Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Bijaklah dalam membaca.
Takdir yang mengharuskan gadis cantik yang berusia 19 tahun yaitu Andin Arindra. Andin dengan terpaksa menerima tawaran Bianca Kaliza istri pertama Kenan Mahendra untuk menjadikan dirinya isrti kontrak (Istri kedua).
Bianca dan Andin sama-sama terdesak. Bianca terdesak, karena mertuanya meminta dirinya agar secepatnya hamil. Namun, rahim Bianca sudah di angkat jadi Bianca tidak bisa hamil. Andin terpaksa menerima tawaran Bianca karena untuk membayar hutang-hutang paman dan bibinya kepada lintah darat.
Andin menjadi istri kedua hanya sampai hamil dan melahirkan. Di saat Andin hamil, di saat itu juga Bianca akan berpura-pura hamil.
Kenan sebagai suami yang sangat mencintai sang istri hanya bisa mengikuti permainan yang di buat istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Mama Rani segera menghubungi Kenan via telepon. Saat ini ponsel Kenan masih di pegang oleh Andin.
"Mas Kenan ada telepon dari mama," ucap Andin seraya menyerahkan ponselnya kepada Kenan.
Kenan meraih ponsel yang Andin sodorkan. Kenan segera menggeser tombol warna hijau.
"Assalamualaikum ma," ucap Kenan.
"Kenan gimana ini? Bianca ngidam ingin buah mangga muda yang langsung di petik dari pohonnua. Kenan mama bingung? Bulan ini kan sudah tidak musim buah mangga, dari mana kita bisa mendapatkan buah mangga muda untuk memenuhi keinginan Bianca. Kenan, mama tidak mau sampai cucu mama itu ileran."
Huft---
Kenan membuang nafas berat
Bianca pasti sedang ngerjain mama...
"Mama yang tenang. Lebih baik mama pulang saja, soal ngidamnya Bianca biar jadi urusan Kenan ma."
"Ya sudah kalau begitu. Mama tutup teleponnya."
Tut...
Telepon terputus..
"Bianca ada-ada saja," desis Kenan.
"Ada apa Mas?" tanya Andin pura-pura tidak tahu.
"Tidak ada apa-apa Ndin. Sudah dapat buah-buahannya?" tanya Kenan.
"Sudah Mas. Andin ingin strowberry sama apel pir," seru Andin.
"Ok. Kamu tunggu di sini, saya akan belikan," ucap Kenan dan di anggukan oleh Andin.
.
.
Di rumah---
"Bianca sayang mama sudah menghubungi Kenan, nanti Kenan yang akan mencarikan buah mangga muda untuk kamu," ucap mama Rani searaya mengelus-ngelus perutnya Bianca yang katanya tengah hamil muda.
"Iya ma... "
"Sayang kamu tidak apa-apa sendirian di rumah? mama sepertinya harus pulang," kata mama Rani seraya menyentuh wajahnya Bianca dengan sangat lembut.
"Iya ma tidak apa-apa. Nanti Bianca akan menyuruh mama Bianca untuk datang kesini," ucap Bianca dengan senyuman yang di buat semanis-manisnya.
"Ya sudah sayang mama pulang."
"Iya ma. Mama hati-hati." Bianca mencium punggung tangan mama Rani.
Mama Rani beranjak dari tempat duduknya. Mama Rani berjalan menuju ke pintu keluar.
Huft..
Bianca menghempaskan tubuhnya di atas sofa, ia merasa lega sekarang karena mama mertuanya yang bawel sudah pulang.
.
Kenan sudah berada di sebuah toko buah-buahan. Kenan membeli buah-buahan sesuai dengan permintaan Andin. Kenan begitu bersemangat sekali, ia tidak merasa terpaksa sama sekali. Kenan merasa bahagia sekali ini pertamakalinya Kenan menghadapi istrinya yang tengah hamil muda.
"Walaupun wanita hamil itu bukan wanita yang saya cintai, tapi sebisa mungkin saya akan memenuhi semua permintaan dari calon anakku. Andin andai saja kamu bukan wanita seperti itu mungkin saya sudah jatuh hati sama kamu. Tapi sayang, Andin wanita yang rela dirinya di bayar dengan harga yang tidak seberapa," gumam Kenan saat dalam perjalanan menuju kantornya.
Andin sudah tak sabar ingin segera memakan buah-buahan yang ingin dia makan saat ini. Andin merasa tidak tenang. Andin terus mondar-mandir gak jelas di dalam kamar.
"Mas Kenan lama banget," gumam Andin seraya mengelus-ngelus perutnya yang masih datar.
"Padahal ini anaknya sudah sangat tidak sabar ingin makan buah-buahan itu." Andin menelan salivanya. Andin terus mengelus-ngelus perutnya yang datar.
Klek..
Suara pintu kamar terbuka.
"Mas Kenan akhirnya.... " seru Andin dengan raut wajah yang berbinar-binar.
"Kenapa Ndin? Saya lama ya? Maaf soalnya toko buah-buahannya agak jauh," jelas Kenan.
Andin melebarkan senyum,"Tidak apa-apa Mas. Cuman ini anak kita sudah sangat tidak sabar Mas ingin cepat-cepat makan apa yang saat ini ia inginkan," jelas Andin tanpa ragu.
Kenan melebarkan senyum. Kenan bertekuk lutut, Kenan mengelus-ngelus perutnya Andin."Anak ayah sudah tidak sabar. Mmmm... maaf sayang ayah sedikit lama. Tapi ayah sudah belikan kok nak."
Muach..
Kenan mencium perut datarnya Andin. Andin sangat senang sekali.