Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tepi kolam
Tepat jam empat sore, cuaca di sekitar danau mulai terasa teduh. Angin sepoi -sepoi bertiup lembut.
menggoyangkan dedaunan yg ada ditaman belakang itu. Bima dan Viona memutuskan untuk duduk santai di area taman belakang villa yang asri, tepat di tepi sebuah kolam renang pribadi berair jernih yang langsung menghadap ke bentangan danau. Viona duduk di atas kursi malas sembari menikmati minuman dinginnya yang segar, mencoba mendinginkan suhu tubuh dan pikirannya yang sejak siang tadi terus-menerus diganggu oleh bayangan bentuk tubuh suaminya.
Mengingat status baru mereka, Viona berdehem pelan sebelum membuka obrolan serius. "Minggu depan aku sudah mulai masuk kantor lagi, Bim," ujar Viona dengan nada ketus khasnya yang berusaha kembali berwibawa. "Kamu di rumah saja, tidak perlu ikut-ikut ke perusahaan supaya g ganggu aku."
"Ok," jawab Bima singkat tanpa bantahan, membuat Viona sedikit heran karena suaminya begitu mudah menurut.
Namun, belum sempat Viona menyesap kembali minumannya, Bima menatapnya dengan pandangan lurus. "Kamu bisa berenang?" tanya Bima tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan yang sangat mendadak itu, otak Viona yang sejak di ruang gym tadi sudah traveling ke mana-mana, seketika kembali 'ngeres'. Pertahanan tsundere-nya langsung siaga satu.
Ahh Pasti ini cuma siasat licik dia supaya bisa merayu dan melihat tubuh indahku memakai baju renang! Bima, Bima... ternyata di balik wajah polosmu itu kamu licik juga ya!' tuduh Viona berapi-api di dalam hatinya, merasa berhasil membongkar niat tersembunyi sang suami.
Namun, tanpa menunggu jawaban atau persetujuan dari Viona yang masih asyik berasumsi dalam hati, Bima dengan santai langsung melepas kaus oblong dan celana panjangnya. Hanya menyisakan celana pendek olahraga yang melekat di tubuh tegapnya, Bima langsung menceburkan diri ke dalam kolam renang yang ada di depan mereka. Gerakan renangnya sangat cepat, efisien, dan bertenaga, membelah air kolam dengan begitu tenang.
Viona hanya bisa terpaku di kursinya, mengabaikan minumannya yang mulai mencair. Setelah beberapa putaran, Bima memutuskan untuk menyudahi aktivitasnya. Pemandangan yang sangat eksotis langsung tersaji di depan mata Viona ketika tubuh kekar Bima perlahan-lahan mulai naik dari dalam kolam, membiarkan rintik-rintik air mengalir di sela-sela otot tubuhnya yang cerah dan bersih di bawah temaram sinar matahari sore.
Awalnya, mata bulat Viona hanya tertuju pada guratan six pack di perut Bima yang tampak semakin tegas saat basah. Namun, pandangan matanya perlahan-lahan menyasar turun ke bawah, mengikuti aliran air yang membasahi ban pinggang celana pendek suaminya. Seketika itu juga, Viona langsung melotot sempurna dengan wajah yang mendadak panas membara. Di balik kain celana pendek yang basah dan mengetat itu, matanya menangkap sebuah siluet yang melingkar besar, kokoh, namun masih terbungkus dengan rapat.
'Astaga... apakah itu akan muat jika... jika masuk nanti?!' jerit Viona histeris dalam hati dengan pikiran yang sudah melompat jauh ke malam pertama mereka yang tertunda.
Gadis cantik itu langsung menelan ludah dengan susah payah, memegang dadanya yang berdegup sangat kencang bagai mau copot, sementara Bima dengan santai mengambil handuk di dekatnya seolah tidak tahu bahwa dia baru saja membuat pikiran istri tsundere-nya berguncang hebat.
Imajinasi Viona tampaknya semakin liar setelah melihat pesona fisik Bima!