Dimasa ini dimana tekhnologi sudah berada dipuncaknya, kini bermain game bukan hanya untuk bersenang-senang.
Game Freedom telah menjadi kehidupan kedua bagi semua orang,
.
Adi mencoba peruntungannya didalam game, didalam permainan dia bertemu banyak orang baru, melakukan berbagai petualangan seru, dan menghasilkan banyak uang.
.
Jadilah saksi petualangan Adi di dalam game, dan melihat bagaimana permainan bisa menjadi sesuatu yang penting bagi semua orang.
.
.
.
NB : Update ga tentu, yang pasti tiap hari diusahakan update minimal 1 chapter
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azis Yogatama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Item Drop
Mendengar persetujuan dari Coby, anggota team bergegas mengalokasikan poin gratis dengan cara seperti yang dikatakan oleh Adi.
“Aku akan memulai dari awal, aku akan mengenalkan team kami kepada kalian.
Dari kiri dia adalah Zio, Alice, Bima dan Taka”
“Halo salam kenal.”
Meskipun mereka bisa membaca nama yang lain lewat menu party namun tidak sopan rasanya memanggil nama orang yang belum melakukan pengenalan.
Karena jalannya misi menjadi lebih serius, Coby memutuskan untuk mengenalkan mereka kepada yang lain. Agar komunikasi mereka kedepan akan semakin mudah.
Setelah sedikit perkenalan ulang, Coby melanjutkan diskusi.
“Selanjutnya aku akan membahas item drop [Gizzy Bear].”
Semua orang sangat serius membahas poin gratis sampai mereka lupa bagian terpenting setelah membunuh seekor monster.
Item Drop.
Mata semua orang bercahaya mendengar suara Coby, perhatian mereka segera terfokus dengan apa yang akan dia katakan selanjutnya.
“Aku tak tahu bagaimana cara kita mengalokasikan item ini, tapi lihatlah ini adalah semua item yang terjatuh ketika beruang itu mati.”
Item Drop monster Elit sangat mengesankan, dia menjatuhkan 50 koin perunggu dan total 10 item lain, 4 adalah [Hard Stone], 2 lembar [Gizzy Skin], 4 item yang lain adalah peralatan dan senjata.
———
[Hard Stone , Common]
Batu yang memiliki sedikit kandungan sihir.
Dapat dijadikan bahan tempa.
Dapat digunakan sebagai alat lempar.
———
[Gizzy Skin , Rare]
Kulit beruang berkualitas tinggi.
Dapat dijadikan bahan jahit.
———
[Gizzy Birgandine , Bronze]
Persyaratan pemain Lv 1
Durability +5
Vitality +2
Armor kain yang dibuat dari kulit Gizzy Bear berkualitas tinggi
———
[Bear Shield , Bronze]
Persyaratan perlengkapan Lv 1
Defense +10
Movement speed -1
Skill :
Shield Roar , membanting tameng kepermukaan tanah untuk menarik perhatian monster disekitar.
Mp 30, Coldown 3 menit
———
[Gizzy Claw Knife , Bronze]
Persyaratan perlengkapan Lv 1
Attack +5
Critical +2%
Intelegence -1
Skill :
Double Stab, menusukkan pisau dua kali secara instan.
Mp 10, Coldown 1 Menit
———
[Gizzy Shoes , Bronze]
Persyaratan perlengkapan Lv 1
Movement Speed +5
Attack +1
———
Satu persatu item dikeluarkan Coby dari tasnya, aura coklat keluar dari semua peralatan menunjukkan tingkat kualitas item.
Item Perunggu.
Mata semua orang melebar melihat item yang berjejer dengan rapih, saat ini mereka semua hanya memakai item sampah, bahkan belum ada yang pernah melihat item Common / umum, namun sekarang ada 4 item perunggu di depan mereka.
“Kak Hiro lihat itu, perisai perunggu, bukan hanya memiliki atribut tambahan namun ia juga memiliki skill tambahan !”
“Hei Rio lihat armor kain itu, meskipun tidak mempunyai skill tambahan tapi hanya dengan Atribut tambahan yang dimilikinya, Atribut kita sebanding dengan pemain level 3.”
“Sungguh mengagumkan, jadi ini peralatan Bronze.”
Bahkan Hiro sebagai pemain Veteran terkesima dengan atribut yang dibawakan peralatan.
Semua orang bersuka cita mengevaluasi peralatan yang ada di hadapan mereka.
Dengan peralatan ini, pertarungan mereka selanjutnya akan menjadi lebih mudah.
“Hei Coby, bila kita membunuh beberapa [Gizzy Bear] lagi bukankah kita akan mendapatkan banyak perlengkapan perunggu?”
Kiki secara spontan mengungkapkan pendapatannya.
Coby hanya tersenyum sinis mendengar komentar Kiki.
“Jangan terlalu optimis, beruang yang baru saja kita bunuh adalah monster elit pertama yang berhasil dibunuh oleh pemain sejauh ini, selain itu sistem memberitahu bila tingkat dropnya meningkat menjadi 200%, tingkat drop yang mengerikan seperti itu tidak akan mudah terulang lagi. Sebanyak apapun kita membunuh [Gizzy Bear] tingkat penurunan peralatan Bronze mungkin hanya 1%.”
Melihat anggota team murung setelah mendengarkan narasinya, Coby hanya tertawa dan melanjutkan.
“Jangan terlalu kawatir, mungkin benar bila ini adalah game lama Nerve Gear, namun kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan game Freedom ini.
Mungkin saja tingkat penurunan perlengkapan perunggu masih sangat tinggi, karena hanya kita yang mampu memburu mereka.”
Dengan senyum cerah diwajahnya, Coby berhasil membangkitkan semangat team, meskipun dia sendiri tidak cukup yakin dengan apa yang dikatakan, namun sedikit mengarang untuk membangkitkan semangat team juga bukanlah hal buruk.
“Oke kita pikirkan item drop lain ketika kita mendapatkannya, saat ini bagaimana kita akan membagi hasil rampasan ini, adakah ada dari kalian yang memiliki saran?”
Semua orang menatap Coby dengan penuh harap, kini ketua team berada pada tangannya. Sangat tidak bijak merebut hasil rampasan untuk diri mereka sendiri.
“Aku akan menyerahkan semua kepadamu pemimpin.”
Sebagai pemilik Quest, Kiki menyerah pada perebutan perlengkapan, baginya membuat yang lain bersemangat untuk meneruskan misi lebih penting daripada sekedar mendapatkan perlengkapan perunggu.
“Baiklah kalau begitu, perisai akan pergi ke Hiro sebagai Main Tank kita.
Sedangkan armor kulit akan pergi ke Taka sebagai team pendukung.
Menurut catatan pertarungan sebelumnya, Adi telah menghasilkan damage terbanyak, maka pisau ini pergi ke Adi.
Untuk strategi selanjutnya, hanya aku yang membutuhkan mobilitas tertinggi, maka aku akan mengambil sepatu ini.
Koin dan Item lain akan aku simpan dan akan kita bagikan ketika misi selesai.
Bagaimana menurut kalian?”
Karena tidak ada yang keberatan dengan usulan Coby, perlengkapan segera diserahkan kepada mereka yang berhak mendapatkanya.
Mata Rio dan Roni dipenuhi iri melihat perisai yang dipakai Hiro, hanya dengan melengkapinya aura Hiro sedikit berubah, kini mereka sedikit merasakan tekanan yang identik dengan [Gizzy Bear] di tubuh Hiro.
“Jadi ini item perunggu.”
Adi yang mendapatkan senjata baru merasakan kekuatannya bertambah, setelah Strenghnya bertambah 2 poin, ditambah 5 poin Attack dari atribut pisau, kini Attack Powernya sudah mencapai 9 poin.
Bagi anggota lain yang mendapatkan perlengkapan, mereka semua merasakan kekuatan ditubuh bertambah satu tingkatan.
“Perasaan ini sungguh memabukkan.”
Sambil membelai perisai barunya, Hiro terlena dengan perasaan bertambah kuat ini.
Tekatnya untuk mendapatkan banyak peralatan perunggu mulai memenuhi kepalanya.
“Sepertinya kalian sudah cukup siap untuk menantang monster lainnya, bersiaplah aku akan memancing yang lain.”
Meskipun kekesalan masih bersarang dihati semua orang ketika mendengar suara nyaring dibelakang mereka, namun karena alokasi poin gratis yang diusulkan Adi, dan peralatan baru yang mereka kenakan. Setiap pemain mengeluarkan ekspresi semangat di wajahnya, mereka ingin segera menguji seberapa efektif kekuatan dan peralatan baru mereka.
“Damage Dealer ingat, usahakan untuk menyerang titik vital dari monster, bila kalian tidak mampu menyerang kearah itu, cobalah menyerang dititik lain yang mempengaruhi mobilitas musuh. Dengan begitu pemain garis depan akan mendapat sedikit waktu untuk bernafas.”
Setelah Adi memberikan sedikit peringatan kepada anggota teamnya, tiba-tiba Albert kembali melempar batu kearah hutan.
“Raaawwwwerr”
“Raaawwwrrrr”
Dua [Gizzy Bear] mengaum berjalan keluar dari balik hutan.
Keduanya identik dengan beruang yang mereka lawan sebelumnya.
“Melawan dua monster elit secara bersamaan dengan hanya 10 orang?,
Sial tak ku kira kekhawatiran Adi menjadi nyata.”
Coby tertawa sinis melihat kedua beruang berlari kearahnya tak terasa keringat dingin mulai keluar dari dahinya.