sirna entah kemana.

"Mas Farel ... masuk du .... "

"Tidak perlu," potong Farel dengan cepat. Matanya menatap tajam ke arah Anggia.

Kemudian Farel merogoh saku celananya dan mengambil handphonenya, setelah itu ia memperlihatkan foto-foto yang baru Farel dapat. Seketika mata Anggia membulat sempurna, matanya juga mulai berkaca-kaca, lalu ia menutup mulutnya dengan tangan kanannya, perempuan itu pun menggelengkan kepalanya.

"Itu enggak bener Mas, aku tidak per .... "

"Lalu ini apa! Kamu lihat foto ini! Lihat baik-baik! Aku kecewa sama kamu, aku pikir kamu itu perempuan baik-baik, tapi ternyata aku salah. Penampilan kamu hanya sebagai kedok, kamu sama saja seperti perempuan jal*ng di luar sana! Aku kecewa sama kamu! Aku kecewa!" Seketika tangis Anggia pecah, perempuan itu tidak menyangka jika Farel tega menuduhnya seperti itu. Kata-kata Farel sangat menyakitkan hati.

"Enggak Mas, aku enggak seperti itu, tolong percaya sama aku Mas," Anggia terus memohon agar lelaki itu mau mempercayainya. Tapi Farel sudah terlanjur kecewa.

"Aku bisa jelasin semuanya Mas, tolong percaya sama aku," Anggia berlutut di hadapan Farel, berharap kekasihnya itu mau mendengarkan penjelasan darinya.

"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, karena semuanya sudah jelas, dan mulai detik ini juga, kita akhiri saja hubungan ini, aku tidak sudi punya istri kotor seperti kamu. Belum menikah saja kamu tidak bisa menjaga kehormatan dan kesucian seorang perempuan, apa lagi nanti, aku tidak mau kecewa untuk kedua kalinya," setelah berucap Farel melangkah pergi meninggalkan Anggia yang kini terduduk di lantai.

Anggia terus berteriak agar Farel mau mendengarkan penjelasannya, tapi lelaki itu tidak perduli dengan teriakan Anggia.

Setelah masuk ke dalam mobil, Farel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mobil Farel telah melesat jauh.

Sementara Anggia masih dalam posisinya, perempuan itu terus menangis.

Entah dosa apa yang ia perbuat, sehingga Tuhan mengujinya dengan seberat ini. Anggia tidak menyangka jika hubungan yang sudah 3 tahun ia bangun akan berakhir dengan cara seperti ini.

Perempuan itu terus meratapi nasibnya, nasib cintanya begitu menyakitkan. Anggia tidak rela, jika harus berpisah dengan cara seperti ini.

Setelah kejadian itu, emosi Farel tidak pernah terkontrol. Akibatnya, para karyawannya yang menjadi korban.

Dan selang 3 hari, Viona yang merupakan sahabat Anggia datang menemui Farel di kantor.

Awalnya lelaki itu tidak menghiraukan kedatangannya, tapi setelah Viona menceritakan kebenaran atas permasalahan yang Farel dan Anggia alami, seketika lelaki itu naik pitam.

Farel bangkit dari duduknya, matanya yang sudah memerah menatap tajam ke arah perempuan itu. Rahangnya yang mengeras serta dadanya naik-turun menahan amarahnya. Andai Viona bukan seorang perempuan, pasti Farel sudah menghabisinya, tidak ada ampun bagi sahabat penghianat seperti Viona.

Viona ibarat duri dalam daging, yang sewaktu-waktu akan menyakitinya.

Viona telah menceritakan jika foto itu adalah hasil rekayasanya, perempuan itu sengaja menjebak Anggia, agar hubungannya dengan Farel berakhir, karena perempuan itu merasa iri. Viona iri dengan Anggia yang bisa mendapatkan pria seperti Farel, sedangkan dirinya, perempuan itu tak seberuntung sahabatnya, itu sebabnya rasa iri timbul dalam diri Viona.

Farel tidak menyangka jika Viona dapat melakukan hal sekejih itu, Viona telah memfitnah sahabatnya sendiri, dengan cara menjebak Anggia. Dengan sengaja Viona memberikan obat tidur kepada Anggia, dan setelah itu ia melucuti pakaian Anggia hingga tak tersisa, bukan itu saja, Viona juga menyuruh teman lelakinya untuk bertelanjang dada, dan menyuruhnya untuk berpose panas bersama dengan Anggia.

Viona mengambil foto Anggia dan teman lelakinya itu, setelah itu Viona mengirim foto-foto tersebut kepada Farel, dengan tujuan untuk menghancurkan hubungannya dengan Anggia. Semua usahanya berjalan dengan mulus, tanpa hitungan hari Farel dan Anggia telah berpisah. Viona tertawa penuh kemenangan, atas usahanya yang berhasil itu.

Kini yang ada hanya penyesalan, Farel menyesal karena lebih percaya dengan foto itu, tanpa mendengar penjelasan dari Anggia. Kata maaf tak ada gunanya lagi. Penyesalan pun sudah tidak berarti lagi. Karena saat Farel memilih pergi, saat itu juga Anggia juga pergi meninggalkan kota itu. Perempuan itu tidak sanggup dengan ujian yang menimpanya, dan satu-satunya jalan adalah pergi jauh dan sejauh mungkin agar bisa melupakan kenangannya bersama sang kekasih.

Sejak saat itu, Farel sangat membenci Viona, mendengar namanya saja ia sudah muak, apa lagi melihat wajahnya.

Selama hampir setahun Farel mencari keberadaan Anggia, perempuan yang sangat Farel cintai, ia selalu merasa nyaman jika berada di dekatnya. Tapi pencariannya sia-sia, Anggia seperti hilang ditelan bumi. Tak ada tanda-tanda di mana perempuan itu berada.

Sejak saat itu juga, Farel menjadi frustasi, lelaki itu seperti kehilangan semangat hidupnya. Farel menjadi emosional, lelaki itu tidak dapat mengontrol emosinya, ia sering mengamuk tidak jelas. Alhasil, Farel terpaksa di bawa ke psikiater untuk bisa mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Perlahan Farel bisa mengendalikan dirinya dan emosinya, dan secara pelan-pelan ia juga bisa melupakan Anggia.

Meski dalam benaknya sangat tidak mungkin, tapi setelah Farel mencobanya, ia bisa mengubur dalam-dalam masa lalunya, kenangan pahit yang pernah Farel alami selama hidupnya.

Setelah 5 tahun berlalu, Farel pun mencoba membuka hatinya untuk wanita lain, hingga ia dipertemukan dengan Adel.

Gadis ABG yang polos, dan kini telah menjadi istrinya, meski pernikahan mereka berada di atas janji. Tapi Farel merasa begitu nyaman berada di dekatnya. Walaupun pernikahannya masih seumur jagung, dan pernah terbesit di hati kecil Farel, jika dirinya masih mengharapkan Tuhan mempertemukan ia kembali dengan Anggia.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, Farel segera membereskan pekerjaannya. Karena sore itu ia akan mengajak Adel untuk pindah ke rumah miliknya, rumah yang Farel bangun sendiri.

Rasanya tidak sabar untuk sampai di rumah, ia ingin melihat ekspresi istri kecilnya itu, saat tau jika Farel tiba-tiba mengajaknya untuk pindah rumah.

Mobil Farel sudah terparkir di halaman rumah, dengan segera lelaki itu keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah.

Di edarkan pandangan matanya, tapi ia tidak menangkap seorang pun, rumah begitu sepi. Akhirnya Farel memutuskan untuk naik ke atas, di kamar ia juga tidak melihat istri kecilnya itu.

"Kok tumben sepi gini sih, Adel juga kemana tuh bocah," ujar Farel. Ia meletakkan jasnya di atas sofa.

Farel berjalan menuju ke kamar mandi sembari mengendurkan dasinya, dan melepasnya. Di kamar mandi Farel tidak menemukan Adel, di ruang ganti pun sama.

Akhirnya Farel memutuskan untuk turun ke bawah, ia mencoba mencari Adel di belakang. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat pemandangan indah yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

Perlahan Farel melangkahkan kakinya untuk mendekat, seketika tubuh Farel terasa panas, ia pun melipat lengan kemejanya ke atas, dan melepas dua kancing kemejanya.

Hasratnya tiba-tiba muncul saat melihat Adel yang tengah memakai pakaian renang, tubuhnya meliuk-liuk di dalam air.

Farel menelan salivanya sendiri, melihat keindahan tubuh istrinya itu.

Adel yang merasa akan kehadiran Farel, dengan cepat gadis itu muncul ke permukaan.

Adel melihat gelagat aneh dari suaminya itu, dan tatapan Farel juga berbeda. Dengan cepat Adel naik ke atas dan segera menyambar handuk untuk menutupi tubuhnya. Kini Farel sudah berdiri di hadapan Adel.

"Om kenapa?" tanya Adel. Gadis itu merasa ngeri sendiri.

"Panas." Desis Farel. Matanya terus menatap tubuh Adel.

Sejenak Adel terdiam. "Om mau mandi." Tebaknya.

Farel hanya menggelengkan kepalanya. "Aku mau kamu." Matanya terus menatap tubuh mungil Adel.

Adel melotot mendengar ucapan Farel. Gadis itu paham akan ucapan suaminya itu, karena sedari tadi Farel terus menatap tubuh Adel di bagian dadanya, dan pahanya yang terekspos itu.

Tanpa diduga Farel menyambar tubuh Adel, lelaki itu mencoba menelusuri leher jenjang Adel.

"Ih, Om mau ngapain sih, lepas enggak Om," Adel terus memberontak. Tapi tenaganya tidak cukup kuat.

"Kamu sudah menggodaku," ucap Farel. Lelaki itu terus melaksanakan aksinya.

"Om jangan macam-macam ya, ingat perjanjian kita Om," Adel mencoba mengingatkan Farel akan janji pernikahannya.

Farel sama sekali tidak mendengarkan ucapan Adel. Lelaki itu terus menelusuri leher jenjang Adel yang putih dan mulus itu.

Adel benar-benar tidak bisa menahan Farel lagi, tubuh Adel pun terhuyung ke belakang, lantaran tenaga Farel terlalu kuat, dan detik itu juga keduanya jatuh ke kolam. Byuuuuurrrr.

1
Rena Agustina
enak bacanya ngalir .seneng sku
Rena Agustina
novel tanpa plakor bagai makan tak ada sambal kali hehehe
Rena Agustina
aduhhh dapat yg muda dong
Rena Agustina
kenapa juga cuman di jadiin istri pura pura gak mau bekas tuh si parel
Ria Avionic
Penasaran kelanjutannya thor
Sania Nabilla
hai kak, aku mampir nih. Tentunya aku bawa like,fav,rate 5.🥰

Aku tunggu kedatangan kk di karya aku ya
"Kamu matahari dan aku bulan" dan
"Siren or Human"

Semangat🥰
Priska Anita
Like dari Rona Cinta mendarat disini 💜
Haraz Dewi
ga jelas nih thornya🤣
gemini_girl
visualnya dong thor
Juanita Lemah
kok dah lama gak up lagi
gemini_girl
visualnya dong thor
gemini_girl
visualnya dobg thor
gemini_girl
visualnya dong thor
Eva Nur Mila
wihhh ada apa ya lanjooot thooor greget ni
-Temaram Senja-: Keren kak
Btw sekalian mampir ke novelku
"MY HIDDEN LOVE" genre romance 18+ dan komedi

"TERPAKSA MENUA BERSAMA" genre romance 18+ dan komedi

"DIPAKSA SELINGKUH" genre romance 21+

Nanti aku feedback kak
total 1 replies
Zahara
lanjut
_QUEEN_
hai KK mampir donk ke novel baru ku

judul nya MY Lovely mafia

terimakasih 😉
Mira Herliviana
lanjut
-Temaram Senja-: Keren kak
Btw sekalian mampir ke novelku
"MY HIDDEN LOVE" genre romance 18+ dan komedi

"TERPAKSA MENUA BERSAMA" genre romance 18+ dan komedi

Nanti aku feedback kak
total 1 replies
Risa Kemala Sari
kok anggia pakai hijab lg bukanya udah buka?
-Temaram Senja-: jangan lupa feedback ya kak

Keren kak
Btw sekalian mampir ke novelku
"MY HIDDEN LOVE" genre romance 18+ dan komedi

"TERPAKSA MENUA BERSAMA" genre romance 18+ dan komedi

"DIPAKSA SELINGKUH" genre romance 21+
total 4 replies
Royani Yani
bikin penasaran
-Temaram Senja-: Keren kak
Btw sekalian mampir ke novelku
"MY HIDDEN LOVE" genre romance 18+ dan komedi

"TERPAKSA MENUA BERSAMA" genre romance 18+ dan komedi

Nanti aku feedback kak
total 1 replies
Rayhanah Salwani
ada apa....????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!