Adrian Walker, seorang pemilik sebuah Restoran terbesar di kotanya, terpaksa menikah lagi dengan seorang gadis bernama Ariana atas permintaan istri pertamanya, Elizabeth.
Elizabeth terpaksa melakukannya karena kedua orangtua Adrian sangat menginginkan kehadiran seorang cucu. Sedangkan Elizabeth tidak mungkin hamil karena rahimnya sudah diangkat akibat kecelakaan yang pernah terjadi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlibur
Setibanya dirumah,
Ariana berpapasan dengan Elizabeth, wanita itu menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
"Ingat, Ariana. Aku tak akan membiarkan dirimu bahagia diatas penderitaan ku. Akan ku buat kau menderita... Ingat itu!" katanya sambil mencengkeram tangan Ariana.
Setelah wanita itu melepaskan cengkeraman nya, Ariana segera menuju kamarnya dan mengunci pintunya.
"Oh Tuhan, aku takut. Kenapa aku harus berada di tempat ini? Mengapa harus aku yang hadir di tengah-tengah mereka?!" ucap Ariana sambil terisak diatas tempat tidurnya.
Ariana mengurung dirinya disana seperti biasanya, ia akan membuka pintunya jika Mbak Lilis atau Suaminya yang mengetuk pintunya.
Seperti sekarang, Adrian mengetuk pintu kamarnya.
"Ariana, ini aku." kata Adrian sambil mengetuk pintu kamar Ariana.
"Sebentar," Ariana segera membukakan pintu kamarnya dan memberikan senyuman manisnya untuk Adrian.
"Bagaimana hasil pemeriksaannya tadi? Semuanya baik-baik saja kan?!" tanya Adrian sambil memeluk Ariana dan menutup pintu kamar itu.
"Semuanya baik-baik saja dan bayinya juga sehat." Ariana sembari membalas pelukan Tuan Adrian.
"Apakah jenis kelaminnya sudah kelihatan?" tanya Adrian penasaran.
Ariana tergelak, "Tuan, usia kehamilan ku baru memasuki bulan ketiga. Jenis kelaminnya masih belum terlihat di usia ini." sahut Ariana
"Benarkah? Aku sudah sangat penasaran. Aku ingin sekali mengetahui jenis kelaminnya." kata Adrian sambil mengelus perut Ariana.
"Memang kamu ingin bayi laki-laki atau bayi perempuan?" tanya Ariana
"Tidak masalah dia laki-laki ataupun perempuan. Yang penting dia lahir dengan selamat." sahut Adrian
"Syukurlah, aku kira kamu hanya menginginkan bayi laki-laki." kata Ariana
"Tidaklah, aku akan terima anakku laki-laki ataupun perempuan." sahut Adrian sambil tersenyum kepada Ariana.
"Ariana aku akan berlibur bersama Elizabeth, aku harap kau bisa ikut bersama kami." kata Adrian lagi
"Tidak, Tuan. Tidak usah... Biarkan aku menunggu kalian disini. Aku tidak ingin mengganggu liburan kalian." sahut Ariana
"Tapi aku sudah memesan tiket untuk tiga orang, Ariana. Aku, Kamu dan Elizabeth." kata Adrian.
"Tapi aku takut Nyonya Elizabeth akan semakin marah kepadaku." sahut Ariana lirih.
"Ada aku, Ariana. Aku tidak akan membiarkan dia menyentuh mu apalagi sampai menyakiti dirimu." kata Adrian lagi
Ariana terdiam sejenak sambil menatap mata suaminya.
"Baiklah, aku ingin ke kamar Elly dulu. Aku ingin membicarakan masalah ini kepadanya." sambung Adrian.
Adrian pun pamit dan pergi ke kamar Elly.
"Elly Sayang," sapa Adrian kepada istrinya yang sedang bersandar ditempat tidurnya.
"Heh, ternyata kau masih ingat denganku. Aku kira kau sudah melupakan aku, Adrian!" jawabnya ketus.
"Ayo lah Elly, jangan bilang begitu. Aku masih mencintaimu sama seperti dulu. Tapi aku mohon kepadamu bersikap baiklah kepada Ariana karena ia sedang mengandung anak kita, Elly." sahut Adrian sambil membelai pipi Elizabeth.
Elizabeth menepis tangan Adrian dengan kasar kemudian menatapnya dengan tatapan tajam.
"Dia adalah anakmu, bukan anakku! Dia akan menjadi anakku kalau kau membuang Ariana setelah ia melahirkan." kata Elizabeth
Adrian menghembuskan nafas panjangnya,
"Elly, aku tidak bisa. Aku mencintainya sama seperti aku mencintaimu. Perasaan ini hadir begitu saja. Seandainya aku bisa memilih, akupun tidak ingin jatuh cinta kepada Ariana sama seperti rencana kita sebelumnya." sahut Adrian
"Aku jijik padamu, Adrian! Seluruh jiwa dan raga mu sudah dikuasai oleh wanita sialan itu!" kata Elizabeth
"Sudahlah Sayang, lupakan masalah itu... Elly, apa kamu melupakan sesuatu?" tanya Adrian sambil tersenyum hangat kepada istri pertamanya itu.
Elizabeth nampak berpikir, perasaannya yang kacau membuat ia melupakan semuanya.
"Melupakan apa maksudmu? Aku tidak mengerti." sahut Elizabeth.
"Kau sudah melupakan hari ulang tahun pernikahan kita." kata Adrian.
Akhirnya sebuah senyuman mengambang diwajah Elizabeth. Ia segera memeluk Adrian dengan wajah bahagia.
"Aku tidak menyangka kau masih mengingat hari pernikahan kita. Aku bahkan melupakannya." kata Elizabeth sambil mempererat pelukannya.
"Aku punya hadiah untukmu, bukalah..." kata Adrian sambil menyerahkan sebuah kado.
Elizabeth menyambutnya dengan wajah bahagia dan segera membuka kado istimewa itu.
"Apa ini, Sayang?" tanya Elizabeth ketika melihat dua buah kertas sebagai hadiah dari Adrian.
"Itu tiket pesawat, kita akan ke California. Kita honeymoon untuk kesekian kalinya." ucap Adrian sambil memeluk tubuh Elizabeth.
"Benarkah? kebetulan aku sangat merindukan keluargaku. Aku yakin mereka akan sangat senang ketika memberikan kejutan kepada mereka semua, disana." kata Elizabeth.
"Aku juga merindukan mereka." sahut Adrian.
Malam itu Adrian tidur bersama Elizabeth. Elizabeth pun terlihat sangat bahagia.
***
Hari ini mereka akan liburan, Elizabeth sudah menunggu didalam mobil sedangkan Adrian masih didalam rumahnya.
Didalam rumah,
Adrian menemui Ariana yang masih duduk termenung dimeja rias nya.
"Sayang, kenapa kau belum juga bersiap? Elly sudah menunggu kita." kata Adrian sambil memeluk Ariana,
Ariana bangkit dan membalas pelukan nya,
"Aku masih takut, Tuan. Aku takut Nyonya akan semakin marah padaku karena sudah mengganggu liburan kalian. Sebaiknya aku disini saja, menunggu kalian datang." ucap Ariana
"Tidak, Ariana. Aku tidak mau, kamu harus tetap ikut dengan kami. Aku tidak ingin meninggalkan mu disini sendirian." sahut Adrian sambil menggandeng Ariana menuju mobilnya.
Mau tidak mau, Ariana terpaksa mengikuti langkah kaki Adrian sambil menyeret kopernya.
Elizabeth yang tadinya tengah berbahagia tiba-tiba berubah menjadi kecewa ketika melihat Adrian mengajak serta Ariana untuk berlibur bersama mereka.
"Apa-apaan ini Adrian?! Kau mengajak serta pelakor ini?" tanya Elizabeth geram
"Aku tidak bisa membiarkan dia sendirian disini, Elly. Biar bagaimanapun dia tanggung jawabku sekarang." sahut Adrian.
Elizabeth membanting pintu mobilnya dengan sangat keras dan duduk di kursinya sambil menahan amarahnya yang memuncak.
Adrian dan Ariana tersentak kaget namun mereka memaklumi kelakuan Elizabeth saat itu.
"Ayo Ariana, masuklah." kata Adrian sambil membukakan pintu mobil bagian depan.
"Terimakasih, Tuan." sahut Ariana sambil memasuki mobilnya dan duduk disamping Tuan Haidar.
Adrian pun masuk ke mobilnya dan duduk disamping Elizabeth. Elizabeth membuang pandangannya kearah samping, ia sama sekali tak ingin melihat wajah suami pengkhianat itu.
Sedangkan Adrian hanya diam sambil sesekali melirik Elizabeth yang sedang marah itu.
Bukan hanya di mobil bahkan di pesawat pun seperti itu, Elizabeth sama sekali tidak mau bicara. Mulutnya terkunci rapat bahkan matanya pun enggan melihat kearah Adrian dan Ariana.
Adrian sudah mencoba menggodanya dan memeluk tubuhnya namun tetap sama. Reaksi Elizabeth sama sekali tidak berubah.
Hingga Akhirnya mereka pun tiba ditempat yang dituju. Villa pribadi keluarga Adrian.
Elizabeth segera memasuki kamar utama, kamar dia dan Adrian. Sedangkan Ariana dikamar sebelah yang letaknya tak jauh dari kamar utama.
Ariana segera merapikan barang bawaannya dan setelah itu ia segera beristirahat. Perjalanan panjang yang ia lalui begitu sangat melelahkan.
***
👍👍👍
smoga saja ariana berjodoh dgn dokter yang sdh menolongnya