NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

​Suasana malam di penginapan murid luar Klan Wu terasa begitu pekat dan mencekam. Pengumuman bagan pertandingan semifinal yang mempertemukan Wu Tian dengan Wu Yan—sang jenius peringkat dua klan yang terkenal kejam—membuat sebagian besar murid luar menganggap Wu Tian sudah melangkah dengan satu kaki di liang kubur. Di mata mereka, keajaiban "Kuda Hitam" berbakat sampah itu akan resmi berakhir esok pagi di atas panggung pembantaian.

​Di depan paviliun usang milik Wu Tian, Wu Lin berdiri gelisah di bawah rimbun pohon ginkgo. Jemarinya yang lentik tak henti-hentinya meremas ujung jubahnya, menatap pintu kayu yang tertutup rapat dengan tatapan penuh kecemasan.

​WUUUSH...

​Secercah embusan angin malam yang tajam mendadak berdesir, disertai dengan suara tawa renyah yang terdengar dari atas atap paviliun. Sesosok pemuda tampan berjubah putih keperakan melompat turun dengan gerakan meringankan tubuh yang teramat anggun. Dia adalah Jian Chen, sang utusan jenius dari Sekte Pedang Langit.

​Namun, tidak ada binar kejenakaan yang biasa menghiasi wajah Jian Chen malam ini. Ekspresinya tampak teramat serius saat ia melangkah mendekati Wu Lin dan Wu Tian yang kebetulan baru saja membuka pintu paviliunnya karena mendengar suara bising.

​"Saudara Wu Tian, aku datang bukan untuk numpang makan malam ini," ucap Jian Chen langsung pada intinya, matanya menatap tajam ke arah Wu Tian.

​"Aku baru saja mendapatkan informasi intelijen dari jaringan sekteku. Tetua faksi murid dalam klanmu benar-benar licik. Untuk memastikanmu hancur dan tidak mengganggu jalur Wu Yan menuju final, mereka baru saja memberikan sebuah pil terlarang tingkat tinggi bernama Pil Tirani Api kepada Wu Yan."

​Wu Lin seketika menutup mulutnya dengan wajah pucat pasi. Pil Tirani Api adalah obat terlarang yang mampu melipatgandakan energi spiritual elemen api hingga ranah Pemurnian Qi tingkat puncak secara instan, meskipun taruhannya adalah kerusakan minor pada fondasi kultivasi penggunanya.

​Jian Chen merogoh cincin spasialnya, mengeluarkan sebilah belati giok hijau yang memancarkan riak pelindung spiritual yang pekat. "Ini adalah Belati Giok Pelindung Langit, sepotong pusaka pertahanan tingkat spiritual dari sekteku. Gunakan ini besok untuk menahan hantaman api Wu Yan."

​Wu Tian menatap belati giok mewah itu dengan sepasang mata hitamnya yang datar, lalu melepaskan sebuah uapan malas yang sangat panjang seolah-olah informasi berharga dari Jian Chen tidak lebih menarik dari dongeng pengantar tidur.

​"Singkirkan benda hijau itu," ucap Wu Tian enteng sembari mengibas-ngibaskan tangannya. "Gunakan saja untuk memotong sayur di dapurmu. Kulitku tidak membutuhkan mainan rapuh seperti itu."

​Jian Chen tertegun, sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya sembari tertawa getir, benar-benar kagum sekaligus geleng-geleng kepala melihat mental baja—atau tingkat kegilaan—pemuda di depannya ini yang sama sekali tidak menganggap ancaman pil terlarang sebagai masalah.

​Sementara itu, di aula utama Paviliun Agung yang dipenuhi oleh kemegahan giok dan emas, sekelompok tetua tinggi Klan Wu tengah berkumpul dalam formasi melingkar. Lilin-lilin spiritual raksasa menerangi wajah-wajah tua yang sarat akan ambisi kekuasaan tersebut.

​"Pertandingan besok bukan lagi sekadar formalitas internal," ucap Tetua Agung Wu Cang, suaranya berat dan bergema di antara pilar-pilar aula. "Klan Li telah kehilangan Li Zhen karena kegilaan bocah cabang terpencil itu. Namun, Sekte Pedang Langit masih memiliki kartu as mereka yang belum tersentuh. Siapa yang akan kita pastikan menjadi perwakilan utama klan di partai puncak nanti?"

​Seorang tetua faksi murid dalam yang jubahnya disulam benang merah darah mendengus dingin. "Tentu saja Wu Yan. Dengan Pil Tirani Api yang sudah berada di tangannya, bocah sampah Wu Tian itu tidak akan memiliki kesempatan untuk bernapas, apalagi membuat kejutan kedua. Wu Yan akan membakarnya hingga menjadi abu, lalu maju ke final dengan akumulasi energi api yang masif untuk menantang Sekte Pedang Langit."

​"Bagaimana dengan Wu Xue?" tanya tetua lainnya, merujuk pada sang Bidadari Es peringkat nomor satu. "Gadis itu terlalu pasif semenjak turnamen dimulai."

​"Wu Xue adalah kartu as mutlak kita jika Wu Yan gagal," jawab Wu Cang dengan mata yang menyipit tajam. "Tapi melihat bagaimana jalannya pertandingan, biarkan Wu Yan menghabisi Wu Tian besok, lalu menguras tenaga jenius pedang luar. Perwakilan Klan Wu di final haruslah seseorang yang membawa kemenangan mutlak bagi kejayaan tambang batu spiritual kita. Siapa pun muridnya, mereka hanya boleh menang, tidak boleh kalah."

​Di saat yang sama, di dalam kediaman pribadinya yang mewah, Wu Yan tengah duduk bersila di tengah kobaran api merah spiritual yang mendidih dari dalam tubuhnya. Di telapak tangannya, sebutir pil merah menyala pekat memancarkan hawa panas yang merusak sekitarnya. Sepasang matanya merah menyala penuh dengan dendam yang pekat akibat hancurnya reputasi faksi murid dalam tadi siang.

​"Esok hari... esok hari di atas panggung," desis Wu Yan dengan suara parau yang dipenuhi niat membunuh yang murni. "Aku tidak hanya akan mematahkan kedua kakimu, Sampah. Aku akan membakar seluruh jiwamu, mengoyak dagingmu, dan memastikan tidak ada satu pun inci dari tubuh sialanmu itu yang tersisa di dunia ini!"

​Fajar esok hari menyingsing dengan sapuan warna merah darah di garis cakrawala langit Yunzhou, seolah menubuatkan pertumpahan darah besar yang akan segera meledak. Koloseum Raksasa telah penuh sesak bahkan sebelum matahari sepenuhnya naik. Kapasitas penonton membeludak hingga ke luar gerbang; semua orang, dari murid jelata hingga perwakilan faksi luar, tidak ingin melewatkan akhir dari kisah "Kuda Hitam" Wu Tian.

​Di lorong pintu masuk peserta yang gelap, Wu Tian melangkah maju dengan tenang. Namun, sebelum kakinya sempat menyentuh anak tangga panggung, sesosok tubuh ramping menghadang langkahnya.

​Wu Lin berdiri di sana, menatap lurus ke arah sepasang mata hitam Wu Tian. Kali ini, tidak ada lagi air mata ketakutan atau rengekan memohon agar Wu Tian mundur dari arena di wajah cantiknya. Penjiwaan dan kedewasaan Wu Lin telah bergeser; ia mulai memahami dengan utuh esensi dan harga diri dari kekuatan monster yang bersemayam di dalam diri pemuda di depannya.

​Wu Lin mengulurkan tangan, merapikan sedikit kerah jubah biru tua Wu Tian yang agak miring dengan gerakan yang teramat lembut dan penuh kasih. "Aku akan menunggumu di sini, Wu Tian," ucap Wu Lin, suaranya terdengar sangat tegap dan penuh keyakinan murni. "Pergilah dan hancurkan mereka semua. Jangan lupakan janji jalan-jalan ke pasar kota pusat yang sudah kamu katakan padaku."

​Mendengar kalimat dukungan yang matang itu, Wu Tian tertegun sejenak. Sudut bibirnya perlahan terangkat tipis, membentuk sebuah senyuman tulus—senyuman tulus pertama yang ia tunjukkan semenjak menginjakkan kaki di dunia luar manusia yang penuh kemunafikan ini.

​"Tentu," jawab Wu Tian singkat.

​Ia membalikkan badannya, melangkah dengan tegap keluar dari kegelapan lorong, langsung disambut oleh gemuruh sorak-sorai yang memekakkan telinga dari ribuan penonton di tribun Koloseum.

​Di atas panggung utama yang kini lantainya telah diperkuat sepuluh kali lipat oleh formasi master kuno klan, Wu Tian and Wu Yan berdiri berhadapan dalam jarak sepuluh meter.

​BOOOM...!!!

​Tanpa menunggu aba-aba apa pun, aura spiritual elemen api dari tubuh Wu Yan langsung meledak hebat ke udara, menciptakan pusaran api merah pekat setinggi lima meter yang membuat udara di sekitar panggung mendidih, retak, dan memancarkan gelombang distorsi panas yang masif.

​Efek dari Pil Tirani Api yang sudah ia telan secara rahasia sebelum naik ke panggung membuat kekuatannya melonjak drastis hingga mendekati batas Ranah Pemurnian Qi yang sesungguhnya. Sebilah pedang api raksasa termaterialisasi di tangan kanannya, memancarkan dengungan kematian.

​Melihat tekanan spiritual yang sanggup mengintimidasi sebagian besar murid klan tersebut, Wu Tian justru melepaskan tangannya dari lipatan jubah biru tuanya. Hawa kematian dan insting predator murni dari altar Shenzhou seketika merobek seluruh belenggu kemanusiaannya.

​Sepasang mata hitamnya melebar sempurna dengan binar liar yang teramat haus darah. Sudut bibirnya tertarik tinggi hingga ke batas pipi, membentuk sebuah seringai iblis yang jauh lebih lebar, lebih gila, dan lebih mengerikan daripada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Wu Tian menurunkan pusat gravitasinya, memasang kuda-kuda gila yang sangat tidak ortodoks, siap untuk mencabik-cabik mangsanya.

​Di atas menara juri, penjaga arena mengangkat tangannya tinggi-tinggi, siap untuk memukul gong keramat klan. Pertempuran terbesar, paling berdarah, dan paling epik di dalam sejarah generasi muda Klan Wu siap untuk meledak dalam hitungan detik!

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!