NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Nona Yue membelalakkan mata amethystnya dengan napas tertahan, menyadari betapa dekatnya dia dengan kematian yang mengenaskan.

"Apakah matamu hanya hiasan yang dipasang untuk mempercantik wajahmu, Nona bangsawan?" bisik Lin Xiao tepat di atas telinga gadis itu.

"Retakan ruang sebesar itu hampir saja memotong pinggangmu menjadi dua bagian."

Nona Yue yang masih berada di dalam pelukan kasar Lin Xiao merasakan jantungnya berdegup sangat kencang.

Bukan hanya karena rasa takut akan kematian, namun juga karena aura kepemimpinan yang memancar dari tubuh pemuda di atasnya ini.

"A-aku tidak melihat retakan itu menggunakan indra spiritualku." jawab Nona Yue sedikit terbata-bata, kehilangan ketenangannya untuk pertama kalinya.

"Tentu saja kau tidak bisa melihatnya, mata manjamu itu tidak terlatih untuk melihat batas kematian." balas Lin Xiao melepaskan pelukannya dan berdiri.

"Tetaplah berada di belakangku, aku tidak ingin kehilangan kunci penunjuk jalan menuju harta karun ini terlalu cepat."

Lin Xiao mengulurkan tangannya yang kasar ke arah Nona Yue yang masih duduk di lantai batu.

Gadis bercadar itu ragu sejenak sebelum akhirnya menyambut uluran tangan Lin Xiao dan membiarkan dirinya ditarik berdiri.

"Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku, Tuan Lin Xiao." ucap Nona Yue menundukkan pandangannya untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya.

"Jangan berterima kasih, hutang nyawa ini akan kupotong dari pembagian hasil artefak di akhir nanti." jawab Lin Xiao dengan senyum menyebalkan.

"Kau benar-benar iblis mata duitan yang tidak memiliki hati." umpat Xue Mingyue yang baru saja mendarat menyusul mereka bersama Meng Shan.

Bruk.

Meng Shan mendarat dengan suara debuman keras, membuat pulau melayang itu sedikit bergoyang.

"Berhati-hatilah dengan langkahmu, Raksasa!" protes Xue Mingyue menjaga keseimbangannya.

"Maaf, Nona Xue'er, gravitasi di pulau ini ternyata lebih ringan dari tempat kita mendarat tadi." tawa Meng Shan mengusap kepalanya yang botak.

"Setiap pulau memiliki jebakan ruang dan tarikan gravitasi yang berbeda, kita tidak bisa mengandalkan logika biasa di sini." analisis Lin Xiao menatap gugusan pulau di depan.

"Kakek es, bisakah kabut dinginmu mendeteksi di mana saja retakan dimensi itu bersembunyi?" tanya Lin Xiao kepada roh di dalam tubuhnya.

'Tentu saja bisa, sebarkan tipis-tipis energi bekuku ke udara, embun itu akan membeku jika menyentuh pusaran ruang yang tidak stabil.' jelas Roh Penguasa Glasial.

'Ide yang sangat bagus untuk ukuran seorang kakek tua yang membeku di dalam kuburan.' puji Lin Xiao secara internal.

'Jika kau memanggilku kakek tua satu kali lagi, aku akan membekukan aliran darahmu sendiri, bocah!' ancam roh kaisar itu dengan kesal.

Lin Xiao tersenyum tipis dan melepaskan hawa dingin yang sangat tipis dari pori-pori kulitnya.

Kabut es itu melayang di udara, perlahan memperlihatkan garis-garis kristal transparan yang menandakan lokasi retakan dimensi yang tersembunyi.

"Ikuti jejak embun bekuku dan jangan melangkah sedikit pun ke luar dari jalur yang kulewati." perintah Lin Xiao memberikan komando penuh.

"Aku yang akan memimpin di depan, Meng Shan jaga di belakang untuk menahan serangan kejutan."

"Dan kau Nona Yue, gunakan setengah petamu itu untuk menunjukkan arah pulau mana yang menjadi pusat inti makam ini."

Nona Yue mengangguk patuh, aura arogannya sebagai gadis bangsawan kini sepenuhnya tunduk pada kepemimpinan Lin Xiao yang dominan dan efisien.

Kelompok ekspedisi itu mulai melompati pulau demi pulau melayang dengan formasi yang sangat rapat.

Mereka harus menahan pergantian gravitasi yang membuat perut mual, sekaligus menghindari retakan ruang mematikan yang bertebaran layaknya ranjau.

"Apakah kita sudah dekat dengan pusat reruntuhannya?" keluh Meng Shan setelah melompat untuk yang kedua puluh kalinya.

"Batu spiritual pada peta ini menunjukkan bahwa kita baru menempuh sepertiga dari total jarak." jawab Nona Yue mengamati perkamennya yang bersinar.

"Kuharap penjaga makam ini tidak mengirimkan sambutan selamat datang saat kita sedang kelelahan melompat." gumam Xue Mingyue memicingkan matanya.

Roar.

Seolah menjawab kekhawatiran Xue Mingyue, raungan yang luar biasa keras menggetarkan seluruh gugusan pulau melayang tersebut.

Dari dalam awan dimensi berwarna ungu pekat di bawah mereka, sebuah tangan raksasa yang terbuat dari kristal melesat ke atas.

Brak.

Tangan kristal itu mencengkeram ujung pulau batu tempat Lin Xiao dan kelompoknya baru saja mendarat.

Sesosok monster raksasa tak berwajah merangkak naik dari dasar jurang dimensi, memancarkan aura Inti Emas tingkat puncak yang sangat purba.

"Penjaga Golem Bintang." bisik Nona Yue mundur dua langkah melihat monster yang besarnya setara dengan tiga bukit tersebut.

"Ini adalah ujian pertama dari makam kaisar, sihir fisik biasa tidak akan bisa menghancurkan inti kristal di dadanya!"

"Bagus." jawab Lin Xiao mencabut pedang peraknya dengan senyum psikopat yang mulai mengembang.

"Aku sedang mencari samsak latihan yang tahan banting untuk menguji ketajaman pedangku yang baru."

Monster penjaga itu mungkin terbuat dari batu bintang kuno yang tidak bisa dihancurkan oleh senjata biasa.

Namun bagi sang Kaisar Bayangan, tidak ada cangkang pelindung di dunia ini yang tidak bisa dipecahkan oleh kegilaan murninya.

Reruntuhan Domain Bintang Jatuh akhirnya menyajikan hidangan pembuka yang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh pemuda dari Kota Jade River tersebut.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!