Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Pagi ini Dita sudah siap untuk berangkat ke toko bangunan milik nya, saat dia menuruni tangga dia melihat Dimas pun sudah siap untuk berangkat ke kantor. Dimas menuju ke meja makan, dan dia sangat kecewa saat tidak menemukan menu sarapan di meja makan.
"Sarapan nya mana? Tanya Cika yang baru saja bangun dari tidur nya.
"Memang nya kau fikir di sini ada pelayan mu, yang bisa menyiapkan semua sarapan mu?" Tanya Dita dengan sinis.
"Loh, kok kamu jadi marah sih? Kan udah kewajiban kamu buat nyiapin sarapan buat kami!" Dengan enteng nya Cika berkata.
"Oh begitu ya? Di sini tidak ada pembantu sama sekali, jadi jika mau makan silahkan masak sendiri!" Dita berkata dengan ketus.
"Dit, di rumah yang lama saat kami bangun, sarapan sudah tersedia. Beda banget ya di rumah ini!" Sindir Cika lagi.
"Ya udah, silahkan kamu bawa keluarga mu pulang ke rumah itu. Karena di sini aku tidak sudi untuk menyiapkan semua kebutuhan kalian!" Dita berkata dengan tegas.
"Kok kamu bicara gitu sih Dit? Seharusnya kamu hargai dong kehadiran kami di sini!" Ujar Cika lagi.
"Memang benar - benar ya kamu tidak tahu malu, harus nya kamu bersyukur aku mau menampung diri mu dan juga keluarga mu di rumah ku. Tapi kamu benar - benar tidak tahu malu, udah ditolongin malah seenaknya sama pemilik rumah!" Ujar Dita dengan geram.
"Udah, udah gak usah ribut. Mbak juga ya, kalau mau makan ya mbak masak dong. Jangan minya sama Dita, Dita juga sibuk mbak!" Dimas berkata pada kakak ipar nya.
"Loh Dimas, kok kamu malah belain Dita. Aku ini kakak ipar mu!" Cika tidak terima dengan ucaoan Dimas.
Dimas tidak menghirau kan ucapan Cika, dia merasa malu dengan Dita atas ucapan kakak ipar nya tersebut.
"Dit, maafkan mbak Cika ya. Dia memang orang nya begitu!" Dimas meminta maaf pada Dita.
"Mas, jika keluarga mu tidak bisa menghormati ku sebagai pemilik rumah ini. Maka aku pastikan aku akan mengusir mereka dari rumah ku, jadi katakan pada mereka untuk menjaga sikap!" Dota berkata dengan penuh penekanan.
Setelah berkata seperti itu, Dita pun segera pergi dari rumah. Pagi ini mood nya sudah di buat berantakan oleh Cika, kepala Dita seperti nya mau pecah menghadapi mereka.
"Bagai mana Raisya bisa bertahan menghadapi mereka selama bertahun - tahun? Aku yang baru satu hari saja menghadapi mereka, rasa nya kelapa ku mau pecah!" Guman Dita sambil fokus pada jalan yang ada di hadapan nya.
Sedangkan Dimas, dia pun langsung berangkat ke kantor. Karena tidak ada guna nya tetap di rumah, dia memutuskan untuk sarapan di luar saja.
"Bagai mana cara nya agar semua bisa kembali seperti dulu? Andaikan aku tahu bahwa itu adalah sertifikat palsu, tentu saja aku tidak akan mendukung Mama untuk mengusir Raisya dari rumah!" Dimas berkata sambil meremas kemudi mobil nya sendiri.
Saat ini Dimas tahu, bahwa Raisya tidak akan memaafkan diri nya. Terlebih lagi dia sudah mengetahui perselingkuhan Dimas dan Dita. Tapi untuk pergi dari Dita juga tidak mungkin, karena Dimas dan keluarga nya punya hutang pada Dita. Hutang untuk biaya resepsi pernikahan Mewah Neta dan Rian.
******
Ketika membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, Neta kembali terlelap. Dia tidak sadar bahwa Mama Mila sudah datang kembali ke dalam kamar nya.
"Neta,,,,!" Teriak Mama Mila dengan suara lantang.
Neta membuka mata nya, dia menyadari bahwa mertua nya sudah berada di dalam kamar nya.
"Mama, bikin kaget saja!" Ujar Neta dengan kesal.
"Cepat bangun, jika tidak maka detik ini juga kamu aku usir dari rumah ini!" Ancam Mama Mila.
"Mama apaan sih? Main ancam saja!" Omel Neta.
"Kamu berani nya sama saya!" Ujar Mama Mila dengan geram.
Mama Mila lalu menarik paksa tangan Neta, lalu dia membawa nya ke dapur.
"Neta, bersihkan rumah ini sekarang juga. Kalau tidak, maka jangan harap kamu bisa makan hari ini!" Ancam Mama Mila.
"Ma, aku bukan pembantu Ma. Aku ini istri nya mas Rian!" Neta menolak perintah yang di berikan oleh Mama Mila pada nya.
"Mama tidak perduli Neta, jika kamu menolak maka aku pastikan Rian akan menceraikan diri mu!" Ancam Mama Mila.
"Ma, kok Mama bilang gitu? Aku baru satu hari Loh jadi istri nya mas Rian!" Neta tidak terima dengan ucapan Mama mertua nya.
"Terserah kau mau bilang apa, tapi yang pasti kau akan segera menjadi janda jika berani membantah ku!" Ucap Mama Mila lagi.
Akhir nya mau tidak mau, Neta pun menuruti perintah Mama Mila. Dia mulai membersihkan rumah, Neta merasa sangat kelelahan karena selama ini dia belum pernah melakukan pekerjaan ini.
'Jika tidak karena harta keluarga ini, maka aku tidak akan sudi membersihkan rumah ini!' Omel Neta di dalam hati.
Neta masih ingat janji keluarga nya Rian, jika dia mengadakan acara resepsi mewah saat mereka menikah maka Neta akan mendapatkan harta kekayaan keluarga ini dan menjadi Nyonya di rumah ini. Tapi mungkin Neta sendiri tidak menyadari bahwa semua itu tidak mungkin menajadi kenyataan.
"Bersihkan dengan benar, jangan sampai ada debu yang menempel!" Mama Mila berkata sambil terus mengawasi Neta.
Mama Mila duduk di sofa, dengan menyilangkan kaki nya. Dia terus mengawasi Neta, dia sendiri tidak akan membiarkan Neta berpangku tangan di rumah nya.
"Tapi aku capek, Ma!" Neta mengeluh sambil mengelap keringat yang bercucuran di dahi nya.
"Wanita hamil itu tidak boleh banyak tidur, harus lebih banyak gerak! Biar nanti melahirkan lebih mudah!" Jawab Mama Mila.
"Tapi Ma, aku lapar. Aku belum makan sejak pagi!" Neta berkata sambil memegangi perut nya.
"Salah sendiri, siapa suruh tidur sampai siang!" Ujar Mama Mila dengan sinis.
Neta sangat kesal sekarang, ingin sekali dia menangis sekencang kencang nya. Tapi di sini tidak ada Mama nya yang akan selalu membela nya, dia sendirian di sini. Suami nya sendiri malah asyik nongkrong di luar, tidak perduli sama sekali dengan diri nya.
"Sekarang silahkan kamu membersihkan diri, lalu boleh makan. Ingat Neta, kalau kamu masih berani bangun siang lagi besok dan melalaikan kewajiban mu sebagai istri dan menantu, maka hukuman untuk mu jauh lebih berat dari pada yang ini!" Ancam Mama Mila.
Neta sangat jengkel saat ini, ingin sekali rasa nya dia menghajar perempuan yang sudah menjadi mertua nya tersebut, karena sudah berani menyuruh nya melakukan pekerjaan rumah. Pekerjaan yang tidak pernah dia lakukan sama sekali selama ini.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄