Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 - Bounty pertama
Dua minggu setelah itu bajak laut Aether cukup aktif di lautan, sekarang ada 1 kru tambahan bernama si Besar yang menjadi kru pembantu ketiga di atas kapal Aether.. Bajak laut Aether mengalahkan beberapa bajak laut veteran dan cukup terkenal,bahkan beberapa kali Aether terlibat konflik dengan angkatan laut.. puncaknya ketika mengalahkan salah satu perwira angkatan laut.
Dari semua kejadian itu sekarang membuat para kru Aether sudah memiliki bounty pertama mereka satu persatu.
Surat kabar tersebar ke seluruh dunia, seluruh orang membaca isi dari surat kabar itu
"lihat mereka sekarang menulis bounty kita!!" teriak Luna yang membuat semua kru penasaran, bahkan Zorana dan Elara yang berada di dalam kapal keluar
"benarkah? kepala kita sudah dihargai sekarang?" tanya Elara masih sedikit tidak percaya.
Lalu Luna meletakkan surat kabar di atas meja di tengah dek kapal, seluruh nama kru tertera dengan jelas begitu juga dengan foto wajah-wajah mereka beserta dengan bounty masing-masing kru,
Draven Aleric 180.000.000 Berries
Kapten Bajak Laut Aether, kekuatan misterius.
Axel 85.000.000 Berries
Pendekar pedang pengguna pedang Muramasa.
Zorana Lumina 70.000.000 Berries
Rantai emas yang mengandung batu laut
Hiden 55.000.000 Berries
Pengguna Kotetsu Kotetsu no Mi, tubuh baja
Luna 35.000.000 Berries
Navigator pengguna Uki-Uki no Mi
Elara 20.000.000 Berries
Dokter Aether dan ahli obat-obatan
Luna melayang di udara
"aku berharga 35 juta!!" teriak Luna sambil melayang-layang
Hiden tertawa keras
"55 juta untuk pengrajin kapal ,tidak buruk kan.." ujar Hiden membusungkan dada nya
Axel memandangi surat kabar itu ke gambar poster buronan nya dengan tenang
Sementara Elara sambil mengaduk ramuannya berbicara
"kenapa aku juga mendapatkan bounty sih.." kesal Elara
Zorana tersenyum
"itu karena kamu berlayar bersama kita" jelas Zorana
Draven tersenyum melihat surat kabar itu
"jadi akhirnya mereka mengetahui nama kita" ucap Draven santai
Luna kembali menunjukkan di bagian paling bawah
"lihat..bahkan kru pembantu kita juga mendapatkan bounty,ketiganya mendapatkan bounty masing-masing 5 juta!!" terang Luna
Mendengar itu si kecil lalu berlari melihat surat kabar
"UWAAAA.. kita dalam masalah sekarang" teriak si kecil
"apakah aku akan menjadi incaran para bajak laut juga sekarang?" tambah si kurus
Si besar yang sedang mengangkat peti pun ikut berbicara
"tidak masalah..selama bersama kapten Draven kita akan aman" jelas si besar yang merupakan kru pembantu baru di kapal itu
Draven lalu berbalik menatap seluruh kru nya
"mulai sekarang kita harus meningkatkan kekuatan kita masing-masing,mata setiap orang sudah melihat kita sekarang" jelas Draven lalu menatap para kru pembantu
"begitupun dengan kalian bertiga, setidaknya kalian harus sedikit bisa bertarung" tambah Draven kepada 3 kru pembantu itu
Axel tersenyum sambil bersandar kembali di tiang kapal
"itu sudah menjadi kewajiban untuk kita menjadi lebih kuat lagi" ujar Axel
Elara lalu masuk ke dalam kapal
"aku akan mulai meracik obat-obatan terbaik mulai sekarang" sambung Elara kemudian masuk membuka pintu kapal menuju ke dalam kapal
Seluruh kru kini memiliki semangat baru di lautan ,mereka bukan hanya bajak laut yang berjalan-jalan sekarang..mereka adalah target baru untuk para bajak laut lain dan angkatan laut pastinya.
Besoknya bajak laut Aether mendekati sebuah pulau besar di lautan Paradise
"lihat pulau itu Helios!!" teriak Luna dari atas kapal
"itu berarti kita sudah berjalan di setengah bagian Paradise" tambah Luna
Zorana memandangi pulau Helios tersebut
"tak terasa kita sudah melewati setengah Paradise.." katanya
Hiden tertawa
"perjalanan yang luar biasa ..ini membuat ku semakin bersemangat" sambung Hiden
Axel hanya melihat ke arah pulau Helios yang cukup besar itu.
"arahkan kapal menuju ke pelabuhan pulau Helios" perintah Draven
"dimengerti,kapten!" jawab Hiden dengan semangat.
Di pulau Helios yang berada tepat di tengah lautan Paradise, di sebuah kedai makanan
"Ren.. mana pesanan meja 8!!??" teriak salah satu pelayan pembawa makanan
Seorang laki-laki yang sedang duduk merokok di dapur pun berdiri
"segera disiapkan.. beritahu mereka untuk menunggu 7 menit" kata Ren dengan sikap seperti tak peduli
Pelayan itu lalu berbisik
"jangan membuat nya marah, di meja 8 itu para angkatan laut dan salah satunya adalah seorang perwira angkatan laut" jelas pelayan itu berbisik kepada Ren
Ren menyalakan kompornya
"aku tidak peduli.." jawab Ren santai dengan rokok ada di mulutnya
semangat!