"Kenapa aku mencintai nya, banyak laki-laki di dunia ini. Psychopath." Ucap Lisa yang tidak habis pikir dapat mencintai seorang Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian Kecil.
Bukan nya melihat abs milik Evans, Lisa malah melihat Evans tidak sadar kan diri dengan tangan yang di penuhi dengan darah.
"Evans." Lisa langsung berlari mendekati Evans.
Lisa begitu panik, pikiran nya tidak bisa tenang saat melihat Evans tidak sadarkan diri. Lisa membuka lemari untuk mencari kotak p3k.
"Kenapa dengan nya, luka lagi." Lisa mengobati luka di tangan Evans.
"Beruntung luka nya tidak dalam, dan tidak perlu di jahit." Ucap Lisa.
Tak lupa Lisa membersihkan darah yang telah membeku di lantai dengan menggunakan tisu basah. Setelah itu ia duduk di samping Evans untuk menunggu Evans bangun.
Karena terlalu lama akhirnya Lisa ketiduran di kamar itu dengan posisi terduduk. Sore hari nya Evans baru terbangun dari tidur nya, ia mengedipngedip kan mata nya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam mata nya.
"Lisa." Ucap Evans.
Evans melihat tangan nya yang sudah rapi terperban, kini kedua tangan nya sudah penuh dengan perban.
"Dia mengobati ku." Batin Evans.
"Lisa bangun." Evans membangun kan Lisa.
"Hmmm, Evans kau sudah bangun." Tanya Lisa.
"Kenapa kau ada di kamar ku, apa kau tidak baca du depan ada tulisan apa. Dan Sudah aku bilang kita bertemu jika ada yang penting saja, aku tidak suka kau masuk ke dalam ruangan pribadi ku." Ucap Evans.
"Evans aku datang kesini karena khawatir pada mu, aku melihat kau terluka, aku sudah mengobati mu dan membersihkan darah mu. Dan sekarang kau marah pada ku, dimana hati mu." Lisa pergi meninggalkan kamar Evans
"Ah siap. Lisa tunggu." Evans berlari mengejar Lisa.
"Lisa tunggu maaf." Evans menahan tangan Lisa.
Para keluarga Evans yang melihat hal itu hanya terdiam. Mereka masih tidak menyangka jika Evans memiliki seorang pacar, dan lagi Evans mengatakan kata maaf yang sama sekali tidak pernah terucap dari bibir nya.
"Tidak perlu, aku yang bodoh." Ucap Lisa.
"Ayo." Evans menarik tangan Lisa dan membawa nya masuk ke dalam kamar nya.
"Oke sekarang hanya kau yang boleh masuk ke dalam ruang pribadi ku dengan bebas." Ucap Evans.
"Nah begitu dong, jangan marah-marah seperti tadi." Lisa membanting tubuh nya ke atas kasur.
Tubuh nya terasa cukup lelah karena tadi ia tidur dengan posisi duduk.
"Evans kenapa dengan tangan mu." Tanya Lisa.
"Tangan ku, hmmm terkena pisau, aku tadi ingin memasak sesuatu tiba-tiba ada kucing yang menganggu ku dah tanpa sengaja tangan ku terkena pisau." Jawab Evans.
"Apa dalam 3 hari ke depan sudah sembuh." Ucap Lisa.
"Sudah, kenapa." Tanya Evans.
"Kau lupa dengan pernikahan kita, aku jelaskan baik-baik. Besok kita bertemu orang tua ku, untuk membicarakan pernikahan kita dan aku mau menikah 2 hari setelah pernikahan itu."
"Secepat itu." Tanya Evans.
"Bukan nya lebih cepat lebih baik, perjanjian kita di mulai saat pernikahan kita sudah menikah." Jawab Lisa.
"Terserah." Evans mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Ah ini yang ku tunggu." Ucap Lisa.
Setelah kurang lebih 25 menit di kamar mandi Evans kembali keluar sesuai dengan harapan Lisa, Evans hanya menggunakan handuk sebatas pinggang nya.
"Rambut halus itu kemana, ah dia menghilang kan nya, tapi dengan tidak ada rambut halus di dada nya membuat nya sangat rapi dan menggoda." Batin Lisa dengan mata yang tidak lepas dari tubuh Evans.
"Perempuan mesum ini." Evans mengambil pisau dan mendekati Lisa.
"Evans kau mau apa." Tanya Lisa.
"Mencongkel keluar kata mu." Jawab Lisa.
"Evans kau gila." Teriak Lisa.
𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂 😘😘
𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮..