NovelToon NovelToon
Tanah Luka Dan Persahabatan

Tanah Luka Dan Persahabatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:169
Nilai: 5
Nama Author: Dini Sinaga

Kehidupan penduduk Kampung Surya Kencana, dimana sebagai besar penduduknya bekerja sebagai besar petani. Kampung ini kini gersang karena dilanda kekeringan.
Warga Kampung Surya Kencana bersifat, tradisional, sehingga sulit menerima perkembangan terutama dibidang pertanian. Pemerintah baik dari pusat, provinsi, kecamatan hingga Kampung sudah sering mengadakan Penyuluhan Pertanian agar pertanian masyarakat dapat meningkat, namun di tolak oleh sebagian besar penduduk yang bekerja sebagai petani.
Seorang pemuda bernama Harjo (pemeran utama) adalah salah seorang dari sedikit petani yang mau mengikuti arahan Penyuluh Pertanian. Dia gigih dan ulet dalam bertani serta cerdas dalam mengembangkan pertanian, sehingga hasil pertanian Harjo menjadi berbanding terbalik dengan hasil pertanian warga Kampung. Hasil pertaniannya melimpah sedang petani lainnya sering terkena hama dan gagal panen.
Banyak penduduk yang mulai tertarik dengan cara bertani Harjo yang terkadang diluar kebiasaan penduduk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Sinaga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 sambungan. Godaan Widuri, Pertarungan pertama Harjo

Lanjut Harjo sedikit canggung dibuat pertanyaan Widuri.

"Ah kamu merendah aja. Kamu kan termasuk petani sukses di sini. Ganteng dan masih bujangan juga."

Widuri memuji Harjo dengan hati yang jujur. Di dalam hatinya dia berkata:

"Kalo saja kamu mau nembak Aku saat ini, Aku pasti dengan senang hati langsung menerimanya." Widuri membayangkan sedang berada di pelaminan bersama Harjo.

"Enggak, Eh... mari pulang,"

Malah bengong kamu. Seketika Harjo yang melihat Widuri senyum sendiri, seperti mengkhayalkan sesuatu.

Widuri tersadar, dan merasa malu sendiri.

Mereka pun melanjutkan perjalanannya. Ketika sudah berada di dekat rumahnya, Widuri meminta Harjo untuk singgah. tetapi

Harjo menolak dengan halus,

"Maaf sudah agak gelap, Aku sudah cukup lelah hari ini." jawab Harjo memberi alasan.

"Oh ya Jo. Ini tadi Aku bungkuskan untuk kamu, makan malam Kamu. Pastinya kamu kan belum memasak makan malam!" Widuri menyerahkan bungkusan berisi nasi yang sudah dicampurkan dengan lauknya.

"Waduh terima kasih nih, Kau tahu saja kalau Aku belum masak. Ahahaaha.."

Harjo menerima dengan senang hati pemberian dari Widuri.

"Itu.. makanya, kamu harus sering-sering singgah ke warung ku. Buat Kamu pasti Aku beri gratis." Widuri menjanjikan kepada Harjo untuk mendapatkan makanan gratis di warungnya.

"Tidak boleh begitu dong, itukan usaha Kamu. Aku nggak mau menyusahkan kami."

Harjo menolak halus, permintaan Widuri. Dia merasa tidak layak, untuk menerima gratisan dari Widuri yang sudah sibuk mengelola warungnya.

"Tidak papa kok, kalaupun Kamu makan di warung ku, Aku nggak akan rugi. Malahan Aku akan beruntung, sebab warung ku jadi semakin ramai."

Widuri mencoba memaksa Harjo untuk lebih sering datang ke warungnya.

"Baiklah, kalau Aku ada waktu ya. Aku pasti akan singgah ke warung." Harjo mencoba menenangkan dengan berjanji akan lebih sering datang ke warung.

"Baiklah sudah malam, Aku permisi pulang." Harjo pamitan ke Widuri.

"Hati-hati dijalan Jo!" Widuri mengingatkan Harjo yang akan pulang.

Saat Harjo hendak berjalan pulang, dengan posisi yang berhadapan dengan Widuri.

Tiba-tiba tanpa diketahui oleh Widuri dan Harjo. Dari belakang Slamet, Udin dan Arif menyerangnya sekaligus.

Harjo bukan tidak bisa mengelak, tetapi kalau dia mengelak maka Widuri lah yang akan terkena serangan itu.***

Beberapa saat yang lalu di tempat yang berbeda.

Arif dan Udin penuh dengan perasaan kecewa yang besar karena tidak berhasil menyerang Harjo. Bahkan mereka terkena sentilan yang dilakukan oleh Harjo. Mereka berdua berjalan pulang dengan perasaan kecewa, tidak lama kemudian mereka berdua berpapasan dengan Slamet.

"Hei kalian berdua kenapa? Mengapa wajah kalian berdua kusut sekali, seperti pengemis tua di jalanan?"

Slamet, menyapa Arif dan Udin.

"Tadi di warung Widuri kami berdua kena sentil, sama Harjo." Udin menjawab dengan ceplas-ceplos.

Arif yang sedikit dengan perasaan gengsi, dalam hati berkata

"Bodoh banget nih bangke satu ini. Hal begitu dijelasin selengkap itu."

”Emang mirip pengemis tua kami iya bang. Tetapi, baju abang kok basah seperti tersiram bekas cucian piring”

Arif mencoba balik menyerang Slamet, Dia tidak mau kelihatan bodoh.

"Oh ini. Gara-gara si Harjo. Aku dendam sekali sama Dia, kalau ketemu Dia, Aku akan membuat perhitungan dengannya. Aku mau menghajarnya." Slamet terdengar serius sekali dengan ucapannya.

"Kebetulan, Dia baru saja pulang bersama Widuri. Bagaimana kalau Kita samperin ke sana, Abang kan guru olahraga pasti bisa bela diri dong? Aku rasa kita bertiga bersama Arif bisa mengalahkan dia!" Udin mengajak Slamet untuk menyerang Harjo.

"Halah... Aku sendiri juga bisa mengalahkannya, tak perlu bantuan kalian." Slamet menyombongkan diri di hadapan Arif dan Udin.

"Ya sudah jangan buang waktu lagi Bang, Kita berangkat sekarang, mumpung Dia belum jauh!" Udin lagi-lagi menyemangati Slamet dan Arif tentunya.

Dalam hati, Arif berkata:,

"Anak bangke satu ini, bicara sesuka hatinya saja. Macam congornya Ba bi, panjang sekali."

kebetulan perawakan Udin memang agak Bokir / Boneng Kiriman. tetapi lebih mirip Mandra waktu muda.

Arif pun sesaat memikirkan lagi,

"Kalau tidak ikutan, bisa jatuh wibawaku di depan Slamet. Padahal si Slamet ini sudah sering ku lihat menggoda Widuri, gadis impianku. Tetapi kalau kalah, bisa gawat ini!"

 sambil mengangguk-anggukkan kepala mempertimbangkan apa yang harus dilakukan, tiba tiba Slamet berkata:

"Ya udah ayo. Kita selesaikan Dia sekarang." Slamet berkata.

Sikap Slamet sudah mbak pejuang kemerdekaan yang mengajak pasukannya untuk menyerbu.***

Kembali ke waktu saat ini.

Walaupun Harjo terkena serangan dari 3 arah. Tetapi badannya seolah-olah tidak apa-apa. Dia menahan semuanya, ketiga serangan itu, demi melindungi Widuri. Agar widuri tidak ikut terkena tentunya.

Widuri belum bisa melihat apa yang tengah terjadi dan siapa orang yang telah menyerang dari belakang Harjo. Dia hanya mendengar suara,

"Hi...aat.."

"Huft"

"Cia.. att..."

"Begitu saja kehebatannya, baru satu serangan Dia sudah tidak bisa menghindar." Slamet mencoba menyombongkan diri.

”Iya, hebat Bang Slamet." Udin memuji Slamet

Harjo membeli kode kepada Widuri untuk segera mundur, dengan anggukan kepala.

Harjo segera membalikkan tubuhnya. Kali ini Dia tidak akan main-main.

Tiba-tiba, Arif yang merasa dongkol, dengan ucapan Udin tadi, mencoba untuk unjuk gigi. Dia menjadi orang pertama yang melakukan serangan setelah berhasil melakukan serangan pertama secara bersama-sama.

Dia mengeluarkan pukulan, namun sayang karena Harjo sudah bersiap, serangan itu dengan mudah dielakkannya. Arif sedikit frustasi dan malu, karena usahanya untuk unjuk gigi, gagal.

Udin melihat kesempatan terbuka untuk menyerang, kemudian memajukan tinjunya, tetapi kembali dengan mudah Harjo, menghindar dan malahan pukulan dari Udin mengenai tangan dari Arif.

Arif dan Udin kesakitan.

Slamet langsung melancarkan tendangan maut, menerjang dengan cepat. Sekali lagi Harjo mengelak, dengan sedikit menggeser tubuh dan kuda-kudanya yang kokoh.

"Si alan meleset meleset" Slamet berkata dalam hatinya.

Arif yang merasa tidak puas, walaupun tangannya sedikit terasa sakit, kembali melakukan serangan dengan tendangan juga, seperti tendangan seribu bayangan milik Wong Fei Hung, sebelum Udin juga ikut menyerang, Harjo hanya menendang bagian pinggang dari Arif, sehingga Arif merasakan pinggangnya seolah-olah patah "krakkk"

Arif terduduk dengan pantatnya menyentuh tanah terlebih dahulu karena pinggang dan pantatnya sudah sangat sakit dan membuatnya tidak sanggup untuk berdiri.

Udin menyerang dengan cepat menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya sudah terasa sakit, akibat beradu dengan tangan Arif. Tetapi Harjo menunduk seolah setengah kayang ke arah belakang.

Slamet yang sudah berada sedikit di belakang Harjo, segera mengambil ancang-ancang, karena tubuh Harjo dalam posisi setengah kayang.

Dia melakukan serangan kombinasi yang membabi buta pukulan dan tendangan bertubi-tubi, tetapi tubuh Harjo... Dia seperti berputar pada satu poros dalam posisi setengah kayang, sehingga serangan Slamet hanya mengenai angin saja.

Udin, setelah melakukan serangan dengan tangan kirinya, terlihat tubuhnya kurang setimbang, Harjo dari posisi setengah kayang yang berputar pada porosnya, dengan kelincahan melakukan tendangan seribu bayangan yang mengenai badan dan kepala Udin.

Udin jatuh terjerembab belakang, dengan badan dan kepala terlebih dahulu mengenai tanah.

"Aduh, sakit banget."

Kepala Udin terasa sakit sekali, seolah-olah Dia akan pingsan.

Harjo yang kembali menginjak tanah, langsung menendang kepala Arif yang dalam posisi terduduk.

Kepala Arif mengenai tanah. Arif pun, merasakan sakit yang sangat di kepalanya, lebih sakit dibandingkan apa yang dirasakan oleh Udin di kepala, sebab Udin lebih banyak terkena serangan di tubuhnya.

Hidung Udin dan Arif sudah mengeluarkan darah segar yang hangat.

Slamet, walaupun sedikit merasa letih karena serangan kosongnya. Mulai melihat celah untuk menyerang, sebab Harjo setelah melakukan serangan kepada Udin yang dilanjutkan serangan kepada Arif badannya condong membelakangi Slamet, sehingga Slamet langsung menyerang dengan tendangan sekeras-kerasnya dan secepat mungkin.

Namun Harjo yang sudah terbiasa berlatih beladiri jurus turunan dari keluarga, hanya menggunakan siku tangannya saja, tanpa mengubah arah tubuh dan wajahnya. Berhasil mengenai bagian ulu hati Slamet yang menyerang dengan kecepatan tinggi.

Slamet, bengek, seperti orang sakit bengek bertahun tahun

 "Khak..."

Slamet akhirnya memuntah kan darah segar dari mulutnya. Dia terkapar di tanah, matanya melotot, seolah-olah akan melonjak keluar. ” seperti mata “the Maks” melihat gadis sexy "

Bersambung guys, biar seru dan penasaran seperti bab sebelumnya...,

Baca dan lihat di Facebook Sina, ada jingle, video singkat, dan foto-foto pemeran

*******Happy***Reading*******

1
Dini
okey bagus
👍
Dini
💪baru setiap harinya

yuk diikutin dan di like
Dini
bagus, cara bercerita yang berbeda
tema yang baru
Zidan
GG bang bagus , saling folow yuk jangan lupa baca novel ku juga kalau boleh 🙏
Zidan
GG bang saling folow yuk bang
Dini: 🙏ok sudah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!