NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Surgawi

Legenda Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.

Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.

Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.

Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 10 — Tebasan Bayangan Berat

Tubuh Huo Li mendadak buram, meluncur ke samping dengan sudut yang sangat tidak wajar, menghindari tebasan Zhang Ming hanya dengan jarak selebar helaian rambut.

Mata Zhang Ming terbelalak.

"Apa?!"

Sebelum Zhang Ming bisa menarik kembali pedangnya untuk bertahan, Huo Li telah berada di titik butanya.

Ia memusatkan Energi Surgawi yang disamarkan sebagai energi spiritual biasa ke kedua lengannya, Huo Li mengangkat pedang besinya ke atas, lalu mengayunkannya ke bawah dengan kekuatan fisik murni.

"Tebasan Bayangan Berat!"

BAM!

Bilah pedang Huo Li menghantam punggung pedang Zhang Ming yang berusaha diangkat secara paksa untuk menangkis.

Kekuatan hantaman itu luar biasa brutal. Kedua kaki Zhang Ming langsung amblas ke dalam lantai batu pelataran sedalam mata kaki. Udara di sekitarnya meledak akibat gelombang kejut.

"Ughh!"

Zhang Ming memuntahkan seteguk darah, organ dalamnya bergetar hebat. Pedangnya terlepas dari genggaman, dan tubuhnya terlempar mundur bergulingan di atas tanah sejauh beberapa tombak sebelum akhirnya berhenti dalam posisi mengenaskan.

Keheningan menyelimuti pelataran.

"..."

Hanya butuh satu jurus bagi Huo Li untuk meremukkan Saudara Seniornya yang berada satu tahap di atasnya, dalam pandangan mereka.

Yun Bing menahan napasnya, menatap Huo Li dengan sorot mata campur aduk. Ia tahu pemuda ini kuat, tapi melihatnya menumbangkan Zhang Ming dengan begitu efisien tetap membuatnya bergidik ngeri.

'Hanya dalam waktu sebulan? Bagaimana bisa dia sudah sekuat ini!' batin Yun Bing bergidik ngeri.

Di tempatnya berdiri, Huo Li menyarungkan pedangnya dengan gerakan lambat dan elegan. Ia tidak menunjukkan ekspresi kebanggaan sedikit pun, seolah menyapu debu dari bajunya. Ia lalu membungkuk hormat ke arah Tetua Gubang.

"Maafkan saya, Guru. Penguasaan-ku terhadap Tebasan Bayangan Berat masih terlalu kasar hingga melukai Saudara Senior Zhang."

Tatapan Gubang terkunci pada Huo Li. 'Terlalu kasar? Melukai?'

Matanya tidak memancarkan kemarahan karena Zhang Ming dikalahkan. Sebaliknya, dada Gubang naik turun, menahan tawa kegirangan yang nyaris meledak.

'Sempurna... Sempurna! Tubuhnya, ketegasan meridiannya, kemurnian energi spiritualnya! Ini adalah wadah surgawi!' batinnya tersenyum penuh arti, 'Kekeke. Jika aku merawatnya hingga ia meraih Ranah Benih Spiritual, bahkan dengan kemiskinan sumber daya sekte... panenku nanti akan cukup untuk mengokohkan fondasiku di ranah Lautan Spiritual tahap puncak!' batin Gubang bersorak liar.

Gubang tertawa pelan, "Hahaha!" Lalu bertepuk tangan. "Bagus! Sangat bagus, Nak! Kau benar-benar tidak mengecewakanku!"

Gubang mengibaskan lengan bajunya. Sebuah kantong spasial melayang dan ditangkap dengan sigap oleh Huo Li.

"Di dalamnya terdapat beberapa kristal spiritual dan beberapa pil penyembuh. Teruslah berlatih dan berkontribusi untuk sekte." tegas Gubang.

"Terimakasih, Guru." Balas Huo Li ringan.

Tatapan Gubang kemudian mengarah ke Zhang Ming yang masih tersungkur menyedihkan di atas retakan lantai batu, sesekali terbatuk mengeluarkan sisa darah dari sudut bibirnya.

"Berdirilah, jangan mempermalukan dirimu sendiri lebih jauh," perintah Gubang dengan suara dingin yang menusuk tulang.

Zhang Ming menggertakkan giginya. Dengan sisa tenaga yang ada, ia memaksakan diri untuk bangkit, meski kedua kakinya masih sedikit gemetar menahan nyeri di dada. Wajahnya pucat pasi, namun matanya merah menyala.

Gubang menatapnya tajam, tidak ada belas kasihan di sana. "Lihatlah dirimu. Dan belajarlah dari Huo Li! Dia baru satu bulan menjadi murid di sekte ini, namun dia sudah bisa mengalahkanmu... bahkan hanya dengan satu jurus yang belum matang!"

Kata-kata Gubang bagaikan ribuan jarum beracun yang ditusukkan langsung ke jantung harga diri Zhang Ming. Dipermalukan di depan guru dan wanita yang diam-diam ia kagumi, lalu dibanding-bandingkan dengan seorang murid baru yang baru sebulan berada di sekte ini.

Di balik kepalanya yang tertunduk, rahang Zhang Ming mengeras hingga otot-otot lehernya bermunculan. Kuku-kukunya menancap dalam ke telapak tangannya sendiri hingga berdarah. Kebencian yang luar biasa besar dan beracun kini mengakar kuat di dalam hatinya, ditujukan sepenuhnya kepada pemuda berekspresi datar di dekatnya.

Namun, menyadari posisinya, Zhang Ming menelan amarahnya bulat-bulat. Ia menangkupkan tangannya dengan gemetar.

"Baik, Guru. Murid akan berlatih lebih keras lagi." ucapnya dengan suara serak.

Mendengar itu, raut wajah beringas Gubang mendadak berubah santai. Ia tertawa pelan. "Bagus! Begitulah murid-muridku! Kalian harus penuh semangat!"

Gubang kemudian membelakangi ketiga muridnya, menyilangkan kedua tangan di belakang punggung. Jubah hitamnya berkibar diterpa angin pagi Puncak Pedang Kedua.

"Tiga bulan dari sekarang, akan diadakan Turnamen Pedang Tiran. Ini adalah ajang pembuktian bagi seluruh murid di sekte," suara Gubang menggelegar ke seluruh penjuru pelataran. "Persiapkan diri kalian. Jangan sampai kalian mengotori nama Puncak Pedang Kedua!"

Ketiga murid itu serempak menangkupkan tangan dan membungkuk.

"Baik, Guru!"

Meski kalimat yang diucapkan sama, nada yang keluar dari mulut ketiganya membawa resonansi batin yang sama sekali berbeda.

Huo Li membalas dengan nada yang tenang dan penuh arti. 'Turnamen sekte? Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan sumber daya dalam jumlah besar, dan mungkin... mencari celah untuk rencanaku.'

Yun Bing membalas dengan nada was-was. Hatinya diselimuti ketakutan yang mencekik. Ia tahu Turnamen Pedang Tiran sangatlah brutal, tetapi yang lebih ia takuti adalah Monster Tua di depannya dan kegilaan rencana Huo Li.

Sementara itu, Zhang Ming membalas dengan nada rendah yang bergetar, memendam niat membunuh yang tak lagi bisa disembunyikan.

Setelah menyampaikan pengumumannya, wujud Tetua Gubang berkedip dan melesat pergi, menghilang kembali ke dalam paviliun utamanya.

Begitu aura menekan sang tetua lenyap, Zhang Ming langsung menegakkan tubuhnya. Ia menepis debu dari jubahnya dengan kasar, lalu menoleh ke arah Huo Li. Tatapannya memancarkan permusuhan yang sekelam dasar jurang.

Zhang Ming tidak mengatakan apa-apa secara langsung, namun saat ia berbalik dan melangkah pergi dengan langkah pincang yang dipenuhi emosi, dari sela-sela giginya yang terkatup, terdengar desisan rendah yang penuh bisa.

"Bajingan sialan... Saat Turnamen Pedang Tiran dilaksanakan, saat itulah kau akan hancur, Huo Li. Aku bersumpah akan mencabut nyawamu di atas arena!"

Huo Li mendengar ancaman itu dengan sangat jelas berkat panca indranya yang tajam. Namun, ia hanya menatap punggung Zhang Ming dengan raut wajah tanpa emosi. Bagi Huo Li, Zhang Ming hanyalah batu kerikil di pinggir jalan yang bahkan tidak pantas untuk dihindari, cukup diinjak hingga hancur jika menghalangi langkahnya.

Pelataran Puncak Pedang Kedua kini kembali lengang, hanya menyisakan Huo Li dan Yun Bing.

Suasana di antara mereka mendadak berubah canggung dan sangat berat. Desir angin yang membawa daun-daun kering melintasi lantai batu menjadi satu-satunya suara di sana.

Yun Bing melirik ke arah paviliun utama sejenak untuk memastikan Gubang benar-benar telah pergi, lalu menatap Huo Li lekat-lekat. Raut wajah dinginnya sedikit retak, memperlihatkan kecemasan yang selama sebulan ini terus menghantuinya.

"Apakah kau serius dengan pernyataan mu malam itu?" tanya Yun Bing dengan suara yang ditekan sangat pelan, nyaris seperti bisikan angin.

Ia merujuk pada rencana gila Huo Li untuk menjadikan dirinya buah manis yang segar. Melihat seberapa cepat perkembangan Huo Li hari ini, Yun Bing mulai merasa pemuda di depannya ini bukanlah orang gila yang asal bicara, melainkan iblis yang sangat terencana.

Huo Li menoleh lambat-lambat. Ia menatap mata Yun Bing yang memancarkan campuran antara rasa takut dan secercah harapan.

Namun, alih-alih memberikan jawaban penegasan yang akan menenangkan hati sang Saudari Senior, Huo Li mempertahankan senyum tipisnya yang sulit ditebak. Ia mengabaikan pertanyaan mematikan itu dan justru membalas dengan pertanyaan yang sama sekali tidak terduga.

"Saudari Senior Yun," ucap Huo Li santai, suaranya jernih dan tenang. "Bisakah kau memberikanku peta tata letak sekte?"

1
Aiby Kushina Uzumaki
perasaan novelnya udah baca tp menghilang, apa ini di revisi lagi Thor???
Blueria: Iya kak, udah di revisi semua. Dari bab 1 sampai yang terakhir kali kemarin ditulis🙏
total 1 replies
Luo Zheng
lanjutkann
Blueria: Siap☕😁
total 1 replies
Luo Zheng
💪💪💪💪👍
Luo Zheng
Paviliun Anggrek Merah
Tio Buki
Iya nih
Tio Buki
Like, iklan, komen, plus hadiah. Tidak termasuk vote. Karena vote sudah habis🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Lanjutkan
Tio Buki
Semangat👍👍👍👍👍
Tio Buki
Moga lancar ya🙏🙏💪💪💪
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor👍👍👍🙏
Tio Buki
Kesal dia
Tio Buki
Iya, emang kenapa
Tio Buki
Ceritanya keren 👍🙏
Tio Buki
Ikut baca ya 👍👍👍🙏
Rinaldi Sigar
lnjut
Bg Xinn: 2 menit langsung habis, panjangin chapternya thor🤣
total 1 replies
sibaweh abduh
sangat bagus sekali thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Bg Xinn: pendek sekali chapternya🤣 1 menit baca udah kelar
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
kopi thor
Blueria: Terimakasih kopinya ☕🔥
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!